
Dada Tiara terasa sesak dan engap setelah menerima pesan WA yang berupa kontek Vidoa seoarang dua perempuan yang merebutkan Seorang pria yaitu suaminya.
Namun sebisa Mungkin tiara harus menahan emosinya dan mengendalikan Amarahnya, dia tidak mau Kondisinya Drop kembali yang akan mengganggu kesehatan dirinya juga bayi yang dia kandung saat ini.
Dia langsung pergi ke dalam kamar Mandi dan membasuh mukannya untuk meredam emosinya yang kini tengah membara, karena Melihat sang suami masih saja berhubungan dengan kedua wanita itu, kali ini tiara harus cukup sabar dan main cantik untuk menghadapi sikap suaminya.
Tak lama kemudian Tiara mendengar suara mesin mobil yang berhenti Didepan pintu Rumahnya. tiara pun berlari kecil keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangganya.
sebelum membuka pintunnya, sekilas tiara melihat jam dinding yang terpampang di ruang tamu. sudah menunjukan pukul 10.00 malam. dan nggak biasanya Suaminya pulang terlambat dan selarut ini.
Jegrekk.
Cup.
Nico langsung mendaratkan ciumannya dikening tiara, kala Tiara sudah membuka pintunya.
" Belum Tidur sayang.?? " tanya Nico sambil mengelus pipi tiara, dan dibalas dengan gelengan kepala.
Setelah itu Nico mengajak Tiara untuk masuk kedalam Rumah, tas Kerja Nico sudah dijinjing oleh tangan tiara dan mengekori suaminya dari belakang.
"Mas mandi dulu, aku sudah siapi Air hangatnya, dan siapin baju ganti buatmu Setelah itu mas turun, aku akan menyiapkan makan malam mas dulu. --"0
Nico mengusap pipi tiara dan tersenyum tipis. " Makasih ya sayang. " Ujarnya dan dibalas senyuman Oleh tiara.
Nico pun langsung bergegas menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Tiara langsung menuju dapur dan mulai menyiapkan makan malam suaminya.
--------
Sedari tadi tiara hanya menopang dagu dengan tangan kanannya sambil melihati suaminya melahap santapan makan malamnya.pikiran tiara berkecamuk saat ini dia benar benar tidak bisa membaca pikiran suaminya saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi apa yang sudah disembunyikaj oleh suaminya dibelakangnya begitulah pertanyaan tiara yang kini hinggap dikepalanya.
Hingga tanpa sadar Lamunan tiara buyar ketika suaminya mengakhiri makan malamnya dan mengajaknya untuk masuk kekamarnya kembali.
" Yuk, sayang kita kembali kekamar.? "
Ajakan Nico tak membuat tiara bergeming dan maasih tidak mengalihkan pandanganya ke suaminya, membuat Nico mengeryitkan dahinya karena mereka sikap istrinya malam ini sangat aneh dari biasanya yang terlihat cerewet dan selalu bercerita ngalor ngidul untuk mengusir kejenuhannya. malam ini tiara hanya terlihat lebih pendiam dan tidak banyal bicara.
" Sayang kamu kenapa.? Nico menyentuh pipi tiara, membuat Tiara tersentak kaget.
" Oh nggak apa apa kok mas, kenapa tadi kamu ngomong apa.? "
Sepertinya malam ini istrinya benar benar tidak fokus, bahkan tiara tidak mendengar ajakannya untuk masuk lagi ke kamar. Nico menatap dalam dalam manik Cokelat milik istrinya.
" beneran kamu nggak apa apa? apa kamu sedang sakit, katakan yank.? "
Tiara menggelengkan kepalanya cepat dan menampilkan senyum tipisnya yang terkesan seperti dipaksa.
"nggak apa apa kok mas aku baik baik saja. "ujarnya dengan Lembut.
" Yasudah kalau begitu yuk kita kekamar. "
Tiara pun menganggukan kepalanya dan mengikuti suaminya untuk masuk kedalam kamar.
setelah sampai dikamar masih duduk Dikursi tempat meja riasnya. Sedangkan Nico masih berkutat dengan ponselnya.
hingga Tatapan mata mereka tidak sengaja bertemu lewat pantulan Cermin yang kini didepannya.
Segera Nico mengnonaktivkan ponselnya dan menaruhnya diatas nakas, setelah itu Nico beranjak berdiri dari atas ranjang kingsize nya dan berjalan mendekat kearah istrinya yang berdiam diri duduk dikursi didepan kaca meja riasnya.
Kedua tangan Nico melingkar Di perut Tiara sambil membungkukan Tubuhnya dan meletakan kepalanya di ceruk istrinya.
" Kenapa masih disini, Yuk kita tidur.? " seru Nico sambil mengendus endus leher jenjang putih milik istrinya itu.
" Iya. " Jawaban Tiara singkat padat dan jelas lalu melepaskan tangan suaminya yang melingkar diperutnya tadi. lalu beringsut untuk Merangkak menaiki tempat tidurnya disusul oleh suaminya.
Seketika Langsung Nico memeluk tiara dari belakang yang kini tengah tidur menyampingnya. Beberapa kali mata tiara mengerjab karena kedua matanya masih belum bisa diajak merem.
menyadari sikap aneh istrinya yang sedari tadi gusar dalam pelukanya membuat nico menyerukan suaranya dengan lirih.
" Tidurlah aku akan memelukmu dari belakang. " ujar Nico sambil mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
" i i iya. ." Suara Tiara terdengar Gusar dan cemas.
membuat Mata Nico kini kembali terbuka.
" Kamu kenapa yank.? "
" Aku nggak apa apa. "
Jawaban Tiara tak lantas membuat Nico puas mendengarnya, lalu Dibalikannya tubuh istrinya tersebut hingga posisi mereka kini saling berhadap hadapan. Nico menatap istrinya yang masih tertunduk dengan tatapan yang sangat dalam.
Lalu diangkatnya dagu istrinya tersebut sehingga mata mereka kini saling bersitatap.
" Katakan sejujurnya kamu ada masalah apa.?"
pertanyaan Nico membuat Kedua mata Tiara yang tadi memerah kini sudah berkaca kaca.
" Apa aka boleh bertanya sesuatu padamu.? "
" Ya katakan. " Jawab Nico dengan serius.
" Apa kamu benar benar tulus mencintaiku.? "
" Iya aku serius tulus mencintaimu. "
" apa aku berarti dalam hidupmu.? "
pertanyaan macam apa ini, ya pastilah dia sangat berarti bagiku, bahkan sangat berharga untukku. "batin Nico
" Kamu sangat penting dan berarti dalam hidupku bahkan kamu sangat berharga untukku.! "
" Kalau begitu. Kejujuran adalah modal paling utama dalam sebuah hubungan? apalagi hubungan dalam ikatan pernikahan.? "
pertanyaa tiara sontak membuat Netra hita milik nico memanas, Hatinya seakan tertusuk oleh pertanyaan istrinya yang sangat menohok itu.
Nico memilih bungkam dan menatap Lamat lamat wajah istrinya itu.
" Apa ada yang salah dengan ucapanku. ---?" tiara melayangkan pertanyaan lagi saat tak mendapat jawaban dari suaminya.
" Tidurlah, sekarang sudah terlalu malam. besok kamu ada jadwal kontrol dan aku aku akan mengantarkanmu sebelum aku berangkat kekantor. "
Jawaban Suaminya semakin membuat dadanya sesak, tiara kembali terisak didalam dekapan dada bidang milik suaminya itu, hingga Akhirnya dia terlelap tidur dalam dekapan suaminya karena kedua matanya lelah untuk menangis lagi.
Akhirnya Mereka berdua sama sama terlelap dalam tidurnya.
********
Hari ini sesuai ucapan Nico semalam dia akan mengantarkan istrinya dulu kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya dan sekalian melakukan Kontrol untuk penyembuhan penyakitnya.
beruntung kondisi Tiara cukup membaik dari biasanya karena dia bertekat untuk tidak terlalu stress dalam memikirkan sesuatu yang akan menjadi pemicu kesahatannya menurun dan menambah penyakitnya semakin parah. tiara berungkali terus menyemangati Dirinya untuk sembuh dari penyakitnya dan bisa melahirkan calon bayinya kedunia ini.
Dia harus tetap berjuang untuk hiduo dan melawan penyakitnya dia harus yakin tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya pasti semua jenis penyakit ada obatnya dia hanya perlu bersabar dan beriktiar mungkin dengan Cara seperti ini Tuhan menghapus Dosa dosa tiara dimasa lampau dan sedikit demi sedikit mengangkat derajatnya kembali.
" Pokonya kamu harus yakin untuk sembuh ya sayang. "
begitulah kata kata lembut yang kini terucap dari bibir suaminya, tiara hanya mengulas senyumnya saja. karena jujur tiara masih kesal dengan Nico tentang semalam yang tidak mau menjawab pertanyaannya.
padahal tiara sudah memancing Nico dengan pertanyaannya itu supaya nico duluan yang berkata jujur tentang kejadian video yang diterimanya kemarin tanpa harus menanyakannya langsung pada suaminya langsung. namun Nihil suaminya memilih bungkam dan tidak mau mengatakan apapun membuat Tiara kesal dan hanya bisa menahannya.
" Iya. " jawab tiara singkat dan padat.
Lalu mereka kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk kembali keluar darj rumah sakit.
Namun ditengah perjalanan mereka tak sengaja bertemu dengan seorang wanita paruh baya duduk dikursi roda dan seorang pria yang tak asing baginya sedang mendorong kursi roda wanita paruh baya tersebut sedang disampingnya ada seorang anak kecil sekitar umur 2 tahun Lebih dalam gendongan seorang babysiter. .
" Tiara. . " seru pria itu ketika mereka tak sengaja saling berpapasan.
" Mas Rival. ----"
Seketika langsung Tiara menundukan wajahnya saat menyadari kalau suaminya tengah menatap tajam pads sosok pria yang kini tepat dihadapan mereka berdua.
Nico berdehem kecil sebelum menyerukan suaranya, terpampang jelas Kilatan api kemarahan dikedua sudut matanya kala menatap pria yang kini menjadi mantan suami dari istrinya tersebut.
__ADS_1
" Permisi Kami mau Lewat, anda semua jangan menghalangi jalan kami. " perkataan Nico begitu dingin dan terkesan sengit.
" Maaf, kalau begitu kami permisi dulu. --" Pamit Rival sambil mendorong kursi Roda milik mamanya namun dengan cepat mamanya menahanya.
" Kenapa mah.? " tanya Rival sedikit heran
" Mama mau bicara dulu sama Tiara val. " ujar tante sarah lalu beralih menatap tiara yang sedilkit kebingungann. " Boleh tante bicara sama kamu tiara.?" tanya tante sarah.
" Bo bo boleh tante, bicara apa.? " jawab tiara dengam nada gugup dan terbata bata.
" Tante ingin meminta maaf sama kamu tiara, tante menyesal, tante sudah jahat sama kamu dan menuduhmu yang bukan bukan, padahal kesalahan semuanya ada pads diri anak tante. maafkan tante Nak, maafkan kesalahan tantek. hiks hiks hiks. " Ucap tante sara diiringi oleh isakan tangisnya.
Terlihat jelas diraut wajah tante sarah penuh penyesalan, Lalu tiara tersenyum lembut dan kedua matanya kini tengah berkaca kaca. Tiara langsung mensejajarkan tubuhnya lebih rendah lagi dan berjongkok didepan tante Sarah yang kini tengah duduk dikursi roda.
" Tiara sudah memaafkan tante sebelum tante minta maaf sama tiara, tiara sudah ikhlas menjalani takdir tiara tante, dan tiara tidak pernah menyalahkan tante atau siapapun disini, karena tiara yakin semua yang sudah terjadi pasti sudah digariskan oleh Allah untukku, Tiara juga minta maaf kalau dulu selama menjadi menantu tante, tiaea belum bisa kasih yang terbaik sama tante. -------?"
Tante Sarah terharu oleh sikap lemah lembutnya mantan menantunya tersebut. beda sekali dengan menantunya sekarang yang menjadi pilihan putra semata wayangnya itu. yang tidak bisa menerima keadaan putranya disaat keadaan jatuh dan malah pergi meninggalkan anak dan cucunya bersama pria lain. sungguh Batih tante Sarah sangat menyesal karena tidak mempertahankan mantan menantu seperti tiara ini.
" Tiara bolehkah tante memelukmu sebentar?"
Tiara sedikit ragu dan mendongakan wajahnya untuk menatap suaminya meminta ijin atas permintaan mantan mama mertuanya. dengan sangat berat hati nico menganggukan kepalanya pertanda dia mengijinkan walau untuk sebentar. walau bagaimanapun Nico masih punya belas kasihan terhadap Orang tua.
Tiara beralih menatap mantan mama mertuanya itu dan menganggukan kepalanya. "boleh kok tante. "
Tanpa basa basi lagi Tante sarah langsung memeluk tubuh tiara saat tiara mencondongkan tubuhnya supaya lebih dekat lagi dengan tubuh tante sara.
Blaaassss.
Akhirnya tante sarah dan tiara saling berpelukan
" Terimakasih nak kamu sudah mau memaafkan tante." Ujar tante tiara sambil mengusap punggungnya. lalu segera melepaskan pelukannya.
" Sama sama tante. " Ujar tiara dengan tersenyum lembut. membuat siapa saja yang memandang kagum. tak terkecuali pria yang kini sudah menjadi mantan suaminya.
Lalu tanpa terduga Rival melihat Perubahan dari tubuh tiara yang sedikit membuncit Dibagian perut tiara.
membuat nico geram karena mantan suami tiara memandangi tiara dari atas sampai bawah dan berhenti dibagian perut tiara.
yang terlihat sedikit membuncit.
" Jangan memandangi istriku seperti itu, atau aku akan Mencongkel kedua matamu. "
suara nyaring dari Nico membuat lamunan Rival buyar, dan bebarapa pasang mata terperangah.
" Kamu Hamil ra.? " Rival tan menggubris ucapan sengit dari nico malah kini melayangkan pertanyaan yang membuat Nico semakin kesal.
" Ya dia Hamil Anakku darah dagingku.! "
Namun belum sempat Tiara menjawab pertanyaan itu, Nico dengan Cepat menyela pertanyaan Nico dan menjawab dengan nada sinis dan penuh penekanann diakhir kalimatnya.
" Ini peringatan terakhir kali untukmu, jangan pernah ganggu tiara Lagi, Jauhi Istriku. kalau Kamu tidak ingin Hancur ditanganku. " sentak Nico dengan Nada mengancam dan langsung menarik tangan tiara untuk membawanya langsung pergi. . .
Rival hanya diam mematung setelah kepergian Tiara dan Nico begitu saja. Dadanya terasa sesak. dia merasa sangat menyesal karena sudah mengorbankan istri sebaik tiara yang dulu tulus mencintainya dan memilih Freyya kekasihnya untuk menjadi istrinya saat ini. yang bahkan sudah tidak memperdulikan lagi anak dan juga dirinya.
.
.
.
.
_ bersambung. _
Ini tadi malam aku udah Up ya tapi masih di reviuw. dan Ini updateku untuk hari ini.
author akan lebih semangat Update jika kalian semua selali kasih dukungan ke author dengan cara kasih Like komen dan jika ada yang berkenan berbaik hati untuk kasih Vote buat author, author akan sangat merasa terimaksih karena sudah menghargai karya author yang jauh dari kata sempurna ini.
Semoga kalian suka ya.
maaf Slow Update dikarya autor lainya karena author ingin menyelesaikan Cerita novel Author yang satu ini.
__ADS_1
terimakasih.