
Sampe tengah Malam pun Nico masih tetap mencari cari istrinya. Dia Menyuruh Arya untuk terus mencari cari keberadaan Istrinya. sedangkan Dirinya sendiri masih melalang buana memacu mobilnya untuk terus mencari cari keberadaan Tiara dan menembus Dinginya Angin malam disepanjang perjalanannya.
Nico terus memutar mutar stir mobilnya tanpa tau Arah tujuannya, tujuannya hanya satu yaitu segera menemukan istrinya malam Malam ini Juga. Namun nampaknya Keburuntungan masih belum berpihak kepadanya. nyatanya sampai saat ini dia masih belum juga menemukan keberadaan istrinya.
Dengan Tubuh yang Letih Akhirnya Nico memutuskan untuk pulang ke rumahnya dengan tangan kosong dan Hampa, Matanya nampak sayu seperti tidak tujuan untuk hidup. dengan Langkah gontai dia mulai keluar dari mobilnya dan masuk kedalam rumah. Malam ini dia butuh waktu untuk mengistirahatkan sejenak tubuhnya supaya besok pagi pagi sekali dia bisa mencari keberadaan Istrinya.
Ceklek.
Pintu kamar pun terbuka, dengan pakaian kerja yang masih Lengkap,Nico langsung menjatuhkan Tubuhnya diatas ranjang kasur kingsize nya.
Brukk
Kedua bola matanya menatap langit langit kamarnya.
" Sayang kamu dimana,-------"
Nico terus merancau memanggil manggil keberadaan tiara, sambil memejamkan kedua matanya berkali kali untuk mengusir penatnya. . potfikirannya pun Nampak kacau. Dia benar benar tidak bisa kehilangan istrinya itu.
Nico langsung beranjak dari tidurnya lalu bangun dan berdiri didepan Cermin meja Rias milik sang istri.
Terlihat disana sebuah Bingkai Foto tiara yang tengah Duduk disebuah taman sambil menampakan senyum merekahnya.
membuat dada Nico semakin sesak dan emosinya semakin mengguncang hebat.
Pranggg
Nico memukul Keras Cermin yang ada didepanya hingga menimbulkan goresan luka yang menganga tepat di sela sela Jemarinya yang tadi mengepal hebat.
Darah segar pun mengalir bercucuran di punggung tangannya.
"Kenapa Tiara kenapa kamu pergi meninggalkan Aku. ------" Teriak Nico dengan posisi tubuh yang sudah merosot dilantai dengan isakan tangis kecil.
" Kembalilah sayang, kembalilah, ---" Lirih Nico dengan pelan. " Kemana Lagi aku harus Mencarimu sayang, maafkan Aku, maafkan aku, selama ini aku tidak bisa menjagamu dan juga calon bayi kita dengan baik. maafkam aku tiara maafkan aku sayang. ------"
Nico terus merancau Hingga Dia sendiri merasa Lelah dalam isakan tangisnya. sungguh untuk kedua kalinya Ini Nico menangisi seorang Wanita setelah kepergian Almh ibunda tercintanya. Hanya seorang Tiara mampu membuat Seorang Nico yang mempunyai perangai Dingin Kasar dan tegas dengan siapapun menjadi Rapuh seperti ini.
*************
Terlihat seberkas Cahaya mentari yang menyusup digorden Jendela milik tiara tersingkap. Perlahan Nico memicigkan kedua matanya untu mencerna pantulan Cahaya yang masuk kedalam kamarnya.
Kedua Mata Nico mulai mengerjab pelan sebelum kedua bola matanya terbuka sempurna.
" Kak, kakak sudah Bangun.? "
Sayup sayup Nico mulai mencerna Suara yang kini mengusik tidurnya, suara yang tak asing baginya.
Dengan cepat dia langsung membuka kedua matanya dengan sempurna.
Terlihat sosok Cantik yang kini tengah duduk ditepi ranjang tidurnya dengan menampilkan senyum manisnya. membuat Kedua bola mata Nico terbelalak hebat melihat keberadaan wanita yang tak asing baginya.
" Claudia, Ngapain kamu Disini. -----?" sentak Nico sambil terperangah dan menggeser Tubuhnya untuk duduk dari tidurnya.
" Gimana keadaan kakak, apa sudah agak mendingan kak.? "
" Jawab aku ,ngapain kamu disini, dan sejak kapan kamu masuk kedalam kamarku.! ?"
Ujar Nico dengan nada dingin menatap tajam wanita cantik yang tak lain adalah claudia.
"Sejak tadi malam kak, tangan kakak terluka jadi Clau yang obatin luka kakak. --------"
" Lancang sekali kau masuk kedalam kamarku. "
__ADS_1
"Kak, please jangan seperti ini aku ini is------?"
Ceklekkkkk
" Daddy. ---------?"
belum sempat Claudia meneruskan Ucapanya tiba tiba sudah ada teriakan seorang anak kecil yang tiba tiba datang menghampiri mereka berdua dengan seorang Baby siter
" Cylla, Sini nak, -----?"
Claudia meraih tangan anak perempuan kecil itu untuk mendekat kearahnya.
Sedangkan Nico memejamkan Matanya sekilas untuk menahan amarahnya lalu kembali menatap anak perempuan kecil itu dengan kembali tersenyun hangat.
Sungguh tidak adil rasanya buat nico jika dia harus melampiaskan kekecewaanya pada anak kecil yang tidak mengerti apa apa dan tidak berdosa ini.
" Hai Cylla, sini peluk Daddy. ------?"
Nico merentangkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh anak perempuan kecil tersebut.
" Cylla kangen sama Daddy, kenapa Daddy gak pernah pulang Lagi -----"Celetuk gadis kecil berusia 7 tahun itu.
" Iya sayang Maafin Daddy ya, selama ini daddy jarang pulang dan menjenguk Cylla karena Daddy lagi banyak kerjaan. "
Cylla menarik tubuhnya dari rengkuhan Pria yang Dia anggap sebagai daddy itu.
" Kata Mommy, Daddy sekarang Lagi sibuk sama mama baru Cylla ya Daddy.? "
Pertanyaan Cylla membuat kedua bola mata Nico Mendelik tajam kearah Claudia yang sedari tadi menundukan kepalanya.
lalu kembali menatap wajah Gadis kecil itu yang terlihat sedih.
" Benarkah mommy bicara seperti itu.? " tanya Nico sambil melirik tajam kearah Claudia yang kini tengah gugup menahan takut akan amukan dari Pria yang menjadi Daddy Anak semata wayangnya itu.
" Benar Daddy, Kasian juga Mommy setiap Hari Cylla terus melihat mommy menangis dikamarnya saat sendirian. " Cicit Cylla dengan Polos.
Mendengar ucapan putrinya membuat Claudia mulai angkat bicara untuk menepis perkataan dari putri semata wayangnya itu.
lalu memegang kedua bahu Cylla untuk menatap Kepadanya.
" Sayang kenapa bicara seperti itu nak, Mommy kan tidak pernah menyuruhmu untuk memberitahu sama Daddy. ---?"
" Cylla Nggak mau Liat mommy sedih Lagi, cylla ingin kita berkumpul seperti dulu lagi mom. ------" Cicit Cylla dengan polos
" Tidak bisa sayang, itu tidak akan pernah terjadi Lagi, sekarang Daddy sudah punya kehidupan baru lagi nak. ".
Claudia mencoba mengambil simpatik pria yang kini merangkap menjadi bos sekaligus daddy dari putrinya tersebut.
"Tapi Mom.?-----"
" Sudah Clau, Lebih baik Biarkan Untuk sementara waktu Cylla tinggal disini Dulu. ---" potong Nico Cepat walaupun dalam hatinya, merasa Resah dan gelisah mengingat bagaimaana nanti reaksi Tiara kalau melihat keberadaan Cylla yang sementara tinggal dirumahnya.
" Tapi kak, bagaimana Nanti Dengan Kak tiara apa dia bisa menerima kehadiran Cylla disini.?----"
" Tiara pergi dari Rumah, dia kabur dari rumah sakit. ------"
"Benarkah? sungguh Aku sangat Lega sekali mendengarnya, semoga saja dia tidak kembali lagi kesini. " batin Claudia yanh masih diam mematung.
" Apa kamu keberatan Clau, untuk sementara waktu Cylla tinggal disini? "
" Oh nggak kok kak aku sama sekali tidak keberatan, mungkin Cylla perlu Waktu untuk melepas Rindu dengan Sosok daddynya. "
__ADS_1
" Cukup Clau jangan Lanjutkan lagi, sekarang kamu bisa tinggalkan kami berdua disini, kamu segera pergilah kekantor. ----!"
" Kamu mengusirku kak.?" tanya Claudia
Cylla menoleh cepat kearah Nico.
" Daddy ijinin Mommy tinggal disini ya.? " pinta cylla dengan tatapan mengiba membuat Kedua bola mata Nico membulat sempurna
-----------
Sedangkan disisi Lain terlihat seorang Wanita cantik yang kini tengah berbaring Lemah sudah mulai sadar dari pingsannya..
" Dimana Aku. -----?" Lirihnya.
Seorang Pria yang tengah tertidur pulang disisi ranjang tidurnya sambil duduk dikursi mulai terusik dari tidurnya saat mendengar sayup sayup wanita yang kemarin dia tolong mulai sadar dari pingsanya..
Dia segera mengangkat kepalanya yang tadi menunduk dan mendongakan wajahnya untuk menatap wanita cantik itu yang tak lain adalah tiara...
" Kamu sudah sadar.? " tanya pria itu dengan senyum lembutnya.
" Elang.....? "
" Iya, kamu sudah sadarkah, gimana udah merasa enakan belum.? " tanya pria yang tak lain adalah Elan Calon suami adik iparnya.
" Ka kamu ngapain disini?tanya Tiara dan beringsut untuuk menjauh dari jangkaauan elang " Dimana aku.? " tanyanya Lagi.
"Tenang Ra, kamu sekarang Lagi diapartemenku. " Jawab Elang mencoba menangkan tiara yang terlihat ketakutan itu.
" Apa.? " pekik tiara kaget karena mengetahui Elang membawanya ke apartemennya.
" Tenang ra, aku tidak punya maksud Lain selain menolongmu, karena kemarin aku tidak sengaja melihatmu tidak sadarkan diri dijalanan, lalu aku tidak punya pilihan Lain untuk membawamu ke apartamenku, aku tidak mungkin membawamu pulang ke rumah suamimu dalam keadaan tidak sadar suamimu nanti bisa salah paham sama aku.?"
ujar Elang
" Tapi tidak seharusnya kamu membawaku masuk kedalam Apartemenmu elang, apa kata orang tadi, ini akan menimbulkan fitnah.?"
" Aku tau aku salah tiara, aku minta maaf tapi sumpah aku tidak punya niat buruk terhadapmu. "
" Iya aku percaya, tapi bisakah kau mengantarkanku Pulang.? " ujar tiara yang sepertinya Lupa akan kejadian kemarin yang mengguncanh jiwanya sehingga memutuskan pergi dari suaminya untuk tetap mempertahankan Calon bayi yang kini tengah dia kandung.
" Baik aku akan mengantarkanmu pulang. --" ucap Elang menerima permintaan Tiara.
entah Apa yang akan terjadi selanjutnya Jika Elang benar benar akan mengantarkan tiara pulang lagi kerumah Nico suaminya Lagi. mungkinkah tiara akan tetap memutuskan untuk kembali pulang, ataukah akan kembali mengingat Niat awalnya untuk pergi meninggalkan suaminya Demi Calon bayinya.
.
.
.
_ bersambung _
Malam Ini aku tepatin janji aku ya untuk Update Lagi, nanti tengah malam kalau aku masih sempat ngetik lagi aku bakalan sempetin buat update lagi.
Jangan Lupa ya kasih Dukungannya buat aku. supaya Author Lebih semangat Lagi Nulis ceritanya Lagi.. Bagi yang nggak suka sama cerita author yang terkesan berbelit belit bisa di skip dulu ya, karena author mau bikin alurnya sesuai dengan sudut pandang dan jalan cerita Yang author bikin sendiri.
.
Salam Hangat dari jauh buat kalian semuaaaaaaaaaa ya.
Terimakasih.
__ADS_1
yang masih penasaran tetep lanjut terus ya bacanya.
Happy reading. ----------------------!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!