
Dengan Nafas yang Sedikit Tersengal sengal Gilang Turun dari taksi dan Tetap menggendong Wanita hamil tadi yang tak lain Adalah Tiara.
sesampai Dirumah kakek Sigit, Dia langsung Setengah Berteriak memanggil manggil nama sang kakek.
" Assalamualaikum kek, Tolong buka pintunya kek, ini saya Gilang. " Serunya.
Lalu tak lama kakek sigit pun membuka pintunya.
Ceklek.
" Walaikumsalam Gilang. " Ucap sang kakek sambil Menengok Kesamping gilang mencari cari keberadaan Cucunya Emira
" Kamu pulang sendiri? kemana Emira? " tanyanya lalu beralih Menatap Wanita yang sedang digendong Gilang. " Lalu siapa wanita Ini Gilang.?! "
" Ceritanya panjang kek, Boleh gilang bawa masuk Dulu wanita ini kek.? "
Tanpa pikir panjang kakek Sigit pun mempersilahkan Gilang Untuk membawa Perempuan Itu masuk
Gilang membawa perempuan tadi masuk kedalam kamar Tamu.
Dengan Hati Hati Gilang Membaringkan Tubuh perempuan itu ke tempat tidur.
" Bisa kamu Jelaskan Siapa wanita itu Gilang dan Dimana Emira Cucuku. " Ujar Kakek Sigit Dengan Sedikit menahan kesal
" Ayo kita keluar dulu kek, Biar gilang jelaskan semuanya. "
Akhirnya mereka berdua keluat dari kamar tersebut dan Berada Di Ruang tamu.
" Sekarang kamu jelaskan Gilang tanpa Ada yang Tersisa. " Ujar kakek Sigit
" Begini Kek, Emira ditahan Dirumah papanya kek, dan Papanya Emira tidak merestui Saya untuk melamar Emira, bahkan Kakaknya Emira tegas mengusir saya bahkan kami sempat Bertengkar, saya sendiri tidak tau Apa Kesalahan saya kek. " Gilang mulai menjelaskan Kejadian Tadi yang dia Alami saat Berada dirumah kedua orang tua Emira
" Jadi Bastian Menolak Lamaranmu.?! " Wajah Kakek Sigit Semakin Pucat karena Terkejut mendengar Penuturan Gilang dia Akan Cari tau sendiri kenapa putranya itu tidak merestui hubungan Cucunya dengan Gilang.
" Soal itu Biar kakek yang Urus, Lalu Sekarang jelaskan siapa wanita itu, kenapa kau membawanya kemari.?! " wajah kakek Sigit mulai tak ramah lagi
" Kakek jangan salah paham dulu, saya juga tidak mengenal wanita itu, waktu saya diusir dari rumah papanya emira, saya tidak sengaja melintas di sebuah taman kota dan menemukan wanita ini tergeletak di taman, saya pikir wanita ini hanya ketiduran tapi ternyata wanita ini pinsan, saya bingung harus saya bawa kemana sedangkan saya tau tempat tinggalnya maka dari itu saya memutuskan untuk membawanya kemari, maafkan saya kek kalau saya sudah lancang tanpa Minta izin dulu sama kakek, jujur saya hanya ingin menolongnya saja. "
Jawaban Gilang Tergolong masuk akal Sehingga kakek Sigit pun Mengijinkan wanita itu tinggal sementara waktu disini sampai dia sadar.
" Baiklah Kakek terima alasanmu, Biarkan wanita itu istirahat, kalau Sampai besok dia belum sadar, maka kita harus membawanya kerumah sakit. "
" Baik kek terimakasih Banyak atas bantuannya kek. !"
" Iya sekarang kamu bisa beristirahat dulu dan kembali kekamarmu, besok kita akan Menjemput Emira Di rumahnya. "
Ujar sang kakek, lalu kembali ke kamarnya.
Namun Gilang bukannya balik kekamarnya Dia malah balik ke kamar tamu yang tadi Di tempati wanita hamil tadi yang tak lain adalah tiara istrinya sendiri.
Ceklek
Perlahan Di melangkahkan kakinya mendekati Wajah polos yang masih tidak sadarkan diri itu. Dia amati lamat lamat Wajah Cantik natural Milik Tiara, hingga tanpa dia sadari Ada gelenyer Aneh di hatinya.
" Wanita ini Cantik sekali, kenapa perasaanku mengatakan kalau Aku tidak Asing Melihat wajahnya, siapa sebenarnya wanita ini." Ucapnya lalu mengamati perut tiara yang sudah membuncit itu lalu dengan Refleks dia mengelus perut tiara. dan seketika perasaannya menjadi tenang dan nyaman entah perasaan Apa yang sedang Dia rasakan.
Cup
Satu kecupan Hangat Dia daratkan Dikening Milik Tiara. lalu tersenyum sinis menertawakan Tingkah bodohnya itu
" Bodoh, kenapa Aku Malah Mencium keningnya begitu saja, ah sudahlah lebih baik aku keluar, bisa gila aku kalau disini. " Gumamnya lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
Didalam Kamarnya Gilang Tidak bisa Tidur Dengan Nyenyak, Hatinya sangat Gusar Sekali malam Ini, memikirkan Dua wanita sekaligus.
Lalu dia Memutuskan Berdiri Dibalkon dan mengambil putung Rokok yang Ada disaku celananya lalu menghisapnya.
tak tanggung Tanggung Dia menghambiskan Satu Bungkus Rokok, Baru setelah itu Bisa Memejamkan Matanya setelah memutuskan untuk kembali ke tempat tidurnya. sungguh Dia benar benar Tidak bisa tidur dengan Nyenyak malam Ini. .
****
Malam Sudah Berganti Pagu, mentari pun sudah memancarkan Sinarnya.
Wanita hamil yang tak lain Adalah tiara itu perlahan membuka kelopak matanya,mengerjab ngerjab menyesuaikan pantulan cahaya Yang Menembus kornea matanya.
"eungghh Dimana Aku. " ujarnya saat melihat Langit Langit kamar yang menurutnya Asing baginya.
Lalu Diapun Terkejut Saat Melihat sebuah selimut sudah menutupi Tubuhnya, dan Dia pun menyibakan Selimutnya lalu turun dari tempat tidur.
sayup sayup dia mendengar suara Beberapa orang Diluar sana sedang berbicara.
"*bagaimana Apakah wanita hamil itu sudah sadar.? "
" Sepertinya Belum kek, sejak semalem tidak Ada tanda tanda. "
" Oke lebih baik kita tinggal dulu buat Nyusul Emira, mumpung masih pagi dan kakek bisa bertemu langsung sama Anak kakek untuk memintanya merestui hubungan kalian. "
" Baik kek*. "
Ceklek
" Mas Nico.? "
Sontak membuat Kedua Pria beda Usia tersebut Mengalihkan pandangannya pada Tiara yang kini tengah Berdiri mematung Dibelakangnya.
perlahan Tiara Melangkahkan kakinya mendekati pria yang mengaku bernama gilang Itu, dan membelai wajah Gilang sontak membuat kedua pria beda usia tersebut terkejut oleh perilaku Tiara
Lalu
blasssss
" Ya Allah Ini beneran kamu mas, kamu nyata Aku seneng Banget mas, akhirnya Allah mengabulkan semua doa doaku untuk mempertemukanku kembali denganmu. "
Tiara menghambur kepelukan Gilang sontak membuat Gilang dan Kakek sigit Terkejut Bukan main
" Mbak mbak, tolong bisa Lepasin nggak, Anda mungkin salah Orang. " Gilang berusaha Melepaskan pelukan dari Wanita itu namun Karena terlalu kuat hingga membuat sedikit kewalahan untuk melepaskan tiara
Lalu tiba tiba seorang Gadis Cantik yang melenggangkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut dan langsung menarik tubuh tiara dari pelukan Gilang.
Plakkkkk
" Emira. " Seru Gilang dan kakek Sigit bersamaan saat mengetahui Emira lah yang Menarik Tubuh tiara dan mendaratkan tangannya untuk menampar Tiara
" Berani beraninya kamu Memeluk kekasihku dasar Wanita tidak tau Diri. " Ujar Mira dengan Berdesis karena menahan Kesal
" Mira, kapan Kamu datang sayang.?! "
" Diam kamu gilang, Tega teganya kamu membawa perempuan lain ke sini setelah kamu Membiarkan ku sendirian Dirumahku. "
" Sayang Aku bisa jelasin semuanya. " Gilang mencoba mendekati tubuh Mira namun Mira dengan Kasar Menepis tangannya.
Hati tiara Hancur bagaikan Dicabik cabik, Dia Pikir Setelah kembali bertemu dengan suaminya kembali, dia bakal bisa saling melepas Rindu Tapi Yang Terjadi malah sebaliknya dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Suaminya sedang berusaha membujuk mati matian pada wanita lain yang telah menamparnya bahkan Suaminya memeluk wanita lain yang sedang merajuk itu untuk menenangkannya.
" Mira, sabar sayang aku bisa jelasin ke kamu semuanya, Aku Dan kakek baru saja Akan Menjemputmu, tapi Belum sempat kami berangkat Kesana kamu sudah Pulang maafkan aku mira sungguh Aku tidak bermaksud meninggalkanmu disana. " Ujar Gilang sambil mendekap Erat Tubuh Mira yang sedari tadi memberikan pukulan kecil di dada bidangnya.
__ADS_1
" Lalu siapa wanita itu Gilang, kenapa kau membawa wanita itu kesini dan membiarkannya memelukmu.? " Emira masih saja menuntut pertanyaan dan terus mengajak berdebat Gilang.
" Aku sungguh tidak mengenal wanita ini Mira, Aku menemukannya di taman sedang pingsan waktu aku pulang dari rumahmu, aku kasian Melihatnya sendirian, lalu aku terpaksa Membawanya kesini, please aku mohon percaya sama Aku mira. "
sakit ya sakit sekali hati Tiara Mendengar Sebuah Kalimat yang begitu menyayat Hati keluar dari seorang Pria yang sangat Mirip dengan Suaminya itu bahkan Dia yakin seratus Persis pria yang kini tengah Berusaha menjelaskan pada wanita lain itu adalah suaminya, ayah dari Anak Anaknya meskipun wanita lain itu menyebut Nama lain dari suaminya itu namun dia tetap yakin bahwa itu adalah suaminya
" Kalau begitu Usir dia sekarang Juga dari sini. " Sentak Emira dengan tatapan sengit Pada Wanita hamil yang sedari tadi tengah tertegun Menahan Ngilu dihatinya bahkan Airmatanya pun sudah Lolos dan membanjiri Kedua pipi putihnya.
" Mira cucuku kamu tenang Dulu nak, kita bisa Bicarakan Ini baik baik. " Kakek Sigit mencoba menengahi pertengkaran Dua sepasang Kekasih itu.
" Tidak kek, aku tidak ingin melihat wanita ini pergi kamu dari sini pergi. " Usir Mira sambil mendorong dorong Tubuh Tiara yang masih diam terpaku karena masih syok melihat kenyataan yang menyakitkan ini
" Mira jangan seperti ini, kasihan Dia lagi Hamil. " Ujar Gilang sambil Menahan Mira supaya tidak berlaku kasar pada Tiara
" Oh jadi kamu ngebalain dia dari pada Aku kekasihmu sendiri Hah.?! " ucap mira berapi api.
" Kekasih.?! "
Suara itu keluar Dari bibir Tiara dengan Gemetar karena sedari tadi tiara Hanya terdiam.
" Iya Dia kekasihku calon suamiku, dan sebentar Lagi kami akan menikah, jadi jangan sekali kali kamu mengganggunya. " Bentak mira
" MiRA. ------!" Sentak Gilang Tak terima melihat Mira Membentak Tiara dengan Kasar. entah kenapa Gilang Merasa hatinya sakit saat melihat Wanita hamil yang tak lain adalah tiara itu menangis
" Ja jadi Kamu Sudah Mempunyai Wanita lain Mas. " Ucap Tiara dengan bibir bergetarnya
" Maksud kamu Apa, Apa kamu juga merasa Mengenalku.?! " Entah kenapa tiba tiba saja gilang bertanya seperti itu
" Kamu Lupa sama Aku Mas.?! "
" Maaf tapi Aku benar benar Tidak ingat siapa kamu.! "
dengan kuat kuat Tiara menekaj dadanya yang terasa Ngilu, sakit ya sangat sakit ketika suaminya sendiri tidak mengingat siapa dia sebenarnya
" Aku Ini Mutiara Mas, Istrimu Ibu Dari Anak anakmu, Apa kamu Lupa mas.?! "
" Mutiara.!" Tanya Balik Gilang dengan wajah Gusar dan Bingung
" Bohong wanita itu Bohong Gilang, dia hanya wanita Licik yang Mengaku ngaku istrimu. " Seru emira tak kalah emosi.
" Diam Kamu, Dia Bukan Gilang, tapi Dia Nico, Nico Cornelius Wijaya Suamiku.!!! " Sentak Tiara Pada Emira dengan meluapkan Emosinya yang sedari tadi Dia tahan
Mendengar kata kata yang keluar Dari Tiara membuat Emira semakin Menggeram Dan Ingin Menampar Tiara kembali, namun dengan Cepat Gilang merengkuh Pinggang Emira lalu menggendongnya dan membawa pergi emira masuk kedalam kamar emira
" Lepasin Aku gilang lepasin Aku. " Emira terus meronta ronta untuk diturunkan Dari gendongan Gllang yang terus saja berjalan Menuju kamar Emira. tanpa Mendengarkan Rancauan yang keluar dari bibir emira
Hati tiara semakin Hancur Meratapi Punggung Suaminya itu yang perlahan Mulai hilang Dari pandangannya dan masuk kedalam kamar bersama wanita lain.
Dia menjatuhkan Tubuhnya yang lemas diatas Sofa sambil meremas dadanya yang begitu sesak menahan Rasa sakit. Derai Airmatanya terus berjatuhan Di kedua pipi mulusnya.
Sesakit Ini Luka yang kau torehkan kepadaku Mas Nico, Aku tidak menyangka bahwa Pertemuan kita kembali Bukan Rasa Bahagia yang kau berikan untuk bisa saling melepas rindu, bahkan Kau dengan kejamnya menorehkan Luka yang Amat dalam Di hatiku. Ya Allah Kuatkan aku kuatkan Hambamu yang lemah dan tidak berdaya ini.
.
.
_ Bersambung. _
semoga suka.!!! "
" Happy Reading. "
__ADS_1