
Mendengar kabar Dari Anak buahnya Jika Nico sudah Berhasil Ditemukan dan kini sedang Berada Dirumah sakit membuatnya sangat Marah dan murka meski Nico ditemukan dalam keadaan Kritispu dia Tetap terima dan berharap Pria yang menjadi sainganya itu Lenyap Dari muka bumi Ini.
BRAK.
Tangan Sammy yang tengah Mengepal Erat Itu menggebrak mejanya dikala Ada Dua pria yang menjadi Mata matanya itu memberikan Informasi kalau Nico Saingannya itu masih Hidup.
" Bodoh, kalian Semuanya tidak becus, melenyapkan Satu Tikus keparat itu saja Tidak becus percuma saya membayar Mahal kalian Semua. " Teriak Sammy pada Beberapa Anak buahnya termasuk Pada Roni Teman sekaligus Asisten Pribadinya itu.
Dengan Cepat Tangan sammy Menyambar Kerah Baju Pada Roni teman sekaligus Asisten pribadinya itu.
" Apa maksud semua Ini, kenapa waktu itu kau bilang sudah membereskan Si brengsek itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.!" Geram Sammy sambil mencekik Leher Roni Hingga membuat pris itu kesulitan bernafas
" To to tolong Lepasin Bos bi biar saya jelaskan Semuanya. " Pekik Roni saat Dengan sadisnya Bosnya itu Mencekik Lehernya tanpa Ampun dengan kobara mata Api yang terus menyalang.
Semua kelima Anak Buah Roni Tidak berani Berbuat Apa Apa Karena takut Jika Akan berimbas Pada mereka karena mereka sangat yakin Jika Bosnya itu tidak akan mungkin melukai Roni Teman sekaligus asisten pribadinya sendiri bahkan kelima pria bertubuh tegap itu Sedang menunggu Hukuman Apa yang akan dia terima Setelah Bosnya itu Memberikan Hukuman pada kaki tangan bosnya itu. sudah dipastikan Setelah Ini sammy Akan Memberi hukuman pada kelima orang tersebut Mengingat peringai Kejam Bosnya selama ini yang tidak Akan segan segan membunuh Lawannya Atau siapapun yang Tidak pernah Berhasil menuruti kemauannya.
Dengan kasar Sammy menghempas Cengkramanya dari leher Roni hingga membuat Tubuh Terhuyung dan Para anak buahnya itu Membantunya untuk berdiri.
" Aku tidak mau tau Bunuh Si brengsek Itu Malam Ini Juga dan pastikan Tidak Ada satupun Orang Yang melihatnya. " Seru Sammy dengan Penuh Penegasan dan menatap Tajam pada Sahabat dan juga kelima Anak buahnya.
" Tapi Bos, Keluarga Wijaya saat Ini sedang Menjaga Pria itu Begitu ketat Disana. " Jawab Roni dengan Sedikit takut.
BRAK.
" Aku tidak Peduli yang jelaskan Lakukan saja perintahku, Jika kalian gagal Melakukannya Aku sendiri yang Akan membunuh kalian sebagai nyawa gantinya. " Seru Sammy dengan Lantang dan tidak mau diganggu gugat.
" Kalian Dengar kan Apa kataku.?" Teriak Sammy pada kelima anak buahnya serta sahabat karibnya itu.
" Ba baik bos akan kami Laksanakan. " Jawab kelima Anak buahnya yang bertubuh besar itu.
" Roni. "
" Saya Bos.?! " Roni sedikit mendekat kearah Sammy yang kini sudah seperti singa kelaparan itu.
" Pastikan Kelima Anak Buahmu itu melenyapkan Pria brengsek itu dengan Cara yang Bersih jika Tidak Saya tidak akan pernah Membuatmu hidup tenang, jangan kau fikir karena kau temanku maka aku akan memberi keringanan padamu? Kau tau betul kan siapa Aku sebenarnya.? " Ancam Sammy Sambil menepuk nepuk Pundak Milik sahabatnya itu sedikit memberi penekanan.
" Ba baik Bos. saya mengerti. " Ujar Roni dengan Gugup jika sudah melihat sisi lain dari sahabat sekaligus Bosnya itu.
" Kalau begitu pergilah kalian semua, persiapkan semuanya dengan matang, aku ingin kalau melakukannya malam ini juga dan Besok Aku harus sudah mendapatkan kabar kematiannya. " Ujar Sammy dengan Suara penuh ketegasan dengan Senyum Devilnya.
" Baik boss kami permisu dulu. " kelima Anak buah nya dan juga Asisten pribadinya itupun segera meninggalkan Ruanan sammy.
" Akan kupastikan kali ini kau tidak Akan Lolos lagi dari maut Nico Wijaya Tamatlah sudah Riwayatmu Kali ini, sampai kapanpun Tiara Hanya milikku, Aku akan Menjadikannya Sebagai ibu pengganti dari Anak Anak ku saja. Camkan itu. " batin Sammy dengan Menyeringai dan Tersenyum penuh kelicikan Entah Kenapa Dia sangat Berambisi dan terobsesi untuk memiliki mantan kekasihnya itu kembali Dan Menjadikan Ibu dari Anak anaknya.
.
.
__ADS_1
.
*****
" Jangan Banyak terlalu Menangis nanti Cantiknya Hilang Lhoh. " Tiara menoleh Kearah sampingnya mencari siapa pemilik suara tersebut.
Dan Ternyata seorang Pria yang tak kalah tampan dari suaminya sedang Duduk disebelahnya sambil menyodorkan Sapu tangan Berwana Putih dengan senyum mengembang Dari Bibirnya.
" Elang. ------" Ujar Tiara dengan suara lirihnya saat mendapati pria yang mempunyai Rahang kokoh itu Tersenyum tepat Disampingnya.
" Ambilah, Tuh lihat Ingusmu sudah berlari lari kemana mana. " Ujar Pria tersebut yang tak lain dan tak bukan Adalah elang mantan sahabat karib suaminya sekaligus pria yang ama disukai Adik iparnya pria yang pernah membawanya lari saat dulu dirinya sedang kacau ketika Kehadiran Alm claudia ditengah tengah pernikahanya, begitu juga pria yang Sempat menyatakan perasaannya padanys namun dengan Tegas dan lembut dia menolaknya.
Bibir Tiara mencebik dan mendengus kesal saat mendengar kata kata ledekan dari pria yang satu tahun lebih Muda darinya itu. Ya usia pris itu Sekitar Dua puluh tujuh tahun dan Satu tahun lebih tua dari suaminya Nico wijaya.
" Kamu kesini pasti mau Menertawakan aku kan, Pasti kamu Kesini mau mengejeku. " Ujar Tiara sambil mengambil sapu tangan Yang tadi disodorkan oleh gilang.
" Astaga. Tiara Bisa bisanya sih kami berpikiran jelek seperti itu sams Aku, Sumpah Ra Aku tidak punya pikiran picik seperti itu."
" Bohong, Bilang saja Kalau memang iya Dalam Hati kamu pasti sedang menertawakan kemalanganku kan. " tutur tiara sambil mengelap Wajahnya yang sudah di banjiri Air mata itu sambil sesekali Menempelkan sapu tangan itu pada Hidung Minimalis nya itu untuk mengeluarkan sebagian Ingus yang sempat muncul di permukaan hidung minimalis milik tiara
Jrooottttttttt
Elang Hanya meringis dan bergidik ngeri saat Tiara berulang kali Mengelap Beberapa cairan bening yang sempat keluar dari hidung mungil milik tiara. sambil menggelengkan kepalanya. sungguh dia tidak menyangka jika tingkah wanita hamil Saat ini sangat lah absurd dan Dia jarang sekali menemukan wanita seperti ini, mungkin Bagi Elang Ini sangatlah langka, namun bagi tiara sangatlah biasa Karena dia tidak memperdulikan tanggapan elang saat ini.bagi tiara Menumpahkan kekesalannya lewat Air mata dan juga Cairan Bening yang keluar dari Hidung minimalisnya adalah Cara tersendiri untuk membuat hatinya lega.
" Kenapa Ngelihatin aku kaya gitu.?!" Ketus tiara disela sela mengelap ingusnya yang masih sedikit menempel dihidungnya dengan sapu tangan milik elang.
Membuat Bibir Tiara mencebik karena kesal karena elang terus saja Meledeknya.
" Bodoh Amat, aku nggak peduli. " Ketus tiara dan. membuang muka kearah lain.
Elang terkekeh saat mendapati Wajah Jutek Tiara yang baru pertama kali dia lihat selama pernah mengenal tiara.
Dia tidak tau bahwa memang Pada dasarnya sikap wanita yang kini masih mengisi ruang Hatinya itu mempunyai Sifat yang Jutek dan judes aslinya. namun sebisa mungkin Tiara akan bersikap Lembut pada siapa saja yang belum mengenal dirinya lebih dalam lagi. karena Tiara orangnya sedikit tertutup insecure dan tidak percaya diri jika bertemu dengan orang lain selain pada orang terdekatnya.
" Nggak Apa Apa sih Jorok Meskipun Cantik Tapi Aku tetap Suka kok. ------"
Mendengar Ucapan Elang yang tiba tiba membuatnya tertohok itu membuat Tiara menoleh Cepat Kearah Elang yang kini tengah Asyik memandang Setiap Inci wajah milik tiara yang sudah merah menahan kesal karena bisa bisanya elang masih menggodanya bahkan ketika dirinya saat sedih seperti ini.
" Nggak Lucu. " Ujar Tiara dengan Ketus dan mendelikan Matanya pada Elang, namun Yang Ditatap tajam itu malah terkekeh dan menikmati wajahnya yang terlihat kesal itu.
" Pergi sana Nggak usah ketawa bikin Mood jadi tambah Hancur saja.! " Tutur Tiara sambil mengibaskan tangannya untuk mengusir pria yang kini masih terkekeh melihat wajah kesalnya.
" Lhoh Aku serius Ra, Aku beneran suka sama kamu. " Tutur Elang yang kini Sudah berhenti dari kekehanya dan beralih menatap Tiara dari samping yang masih menatap wajah tiara yang masih menatap lurus kedepan.
" Nggak Usah ngelucu deh,Kalau kamu nggak mau pergi aku yang Akan pergi. " Tutur tiara lalu Denga cepat Dia beranjak dari tempat duduknya namun tubuhnya terhuyung saat tidak sengaja helaian baju tiara nyangkut Di bangku taman rumah sakit itu.
beruntung Elang Dengan sigap Menopang Tubuh tiara supaya bokongnya Tidak terpental keras Duduk dibangku kayu tersebut. Hingga Tubuh Tiara kini malah Jatuh Didalam pangkuan Paha milik Elang sontak membuat kedua netra coklat milik tiara itu mendelik tajam. saat Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci.
__ADS_1
sementara Elang dengan santainya menarik sudut Bibirnya dan tersenyum menyeringai melihat Wajah Kesal milik tiara yang kini jaraknya sangat dekat hanya berjarak Beberapa Inci.
*Cekrekkk
cekrekkk
cekrekk*
Terdengar Suara blitz Camera Milik seseorang yang Jauh disana sedang menangkap gambar Posisi Tiara dan elang saat ini tanpa Mereka berdua sadari.
Hening
Hening
Lima deting keduanya saling menatap dalam keheningan Tiara yang menatap tajam elang Yang tidak tau sopan santun itu dan berani menyentuhnya lain halnya Dengan elang Dia menatap Tiara dengan penuh mendamba dan sudah dipastikan Bahwa kerja jantungnya kini bekerja lebih Cepart seperti sedang lari maraton
Dengan Cepat tiara menghempas tangan Elang yang Masih menggenggam pergelangan tangannya dan langsung Berdiri Dari pangkuan Elang, hingga tanpa tiara sadari tiara menekan Inti milik Elang Dengan kasar Saat Dia mengangkat tubuhnya dari pangkuan elang.
Hingga membuat Elang sedikit Meringis dan Menggaduh pada area inti miliknya.
" Aduh pelan pelan dong Ra. " Gaduh Elang disela sela Meringisnya ketika tiara sudah berdiri didepannya dan berkacak pinggang menatapnya dengan tajam
" Lagian kamu yang kurang ajar berani beraninya kamu menyentuhku sembarangan, kamu pikir Aku wanita apa'an hah.?!" Sentak tiara dengan tatapan menghunus tajam pada Elang.
" Ye aku kan cuma Mau nolongin kamu yang hampir mau jatuh tadi Ra. " Ujar Elang Dengan tak kalah Sengitnya karena tak terima meski dalam batinya dia sangat senang mengajak debat Wanita hamil.
" Alasan, itu memang dasarnya Otak kamu saja yang Mesum bisa bisanya mencuri kesempatan dalam kesempitan. Tuh aku kembalikan Sapu tanganmu dah nggak butuh dan terimakasih, jangan ganggu ganggu aku lagi. " Tutur Tiara sambil melempar sapu tangan Milik elang itu tepat jatuh dikening Elang. Benar benar kali ini Elang sudah membuat mood wanita hamil itu hancur.
Elang Hanya tercengang Dan terkesiap akan tingkah Tiara yang begitu Menyebalkan baginya saat ini, namun tidak mengurangi rasa cintanya pada wanita hamil yang kini masih berstatus istri orang.
" Sikapmu yang seperti ini tiara yang membuat rasaku kekamu semakin besar Aku semakin Penasaran sama kamu, Aku doain semoga kamu bisa secepatnya Pisah dengan Nico suamimu yang selaku sakiti kamu itu. Aku tidak rela jika harus melihatmu terus bersedih seperti ini. " batin Elang sambil mengulas senyum Getirnya.
Tanpa mereka sadari Ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua tadi.
.
.
.
Bersambung. _
Aku sudah Update Lagi ya mumpung Ide ide menulisku masih nempel di otakku.
semoga Syuka.
Happy Reading.
__ADS_1