
" Hei mbak kenapa?kok ngelamun saja dari tadi.? " Tanya Aliya yang membuyarkan lamunan Tiara.
kedua kakak adik ipar tersebut kini sedang berada dikamar Aliya. karena malam ini Nico akan berangkat ke Luar kota untuk menghadiri meeting dadakan disalah satu cabang perusahaanya di kota surabaya.
" Oh nggak apa apa kok Aliya. ----"
Ceklek. . .
Terlihat sang suami tersenyum diambang pintu kamar lalu mendekat kearahnya. dan mencium kening Tiara,lalu pindah ke bibir tiara sekilas. membuat Aliya mencelos ingin muntah melihat adegan kemesraaan kakaknya tersebut.
Cup. .
" Woy woy ada anak belum cukup umur nih disini, main sosor aja tuh bibir. " Gerutu Aliya sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan kanannya.
Nico terkekeh melihat tingkah polos adik bontotnya tersebut.
" Lagian kamu Al, udah gede gitu masih aja sok polos, mangkanya pepet terus si Arya biar beku hatinya biar bisa ajarin kamu kaya gini nih-------" Goda Nico sambil mengerucutkan bibir ke bibir tiara namun dengan cepat tiara menepisnya dan mencubit pinggang suaminya itu.
" Aduh duh sakit yang. " Nico meringis saat mendapat cubitan dari istrinya
" Dasar kakak Mesum, rasain Tuh pukul aja biar kapok mbak. wuekkkkk. " Aliya menjulurkan Lidahnya meledek sang kakak.
" emang nih abangmu tengilnya minta ampun mbak sampek pusing al ngadepin kakakmu ini. ----"
" Yah jangan gitu dong yank entar kangen Lo, "
" Nggak bakalan.! "
Nico mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata dan mengecupnya. " Baik baik ya sayang jagain mama, jangan nyusahin mama papa tinggal kerja dulu ya sayang. "
Tanpa terasa air mata Tiara menetes karena terharu akan sikap suaminya tersebut. meskipun Nico selalu memaksanya untuk menggugurkan kandungannya namun sangat tampak jelas bahwa suaminya itu juga sangat mengingikan bayi yang dikandungnya itu terlihat Nico begitu cinta sekali dengan calon bayi mereka, entah apa yang akan terjadi setelah ini takdir apa yang sedang menunggu mereka berdua.
Nico mendongakan kepalanya untuk menatap sang istri yang kini tengah beberapa kali menyerka Air matanya tersebut.
" Sayang aku. ------
" sudah jangan Risaukan aku lagi, aku dan calon bayi kita baik baik saja Mas, kamu berangkat nih Nanti ketinggalan pesawatnya Lo. " Tiara menampilkan senyuman terbaiknya.
Nico kembali mengucup kedua tanga tiara beberapa kali lalu diakhiri dengan kecupak didahi tiara. kali ini tak ada penolakan dan protes dari Aliya sang adik karena aliya kini bisa merasakan perasaan haru bahagia dari kakaknya dan kakak iparnya tersebut yang akan melepas rindu karena 2 hari kedepan Nico akan berada diluar kota.
" Aku Sayang kamu Ra. dan calon bayi kita. ---"
" Aku juga Nico. sayang kamu.....! "
" Tapi aku juga takut kehilanganmu Ra. ------?"
jari telunjuk Tiara menempel tepat di bibir suaminya tersebut untuk tidak melanjutkan kata katanya.
" Ssst, Kamu harus yakin aku dan juga calon bayi kita akan baik baik saja, Kita akan sama sama berjuang untuk terus tetap bersama. "
Kedua mata Nico dan tiara sudah berkaca kaca kembali lagi terlintas pernyataan dokter yang telah memvonis istrinya menderita Tumor ganas dan harus menggugurkan kandangan istrinya, membuat dadanya terasa sesak dam sakit. ditariknya tubuh istrinya itu jatuh dalam dekapanya dan mengecup puncak kepala tiara berkali kali.
" Aku sayang kamu Ra, jangan pernah tinggalin aku ra, aku nggak bisa hidup tanpa kamu ra. ------" Begitulah Rancauan ucapan Nico yang terdengar sangat parau dan terus mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Lalu Nico menarik tubuh Istrinya tersebut ditatapnya dalam dalam sambil menyibakan anak rambut istrinya kesamping telinga tiara.
" Aku pamit ya sayang, kamu baik baik dirumah, aku janji setelah urusannya beres aku akan segera langsung pulang. "
" Iya mas Hati Hati ya jangan Lupa dijaga kesehatannya. " Ujar Tiara dengan nada lembut
Nico mengangguk lalu mengecup lagi kening tiara. " kamu nanti minta pesen oleh oleh Apa sayang.? "
tiara tersenyum dan menggengkan kepalanya.
" Nggak minta apa apa mas, dedek bayinya cuma minta papanya cepet pulang dan selamat, dan selama diluar sana Mas harus tetap jaga hati mas buat aku Lo.? " Ujar Tiara dengan polos entah kenapa akhir akhir ini modd nya sering gampang berubah. mungkin karena efek hormon kehamilan tiara jadi seperti itu.
Nico mencubit pipinya tiara dengan gemas.
" Siap Bu Bos, apapun yang Ibu Ratu perintahkan pasti kakandamu ini siap melaksanakan.! "
" Hahaha Nggak usah ngelucu deh kamu ini gak pantes tauk.! " Goda tiara.
" Pantesnya Ngebobokin kamu ciumin kamu meluk kamu dan. -------"
" Auhkkk yank, kok dicubit lagi sih yank, kekerasan dalam rumah tangga ini namanya. "
Aliya memandang kakaknya yang sikap manjanya udah keterlaluan itu dengan bola mata jengah lalu segera mengusir sang kakak supaya cepat cepat pergi dari kamarnya.
" Udah deh kak cepetan pergi, Kakak ini ya benar udah menodai kesucian kedua mataku tau nggak kak.? " Gumam Aliya dengan nada mengusir.
" Apa sih kamu Al sirik aja. wekkk. " Kini gantian Nico yang menggoda adiknya membuat aliya semakin kesal oleh ketengilan kakaknya.
" aku berangkat dulu ya yank, kamu jaga diri baik baik dirumah,Ingat setiap sejam sekali kamu harus mengirimi ku pesan tentang aktivitas mu yank, dan kamu harus selalu stanbay pegang hape. supaya aku bisa mengubungimu sewaktu waktu. -----!"
" Kalau itu sampek terjadi kamu yang akan kakak salahkan Al. ----!"
" Ye enak aja, sapa suruh ninggal istri sendirian wekkkkk."
Nico tak menggubris guyonan adiknya lalu pamit pada istrinya.
" Aku pamit berangkat dulu ya *assalamualaikum.? "
"walaikumsalam mas hati hati*. "
Ucap tiara setelah mencium punggung tangan suaminya tersebut.
" Hus hus cepetan sana pergi kak.! "
Lalu Nico segera pergi dari kamar Aliya dan meninggalkam tiara dikamar adiknya setelah itu dia berangkat kebandara bersama asisten pribadinya Arya.
**********
" mbak, mbak jangan sedih dong, kasian nanti dedeknya, pasti kak nico cepet pulang kok---?"
" Enggak papa Al, mbak cuma kebawa perasaan saja. " Ujar Tiara sambil tersenyum.
Lalu stimulus otak tiara mengingat sesuatu yang selama ini mengganjal pikirannya.
__ADS_1
" Oiya AL, mbak boleh tanya sesuatu nggak sama kamu.? "
seketika Aliya langsung menoleh cepat dan antusias mendengar pertanyaan dari kakak iparnya tersebut.
" Boleh, mau tanya apa mbak.? "
" Emm, gini Kemarin Ada seorang gadis seusiamu datang kerumah kakak dan menemui kakakmu Nico, Dia sepertinya seumuran sama kamu, emm namanya kalau nggak salah..?????? ----------" Tiara mencoba mengingat ngingat nama gadis yang kemarin sudah lancang mencium suaminya itu.
" Siapa mbak.? " tanya Aliya dengan mimik wajah penasaran
" Namanya Kalau nggak salah, Clau, clau clau Claudia. ya namanya claudia apa kenal Al.? "
" APA CLAUDIA.???? " pekik Aliya dengan sedikit berteriak membuat tiara refleks menutup telingannya karena mendengar suara cempreng milik adik iparnya.
" Iya bahkan kemarin dia Meminta nomor ponselmu dan juga Nomor ponsel Nico, katanya Dia kehilangan kontakmu. ----"
" Terus kak Nico kasih gitu aja.?" Suara Aliya kini sedikit tinggi membuar Tiara bergidik ngeri.
" Iya.? " Cicit Tiara polos.
" Kok bisa Sih mbakk.? " Aliya terlihat sedikit marah
" Memangnya kenapa Al katakan sama mbak
.? "
" Mbak dia itu gadis Licik Murahan, pekc*un, kimcil, cabe cabean nggak bermoral mbak kenapa sih kak nico dari dulu masih tetep aja nanggepin Cabe uler macam si claudia itu sih mbak. ------" Gerutu Aliya dengan kesal membuat Tiara semakin bingung dan mengeryitkan dahinya.
" Maksud kamu apa sih Al mbak nggak paham deh. -----?"
" Dulu pas aku dan Claudia masih duduk dibangku Sekolah SMP Dia mau coba coba Menggoda Papa mbak, Aku jijik sekali kalau mengingat kejadian 7 tahun yang Lalu itu. "
" Apa menggoda? Maksud kamu gimana Al.? "
Kini nada suara Tiara sudah naik satu oktav dan terperangah tak percaya, seketika otaknya langsung mengingat tentang kedekatan suaminya dengan gadis tersebut waktu itu
" Claudia Hampir mengajak Papa Tidur bareng mbak. --------!"
Duarrrrrr. .
Bagai petir disiang bolong Tiara mendengar kenyataan bahwa gadis yang kemarin Dia datang kerumahnya kemarin bukan wanita baik baik, seketika tubuh tiara langsung lemas dan merosot mengira ngira apa yang akan terjadi selanjutnya jika suaminya akan semakin dekat dengan suaminya.
belum selesai masalah sella yang mencoba merebut suaminya kini sudah muncul lagi seorang gadis berkedok lugu dan mendekati sang suami dengan cara halus, sungguh membuat Kerja otak Tiara semakin menurun.
dan tanpa terasa tiba tiba Keluar darah segar dikedua sudut Hidungnya,membuat Aliya semakin panik. Sedangkan pandangan Tiara kini sudah mulai buram dan langsung seketika tubuhnya ambruk diatas ranjang tempat tidur milik aliya.
" mbak mbak tiara bangun mbak mbak kenapa.? " Aliya mencoba menepuk nepuk pipi kakak iparnya, seketika dia langsung kaget saat melihat Hidung tiara mimisan dan mengeluarkan darah segar.
" PAPA TOLONG MBAK TIARA PINGSAN. "
" Ya Allah Tolong kuatkan Aku. " batin tiara kala matanya sudah terpejam setelah itu dia benar benar tidak sadarkan diri.
.
__ADS_1
.
_bersambung. _