
Terlihat Kini Seorang Pria Muda dengan Tubuh Lemahnya sedang Berbaring Diatas Ranjang Yang Tidak terlalu besar.
Sisekujur Tubuh Pria tersebut Ada beberapa Luka Lebam, Bahkan Perutnya pun Ada bekas Jahitan, Karena Bekas tertusuk Senjata tajam.
Pria ersebut Berbaring Lemah dengan Bertelanjang Dada dan Hanya memakai Celana Kain panjang Berwarna Hitam.
memperlihatkan dada bidangnya yang berkulit putih dan perut sixpacknya yang terbungkus kain Putih Untuk menutupi Luka Dibagian perutnya sedang Kepalanya juga Ada Perban Warna putih untuk mengeringkan lukanya.
terlihat Seorang Gadis berparas Ayu sedang Menatapi sosok pria Yang kini terbaring Lemah Dengan luka luka lebam di Area wajahnya,meskipun diwajahnya terdapat luka lebam Namun tidak mengurangi kadar ketampanan pria yang sedari tadi ditatapnya.
Bahkan wajahnya penuh luka pun dia terlihat masih sangat tampan, aku benar benar tidak salah selama ini mengikutinya, dan Akhirnya aku bisa mendapatkan Pria tampan ini
Gadis itu pun Tersenyum sendiri saat tak jemu jemunya memandangi pria tampan yang kini masih terbujur kaku Diatas Ranjang.
" Dilihatin Terus nduk, Apa tidak Bosan.? " Tanya seorang Kakek kakek paruh baya sambil membawa Sebuah Ramuan Obat yang akan digunakan untuk mengobati Luka luka pria yang masih terbujur lemah tak berdaya.
Gadis cantik itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Dia sangat Tampan kek. ----" Celetuknya
" Kamu menyukainya Nduk.?! " tanya sang kakek.
Gadis cantik itu pun mengangguk cepat.
" Apa boleh kek aku menyukainya.?! "
Kakek Itu nampak menghela nafas beratnya.
" Boleh saja nduk, tapi kakek takut nanti kamu akan kecewa jika pria tersebut sadar, dan mencari Keberadaan keluarganya, Bagaimana kalau Dia sudah punya anak dan istri. "
" Dia memang sudah Istri kek. " Cicitnya polos namun seketika Langsung Gadis itu menutup mulutnya Karena keceplosan membuat sang kakek pun Mengeryitkan keningnya.
" Maksud kamu apa nduk mira ? " Tanya kakek pada Gadis tersebut Yang mempunyai nama Emira atau biasa dipanggil mira.
Lalu Akhirnya Mira terpaksa menceritakan awal mula dia menemukan pria tersebut tergeletak ditepi Jurang Dengan kondisi Luka luka dengan Perut yang Tertusuk Pisau tajam
dan Juga menceritakan pertemuan pertama kalinya Dia bertemu pris itu dengan seorang wanita cantik yang Dia kira istrinya pas berada Dirumah sakit saat Akan menjenguk Kakaknya yang Kemarin sempat dirumah sakit tersebut.
" Nduk, Apa nggak sebaiknya Kita Beritahu saja keluarganya, tentang keberadaan pria ini Di sini, pasti keluarganya mencarinya selama ini." Tutur sang kakek.
Gadis itu menggeleng Cepat. " Tidak Kek, Mira mohon jangan Beritahu Keberadaan Pria ini pada keluarganya mira mohon kek. " Tuturnya dengan rasa mengiba.
Kakek tersebut Menjadi Semakin bersalah karena melihat Emira yang Tiba tiba menangis setelah bica seperti itu.
" Maafkan kakekmu ini cucuku, jika kakek Salah Dalam ucapan kakek. " Ujar kakek tersebut sambil mengelus Puncak rambut milik Emira
" Iya kek, mira mohon ya, biarkan Pria ini tetap Disini, mira akan Merawatnya kek, mira sangat menyukai pria ini, bahkan sejak pertemua pertama Dirumah sakit waktu itu mira sudah menyimpan perasaan dengannya. kek. "
" Iya Cucuku,kakek akan Mengabulkan Permintaanmu asal Kamu bahagia Cucuku. "
" Terimakasih kek. "
Lalu Tiba tiba Pria Muda yang Masih tergolek lemah pun Tiba tiba menggerakan tangannya, dan perlahan membuka matanya, membuat gadis cantik dan juga kakek tersebut Senangnya bukan main.
" Kek Lihat, Tangannya Mulai Bergerak kek. " Ujar Emira
" Iya Cucuku, kayaknya mungkin Pria itu sudah mulai sadar ." Timpal sang kakek.
Lalu Emira dan sang kakek, menghampiri Pria muda tersebut, perlahan kedua matanya mulai terbuka.
" Dimana Aku.? " Ucap pria muda tersebut Dengan Lirih.
" Kau sudah sadar, syukurlah Akhirnya kau sadar Juga. " ucap Emira di iringi senyum merekah dibibirnya.
" Siapa kamu.?! "
" Aku Aku. ---------" gadis cantik tersebut merasa bingung Harus menjawab pertanyaan Pria tersebut dia sejenak menatap kakeknya untuk meminta ijin memberi jawaban. pada pria tersebut dan kakeknya pun Menganggukan kepalanya.
" Aku Emira dan Ini kakekku namanya kakeh Sigit."
" Lalu Dimana Aku sekarang.? "
__ADS_1
" tenanglah Nak, jangan terlalu banyak bergerak Dulu, luka jahitan Diperutmu belum sembuh. " Tutur sang kakek. melihat raut Wajah kebingungan pria muda itu membuat sang kakek bertanya lagi tentang siapa nama pemuda itu.
" Kalau Boleh kamu tahu, siapa Namamu Nak, Apa kamu Mengingat Dimana keluargamu?! " mendengar pertanyaan kakek yang bernama kakek sigit itu membuat Emira sang Cucu mendelik tajam, ingin rasanya Memprotes Kakeknya namun Dia tidak bisa takut Pemuda tersebut curiga
" Aku Aku tidak ingat siapa Namaku kek, Bahkan Aku juga tidak Tau Dimana Keberadaan keluargaku. " Tutur Pemuda itu dengan Wajah Bingungnya.
" Kek Dia. ----"
" Tenang Mira, sepertinya pemuda Ini Hilang Ingatan, atau Amnesia, dia tidak mengingat Keluarganya, bahkan Namanya sendiri pun Juga tidak Ingat. " Bisik kakek Sigit pada Cucunya.
" Lalu bagaimana ini kek.?! "
" Tenanglah Dengan begini kau bisa memanfaatkan keadaanya cucuku, bukankah Kau menginginkannya. "
Emira pun tersenyum seakan tau maksud dari sang kakek, Lalu dia beralih menatap pemuda itu.
" Kamu tenang saja, kami Bukan Orang Jahat kok, Kami yang membantumu dan Juga merawatmu disini. "
" Terimakasih Emira,kakek sigit. " Ujar pemuda tersebut dengan lirih.
" Kamu bisa memanggilku mira saja."
" Untuk sementara waktu Kami akan memanggilmu Dengan Nama Gilang, apa kamu setuju.?! " timpal sang kakek.
" Gilang.?! " tanya balik pemuda itu.
" Iya Cucuku, sampai kau bisa mengingat kembali namamu, "
" Iya aku setuju kek, Gimana kamu setuju kan.?! " tanya mira
Dan Pria tersebut Menganggukan kepalanya pelan. " Iya Aku setuju. "
Mira dan Kakek Sigit Tersenyum senang, melihat Pria tersebut menyetujui Permintaannya dan mulai sekarang Nama pria tersebut dipanggil dengan Nama Gilang.
Hari demi Hari Mira bersama sang kakek, merawat Pemuda yang sekarang Bernama gilang itu dengan baik hingga sembuh, perlahan Mira membantu Gilang Untuk berlatih Berjalan, dan Akhirnya Gilang pun Sudah mulai Bisa Berjalan dengan sempurna.
Wajahnya yang dulu dipenuhi Luka Lebam pun sudah sembuh total hingga kini wajahnya. kembali Normal dan bersih hingga nyaris sempurna, Emira Yang sedari dulu sudah mengagumi pemuda tersebut sejak dulu, semakin terpesona Akan Ketampanannya.
" Gilang.?! " tanyanya sambil Duduk Bersandar Di Dalam dekapan Gilang.
" Ya mira. "
" Apa selamanya Hubungan kita akan seperti ini.? "
" Maksud kamu.?! "
Gilang Melepaskan Dekapanya dan beralih menata emira.
" Selama ini Hubungan kita ini seperti Apa kamu tidak pernah menyatakan Perasaanmu padaku, tapi Hubungan kita semakin dekat. " tutur Mira dengan bibir sedikit manyun
" Emm Menurutmu.?! " tanya balik Gilang.
" Kok menurutku Sih. " Ujar Mira dengan kesal karena Gilang Terus menggodanya.
" Iya iya, maaf. Mulai saat ini kau Sekarang Jadi kekasihku, gimana apa kau tidak keberatan.?! " tanyanya dan seketika kedua mata Mira berbinar binar
" Sungguh.?! "
" Iya Emira. "
Mira pun Langsung Berhambur memeluk Gilang dengan senang, sungguh Dia tidak menyangka bahwa pria yang Dia rawat selama Empat Bulan Ini, ternyata Bersedia menjadikanya kekasih.
" Aku Seneng sekali Gilang Akhirnya kau Mau jadi kekasihku. " Ucap mira Sambil memeluk erat Gilang, Sebenarnya Ada rasa ngilu dihati pria tersebut, namun Dia terpaksa melakukannya toh Selama ini mira sudah bersedia merawatnya bahkan sampai sekarang pun Dia masih belum mengingat siapa dirinya mungkin dengan Cara menjadikan Emira kekasihnys Sedikit Bisa membalas Kebaikan Mira dan kakek sigit selama ini.
" Iya mira, aku Juga senang jika kamu juga merasa Senang mira. "
Mira melepaskan pelukannya dan menatap Wajah gilang yang Terlihat Datar, dia menangkup Kedua pipi Gilang.
" Aku mencintaimu Gilang.? " ujarnya.
Gilang pun Hanya terdiam dan wajahnya hanya datar menatap wajah Emira
__ADS_1
" Gilang. " Emira mencoba memanggil nama ulang Gilang.
" Hmm.! "
" Aku Mencintaimu " ucapnya Lirih.
" Iya Mira Aku Juga. "
Lalu perlahan Emira mendekatkan Wajahnya pada Wajah Gilang, hingga Jarak Diantara Mereka sangat Dekat dan semakin terkikis.
Hingga Akhirnya Emira membenamkan bibirnya pada Bibir gilang.
Sontak membuat Gilang Kaget, saat Emira mulai Mencium bibirnya dan mulai memberi ******* Kecil Pada Bibirnya, hingga Akhirnya Gilang Pun mulai membalas Ciuman Emira dan Bibir Mereka saling Bertautan dan saling Bertukar Saliva ,lalu Ciuman Mereka menjadi Ciuman Panas, Emira semakin Menahan Tengkuk Gilang Supaya semakin memperdalam Ciumanya dan.
Brukk
Tumbuh Mereka kini sudah Ambruk di Atas Sofa, Emira Dibawah Kungkungan Gilang yang Saat ini sedang menindihnya. . .
.
.
.
Pyarrrrrrr
" Tiara Kamu kenapa Ra. " tanya Tante Diana Yang mendapati Tiara Menjatuhkan gelas ditanganya.
" Tanta, Aku kepikiran Nico tante, Aku takut Terjadi sesuatu sama Nico tante. ."
" Sabar sayang sabar ikhlaskan Suamimu nak, mungkin Suamimu kini Sudah tiada. ".
" Tidak tante tidak Aku Yakin Nico masih hidup tante masih Hidup, dia sekarang Pasti Lagi butuh Bantuan kita. " Ucap Tiara dengan Rancauannya
" Istigfar sayang istigfar. "
" Pokoknya Aku mau Nico tante Aku mau Suamiku sekarang Juga. " Teriak Tiara
" Nico Nico Dimana kamu Nico arghhhhhh" teriak Tiara Histeris hingga Dia jatuh Pingsan
" Melly Arya Cepat kalian bantu Aku, tiara Pingsan. " Teriak tante Dianan Saat Tiara pingsan Dipangkuannya.
Lalu melly dan Arya pun Menghampiri tante Diana, karena memang Kebetulan Arya dan Melly Datang ke rumah Tiara untuk menjenguk dan melihat keadaan tiara.
" Tante, kenapa tiara.? " tanya melly tidak kalah cemasnya.
" Arya cepat bantu tante, bawa Tiara masuk kekamarnya. "
" Baik tante. " Lalu Arya pun Mengangkat tubuh Tiara yang perutnya sudah terlihat Buncit itu karena usia kandungan Tiara sudah berjalan lima bulan, lalu Akhirnya Arya menggendong Tubuh Tiara masuk kedalam kamar tiara dan Diikuti Oleh oleh melly dan juga tante Diana dibelakangnya.
" Melly Cepat kau hubungi Dokter Yohan. " Ujar Arya sambil berjalan Menaiki tangga menuju kamar Tiara.
" Baik Tuan. "
Lalu Akhirnya Melly Menghubungi Dokter Yohan Dokter Pribadi Keluarga Nico.
dan Arya pun Sudah membawa Tiara masuk kedalam kamarnya dan membaringkaj tubuh Istri Tuan mudanya itu dengan sangat pelan ke tempat tidur.
.
.
_ Bersambung. _
Maaf ya Nanti Kalau Author Up nya terlalu Lama, karena Ada Author nanti Ada urusan.
Insyallah kalau Sempet Author Up Lagi...
Terimakasih yang Masih Setia mendukung Author. .
Happy Reading.
__ADS_1