Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Menjadi Rebutan.


__ADS_3

Saat Ini Tiara dan Juga melly mengajak Kedua Anaknya untuk Jalan Jalan Ke Mall, karena memang Ini hari Weekend jadi Sekalian mengajak Anak Anaknya Untuk jalan jalan sepuasnya menikmati Libur sekolah dan Juga diwaktu senggangnya.


" Mah, Aku mau Es Crem. " Tutur Cylla


" Mah Aku Main Timezone mah. " Rengek Javier Sambil menunjukan Area permainan Anak Anak yang tidak jauh dari mereka.


" Yasudah Ra, biar Aku Antar Cylla beli Es Creamnya, Kamu Nemenin Vier main aja. " Ujar melly membagi tugas pada tiara Untuk menemsni kedua Anaknya. sedangkan Cylla wajahnya berubah ditekuk karena mendengar penuturan Melly, mau tidak mau diharus berbagi mama pada Ke adik laki lakinya itu


" Sayang kamu beli es cream nya sama tante Melly ya, mama mau temenin Adek ke tempat bermain dulu, nanti kalau sudah selesai beli Es cream kamu Bisa susul mama. " ujar Tiara dengan lembut dan Hati hati melihat Wajah Anak perempuannya sudah ditekuk itu tandanya Cylla sedikit merajuk


" Iya Deh. " Jawab Cylla dengan Wajah yang Terlihat dipaksa


" Jangan ngambek ya sayang, Nanti anak Mama tidak cantik lagi Lhoh. " Bujuk sang mama


" Enggak ma. "


" Yaudah yuk sayang beli Es cream sama tante. " Ajak melly


" ayo tante. " Cylla Dan Melly Pun langsung Melenggangkan kakinya sedang Tiara dan Javier masuk Kedalam Area permainan Anak anak dan membeli Beberapa Koin Untuk dibuat main Javier, sedangkan Tiara lebih Menunggu Javier Di luar Area permainan anak anak itu didepan Sambil duduk ditempat Yang Sudah Di sediakan.


" Mau minum.?! " Tiara mendongakan kepalanya yang tadi sedang menunduk menatap Layar Ponselnya, saat Ada tangan kekar yang Tiba tiba menyodorkan Botol Minuman Kepadanya.


Pria tersebut Ternyata Elang yang kebetulan Tidak sengaja Sedang Menikmati Hari liburnya bersama seorang Anak kecil perempuan yang kira kira berusia empat Tahun, Siapa lagi kalau bukan Mutia keponakannya, karena Elang masih sering mengunjungi Mutia meskipun Hak asuh mutia sekarang Sudah jatuh Ketangan Nico, namun dia tetap memantau Keponakannya itu dan Nico juga tidak membatasi Elang untuk bertemu dengan Anak Angkatnya itu.


" Terimakasih. tapi saya tidak Haus. " Seulas senyum Dia Sematkan Untuk menolak tawaran Elang Secara Halus. Lalu kedua ekor matanya Melirik kearah gadis kecil yang Berada Disamping Elang dan menggandeng Tangan Elang.


" Dia Keponakanku Ra, Anaknya Emira. " Ujar Elang seakan Tau Arti dari tatapan Tiara.


" Sayang Ayo kenalan Dulu sama tante Tiara. "


Tiara pun Mengulas senyum manisnya dan mendekati gadis cantik yang Terlihat pemalu itu.


" Hallo sayang Nama kamu siapa.?!"


" Mutia tante. " Cicit gadis kecil itu membuat Kening Tiara mengeryit heran dan beralil menatap Elang dengan wajah herannya.


" Wah Namanya Mirip ya sama tante. "


" Nama Tante siapa.?! "


" Nama tante Mutiara sayang, tapi Mutia cukup panggil Tante Tiara saja Ya. " tuturnya dan Diangguki kepala Oleh Gadis kecil tersebut.


" Wah iya nama kita sama ya tante. " Cicit Mutia


" Nico Ra, yang kasih Nama itu ke mutia. " Timpal Elang Yang seakan Tau maksud dari Tatapan Tiara kembali.


Tiara pun Tercengang, mendengar ucapan elang Bahwa mantan Suaminya itu yang memberikan Nama Mutia Padu gadis kecil tersebut, membuat Tiara Heran apa maksud Mantan suaminya memberikan nama yang hampir mirip dengan namanya pada gadis kecil tersebut, Sedalam Itukah perasaan Nico padanya, sampai sampai Dia harus Memberi Nama yang Sama dengan Namanya.


" Oh Benarkah Itu?! " Tiara menatap elang Penuh Dengan Rasa penasaran


" Benar, Tapi Kamu Jangan Luluh Begitu saja sama Nico Ra,Aku takut nantinya kamu Akan kecewa Lagi. " Ujar Elang yang Sudah bisa membaca pikiran Wanita tersebut


" Enggaklah, Mana mungkin Aku segampang itu, aku tidak sampai kesana memikirkan Hal itu. " Kelakar Tiara dengan sejuta Kebohongannya yang Sebenarnya Jauh Dari lubuk hatinya merasa hangat saat Mengetahui Nico Bisa sedalan itu perasaannya padanya, sampai sampai memberi nama Gadis kecil tersebut Mirip dengan namanya.


" Mutia mau main.?! " tanya Tiara sambil berjongkok mensejajarkan tubuh kecil milik Mutia,dan gadis kecil itu menganggukan kepalanya.


" Iya tante, Boleh.?! " tanyanya


" Boleh sayang, bentar Ya tante panggil Anak tante dulu. " Tiara pun berdiri dari tempat duduknya dan Mengajak Javier Untuk menghampiri Elang dan Mutia.


"Nah sayang, kenalin Ini mutia Keponakannya Om Elang, dan mutia ini namanya bang Javier anaknya tante, panggil aja bang Vier ya. " Tutur Tiara memperkenalkan Anaknya tersebut


Javier dan mutia pun Saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka bersalaman, Terlihat Javier bersikap Acuh dan Cuek pada Mutia si gadis kecil yang pemalu.


" Abang, Kamu Ajak Mutia maen bareng ya, mama tunggu sama om elang disini."

__ADS_1


" Iya mah. " Ujar Vier lalu bergegas melangkahkan kakinya duluan membuat mutia Jadi Canggung lalu menatap Tiara


" Nggak Apa Apa sayang, bang Vier orangnya baik kok, Kamu susul gih bang Viernya. " Tutur Tiara yang Mengerti maksud dari tatapan Mutia


" Iya tante. " Cicit Mutia


" Hati hati sayang. Vier Jagain Adeknya. " Tiara setengah berteriak memperingati putranya yang Terkesan punya sikap dingin pada Sesorang yang baru saja dikenalnya.


Sedari Tadi Elang Hanya memperhatikan Tiara yang sedari tadi tidak lepas dari Area Permainan itu.


Merasa Diperhatikan membuat Tiara menoleh Kearah Samping, yang Disana sudah Ada Elang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman


" Kenapa sih ngelihatin Aku segitunya? " Ujar Tiara sambil menelisik penampilannya. " Ada yang Salah ya sama Diri aku.?! "


Elang menggeleng cepat lalu berkata.


" Aku kagum sama kamu Ra. "


" Aku.?! " Tiara menunjuk Dirinya sendiri


" Iya, Sudah Cantik , Baik, Dewasa keibuan pula, tapi sayangnya Sulit sekali buat ngemilikin Kamu. " Ucap Elang dengan Suara lirih dan Setengah mengejek dirinya sendiri


mendengar Ucapan Elang yang begitu menohok membuat Tiara Tidak Enak Hati, karena merasa Bersalah pada pria yang sampai saat ini terus berusaha mengejarnya namun Tetap saja Tiara tidak bisa Membalas perasaan tulus pria itu, Disamping Dia tidak punya perasaan apapun Lebih dari seorang teman pada pria itu, namun tiara juga tidak Ingin melibatkan Hatinya Lagi untuk pria lain, Dia masih Sangat Trauma dan Takut Merasakan sakit Hati, mungkin Hatinya sekarang Sudah Beku dan Tidak ingin membuka Hati lagi untuk orang lain meskipun Bukan pria yang pernah menyakitinya. bukan Apa Apa dia hanta takut terluka lagi, dia Hanya ingin fokus dengan pekerjaannya dan juga masaa depan anak anaknya saja.


" Lang.?!"


" Hmm.! "


Elang menatap lekat lekat wajah Tiara, dengan tatapan sendunya.


" Kamu Tau kan massalalu Aku gimana.?! "


" Ya aku tau. " saut elang dengan mantap


" Kamu Laki laki baik, Tampan Mapan dan juga Masih Muda, Apalagi dengan statusmu Yang masih Lajang, lalu Apa yang kamu harapkan dari seorang Wanita Ibu dua anak ini yang sudah menjanda Dua kali ini,? Kamu Lebih Pantas mendapatkan wanita baik baik lang, bukan wanita sepertiku. "


" Karena Aku sama sekali Tidak mempermasalahkan massalalu kamu Ra, Yang Aku tau Aku Hanya mencintai kamu tanpa syarat, Aku hanya ingin Menjadikanmu Istriku, Aku hanya ingin membahagiakanmu Ra, aku juga siap menjadi Papa dari Anak Anakmu. " Tutur Elang dengan suara lirih namun dengan penuh keseriusan.


" Sampai kapanpun Tidak akan Pernah ada yang menggantikan Posisiku sebagai Papanya Cylla dan Javier. "


Suara Seseorang Yang Tiba tiba mengintrupsi itu Terdengar Begitu saja dari Arah belakang mereka, Membuat Tiara dan elang mengalihkan pandangannya untuk mencari sumber Suara tersebut.


Terlihat Kini Dua sosok pria Tampan yang sedang berjalan kearah mereka berdua, membuat Elang Dan Tiara kaget dan berdiri dari tempat Duduknya, saat Nico dan Arya kini sudah berjalan mendekat dihadapannya.


" Mas Nico. --------"


Pria itu tidak mengindahkan Tiara dia malah sibuk menatap Pria yang kini berdiri disebelah tiara dengan Tatapan Tajam dan Sengit, Rahang kokohnya pun Sudah terlihat mengeras sebaliknya pun sama Pria yang Ditatapnya pun tidak kalah sengitnya menatapnya. Sudah Dipastikan bendera peperangan sudah Berkibar diantara Keduanya.


" Hilangkan Semua Khayalanmu itu untuk menggantikan posisiku Sebagai papa dari Kedua anak Anakku, karena selama aku masih bisa bernafas aku tidak akan membiarkan Hal itu terjadi. " Ujar Nico dengan Suara Angkuhnya dan Dingin. membuat Tiara menghela nafas panjangnya karena Sebentar lagi Akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika sudah berada disituasi seperti ini.


" Siapa bilang itu khayalan saja, aku Berniat untuk menjadikanya kenyataan bukan Cuma hayalan semata seperti yang kamu ucapkan. "


Elang pun tidak kalah sengit menimpali perkataan Nico membuat Nico semakin kesal hingga Nico mengepalkan kedua tangannya karena sudah diliputi Amarah, namun Dia masih tetap bisa menahab dan mengontrol emosinya untuk menghadapi Pria yang pernah menjadi sahabat karibnya dulu


" Kalau begitu mari kita bersaing secara Sehat, Kau Masih ingat Ucapanku kemarin kan.?! " Ucap Nico dengan Senyum Miringnya.


" Aku kan sudah mengatakan Padamu kalau Aku Tidak pernah takut Bersaing sama pria sepertimu. "


" Kalau begitu buktikan. Kita buktikan Secara Jantan, siapa Diantara Kita yang pantas Untuk mendapatkan Tiara. " Saut Nico dengan penuh percaya diri.


" Oke.! "


" Sekarang Kamu bisa pilih diantara kami berdua Ra, siapa sebenarnya yang Ada Dihatimu sekarang, katakan dengan Jujur.? "


Nico beralih menatap wanita berhijab yang mematung dihadapannya itu untuk menunggu Jawabannya

__ADS_1


" Tiara katakan saja Apa yang ingin kamu katakan jangan Memendamnya. " Timpal Elang


Tiara menatap tajam pada Kedua pria tersebut, rasanya dia merasa Lelah dan Capek Jika Harus berurusan Kedua pria yang terus saja Memaksa kehendak mereka masing masing tanpa mengerti Perasaannya itu.


" Terserah Kalian maunya kayak Gimana yang Jelas Aku tidak akan pernah mengubah keputusanku. Jadi berhentilah kalian memasaku Menjawab Pertanyaan kalian yang sudah Berulang kali sudah Ku jawab. Permisi"


Kedua pria tersebut melongo ketika Tiara Tidak memberi Tanggapan Apapun dari Pertanyaan Mereka, Tiara malah pergi begitu saja meninggalkan Dua pria tampan yang kini sedang Berebut ingin memenangkan hati wanita tersebut, namun Lagi lagi Nihil. wanita itu tetap keukeh pada pendiriannya. meskipun Sebenarnya Tiara harus menyimpan Sendiri perasaanya pada salah satu pria tersebut, kali ini dia harus bersikap Egois untuk kepentingan bersama, Dia juga tidak Ingin melihat Dua Pria yang pernah menjalin persahabatan itu Bertengkar dan saling bermusuhan Hanya karena Dirinya.


Melly dan Cylla pun Kembali menghampiri Ketiga pria tersebut yang masih termangu, namun Langkah melly sedikit Canggug saat Mendapati sosok pria yang kini masih dia kagumi namun harus menjadi milik Mantan Adik ipar Sahabatnya itu.


Kedua mata Melly dan Arya saling bertemu, saat keduanya sama sama dengan Jarak Dekat. namun segeta Melly Mengakhiri pandangannya dan beralih menatap Nico dan Juga Elang.


" Papa, papa disini Juga.?! " Celetuk melly Yang langsung menyalami punggung tangan milik papanya itu lalu bergelayut manja dilengan sang papah


" Pak Nico, dan Mas Elang disini Juga. ?" Kini Melly pun ikut bersuara namun tetap dia mengabaikan sosok Arya yang kini masih menatapnya disamping Nico


" Iya. " Seru Nico dan elang bersamaan membuat Melly Dan Cylla terkekeh.


" Wah Wah Sesama Saingan ternyata Bisa kompak juga Ya. " Ujar Melly dengan terkekeh dan menggoda Dua sosok pria tampan yang masih mematung meratapi Kepergian sang pujaan hati mereka yang kini tengah berusaha membujuk Dua bocah kecil yang berada Dia area permainan


" Diam.! " Sentak Nico dan Elang bersamaan.


" Iya deh iya kalian memang sehati deh, sampek selera pun juga Sama. " Melly masih tetap tidak peduli Dengan Nico dan elang yang menatapnya tajam malah semakin menggoda kedua pria tersebut.


" Maksud Tante Selera nya papa sama Om Elang itu mama kan tante.?! " cicit polos Cylla


" Betul Sekali Sayang, mamamu Memang Beruntung sekali Menjadi Rebutan Pap ------"


" MELLY . .!!!"


Kali ini Suara Nyaring Itu keluar dari mulut wanita Berhijab yang tengah Berdiri tetap didepan mereka, sambil menggandeng Javier dan Mutia kanan kiri.


" Eh, yang Jadi Rebutan Sudah Nongol. " Celetuk Melly dengan Tersenyum jahil pada Sosok Sahabatnya yang kini sudah menatapnya dengan Tajam


" Mutia Tante pulang Dulu ya, mutia bisa pulang Sama Om elang atau. " Tiara menjeda ucapannya dan sekilas melirik kearah Nico sebelum kembali melanjutkan Ucapannya. "


" Atau Apa tante? " Tanya Gadis kecil tersebut saat tiara tak kunjung melanjutkan Ucapannya.


" Em atau sama Papa Nico Nak. " Ujar Tiara dengan membelai pipi Mutia dengan lembut.


namun gadis kecil tersebut menggeleng cepat membuat Kening Tiara mengkerut.


" Uncle Nico Bukan papanya Mutia tante. " Cetus gadis tersebut Membuat semua orang disana Melongo Termasuk melly,meskipun melly Tau Kebenarannya namun dia tidak menyangka Anak sekecil itu sudah mengetahui kenyataan yang Sebenarnya. namun tidak dengan ketiga pria tersebut yang nampak biasa biasa saja. Tiara pun mempertajam pendengarannya


" Maksudnya gimana Sayang? Bukankah Papa Nico Itu Papanya Mutia.?! " Tiara ingin lebih memastikan kembali Apa yang Diucapkan oleh gasis tersebut Bahwa memang pendengarannya itu tidak salah karena yang Dia tau selama ini mantan suaminya itu menghamili emira Mamanya mutia gadis kecil yang kini berada didepannya itu, meskipun Nico pernah mengatakan jika Dia tidak pernah menikahi Emira, Namun dia juga terkejut Jika Anak sekecil berbicara seperti itu.


Mutia pun tersenyum dan menatap Tiara dengan Raut Wajah sendunya.


" Benar Tante Cantik, Uncle Nico Bukan papanya Mutia, Uncle Nico Itu cuman Temannya mamanya mutia. " Ucap polos gadis kecil tersebut


Sontak membuat Kedua bola mata Tiara membulat Sempurna, Dia benar benar Tidak menyangka akan mengetahui kenyataan Pahit ini. entah Apa yang Dia fikirkan saat ini setelah mendengar pengakuan Yang sebenarnya dari gadis kecil tersebut.


Kini Tiara mendongakan kembai wajahnya untuk menatap wajah Mantan suaminya tersebut yang masih tidak bergeming berdiri didepannya.


Lalu.


" APA BENAR ITU MAS. . .?! "


Hening


Hening


_ Bersambung. _


Udah mendekati Ending nya, Semoga syuka.

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2