Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Fakta Tentang Mami sinta dan Sella


__ADS_3

Semakin Hari Kondisi Tiara semakin Buruk, Hingga Akhirnya Nico terpaksa Menuruti Apa kata dokter Yang menangani Tiara untuk Direhab Dulu Di sebuah Rumah sakit Jiwa, walaupun sebenarnya Nico menolak Habis Habisan Namun Akhirnya Dia terpaksa menuruti Semua Apa kata keluarganya, Ya ini Demi Istrinya Demi kesembuhan Istrinya. Nico Harus Bolak balik Ke kantor dan Mengunjungi Tiara Secara Rutin, bahkan Sering Kali Dis tidak masuk kantor dan menyerahkan Pekerjaannya pada Arya untuk menemani Istrinya, Dia Hanya datang kekantor Jika Ada urusan Yang Mendesak, Sedangkan Baby Vier Kini Sudah Di titipkan Tante Diana Untuk sementara waktu, melihat keadaan Tiara, Dia tidak bisa meninggalkan begitu saja ,meskipun Maminya meminta Nico mencarikan babysiter untuk baby Vier namun Nico dengan tegas menolaknya Dia lebih percaya Tante Diana yang merewat Putranya dibanding Orang Lain, bahkan sama Mami sambungnya sendiri dia tidak percaya menitipkannya.


" Tante, Saya titip Javier Dulu ya, Hari ini saya mau menjenguk Tiara dulu. " Ucap Nico saat menyerahkan baby Vier Digendongan tante Diana.


" Tenang Nak Nico tante pasti akan menjaga putra kalian, tolong jaga tiara, tante Titip keponakan tante. " ujar Tante Diana sambil mengambil Alih Vier Dalam gendongannya.


Nico Menganggukan kepalanya. " Makasih Tante, Saya permisi Dulu. "pamit Nico


" Hati hati nak Nico. "


" Iya tante. asslamualaikum "


" walaikumsalam. "


Lalu Nico segera bergegas Masuk kedalam mobilnya Dan segera melajukan kendaraannya meninggalkan Rumah tante Diana, Dan tante Diana pun langsung masuk kedalam Rumah membawa Baby Vier yang Sudah tertidur Pulas dalam gendongannya.


------


Drtrrrtt Drrrrtt Drrrt


ponsel Nico bergetar, Dia lantas Memasang Headseatnya Sambil menyetir dan segera mengangkat Telponnya


" Hallo Ada apa.? !"


(Hallo bos, kami punya kabar Penting Untuk bos.)


" Cepat katakan.! "


( Sebaiknya Kita bertemu saja Bos, ini mengenai Nyonya besar dan juga Nona sella.)


"Mamih. ---?" Dahi Nico berkerut Kedua Alis tebalnya langsung Bertautan saat si penelpon itu Menyebut Nama maminya dan juga sella.


( Benar bos apa kita bisa bertemu?)


Tanpa berpikir panjang Nico langsung mengiyakan Anak buahnya tadi Dan mengurungkan Niatnya Untuk Menjenguk Istrinya Dulu baru urusannya selesai Dia akan segera Pergi Untuk menjenguk istrinya


" Cepat Temui Saya Dikantor segera. "


Tut tut tut


Nico langsung Menutup Telponnya dan Memutar Stir Mobilnya untuk Menuju Ke kantor nya lagi.


-------


Terlihat Kini Tiara Masih Duduk terdiam diatas Brankar Dengan Rambut Hitamnya yang Panjang, meskipun Kondisi kejiwaannya Terganggu Namun Nico meminta Khusus pada Pihak Rumah sakit Untuk merawat Tiara Dengan Baik, Bahkan Jika Dilihat saat Ini Tiara Nampak Seperti Orang yang Tidak sedang Mengalami Depresi, Wajahnya Nampak Segar dan Fres Rambutnya pun Rapi Meskipun Dalam keadaan Tergerai. Nico benar Benar Tidak mau melihat Istrinya Dengan keadaan yang Menyedihkan.


" Nona, Waktunya Makan siang Nona. " Ujar Seorang Perawat Perempuan saat Masuk kedalam Ruangaj Tiara sambil Membawa Nampan yang Berisi Makanan.


Prangg


Prangg


Pyarr


Dengan Kasar Tiara langsung Menepis Nampan Tersebut Hingga jatuh Kelantai

__ADS_1


" Pergi ."


" astagfirullah Nona tenang Nona. " Ujar Perawat tersebut


" Pergi kataku. "


" Pergi Dari sini "


" PERGI. "


Tiara terus Berteriak dan Merancau, Sambil menjambak Jambak Rambut panjangnya. tatapan matanya Kosong Namun Tersirat Penuh Tertekan Dan Ketakutan, Dia Sendiri Berdiri Mencak mencak sehingga menimbulkan kegaduhan Di ruangan tersebut.


Teelihat Beberapa perawat Lainya pun berhambur Keruangan Tiara bersama seorang Dokter Specialis dan langsung Memegangi Tangan Tiara untuk memberi obat Penenang.


Perlahan Emosi Tiara menurub dan Stabil setelah Berteriak teriak tidak jelas Akhirnya Tiara pun Tenang Dan memejamkan kedua matanya, karena pengaruh obat penenang.


Lalu setelah Itu dokter dan lainnya pun Kembali keluar dari ruangan tiara.


******


Sementara Kini Nico Sudah Berada Dikantornya bersama Anak buahnya yang tadi menelponnya, tak lupa juga Sudah Ada Asisten Arya disana untuk menemani Nico.


" Menurut Dari beberapa informasi dan Bukti yang Kami terima, bahwa Nyonya besar mempunyai Hubungan yang Cukup dekat dengan Nona Sella. "


" Apa itu Cepat katakan. "


" Nona Sella Adalah anak kandung nyonya Besar Dengan Pria lain sebelum Menikahi Tuan Besar. " Ucap seorang Lelaki Yang kira kira berusia 30an yang Ditugaskan Nico untuk menyelidiki tentang Sella dan mami sambungnya


" APA.?! "


Nico Sangat Terkejut mengetahui kenyataan ini, jadi Selama Ini mami sambungnya itu Sudah membodohi Semua keluarganya termasuk dia dan papanya. sungguh benar benar wanita Ular, Mangkanya Nico merasa Curiga kenapa Mami sambungnya itu Bersikeras menjodohkan Dirinya dengan Wanita Licik itu, ternyata Mereka Adalah Anak dan Ibu, Jadi bisa saja Mami sinta memanfaatkan Putrinya supaya menikah dengan Nico untuk menguasai Harta kekayaan Wijaya. begitulah pikir Nico saat ini saat laki laki tersebut Menceritakan panjang kali lebar Kebenarannya.


bahkan laki laki tersebut Juga Menyerahkan beberapa bukti seperti Foto saat mamu sinta sedang mengandung dan Dimana rumah sakit Saat melahirkan Sella, bahkan Mami sinta Sengaja Menitipkan putri kandungnya itu Pada Seorang teman Wanitanya yang melintang Buana Di dunia modeling Majalah dewasa hingga Sella bisa menjadi Model seperti Dulu saat Mami sinta masih muda


" Aku tidak menyangka ternyata perempuan tua itu mampu menyembukan Rahasia besar serapi ini. " Gumam Nico dengan Geram. menahan Amarahnya


" Lalu Apa yang Harus kita lakukan tuan.?" Tanya Arya


" Mungkin Sedikit Bermain main dengan Wanita Tua itu, sedikit Menyenangkan. " Ujar Nico dengan menyeringai


" Buat Wanita Itu malu didepan papaku dan mengakui semua perbuatannya. " Ujar Nico lagi dengan Penuh Penekanan.


" Baik Tuan. "


" Sekarang kalian Bisa keluar dari ruanganku."


Arya dan Laki laki Tersebut Menganggukan kepalanya dan keluar Dari Ruangan Nico.


Dasar Wanita keparat kalian berdua sudah berani Bermain main dengan keluarga Wijaya akan ku pastikan Wanita tua itu menyesak seumur Hidup.


.


.


.

__ADS_1


.


.


" Hai.? " Sapa seorang Pria berpawakan tinggi menghampiri tiara bersama seorang perawat. Saat Tiara kini sedang berada Di sebuah Taman dan ditemani Seorang perawat untuk memberikan Suasana baru pada tiara.


Tiara pun menoleh Kearah Pria yang kini sedang Berdiri tepat disampingnya, tatapan mata tiara begitu kosong Seperti tidak bernyawa.


Pria tersebut tersenyum Hangat Pada tiara yang kini sedanga menatapnya datar.


" Apa kabar Mutiara. "


Pria tersebut Membuka suaranya Namun tiara tetap tidak bergeming Dan mengalihkan pandangannya pada Arah lain.


" Maaf Tuan, sepertinya Nyonya tiara Sedang Tidak ingin di ganggu. " Ujar seorang Wanita yang tak lain Adalah perawat Tiara.


" Boleh saya bicara Sebentar Dengannya Sus?" Tanya pria tersebut pada perawat


" Tapi tuan. ----"


" Saya berjanji tidak akan berbuat Yang macam macam, suster bisa mengawasi saya Disana. " Ucap pria tersebut


Perawat Tersebut Sebenarnya Ragu Untuk Meninggalkan tiara yang kini sedang duduk dikursi roda bersama pria asing Tersebut Namun pria tersebut tetap bersikekeuh menyakinkan Perawat tersebut, supaya Bisa mengawasi Tiara Dari arah lain, karena pria tersebut Ingin mencoba membantu Tiara untuk Tersadar Dari keterpurukannya.


Akhirnya Perawat tersebut menyerah dan mengijinkan pria tersebut Berbicara dengan Tiara empat mata dengan pria tersebut, namun Dengan syarat Perawat tersebut tetap memantaunya dari belakang.


Setelah Perawat Tersebut Meninggalkan Tiara dan Pria tersebut berdua, Lalu pria tersebut Berjongkok mensejajarkan Tubuhnya pada tiara yang kini masih tetap terdiam tidak bergeming sama sekali dari kursi rodanya.


" Tiara, Apa kau masih mengingatku.? " Ujar Pria tersebut sambil ingin menggenggam tangan Tiara namun dengan Cepat tiara menepis tangan pria tersebut dan melayangkan tatapan Tajam pada pria yang kini sudah berjongkok Didepan tiara.


" Maaf kan Aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. " Ujar Pria tersebut namun Tiara nampak terdiam dan membuang mukanya.


Lalu Pria tersebut Merogoh sebuah foto yang Terselip Di Kemejanya, dan Memperlihatkan Foto Dua orang berbeda Jenis kelamin yang Tengah memakai seragam SMA sedang Bercengkrama mesra.


" Kamu Masih ingat Foto ini Ra.? " tanya pria tersebut Dengan tatapan Sendu.


Tiara langsung menoleh kearah pria tersebut Dan mengalihkan Foto Yang Dipegang Oleh pria itu.


Pria tersebut Tersenyum saat melihat Tiara tersenyum Tipis saat menatap Foto tersebut namun Tiba tiba Senyuman Pria itu luntur ketika Tiba tiba Tiara kembali berteriak.


" PERGI. " Teriak Tiara dengan penuh ketakutan hingga membuat pria tersebut Gugup.


" Ra, Tenang Ra ini aku Pacar kamu Ra. " Pria tersebut Mencoba merengkuh Tubuh Tiara namun dengan sekuat Tenaga Tiara mendorong Tubuh pria tersebut.


Perawat Tadi pun Akan segara menghampiri tiara Namun pria tersebut memberi kode untuk tidak mendekat saat pria tersebut berhasil mendekap tubuh Tiara yang kini sedang Bergetar Hebat.


" Tenang Ra, ada aku ra. aku pacar kamu ra, pria yang sangat kamu cintai. " Ujar Pria tersebut Sambil terus mendekap tubuh tiara yang Masih meronta ronta Didalam pelukannya dan memukul mukul Dada bidangnya


" Maafin Aku Ra maafin Aku. " Pria tersebut Terus mendekal tubuh Tiara meskipun Pukulan tangan Tiara menancap di dada bidang Miliknya namun Tenaga pria tersebut sangat Kuat hingga Membuat Tiara Mulai melemah dan berhenti Memukulinya dan terisak Didalam dekapannya.


" Maafin aku Tiara, aku berjanji Akan Membuatmu Menjadi milikku kembali dan merebut Dari suamimu yang Tidaj becus itu. " Gumam lirih pria tersebut sambil mendekap erat Tubuh Tiara yang kini sudah mulai lemah dalam pelukannya.


.


.

__ADS_1


_bersambung. _


__ADS_2