Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Merajuk


__ADS_3

Ceklek. . .


Terlihat Istrinya keluar dari kamar mandi saat Nico masuk kedalam kamarnya.


Tiara masuk menggunakan kimono Handuk miliknya sedang mengeringkan rambutnya didepan Cermin Riasnya.


Lalu mendekat kearahnya. Ada rasa gugup saat Melihat istrinya begitu dingin menatapnya.


" Yank..? "


" ( ' - ')...!" tiara Terdiam.


" Sayang, -----


sama tiara juga masih terdiam tak ada sautan sama sekali sambil mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer.


" aku bisa jelasin semuanya Yank. ----"


" Jelasin Apa.? " saut Tiara namun dengan datar tanpa menatap suaminya yang berdiri dibelakangnya.


" Namanya Claudia dia dulu teman SMP nya Aliya yank.! "


" Oh...... " hanya kata Oh saja yang keluar dari bibir tiara.


" Yank, aku mohon kamu jangan salah paham dulu sama aku.? "Ucap Nico dengan nada memelas.


" Terus aku harus kayak gimana,? "


Kini nada bicara tiara terdengar Ketus membuat nyali nico sedikit menciut.


" Aku Harap kamu gak salah paham dulu sama aku yank. ----" jawab Nico dengan paraunya


Tiara kini menoleh kearah suaminya dengan tatapan nanar.


"Terus mau kamu apa,?aku harus gimana? aku harus bahagia gitu melihat suaminya memuji kecantikan wanita lain didepan istrinya, gitu maksud kamu.? "


Kata kata Tiara benar benar menusuk jantungnya, Nico semakin bersalah.


" Bukan begitu maksudku yank. ------


" Terus.? " Tiara menajamkan matanya dan menaikan salah satu alisnya.


" Yank, please Tolong maafin aku, aku tau aku salah.---------"


" Kamu sengajakan mau balas dendam sama aku, karena aku kemarin lebih belain mas rival dibanding kamu, iya kan.?? "


Nico paling benci dengan sifat wanita yang suka menyimpulkan kesimpulannya sendiri tanpa mau menerima penjelesan yang sebenernya.


" Enggak yank, nggak seperti itu. "


" Tau ah, males aku debat sama kamu, ------!"


" Mau kemana.? " Nico mencekal lengan istrinya


" Mau masak.! "


" Kita makan diluar aja ya yank.? "ucapnya memelas.


" Nggak Mau.! "


"ayolah yank, sebagai permintaan maafku, kamu boleh kok makan sepuasnya. --"


" Kamu nyogok aku.? " Cetus Tiara


Nico langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu dengan posisi bingung dan jadi serba salah.


" Sedikit hehehe aku gak bisa yank kalau kamu Cuekin aku. " Nico mencengir


" Terimakasih, enggak usah, kamu bisa ajak gadis tadi aja. --" tiara menyebikan bibirnya dan berlalu melewati suaminya yang sedang mendesah frustasi karena tak berhasil membujuk dirinya.


Nico berlari kecil mengikuti istrinya yang kini tengah menuruni anak tangga dan menuju didapur.

__ADS_1


terlihat bi siti sedang bingung menatap kedua majikannya yang setengah kejar kejaran seperti film hollywood saja pikirnya.


Nico memegang tangan tiara yang kini sedang membalikan wajan penggorengan diatas kompor. karena terlihat bi siti belum memasak karena sehabis pulang dari pasar membeli bahan pokok yang sudah habis.


" Minggirin tanganmu nggak.? " ketus tiara.


" Nggak mau.! "


" Nico aku laper .-----?"


" Kita cari sarapan diluar, lagian bi siti baru saja tiba dari pasar, jangan merepotkan bibi.! "


Nada bicara nico kini sudah terdengar dingin


"Tapi aku juga gak akan merepotkan bibi aku hanya ingin menggoreng telur saja.? "


" Jangan membantah.! "


Lalu seketika hati Tiara mencelos percuma saja berdebat dengan suaminya jika sudah berubah dingin seperti ini dia tidak akan mampu menolaknya.


" Tunggu sebentar aku ganti baju dulu.! "


" Hemm.! "


Tidak perlu waktu lama Nico mengganti bajunya, dan Langsung mengajak pergi tiara untuk mencari makan siap saji disebuah kedai yang tak jauh dari Rumahnya. mereka memilih sebuah warung makan yang baru saja buka karena memang masih sangat pagi karena belum ada restoran yang buka.


" Kamu mau pesen apa yank.? " tanya Nico yang kini sudah melembutkan ucapanya.


" Samain aja sama kamu.! "


Nico tersenyum dan menoleh kearah penjaga warung tersebut.


" Nasi Ramesnya Dua ya Bu, Minumnya es Jeruk Dua. " ujar Nico


" Baik Den. tunggu sebentar ya. ---"


Lalu tak lama makanan pesanan merekapun datang setelah itu mereka langsung mulai memakannya. Namun sayangnya perut tiara hari ini tak bisa mencerna makanan tersebut.


" Mpmmmppppp. " reflek tiara membungkam mulutnya dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya masih memegang sendok makanannya, baru saja sesuap nasi masuk kedalam mulutnya tapi entah kenapa tiara ingin sekali memuntahkanya.


" Yank kamu kenapa.? " tanya Nico dengan khawatir. namun Tiara tak berani membuka mulutnya sambil kedua bola matanya melirik sana sini mencari toilet.


" Kamu sakit.? " kini pertanyaan nico hanya mendapat gelengan kepala dari tiara, tiara pun lekas Berdiri dan menuju ke sebuah toilet kecil yang tak jauh dari warung makan tersebut.


Nico yang melihat Aneh istrinya tersebut Langsung mengejarnya dan menunggu tiara didepan pintu Toilet sedangkan Tiara didalam toilet terus memuntahkan makanan yang baru sedikit masuk kedalam mulutnya hingga beberapa kali dia memuntahkan cairan bening kedalam wastafel dan terus memutar kran air.


" Yank kamu kenapa yank, kamu baik baik saja kan didalam.? " teriak Nico dari Luar.


Huek huekk huekkk


Tidak ada sautan dari dalam hanya terdengar suara istrinya yang sedang memuntahkan sesuatu didalam sana. lalu setelah itu tak lama tiara keluar dalam keadaan tubuh sedikit Lemas.


" Yank kamu nggak apa apa kan.? "


" Aku mau pulang mas.! "


" Ya sudah ayo kita pulang, kamu duluan tunggu dimobil ya aku bayar dulu. ----"


Lalu Tiara mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil sedangkan Nico membayar makanannya dulu.


setelah itu dia masuk kedalam mobil dan langsung mengemudikan mobilnya.


*********


Hari ini Cuacana Langit cukup panas menyengat kulit siapapun yang sedang berada diluar rumah, terlihat seorang gadis cantik kini tengah mendaratkan mobilnya disebuah rumah mewah yang tak jauh dari Rumahnya dan masih dalam satu kompleks perumahan elite yang sama dengan rumah tersebut.


Jeglekk. .


" Hai Kak.? " sapa gadis cantik yang tak lain adalah Claudia saat tepat Nico baru saja keluar dari Dalam rumahnya yang kini diekori Tiara dibelakangnya.


" Claudia.? "

__ADS_1


Nico membelalakan kedua matanya saat gadis cantik itu memberi senyuman termanisnya tanpa melihat ada istrinya yang kini berdiri disebelahnya sambil bersidekap.


" Kakak mau kekantor ya.? " tanya claudia.


" Kenalin Clau ini tiara istri kakak dan sayang ini claudia temanya Aliya. ----!"


" Hai kak tiara, aku claudia. " Claudia terpaksa memasang wajah ceria dan menyapa duluan istri dari kakak sahabatnya tersebut.


" Tiara, Istrinya Nico.! " Ucap tiara datar namun penuh penekanan membuat Nico mengulum senyumnya melihat istrinya merajuk karena Cemburu.


" Senang berkenalan kakak. "


" Ya.! "


" Oiya Clau kamu ada perlu apa pagi pagi datang kesini.? " tanya nico memecah keheningan.


" Oiya aku kesini mau minta nomor ponsel Aliya dan nomor kakak juga boleh, soalnya aku kehilangan nomor kalian berdua waktu aku masih Di London kak. "


" Oh ya sudah mana ponselmu.? "


" ini kak, " claudia menyodorkan ponselnya kearah Nico dan nico menerima ponsel" jangan Lupa nomor ponsel kakak juga ya.? "


" Udah beres, Nomor Aliya dan Nomorku udaj aku save ke ponselmu.! " nico mengembalikan ponselnya claudia lagi


Cup.


" Terimakasih ya kak, aku cabut dulu Dadah"


Ujar Claudia langsung pergi melambaikan tangannya setelah mencium pipi kanan Nico yang kini masih tengah mematung karena perlakuan Claudia tadi


Tiara menggerucutkan bibirnya dan menghela nafasnya kasar lalu ingin berbalik meninggalkan nico untuk masuk kedalam rumah tanpa menunggu suaminya berpamitan dulu.


"sayang sayang tunggu dulu. -----?" Nico mencekal lengan istrinya itu dan menahannya


" Lepasin nggak.? " sentak tiara yang kini matanya sudah berkaca kaca, entaj kenapa beberapa waktu ini perasaanya sangat sensitiv


" Sayang, maafin aku tapi sungguh aku nggak menduga kalau Claudia bisa seberani itu mencium pipiku yank. -----?" desah Nico frustasi.


" Udah pergi sana nggak usah peduliin aku. Huaaaaaaa. hiks hiks hiks. "


Tiba tiba tangis tiara pecah seketika karena sudah tidak mampu lagi menahan tangisnya.


Dengan sigap Nico langsung menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam dekapannya. Lalu tangis tiara kini kembai pecah dipelukan dada bidang suaminya itu.


Tiara memukul mukul kecil dada bidang suaminya sambil menyalurkan kekesalannya.


" Jahat kamu jahat.! "


" sudah sayang sudah maafin aku aku janji gak akan bersikap begitu lagi dan akan lebih tegas lagi sama claudia. " ujar nico sambil terus mengusap punggung istrinya.


" aku antar masuk kedalam kamar ya, kamu istirahat dulu. " tanpa persetujuan dari tiara Nico langsung mengangkat tubuh istrinya tersebut dan digendongnya masuk kedalam rumah dan mengantar masuk kekamarnya.


Ceklek


" Kamu istirahat Dulu ya,Mas berangkat kerja dulu kalau ada apa apa hubungin mas ya..? " seru Nico sambil mengecup kening tiara


Cup.


" Mas berangkat ya assalamualaikum. "


" Walaikumsalam. "


setelah itu Nico langsung keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju kantornya.


" Huekkk Huekkkk huekkk. "


Tiara kembali berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan lagi cairan bening yang sedari tadi mengaduk aduk perutnya.


.


.

__ADS_1


_ bersambug. _


__ADS_2