
Tubuh Tiara seakan Kaku tidak bisa digerakan Saat kini melihat seorang wanita yang selama tidak Asing baginya sudah menyelamatkan mantan suaminya. Tiara mulai Melangkah maju saat melihat Nico sudah berdiri Dari Tersungkurnya tadi atas dorongan si pemilik Tubuh wanita yang kini sudah Direngkuh Tubuhnya oleh Nico
" Mira bangun Mira, emira bangun. " Nico nampak panik dan berulang kali menepuk Pipi wanita yang Sudah tidak berdaya itu, wanita itu adalah emira, akar mula dari Penyebab Terpisahnya mereka berpisah.
" Mas, ayo cepat bawa dia kerumah sakit. " Tutur Tiara yang juga panik, saat Sudah menghampiri Nico yang kini masih menopang Tubuh sipemilik wanita itu
Lalu Tak Pikir panjang Lagi Nico pun Langsung mengangkat Tubuh Emira masuk kedalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit sedangkan Tiara berlari masuk kedalam mobilnya sendiri, dan menyusul mobil Nico yang kini sudah melesat Kerumah sakit.
" Ma ada Apa ma, kenapa sama papa?. "tanya Cylla
" Dan tante itu siapa ma, kenapa papa tante gendong tante itu.?! " timpal Javier
" Tenang ya sayang Kita susul papa kalian kerumah sakit sekarang, pak ikuti mobil itu ya pak. "
" Baik Nyonya. "
kemudia pak supir pun langsung melesatkan kendaraannya ke rumah sakit
Lalu tak lama Tiara Beserta Javier dan Cylla sudah sampai dirumah sakit, terlihat kini Nico sedang Resah menunggu dokter keluar Dari UGD yang sedang menangani Emira
" mas bagaimana keadaan Wanita itu.?! " Tanya Tiara entah kenapa Dia masih enggan menyebut wanita itu
" Dokter masih memeriksa keadaannya ra, dan sampai saat ini belum keluar.! "
" Astagfirullahaldzim, Ya Allah semoga tidak terjadi sesuatu sams dia. " Gumam Tiara
Lalu tak lama pun Dokter Keluar dari Ruangan Tersebut.
Ceklek
" Bagaimana Keadaan Dia dok.?! " Tanya Nico pada Dokter Ibrahim
" Keadaanya sangat Kritis pak Nico, pasien mengeluarkan Banyak Darah, dan Saat ini Sedang Membutuhkan Tranfusi Darah, sedangkan Stok Darah Dirumah sakit Sedang berkurang. "
" Kalau begitu golongan Darahnya apa Dok.?! " Tanya Tiara yang tiba tiba ikut menyaut ucapan Dokter
" Golongan Darah pasien Adalah B resus positif apa Ada diantara kalian Atau kerabat terdekat Pasian Mempunyai golongan darah tersebut.?! " Tanya dokter ibrahim
" Saya Dok golongan Darah saya B Resus positif dok, ambil darah saya saja dok, saya bersedia mendonorkan darah saya. " Ujar Tiara Dengan yakin dan menggebu gebu membuat Nico dan Juga Dokter Ibra salinh menatap penuh kebingungan
Nico beralih Menatap Tiara dengan Raut wajah penuh Pertanyaan
" Ra. ----?" desah Nico
" Kita tidak punya banyak waktu lagi mas, ini menyangkut nyawa seseorang. " ujar tiara dengan mantap
" Tapi Kamu Punya Darah Rendah ra. " tutur Nico namun tak mendapat Respon dari si wanita keras kepala ini.
" Ayo dok Mari antarkan Saya untuk menjadi pendonor Wanita itu. " seru Tiara
" Baiklah Kalau begitu Mari ikut saya.? Kamu harus dicek dulu Untuk memastikan tubuh kamu sehat dan bisa menjadi pendonor.! "
Tutur Dokter ibrahim
" Baik dok, " ujar Tiara lalu beralih menatap Nico dan kedua Anaknya. " Mas tolong titip Anak anak dulu ya. vier cylla Sama papa dulu ya.? "
" Iya mah.! "
" iya Ra, "
Lalu Tiara pun Mengikuti langkah kaki dokter Ke suatu Tempat Untuk pengecekan Dulu sebelum Melakukan tranfusi darah, dan ternyata Hasilnya Positif memang golongan Darah tiara sama dengan emira, kesehataanya pun juga membaik dan bisa melakukan mendonorkan Darahnya pada emira
.
.
.
.
Tak lama kemudian Terdengar Beberapa langkah derap Kaki beberapa orang sudah menghampiri Nico dan kedua Anaknya yang masih menunggu Emira dan Tiara sedang melakukan tranfusi Darah dan Tiara juga dokter masih belum keluar dari ruangan tersebut
Bugh
Satu bogeman mentah Mendarat dipipi Nico saat Ada seseorang Memukulnya.
" Elang Sudah Nak. " Tante Luna berusaha Menenangkan Putra Sambungnya itu sedangkan om bastian hanya melihat saja tanpa mau memisahkan anaknya yang kini tengah Menyerang Nico duluan. pria paruh baya itu masih sedikit menyimpan rasa kecewa pada Nico yang sudah membuat hidup putrinya berantakan
" B*ngsat Kamu Ko, bisa bisanya kau membuat Adikku celaka. " Seru Elang
Nico Beranjak dari Duduknya dan Menatap Tidak suka sama elang, walau begitu dia bisa memahami kemarahan elang karena memang Semua ini terjadi karena memang Emira Menyelamatkan dirinya dari Tabrakan mobil tersebut
" Gue bisa Jelasin Semua ini ke Lo dan Juga tante Dan Om.! "
" Alah nggak Usah Ngelak Lo, Lo emang sengaja kan mau bikin Adek gue celaka Ngaku Lo.! " Sentak Elang
" Lang, sabar Nak Dengarkan Dulu Penjelasan nak Nico. " Seru Tante Luna yang mencoba menenangkan Elang." Kamu tahan emosimu nak ini dirumah sakit jangan bikin keributan, papa bantuin anakmu supaya tenang. " Lanjut Tante luna
" kamu Diam dulu lang, biar Papa saja yang bertanya sendiri pada pria ini. " Ujar Om bastian Pada Anak dari Alm sahabat karibnya itu lalu beralih menatap Nico
" Jelaskan semuanya apa yang Sudah terjadi Pada putriku.? " tanya om bastian
__ADS_1
" Emira Tertabrak mobio box saat Akan menyalamatkan Aku Tertabrak dari Dari mobil box itu om tante. " Jawab Nico dengan Jujur dan tidak di tutup tutupi
Terlihat Mama luna semakin menangis mendengar Ucapan Nico saat mendengar putrinya mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan Pria yang dicintainya, sedangkan Tante Bastian Hanya bungkam dan mematung Wajahnya terlihat datar namun sorot matanya pun penuh dengan kesedihan
sedangkan Elang kembali Tersulut emosi
" Kurang Ajar jadi semuanya ini gara gara Lo.!" sentak elang ingin Menyerang Nico kembali tapi om bastia menahan Elang sehingga mengurungkan Niatnya kembali
" Maafkan saya om tante, elang says tidak Berniat untuk membuat Emira celaka, saya sendiri Juga tidak Tau tiba tiba Mira mendorong Tubuh saya begitu hingga dia tertabrak dan menyelamatkan Saya. maafkan saya Om tante, maafkan saya. " seru Nico dengan kepala menunduk
Om Bastian mencobs mengulas Senyum terpaksa dan Menepuk pungguk Nico
sejenak dia menghela nafas panjangnya untuk menetralkan Nafasnya yang merasa sesak
" Sudahlah semua sudah terjadi, Mungkin ini sudah menjadi takdir Putri om. Om juga tidak bisa menyalahkan kamu begitu saja, karena ini murni Kecelekaan, dan Putri om memang terlalu Naif jika Harus berurusan dengan Perasaanya pada orang yang Dia cintai. " Tutur om bastian sambil Menyerka matanya yang nampak berkaca kaca dan Sudah memerah
Nico meraih punggung tangan Om bastian dan juga tante Luna secara bergantian untuk minta maaf.
" Maafkan saya Om, maafkan saya, sungguh saya menyesalkan Diri saya karena tanpa sengaja sudah Membuat putri om menderita karena saya. "
" Sudah lah nak Nico kita juga sudah Memaafkan kesalahan nak Nico, bagaimanapun Juga ini sepenuhnya bukan salah nak Nico, bagaimanapun juga putri kami juga ikut Terseret dalam permasalahan Nak Nico, yang lalu biarlah berlalu nak. kita berdoa saja supaya Nyawa mira bisa diselamatkan. " Tutur Tante Luna Disela sela tangisanya.
Ceklek
Tiba tiba dokter Pun Keluar Dari Ruang Tersebut bersamaan Dengan Tiara yang Juga Sudah ikut Keluar dari Ruangan tersebut karena sehabis Melakukan Tranfusi darah tersebut
" Bagaimana keadaan Putri kami dok.?! " Tanya Tante Luna dan om bastian pada Dokter
" Saat ini Putri bapak belum sadar tapi Alhamduliah Putri bapak dan ibu sudah Mendapatkan tranfusi darah, karena tadi sempat mengalami kehilangan Banyak Darah"Tutur Dokter Ibrahim
" Siapa dok yang mendonorkan Darahnya untuk putri saya.?! " Tanya Tante luna
Dokter ibra Pun tersenyum simpul dan Menunjuk Tiara yang sudah menjadi Pendonor Darah tersebut
" Nona tiara dan Yang mendonorkan Darahnya untuk. Anak bapak dan ibu. " Sontak membuat Tante Luna Om bastian dan juga Elang Terkejut Mendengarnya alangkah Mulianya hati Wanita ini, yang sudah mau mendonorkan Darahnya untuk putrinya yang Sudah tega Menghancurkan Rumah tangga wanita tersebut mereka menjadi tambah merasa bersalah.
" Apa.?! " pekik Ketiganya bersamaan
" Iya Om tante, Tiara yang mendonorkan Darahnya. " Timpal Nico
" Ya Tuhan kenapa setiap Aku Melihat Perempuan Ini, ada perasaan Hangat Didalam Hatiku, siapa perempuan ini sejak pertama kali Bertemu kenapa hatiku merasa dekat dengannya, lihatlah Betapa mulianya dia, Rela mendonorkan Darahnya Pada putriku yang sudah pernah Menyakitinya. " batin Tante luna sambil menatap Wajah sendu milik tiara
"Terimakasih Nak sudah mau mendonorkan Darah untuk putri om. " ujar Om bastian
" Sama sama Om. "
" Nak bolehkah Tante Memelukmu sebentar, tante Sangat berterimakasih sama kamu sekaligus mau minta maaf atas keluakan Putri tante yang sudah tanpa sengaja menyakitimu. ."
Lalu
Greb
Tiara pu kini perlahan Melangkahkan kakinya kearah tante luna, lalu tante Luna pun dengan cepat memeluk tiara yang masih canggung dan mematung saat Tante Luna memeluknya erat dan Menumpahkan semua Airmatanya didalam Pelukannya sama tiara.
" Ya Tuhan Kenapa Aku seperti Mendekap Tubuh Anakku Sendiri, ada apa ini dengan persaanku Hiks hiks hiks. " batin tante Luna disela sela isak tangisnya Saat memeluk erat Tubuh Tiara.
.
.
Lalu tak lama kemudian suster pun memberitahukan bahwa pasien Sudah sadar Dan kini Sudah Dipindah Diruang Inap
Mereka pun Akhirnya Menuju Ruang Inap Emira dirawat.
Terlihat seorang Wajah cantik milik wanita tersebut Sangat Pucat Tergolek di Atas brankar Sambil tersenyum melihat kedatangan orang orang terdekatnya
Disana juga sudah Ada melly dan Juga Tante Diana yang Menjaga Cylla Javier dan Juga Mutia Anak dari Wanita yang kini masih tergolek Lemah Diatas Brankar Dengan Beberapa Alat bantu lainnya.
sementara tante Diana terlihat Canggung dan Sedikit tak nyaman ketika bertemu dengan Om bastian dan Juga Tante luna. mereka sama sama Menatap satu sama lain dan tanpa saling menyapa.saat ini pusat perhatian Mereka hanya pada sosok emira yang kini masih tergolek lemah dibrankar
" Ma... ma...." Lirih Wanita yang bernama emira itu dengan Suara terbata bata karena memang baru beberapa saktu sadar dan melewati masa kritisnya
" Iya sayang ini mama nak. " tante Luna mendekat pada tubuh putrinya itu
" Pa... pa... "
" iya sayang kami disini. " Ujar Om bastian yang Juga Ikut mendekat kearahnya
" Ma.. maafin Mi....mira pa ma... "
" Iya sayang, kami sudah memaafkan kesalahanmu nak. " Ujar Tante luna dia sudah tidak bisa membendung Airmatanya lagi
Emira pun tersenyum terlihat Raut wajahnya pun Sedang Menahan Sakit, meskipun Sudah Melakukan tranfusi darah, namun Tidak Lantas Membuat Keadaanya semakin membaik.
" Mi... mira.. sudah banyak me.. menyusahkan Ma.. mama...pa...papa dan kak.el...elang.. maafkan....mi... mira. " ucapnya lagi dengan terbata bata
" iya sayang kami sudah memaafkanmu nak. kamu harus sembuh. " Tutur Om bastian sedih rasanya melihat kondisi putrinya sepert inii dia sempat menyesal dan merasa bersalah karena sempat mengusir Putrinya dan Juga Cucunya waktu dulu, beruntung Nico masih tetap bertanggung jawab dan mengurus putrinya Dan juga cucunya meski Tidak menikahi putrinya tersebut seenggaknya Nico masih punya kepedulian terhadap putrinya ketimbang Dirinys sendiri
" Kak..kak elang. " menatap sang kakak dengan wajah sendunya.
" Ya Mira, kakak juga sudah Memaafkanmu. " jawab elang dengan Wajah lesu dan Sedih
__ADS_1
meskipun Mira saudara tirinya tapi elang sangat Menyayangi mira.
" Bo..bolehkah.. a.. ku..ber.. temu de..dengan Gi...Gilang....dan... juga..Ti...tiara.... " Sontak. Ucapan Emira membuat semus orang terkejut
Lalu Elang menatap Tiara dan Nico bergantian untuk mendekat Kearah Emira.
lalu merekapun Sudah berada disisi kanan kiri brankar milik emira setelah om Bastian dan Tante Luna menggeser tubuhnya kebelakang
Emira tersenyum kearah Nico dan Tiara bergantian, lalu menggenggam Tangan Tiara, sehingga membuat Tiara kaget
" Ma..maafkan... a.. aku..tiara...aku..su..sudah.. menjad..di..penyebab..kerusakan Ru..rumah.. tangga..kalian..maafkan..kesalahanku..Ti.tiara" Ucapnya sambil terbata bata
" i iya emira aku sudah memaafkanmu, kamu harus cepat sembuh ya, kasihan Anakmu, kamu berhak bahagia emira. " Jawab Tiara dengan gugup dan melirik Nico yang berada didepanya. Emira yang mengerti maksud Tiara pun langsung menggeleng cepat. dia lalu meraih punggung tangan Nico dan Beralih menatap dan tiara bersamaan, sedang Punggung tangan Nico dan Tiara sudah digenggam oleh kedua telapak tangan Emira dan dijadikan satu oleh punggung tangan milik Nico dan Tiara. membuat keduanya terkejut akan Perlakuan emira
" Gi..gilang...ma.. maafkan.. aku karena sudah..egois.. memisahkan..mu..dari..wanita..yang.. sangat..kamu.. cintai, dan..terpisah..juga..dengan.anak..anakmu. "
" Iya mira aku sudah Memaafkanmu, sekarang kamu harus fokus dengan kesembuhanmu. "
Tutur Nico dengen lembut
" Ti..tidakk...kalian..harus.. tau..yang.. sebenarnya..terjadi..waktu..itu..memang..sengaja..menyuruh.kekek..untuk..memberimu..obat..supaya..mem..perlambat.. proses..kesembuhan..ingatanmu..nico..maafkan.kakekku..juga..dia...ha..hanya..ingin.. melihatku..bahagia..bersama..orang..yang..aku..cintai.. mamaafkan..aku...mungkin..ini..balasan..atas..sesemua..kejahatannku..selama..ini..mu..mungkin..sudah..waktunya..aku..harus..menyusul..kakek..disana. "
Nafas Emira mulai tersengal sengal tak beraturan dan terus terbata bata berbicara
ya tepat dua tahun yang lalu kakek sigit kakeknya emira pun Meninggal dunia
" Emira, kamu jangan seperti itu, kamu pasti kuat kamu pasti sembuh. " Nico semakin menggenggam erat tangan Emira dan Tiara yang sudah tertumpu dibawah Genggamanya itu
" Iya emira, kamu harus Bisa Melewati ini semua, ingay ada mutia putrimu yang masih sangat kecil dan membutuhkanmu. "
Emira tersenyum getir dan menggelengkan Kepalanya.
" a..aku..bukan..ibu...yang..baik..untuk..mutia..aku..titip..anakku..padamu..dan..berjanjilah..untuk..menuruti..permintaanku..untuk..yang..terakhir..kalinya..Tiara.. " Lirih emira dengan tatapan mengiba dan memohon pada tiara.tiara yang tak tega terpaksa harus menganggukan kepalanya.
" Iya emira, insyallah kalau aku bisa memenuhi permintaanmu aku akan berusaha mengabulkan permintaanmu. " Jawab tiara
" ber..janjilah..pa..padaku..tiara. " Ujar Emira
" Iya Aku Janji.! "
" Me...MeNikahlah..kembali..de..dengan..nico..Ti..Tiara.kumohon..!" Jawabnya dengan penuh memohon
" Tapi mira. -----" Sergah Tiara
" Ka..kamu..sudah..berjanji..ta..tadi..tiara. "
Tiara saling melempar pandangan pada Nico yang kini juga menatapnya dengan penuh kebingungan. lalu Nico pun menganggukan kepalanya, untuk mengiyakan Permintaan emira yang sudah mendesaknya, mengingat keadaan Emira yang semakin menghawatirkan lalu dengan sangat terpaksa Tiara menganggukan kepalanya dengan berat hati.
" I iya tatapi kamu harus tetap berjuang untuk sembuh Emira. " Kini Tiara yang sudah Mulai gugup
Emirapun tersenyum lalu berkata.
" Terimakas..sih..su..sudah..mau..mengabulkan.permintaan..terakhir..ku..aku.. titip..anakku..sama..kamu..aku..yakin..dan..percaya..kamu..sosok..ibu..yang..baik.untuk.mutia."
" Kamu jangan bicara seperti itu emira. " Ucap Tiara
" Ni..Nico..sa..sangat..mencintaimu..dia...sendiri..yang..mem..berikan..nama..anak..ku..mirip..dengan..namamu.!"
Tiara hanya terdiam dan menatap Wajah emira dan Nico bergantian.
Lalu tibs tibs Garis statistik dilayar monitor Milik emira berubah Menjadi Lurus. seketika Tubuh Emira langsung mengejak dan tanganya pun sudah terlepas dari Tangan milik Nico dan Tiara. semua orang disana nampak panik dan dokterpun segera datang memeriksa Emira.
Titttt..tiiiiiiiittttttt................................................
Ternyata Emira Sudah Menghembuskan nafas terakhirnya.
" Maaf Kami sudah Berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Pasien, namun Tuhan berkehendak Lain, pasien Sudah tidak bisa diselamatkan lagi. " ujar dokter Ibra dengan Sangat berat hati
" Apaa meninggal dok. " Seru Nico dan elang bersamaan.
" TIDAK...... " Teriak tante Luna yanh Sudah Tidak sadarkan Diri didalam dekapan Om bastian.
sedangkan Tiara langsung memeluk Erat Gadis kecil yang bernama Mutia yang tengah menangisi kepergian sang mama tercinta. .
.
.
.
_Bersambung. _
Tetap Ikuti Alur Ceritanya ya Gaes. Aathor tuh Suka sedih kalau baca komentar yang kadang bikin Aku Down, tapi nggak apalah, author juga Sadar Kalau Cerita Auhtor ini terlalu Berlebihan, dan kadang nggak Rapi. maklum lah Author hanya penulis Amatiran. jadi tetap ikuti Alurnya saja ya, bagi siapa yang Sudah mulai bosan critanya kalian bisa skip kok author nggak maksa hehehe.
Author Disini Cuma mau Menuangkang hobi menulis saja disini, tanpa mau minta imbalan sekalipun, sukur sukur kalau ada yang suka sama Cerita author
Terimakasih semua readers
Semogs syuka
Happy Reading.
__ADS_1