Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ektra part 5


__ADS_3

" Pelan Sayang makannya nggak ada Yang Minta. " Seru Nico saat melihat Tiara begitu lahap menyantap Somay Yang tadi Dipesannya. tiara terus memasukan beberapa potongan somay itu kedalam mulutnya hingga mulutnya penuh. Nico hanya bergidik ngeri melihat Istrinya tengah melahap somay itu seperti Orang kesetanan.


Ya karena waktu Hamil putra Pertamanya pun Nico kan tidak berada Disamping Tiara, sekalipun dengan Alm baby twinsnya dulu dia juga Tidak berada Disamping istrinya disebabkan Dirinya yang tengah mengalami kecelakaan dan Hilang ingatan jadi Nico pertama kali Melihat Tingkah Sang istri yang Aneh dari biasaanya saat tengah hamil.


grokkkkkkkk


Tiara langsung Mengatupkan bibirnya saat Tanpa sengaja Bersendawa Dengan kencang. membuat Nico berdecis geli, sedang tiara Hanya bisa menampikan Senyum meringis menampilkan Gigi ratanya.


sambil mengusap usap perut Buncitnya mungkin karena sudah merasa kekenyangan.


" Udah Kenyang yang.? " Tanya Nico dan Tiara pun Menganggukan kepalanya


" Sudah. "


" Mau pulang? " ujar Nico." Aku antar ya.? " Lanjut Nico lagi


Tiara menggeleng cepat. " Nggak mau, aku maunya Nemenin kamu kerja. "


Nico menghela nafas panjangnya, Istrinya ini akan berulah Apa lagi.


" Nggak bisa yang, Klien bisnisku sudah Menunggu diruangan meeting, aku harus cepat cepat kembali kesana. " Desah Nico sebisa mungkin Dia memberi pengertian pada istrinya itu


" Ya sudah Aku bisa kok nemenin kamu Meeting aku bisa Tunggu diruanganmu sambil rebahan bereskan. " Ujar Tiara dengAn santai


" meetingnya lama, aku takut nanti kamu bosen.!" sumpah demi apapun Istrinya ini sangat keras kepala sekali sejak Hamil


" Kalau nggak dibolehin aku bakal ngambek dan kamu mulai nanti malam nggak ada jatah Buat Tidur dikamar apalagi sampek Jenguk baby Twins. " Ujar Tiara dengan bibir mencebik.


kalau sudah seperti ini, Nico Hanyab bisa menghela nafas beratnya, selalu saja pakai ancaman seperti itu, mana berani dia menolak keinginan Sang istri membayangkannya aja seram apalagi kalau itu benar benar terjadi bisa Kayak cacing kepanasan dia. karena memang Hampir Setiap saat Nico jika butuh pelepasan Tiara tetap mau melayaninya, apalagi semenjak Istrinya itu hamil entah kenapa Dia merasa Aura kecantikan Istrinya itu bertambah sehingga dia selalu tidak bisa untuk membendung Hasratnya untuk tidak menyentuh sang istri.


memang kata orang benar Aura ibu hamil itu Beda, apalagi Dengan Perut tiara yang semakin membuncit membuat tiara terkesan seksi dimata Nico.


" Yach Jangan Dong yang. ----"


" makannya Turutin saja kemauanku, ingat pamali Kalau Selalu ngebantah ucapan istri yang lagi mengandung. " Tutur Tiara dengan sedikit menakut nakuti Nico entah kenapa Tiara Selalu saja ingin dekat dekat suaminya.


Apalagi dengan Perubahan fisiknya, yang sedikit membuncit dibagian perutnya membuat tiara semakin takut kalau Suaminya itu akan berpaling Dengan wanita lain, mengingat yang sudah sudah, dia merasa Trauman dan insecure akan posisinya sekarang.


" Lagian Tuh aku pengin Jagain kamu dari para Pelakor yang berlalu lalang Dikantormu, pasti Ada. aku takut aja kamu bakal tergoda.----?" Ujar Tiara dengan mencebikan bibirnya.


Nico yang mendengar Ucapan istrinya pun melongo tidak habis fikir dengan Jalan fikiran Istrinya itu. memang Wanita itu memang paling susah untuk melupakan meskipun sudah memaafkan sekalipun, namun Kenangan Buruk pasti masih terekam jelas dimemoru otaknya apalagi dalam keadaan Hamil seperti ini pasti perasaannya gampang sensitive dan berfikiran yang macam macam.


" Ya Allah yank kok bisa mikirnya sampek kesitu sih. " desah Nico dengan wajah sendunya


" Ya kali aja kan, Hati orang mana tau. " Tutur Tiara sambil mencomot Sisa somay dimangkoknya


" Jadi masih nggak percaya nih sama suamimu ini.? " tanya Nico dengan sedikit menggoda untu mencairkan suasana supays tidak tegang dia sangat tau kalau istrinya itu saat ini sangat sangat Sensitive jadi sebisa mungkin Dia berucap dengan Hati hati.


" Bukan nggak percaya, tapi buat jaga jaga Aja Kan nggak ada salahnya. "


Nico pun tersenyum lalu menarik tangan Tiara untuk digenggamnya, membuat Tiara gelanggapan akan sikap suaminya, Pasalnya posisi mereka lagi Berada di depan Umum. dan Banyak pasang mata yang melihat Keberadaan mereka.


Cup.


Nico mengecup Punggung tangan tiara dengan Lembut dan tersenyum hangat Membuat Hati wanita siapa saja pasti akan meleleh jika diperlakukan selembut itu apalagi tiara yang notabenya sebagai istri apalagu juga dirinya tengah menggandung pasti sangat mempengaruhi Hormon kehamilannya...


Benar kata orang Jika saat Hamil Diperlakukan Baik dan Selembut itu pasti akan membuat kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil dan itu akan berimbas pada Perkembangan Janin yang dikandung.


" Lepasin mas. malu ih dilihat Orang. "


" Kenapa mesti malu kan Aku lagi cium istriku sendiri, ingat Ra, kamu nggak boleh berpikiran Yang Buruk buruk, ingat Kamu nggak boleh gampang stres kasian anak kita. " ujar Nico dengan lembut tidak menghiraukan beberapa pasang mata yang melihat keromantisannya dengan Tiara. bagi Nico yang Dia pedulikan Hanya kebahagian Sang istri dan Calon bayinya dan Dia sangat yakin istrinya akan bahagia sekali jika diperlakukan selembut dan sebaik ini, dia ingin menyakinkan Istrinya bahwa sebisa mungkin dia tidak akan mengulang kebodohan yang sama lagi seperti dulu.


dia akan selalu menjaga istrinya dan juga anak anaknya.

__ADS_1


" Tolong percaya sama aku ya, jangan pernah punya berpikiran seperti itu, aku janji tidak akan mengulang kesalahan yang sama, aku sangat mencintaimu dan juga anak anak kita sayang, hanya mau yang dapat Memisahkan kita, tolong beri kepercayaanmu itu kembali, sebisa mungkin Aku kan membuktikannya untukmu. aku tidak pernah main main dengan ucapanku. " Tutur Nico dengan Tatapan penuh keseriusan, menatap lekat lekat kedua manik istrinya itu.


Tiara pun dapat melihat Tidak ada kebohongan Dimanik mata suaminya itu. yang ada hanyalah tatapan penuh Keseriusan yang sangat mendalam.


" Iya mas aku percaya. "


" Terimakasih sayang, kaulah wanita satu satunya yang terakhir dalam hidupku. " Sambil mengecup berulang kaki punggung tangan milik tiara.


.


.


.


*******


" Aku ketoilet dulu ya mas, pingin pipis. "


" Yasudah Pipis ditoilet Ruanganku aja sayang. " Ujar Nico saat mereka sudah kembali digedung perkantorannya kembali


" aduh bakal lama mas, aku udah kebelet banget nih. " Cicit Tiara yang memaksa untuk pergi ke toilet Umum untuk Karyawan


" Ya sudah Aku antar ya. "


" Iya. "


Lalu Nico mengantar Tiara masuk kedalam Toilet Wanita yang Dikhususkan untuk karyawan.


" Aku tunggu disini sayang. "


" Iya. "


Lalu tiara pun Masuk kedalam toilet tersebut dan Nico pun menunggu tiara Didepan toilet tersebut. dia tidak peduli Ads beberapa pasang mata karyawannya yang kadang berlalu lalang lewat didepannya dan memandangnya Aneh. baginya Menunggu Istri sendiri tidak akan menjatuhkan Harga dirinya sebagai Presdir diperusahaannya sendiri.


Lalu tiba tiba Ada seorang Pria berjas Hitam dengan pakaian Lengkapnya tiba tiba keluar Juga dari Toilet khusus pria tersebut tepat beriringan dengan Tiara yang juga Keluar dari dalam toilet khusus wanita.


Pria berjas hitam itu mematung berdiri tak jauh dari tiara yang kini merapikan Gamisnya, lalu tak lama kemudian membuat Tiara mendongakan kepalanya dan pandangan mata mereka bertemu.


Tiara yang merasa takut dan Risih karena pria itu memandangnya dari atas sampai baeah itu langsung menundukan pandangannya sambil menoleh kanan kiri keberadaan suaminya yang pergi entah kemana


" Mana sih mas Nico. " Gumam tiara namun masih Bisa Terdengar Oleh pria yang kini masih berdiri didepannya dan terus menatapnya itu


" Cantik sekali wanita ini, dan sepertinya dia sedang mengandung, siapa wanita ini, dan dimana suaminya. " Batin pria tersebut.


" Cari siapa Nona.? " Ujar Pria berjas hitam tersebut yang wajahnya tidak kalah tampan dari Suaminya dan Tubuhnya pun juga Tinggi dan Tegap persis sekali dengan perawakan suaminya


" Emm cari Suam. .-------"


" Sayang Gimana udah Selesai.? " belum sempat Tiara meneruskan Ucapannya Tiba tiba Nico sudah datang menghampri mereka berdua.


" Su sudah mas. " ada kelegaan bagi tiara saat Suaminya datang menghampirinya


Lalu Nico pun menoleh cepat pads sosok yang sedari tadi masih terdiam Menatapnya dan juga Istrinya


" Lhoh Mr. Edgar Anda disini Rupanya.? "


tanya Nico dengan Wajah Yang sedikit aneh


Pria yang bernama Mr. edgar itu pun mengulas senyum tipisnya.


ya pria yang tadi sempat mengajak ngobrol istrinya itu adalah Mr edgar Salah satu klien penting Nico yang Barusan saja mengadakan Meeting bersama Bersama Arya untuk menggantikan posisinya sebentar.


" Oh ya pak Nico, saya baru saja Dari toilet anda sendiri dari mana? kenapa Asisten pribadi anda yang menggantikan sementara posisi anda dalam Meeting tadi.? " Tanya Mr. edgar dengan menarik Sudut bibirnya

__ADS_1


" maafkan saya Mr. Edgar saya tadi tidak bisa ikut Meeting karena saya tadi lagi nemenin istri saya makan. maklum istri saya sedang ngidam Mr, jadi saya terpaksa meminta asisten Pribadi saya sementara untuk menggantikan Posisi saya. " ujar Nico santai sambil menampilkan senyum tipisnya bodoh amat Klienya itu menganggapnya itu profesional yang penting Ngidam istrinya terpenuhi dan Calon bayinya tidak jadi ileran seperti apa yang dikatakan tiara sebelumnya


" Oh jadi wanita cantik ini istri pak Nico.? " Pertanyaan Mr. edgar Sontak membuat Kedua bola mata Nico mendelik tak suka, dia tidak terima jika Ada pria lain yang memuji kecantikan Istrinya, meskipun Itu rekan bisnis pentingnya sendiri


" Betul sekali Mr, Wanita yang Anda Bilang cantik ini istri saya milik saya dan Juga Wanita yang menjadi Ibu dari anak anak saya."


Terdengar Suara Nico kini sudah Berubah menjadi suara penuh angkuh dan Dingin,dan penuh Penekanan, entah kenapa Dia merasa harus memperjelas status Istrinya di depan rekan bisnisnya itu, dia tidak ingin Pria lain Menaruh hati pada istrinya jadi untuk itu dia mempertegas dan memperjelas status tiara sebagai Istrinya


Namun pernyataan Nico membuat Pria yang bernama Edgar Itu terkekeh geli dan menertawakan kekonyolan Ucapannya itu


" Hahaha segitunya anda memperjelas Status istri anda Didepan saya. " Ujar mr edgar menahan kekehanya sedang raut Wajah Nico kini sudah berubah sengak dan menatap rekan bisnisnya dengan tatapan tak suka


" Oh tentu saja karena Saya sangat tidak suka jika ada pria lain Dengan seenaknya menatap Istri saya dengan Tatapan Mendamba seperti itu. " ketusnya


" mas sudah. ---" Tiara mencoba menenangkan suaminya yang sudah tersulut emosi karena mulai terbakar api cemburu itu


" Apa anda sedang Cemburu dengan saya Tuan Nico Wijaya.? " ujar Edgar dengan tawa ledeknya.


" B*ngsat."


BUGH


" Mas sudah Hentikan jangan seperti ini, jangan mempermalukan dirimu sendiri. " Tiara mencoba menghalau suaminya yang akan mendaratkan pukulan lagi pada edgar namun Tak lama kemudian arya dan sekretaris edgar pun datang Melerai pertikaian mereka berdua


" Dasar CEO Arogan Kau tidak pantas Memimpin Perusahaan sebesar ini Tuan Nico Wijaya. " seru edgar dengan lantang saat sekretarisnya membantunya berdiri


" Dan aku juga tidak butuh Bekerja sama dengan Rekan Bisnis mesum sepertimu, aku Tidak rela jika Kau menatap istriku dengan tatapan menelanjangi istriku. Enyah kau dari sini. " Sentak Nico.


" PERJANJIAN KONTRAK KERJASAMA KITA BATAL. "Lanjut Nico laki dengan nada menghardik


" Oke tidak masalah, aku juga tidak rugi kehilangan Kontrak kerja sama pada perusahaan yang pemimpinya tidak bisa bersikap profesional seperti anda. "


" KELUAR KATAKU. " teriak Nico. " Anda tidak lupa kan dimana arah pintu keluar.? " lanjut nico


" Oke. kami keluar sekarang juga. " lalu Edgar Bersama sekretarisnya pun Pergi dan perlahan lenyap dari pandangan mereka bertiga.


Terlihat Nico masih berusaha meredamkan emosinya yang masih naik turun, dia memilih kehilangan Konttrak kerja bersama Klien barunya daripada Harus, melihat Istrinya ditatap pria lain dengan tatapan yang seakan akan menelanjangi istrinya. dia tidak suka istrinya ditatap pria lain seperti itu.


" Mas. Kamu nggak apa apa.? " Tanya tiara dengan Wajah cemas


Nico mengulas senyumnya dan Mengelus pipi istrinya dengan Lembut


" aku nggak apa apa sayang, kamu tenang saja ya, aku tidak akan membiarkan siapun mengganggumu. "


" Tapi mas.? "


" Mulai sekarang Kamu jangan memaksa datang kekantorku lagi ya, tanpa ada aku yang berada disampingmu. " Tuturnya dengan lembut


Hal itu sontak membuat Arya memutar bola matanya jengah melihat Bosnya yang Tempramental itu hanya bisa bersikap lembut saja pada Istri tercinta nya itu.


" Dia benar benar sudah jadi pria bucin akut. sampai sampai rela membuang Beberapa pundi pundi rupiah Demi Mempertahankan Ego kecemburuannya.


huh begini ya rasanya mencintai seseorang dengan rasa yang begitu besar. " Batin Arya merutuki Kebodohan kakak iparnya dan meratapi Nasib percintaannya yang terjalin didalam pernikahan tanpa ikatab cinta


Sabar Ya Arya suatu saat pasti kamu akan merasakan Indahnya jatuh cinta seperti kakak iparmu yang sudah Terserah penyakit Bucin akut seperti yang kamu katakan itu.


.


.


_ Bersambung. _


Semoga suka

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2