Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Masih Mencintainya.


__ADS_3

" Kamu tidak Apa Apa Nak.?! " Tanya Seorang Pria yang membawa Gadis kecil itu masuk kedalam Istana Rumahnya.


" Aku Tidak Apa Apa Uncle, Hanya sedikit nyeri saja Di bagian Pinggang Kiri Mutia." Ujar gadis kecil yang Bernama Mutia Tersebut lalu Menunjukan Area Pinggang kecil miliknya saat Menyingkap Bajunya sedikit Keatas.


" Astaga, Mama Kamu benar Sudah Gila, Wanita Berhati Iblis, Tega teganya Dia menyiksa Putri kandungnya sendiri. " Pria Itu sedikit Menggeram kesal Saat Meliha luka memar memar dan Biru biru Di Pinggang Kecil milik Mutia.


Sedangkan Mutia Hanya menunduk pasrah Menahan Rasa Nyeri Ditubuhnya Akibat Rasa nyeri bekas Siksaan Dari Mamanya tadi.


" Uncle Akan Segera bawa kamu ke rumah sakit. " Ujarnya. " Pengawal siapkan Mobil sekarang kita Akan membawa Mutia kerumaj sakit Sekarang Juga. " Lanjutnya lagi.


" Baik Tuan. "


Lalu Akhirnya Pria tersebut Membawa gadis kecil tersebut Untuk membawanya kerumah Sakit.


.


.


.


" Mbak Hari Ini ada Pesanan Kue lagi Nggak, Soalnya Saya mau Ada Urusan Rapat penting Disekolah Anak saya." Tutur Tiara sambil membereskan Meja kerjanya.


" Oh sudah Tidak Ada Bu, hari ini Pesanan Terakhir Dari Tanggerang Sudah Dikemas Dan Akan segera dikirim bu. " Ujar Intan Salah satu pegawainya.


" Oh ya sudah kalau Begitu saya tinggal dulu Ya, Titip Toko Dulu ya. Assalamualaikum "


" walaikum salam. bu hati hati dijalan.! "


Saat Tiara keluar dari Toko miliknya tanpa Dia sadari Ada Dua pasang mata yang Melihatnya dari Dalam Jendela Mobil.


" Masih Tetap Tidak ingin menemuinya Lagi?!" Tanya Seorang Pria berusia Tiga Puluh Dua Tahun itu pada Bosnya.


" Tidak, Aku hanya ingin melihatnya Saja Dari Jauh. meskipun. Aku Rindu yang Kurasakan Ini Semakin Menyiksaku, Karena Melihat dia yang Ada didepan mataku namun tidak bisa Aku Gapai Lagi Hatinya. " Lirih Pria tampan berkaca Mata hitam yang Tak lain Adalah Bosnya.


" Jangan Terlalu pesimis Tuan, saya Yakin Nona Muda masih sangat Mencintai Anda."


" Apa yang membuatmu yakin sehingga bisa menyimpulkan seperti itu.?! " Jawabnya Dingin sedang pandanganya masih lurus kedepan menatap wanita yang Diam diam masih Dicintainya itu sedang Berdiri Di Pinggir Jalan Sedang Menunggu seseorang


" Buktinya Nona Muda sampai saat ini masih tetap Setia dalam kesendiriannya Tuan. "


Lalu Tiba Tiba Pandangan Mereka Berdua Teralihkan Saat melihat Ada seseorang yang keluar Dari mobil dan mengampiri Tiara.


" Sammy. " Lirihnya sambil menatap Tajam Pandangan lurusnya.


" Apa Anda Tidak ingin bertindak sesuatu Tuan.?! " Pria itu masih tetap tidak bergeming Dan Terus menatap Kearah tiara yang kini maasih berusaha Didekati Oleh Sammy mantan kekasih tiara. namun terlihat sangat Jelas Sammy Sedikit memaksa Untuk membawa Tiara masuk kedalam mobilnya sedangkan Tiara berusaha Untuk menolakn Ajakan Sammy.


Terlihat Rahang milik Pria ini terlihat Menegang dan Mengeras, Tangannya mengepal Erat Erat, ingin sekali Dia menonjok Wajah Sammy yang sangat Memuakan itu.


" Apa Anda Akan Memilih Turun Tuan.?! "


" Iya. kita harus turun. Si keparat itu sudah Berani Sekali berusaha mendekati mutiaraku." Ujarnya Dengan Dingin Namun belum sempat Keluar dari Mobil tiba tiba Langkahnya terurungkan saat Ada pria lain yang tampak menghampiri Tiara dan membawanya pergi. dan Pria yang menghampiri tiara juga tidak Asing baginya.


" Kenapa Tuan.?!"

__ADS_1


" Nggak Ada Apa apa,kita nggak usah Turun, ayo Cepat pergi Dari sini. "


Membuat Kening Asisten Pribadinya itu mengeryit.


" Baik Tuan. "


Dan Akhirnya mereka pergi dari Tempat Itu.


*****


Kini Tiara berada didalam mobil pria yang tadi menolongnya dari Gangguan mantan kekasihnya.


" Terimakasih Ya Lang, tadi Udah Bantuin Aku Pergi dari Sana. " Ujar tiara


Elang Yang Sedang menyetir itu menoleh tiara yang Kini masih Duduk Disampingnya.


" Sama sama Ra.em tapi Ngomong ngomong Memangnya siapa Ra pria tadi.??!" Tanya Elang yang kini mulai penasaran kenapa tadi begitu bersikeras untuk membawa tiara masuk kedalam mobil pria itu.


" Emm, Hanya seseorang Yang pernah Mampir Dikehidupanku saja kok Lang. " Ucap tiara sambil meringis menahan Canggung


" Oh Mas Mantan Pacar maksudnya?!" Memang elang Tidak Tau Kalau Tiara juga pernah menikah dengan pria lain sebelum Menikah Dengan Mantan sahabatnya itu jadi Elang Mengira pria itu Mantan pacar yang memang kenyataanya benar.


Tiara mengangguk samar tanda Dia membenarkan Pernyataan Elang.


" Iya Lang. "


" Oh, pasti Saja masih ngejar ngejar Kamu gitu, lah Dirimu saja Sekarang Cantiknya bukan main ra, Kamu sekarang Ibaratkan Seperti bidadari syurga " Lalu dengan Spontan Elang menyalakan musik yang Ada dimobilnya dan tak sengaja Tibs Tiba muncul lagunya Ustadz Jefri Albuqori yang Muncul lagu yang berjudul bidadari Syurga itu sudah mengalun Indah disudut Ruangan Mobil Elang.


Tiara Menahan senyumnya saat melihat tingkah konyol dari Pris mantan Sahabat Dari Suaminya itu eh Ralat Mantan Suaminya begitu pikir Tiara.


" Kamu itu Lucu Lang. kok bisa bisanya bisa pas gitu ya. " Ujar Tiara sambil menahan senyum Tipisnya..


Melihat Tiara yang Terus tersenyum itu membuat Detakn jantung Elang Tidak karuan sambil menatap wajah ayu milik mutiara yanh terus menampilkan senyum manisnya itu.


"Bagaimana Aku Tidak Bertekuk lutut padamu ra, melihat senyum manismu itu membuat hati aku luluh lantah.


pantas saja Mantan suamimu itu sampai saat ini tetap tidak bisa Menerima Adiku dan Melupakanmu,." Batin Elang sambil terus menatap Tiara


" Elang.?! " Tiara yang Sudah berhenti dari ketawanya itu langsung menyadarkan Elang dari lamunannya.


" Iya Kenapa Ra.?! "


" Kok bengong, mikirin Apa sih.?"


elang Tiba Tiba menepikan Mobilnyaa ketepi Jalan, dan memutar Badanya kearah samping dan beralih Menata tiara dengan Dalam.


" Kok Malah berhenti?! " Tanya tiara dengam sedikit gugup karena elang terus menatapnya dengan Tatapan yang sulit diartikan


" Kamu mau tau Kenapa sedari tadi Aku Bengong dan Tidak Fokus.?! "


" Memangnya Apa.? "


" Aku Lagi mikirin Kenapa senyumanmu begitu manis tiara, bagaikan Bidadari Surga Yang Turun Dari kayangan. " tutur Elang Dengan Mata Penuh Keseriusan

__ADS_1


" Phffdppfff. Kamu pinter sekali Lang ngegombal. ". Tiara Mengalihkan Pandangnya dari Elang yang masih Tetap menatapnya dengan penuh Mendamba dan Keseriusan.


" Aku Serius Ra, Sampai saat ini Aku Masih sangat mencintaimu. " Tutur Elang.


Membuat Tiara menoleh lagi kearah Elang, yang Terlihat Sedang menunggu Jawabannya.


Tiara Sedikit Berdehem supaya menetralkan Suasana yang mulai hening diantara merekaa berdua.


" Ehm, maaf lang, Bisa kamu lanjutkan lagi perjalannannya, Karena Aku harus menjemput Anak Anak disekolah, maaf aku sudah merepotkanmu. " Tutur Tiara dia Akan Terus bersikap Seperti ini pada siapapun pria yang berusaha ingin mendekatinya


" Ma Maaf Ra, mungkin aku saja yang Terlalu berharap sama kamu ta tapi Beneran Aku nggak ngegombal kok, kamu Benar benar lebih Cantik mengenakan Jilbab. " Tutur Elang Sambil mengatur Nafasnya yang sudah memburu Karena Gugup dan menjadi salah tingkah sendiri.


" Terimakasih pujianya Lang, tapi Maaf untuk saat ini Aku hanya ingin fokus saja pada kedua Anak anakku. "


Elang pun Spontan menganggukan kepalanya samar samar dan tersenyum Manis yang terkesan memaksa.


" Iya Ra nggak Apa Apa, aku paham. "


" Makasih Lang. " Tiara lalu menundukan kepalanya dan Elang pun Menyalakan mesin mobilnya dan melajukan Kendaraannya lagi nengatar Tiara ketempat sekolah Anak Anaknya tiara yang Menjadi satu lingkungan Oleh sebuah pondok pesantren yang menjadi Tempat menimba Ilmu Anak anaknya.


.


.


.


" Assalamualaikum pak Kyai. " Sapa salam dari pria tampan yang baru saja Memasuki kedalam Masjid untuk menunaikan Ibadah sholat Dhuhur. dan tak lama Asisten pribadinya yang Tadi juga ikut Mengambil air wudhu itu Sudah berjalan kearahnya.


" walaikum salam Nak Nico. Mau sholat berjamaah disini juga.?! "


" Inggih pak kyai. " Ujar pria tampan tersebut yang Tak lain adalah Nico.


" *Assalamualaikum pak kyai. "


" walaikumsalam nak Arya*. " kali ini Pak kyai Ganti menjawab salam pada pria tampan satunya yang tak lain adalah Arya Asisten pribadi sekaligus ipar Nico.


" Kalau begitu Mari silahkan Masuk nak Nico nak Arya,kita Menunaikan sholat Berjamaah bareng. " seru pak kyai


" Baik pak kyai. " Ujar Nico dan Arya bersamaan Lalu mengekori Pak kyai yang lebih duluan masuk kedalam masjid, lalu mereka Akhirnya menunaikan ibada Sholat Dhuhur berjamaah. "


.


.


.


.


_ Bersambung _


Bagaimana Readers Apa ada yang Setuju kalau Nico berubah menjadi orang Baik dan lebih Berguna Lagi Hidupnya???.


Semoga Syuka.

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2