
" Hehehe, Apa kamu sedang ingin Bercanda Mas.?!" Tanya Tiara dengan Senyum Kecutnya. bisa bisanya Mantan suaminya itu dengan Enteng mengajaknya Rujuk, Apa Dia Masih Lupa kalau Dia sekarang sudah menikah lagi, sekarang dengan Entengnya Bilang minta Rujuk, Tidak segampang itu ya, pikir Tiara.
Wanita Berusia Tiga puluh Dua tahun Itu tetap memandang Sinis Mantan suaminya itu.
Sedangkan Sang mantan Suaminya itu menatapnya dengan Wajah Sendu dan tatapan penuh Mengiba.
Ya Pria berusia Tiga puluh tahun itu, sekarang Sudah Tidak punya Pilihan lain untuk mengutarakan Perasaannya yang selama ini dia pendam pada sang mantan istri setelah selama Beberapaa tahun Dia mengurungkan Niatnya, Akhirnya sekarang Dengan Tekad yang Sangat bulat dia berani Mengutarakan Niatnya untuk mengajak Rujuk Pada wanita yang Sudah Memberinya Satu orang Anak itu. karena memang Cylla bukan Anak kandungnya dan juga Mantan istrinya itu.
" Aku serius Ra, Apa Ada Kebohongan Di kedua mataku.?! " tanyanya dengan menatap Tiara dengan penuh keseriusan
" Apa kamu sedang Ingin menjadikan Aku Madumu Atau bahkan Istri simpananmu seperti yang Sudah sudah mas?! "
Tidak Ada Tatapan Ramah dan Hangat dari Tiara, yang Ada Hanyalah tatap Sinis dan Merasa Ilfil pada Sang mantan Suami, padahal dalam Hatinya Seharusnya dia senang ternyata mantan Suaminya itu Mempunyai Niatan Untuk mengajaknya Rujuk kembali, Namun Tiara menganggap Pria yang kini masih Berada Didepannya itu tidak pantas mengutarakan Niatnya Apalagi statusnya kini sudah menjadi suami wanita lain. Dia tidak Ingin Di cap Sebagai perusak Rumah tangga Orang.
" Maksud kamu.?! " Terlihat Ada beberapa kerutan Dikening Nico, Alisnya kini Menyatu seakan Dia Tidak mengerti maksud dari ucapan mantan Istrinya.
" Kamu tidak sedang Hilang ingatan lagi kan mas.?! " Tanya Tiara dengan Sarkasme. membuat Nico Tergelak. " Kamu Lupa Statusmu sekarang. ?" Sambil menunjuk tepat didada Nico. " Kamu itu Suami Orang Jadi Jangan Bicara yang Tidak pantas kamu ucapkan Pada wanita lain, Hargai Istrimu Dirumah mas, jangan seenaknya mempermainkan perasaan Wanita. " Tutur Tiara Dengan Rancaunya yang penuh dengan Sindiran. Miris sekali bukan. seolah olah kata kata yang Dia Ucapkan barusan Tepat untuk Dirinya, wanita yang Sudah Berulang kali dipermainkan oleh pria yang kini masih menatapnya lekat lekat itu.
Entah kenapa Tiba tiba Dia Berbicara seperti itu seolah olah Baru saja mengungkapkan semua unek uneknya, kedua netra coklatnya itu sudah Berkaca Kaca, namun sebisa Mungkin Dia tahan supaya tidak jatuh di pipi Putihnya, Baginya sekarang Pantang Untuk menangisi Seorang Pria, apalagi pria seperti Nico mantan suaminya, pria yang Sudah Menorehkan Luka yang begitu dalam namun Juga Pria yang Hingga sampai detik ini tidak bisa Hapus namanya didalam hati dan Fikirannya, sungguh Dia seperti Wanita bodoh yang masih mengharapkan sesuatu yang jelas jelas Tidak Mungkin dia Raih lagi.
" Kamu salah Ra, Aku Tidak seperti Apa yang Ada Difikiranmu saat ini.------!"
" Tapi Sayangnya, Apa yang Ada Difikiranku itu memang Benar kenyataannya mas, dan kamu tidak bisa lagi mengelaknya.! " ucapnya dengan menatap tajam Mantan suaminya itu.
" Tidak Ra, kamu salah menduga semua itu, semua tuduhanmu itu sama sekali tidak
Ben----"
" Sekarang Kamu bisa keluar Dari kamarku mas, dan Bisa tinggalkan Tempat ini.! " Sentak Tiara masih dengan Suara sopannya.
" Ra, Aku bisa Jelasin semuanya Ra. "
" Tidak Ada yang perlu Di jelaskan Lagi mas, karena Semuanya sudah Jelas, sampai matipun Aku tidak Pernah Mau Di madu apalagi Dijadikan wanita simpanan olehmu.! "
" Ra dengarkan Aku ----"
" Kamu yang Harus dengarkan Aku Mas, Aku mohon Jangan pernah memaksakan kehendakmu mas.! "
" Ra.? "
" Keluar Kataku mas.! "
" Aku Tidak pernah Menikah lagi dengan Wanita manapun setelah bercerai darimu ra. "
Ucapan Nico Begitu saja Lolos dari Bibirnya membuat Tiara terkejut hingga beberapa Detik Suasana Menjadi Hening Dan Mereka berdua masih saling Terdiam saling menatao dalam kebisuan.
" Ma maksud kamu mas.?! " tanya Tiara dengan Bibit Bergetar.
__ADS_1
Tatapan Mereka saling terkunci.
" Aku tidak pernah menikahi Emira. " Jawab Nico dengan suara Lirihnya.
Bibir Tiara langsung Terkatup rapat Air matanya sudah Berhamburan Di kedua pipinya. tatapanya Kini Berubah menghunus Tajam pada Nico seakan Tatapan itu Penuh dengan hal menjijikan baginya.
" Kamu Kejam mas. " Ujarnya dengan Suara serak namun penuh dengan penekanan.
" Apa maksudmu Ra.?! " Tanya Nico dia tidak membaca Pikiran Tiara yang Menurutnya tidak bisa terbaca itu.
" Setelah Kamu menghamili wanita itu, lalu Dengan Tega kamu mencampakannya dan juga bayinya mas, laki laki macam apa kamu itu mas, Bisa bisa nya Kamu bisa berbuat sekejam itu. " Ucap Tiara dengan penuh Kebencian tidak ada Suara lembut Lagi dari seorang Tiara
sedangkan Nico, kini Masih diam membisu dan Tidak bergeming mendengar Ucapan yang keluar dari Mulut wanita yang kini masih dicintainya, mungkin Tiara saat ini Salah paham tentang dirinya.
" Kamu pikir dengan Mengatakan bahwa kamu tidak pernah menikahi wanita itu, aku bakal sukarela gitu mau menerimamu kembali, Huh Jangan mimpi kamu mas, sampai kapanpun Aku tidak Akan pernah mau kembali padamu.!"
Sakit Ya Hati Nico seakan sakit seperti tercabik cabik mendengar kata kata itu dari Tiara, Bahkan Dia bisa menangkap jelas Tatapan dari Tiara penuh dengan Kebencian sungguh Dia bukan seperti Tiara yang pernah dia kenal Enam tahun Silam.
" Sekarang Kamu bisa pergi dari sini mas, dan jangan pernah Muncul lagi didepanmu mas, Aku benci sama pria yang tidak bisa menepati janjinya sendiri. " Ucap Tiara lagi saat Tidak ada jawaban dari Nico.
" Kamu jangan Khawatir Aku tetap tidak akan pernah melarangmu untuk bertemu sama Anak anak, karena Aku bukan Wanita kejam yang tega memisahkan Antara Anak dan papa kandungnya sendiri, yang Aku minta darimu tolong jangan pernah Menemuiku lagi mas, Aku tidak ingin Melihatmu Lagi. " Tutur Tiara dengan Wajah Gusarnya yang tidak berani Menatap Nico sama sekali
" Apa Aku begitu Menjijikan dimatamu Ra, sehingga Kamu Bisa berkata seperti itu padaku.?! " Tutur Nico dengan Air muka seriusnya.
" Jangan Mengajaku Berdebat terus mas, aku ingin Istirahat kamu bisa pergi dari sini, Aku berharap kamu masih punya perasaan mas, untuk tetap bertanggung jawab menikahi wanita itu, sebelum kamu terlambat menyesali atas Dosa dosanya yang pernah kau buat, Aku hanya tidak ingin Allah semakin murka kepadamu mas. "
" Baik kalau itu Yang Ada Difikiranmu,Suatu saat Aku akan buktikan Bahwa apa yang kamu fikirkan itu salah Ra, Aku tidak seperti yang kamu kira,Dan satu Lagi Aku tidak Akan pernah Menyerah untuk membuatmu Yakin bisa Percaya denganku lagi, Aku tidak Akan menyerah untuk mendapatkan Hatimu kembali. " Tutur Nico, lalu dia berdiri dari Duduknya dan bersiap siap Keluar dari kamar Tiara.
" Walaikumsalam. "
Tiara hanya meratapi Punggung milik mantan suaminya yang kini perlahan sudah mulai Lenyap dari pandangannya.
Tiba tiba Airmatanya lolos begitu saja. Dia merasakan sesak yang Amat mendalam didadanya. entah Apa yang kini dia fikirkan saat ini.
******
" Gilang sayang kamu Datang Kesini juga.?!" Ujar Emira yang kini Didalam sebuah Ruangan yang dilapisi Pintu Besi.
" Berhenti memanggilku dengan sebutan Nama Itu emira, karena Aku bukan Gilang, aku Nico Nico cornelius wijaya. " tuturnya dengan wajah dinginnya.
Emira terkekeh Matanya kini menatap tajam pada Nico, Rambut yang biasanya tersisir dan wajah yang biasanya terpoleskab Make up tebal itu kini sudah tidak terlihat Rapi, Rambut panjang sebahu yang sedikit Acak acakan Wajah Yang Polos Tanpa Ada polesan Apapun disana menandakan Kondisi emira memang Tidak baik baik saja disana.
" Oh Sayangku, Kamu Sekarang Tega ya bersikap Dingi seperti ini, kamu lupa Tentang Apa yang pernah sering kita lakukan empat tahun Lalu Hah, Kamu dulu selalu menikmati Malam Ranjang kita sayang, Oh apa kamu lupa sayang.?! " Ujar Emira dengan Senyum liciknya diiringi tawa Remehnya
" Kamu Ini seperti bukan wanita tidak waras Mira,apa kamu sengaja Berpura pura gila sehingga Aku tidak memenjarakanmu dibalik jerusi besi, setelah Apa yang kamu lakukan terhadap keluargaku hah.?! " Suara Nico begitu nyaring dan penuh penekanan, Ingin sekali dia mencekik leher Wanita Yang sudah berhasil. memporak porandakan Rumah tangganya.
" Apa Kamu masih tidak mempercayai Kalau Ada yang mensabotase Hasil test DNA Itu sayang, Mutia itu Anak kita Hasil perbuatan kita, Darah Daging kamu Nico ku sayang.? " ucap Emira dengan Wajah yang Dibuat buat selembut mungkin memang wanita ini benar benar Licik pikir Nico.
__ADS_1
" Hentikan Bualanmu Itu emira, Mulutmu benar Benar sampah yang tidak berguna. " ujar Nico dengan Penuh penekanan.
Dia tidak Habis fikir wanita Licik ini pintar sekali memainkan sandiwarannya.
" Aku datang Kesini Untuk mengambil Alih Hak asuh Mutia, karena mulai saat ini aku akan mengadopsinya sebagai putriku, meski Kenyataanya Dia bukan Anakku, tapi Aku tidak tega Dia diasuh Oleh seorang ibu macam Dirimu,Aku tidak ingin Kau terus menerus menyiksa Mutia untuk melampiaskan kekesalanmu terhadapku. jadi Setuju atau tidak Aku akan tetap mengambil Alih Mutia dari Kamu. "
setelah Itu Nico pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh kedua Bodyguardnya.
meninggalkan Emira yang Mengaung Seperti Layaknya orang Gila kembali karena terus berteriak tak jelas menyumpahi nama Nico dengan sejuta ucapan Sumpah serapahnya.
*****
Tiara tersentak saat Tiba tiba Ada tangan Kekar kini mencekal Lengannya.
" Lepasin sam, kamu mau apalagi datang kesini.?! " Tiara Menyentak kasar Sammy yang Tiba tiba mencekal lengannya dari belakang.
" Aku datang kesini Untuk meminta maaf sama kamu Ra, Aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu Ra. " ucap sammy dengan memasang wajah bersalahnya
" Aku tidak butuh Permintaan maaf Darimu sam, aku minta sekarang kamu pergi dari sini sekarang Juga.! " Sentak Tiara.
" Ra aku mohon Maafkan Aku Ra maafkan Aku. --------".
" Mmmmmpp. " Tiba tiba ada seseorang Yang Tiba tiba membekap Mulut tiara sehingga membuat Tiara pingsan.
dengan Cepat Sammy Merengkuh Tubuh tiara lalu digendongnya
" Ayo cepat Buka pintu mobilnya. "
" Baik bos. "
Lalu Sammy pun Memasukan Tiara kedalam mobilnya dan membawanya pergi dari Toko milik tiara Tersebut.
" Kok Aku tidak Asing ya sama mobil yang barusan Lewat. " Tutur Elang saat Mobilnya tidak Sengaja berpapasan Sama mobil warna putih yang baru saja melintas berlawanan Arah Darinya.
" Ah sudahlah mungkin perasaanku saja, aku Harus Segera Menemui tiara sekarang Juga aku Tidak Akan Menyerah untuk mendapatkan Hati Tiara, aku tidak peduli lagi sekarang Dengan masalalunya, Aku akan tetap menjadikannya sebagai istriku. " Gumam Elang Lalu tetap melesatkan kendaraanya untuk menuju Toko milik tiara yang kini Hanya tinggal berjarak beberapa meter darinya.
Tiara tunggu aku, hari ini Aku akan melamarmu untuk jadi Istriku.
.
.
_ Bersambung. _
Seperti biasa Ya Author Baru Update tengah malam begini, Besok kalau sempat bakal Up Lagi.
Gimana Nih Gaes Kalau tiara sekarang Lagi Direbutkan Oleh Cogan Cogan.? Kira kira siapa yang Akan berhasil mengambil Hati Tiara kembali.
__ADS_1
Semoga syuka ya.
Happy Reading.