
Sudah Lama Rasanya Nico Tidak mengajak Istri Dan Anak Anaknya Untuk Berlibur. karena kesibukan Pekerjaannya Dia Belum Sempat Mengajak Berlibur Bersama Istri dan Juga kedua Anaknya.
Nico Masih Setiap Menatap Layar Laptop Di depannya Sambil Mengecek beberapa Laporan Berkas Berkas Yang Kini Masih Berada Dimeja kerjanya Itu.
Dia merenggangkan Otot Otot tubuhnya Yang mulai Kaku supaya Lemas sejenak, Tengkuk Lehernya Juga merasa Pegal mungkin Karena terlalu Fokus menatap Layar Laptopnya.
" Hahhh, Cepak Sekali. " Desahnya sambil Menutup Berkas berkas Dan Mematikan Laptopnya.
Tiba Tiba Cacing Cacing Yang Ada Didalam perutnya Sudah pada Demo meminta kepada sang Pemilik Tubuh untuk memberi Asupan makanan
Kruk Kruk Kruk.....
" Cacing Cacing gue Udah Pada Demo deh kayaknya. Cari makan Dulu Ah. "
Nico Langsung Menyambar Kunci mobil dan Ponselnya lalu Segera Keluar Dari Ruangannya.
" Ada Yang Bisa saya Bantu Tuan.?! " Tanya Arya ketika Nico sudah Berada Diluar ruanganya, karena Memang Sejak Kepergian Claudia Dia sudah Tidak berminat Untuk mencari Sekretaris Baru, Jadi mau tidak mau Arya Harus mengemban Dua tugas sekaligus.
" Temanin Gue Makan.! " Nico menepuk Pundak Arya. Arya Tau Jika bosnya Sudah bersikap Seperti Itu, Bosnya ingin Arya Sebagai Teman Saat Ini bukan sebagai Atasan Dan bawahan karena Nico sendiri Yang meminta supaya Bersikap Normal Antara Dirinya Dan bosnya selain Diwaktu Jam kerja.
" Okee.! "
Dua Pria Tampan beda Usia tersebut Melenggang pergi Menuju Basment lalu setiba Di Basment Arya langsung Duduk Dikursi Kemudi, sedang Nico Duduk disebelah Kursi Kemudi.
" Rencana Makan dimana Bos. " Seru Arya Namun Tetap Fokus Menyetir
" Ckk, Udah Gue Bilang kan kita itu Teman sekarang kalau diluar Jam kerja, Tetep Aja Gak Ngerti. " Ujar Nico Dengan Berdecak Sebal pada Asisten pribadi sekaligus sekarang merangkap jadi Temannya.
Arya Terkekeh Melihat Bosnya Yang Menggerutu Tidak jelas Hanya karena saja memang Dirinya masih Sedikit Canggung Jika Harus memanggil Tuan mudanya Itu Dengan Nama saja Tanpa Ada Embel embel Tuan Atau Bos.
" Maaf Tuan, eh Maksudku Nico, Jiwa perbudakan Gue Masih Melekat, Agak Susah Hilang Begitu saja. " Ujarnya dengan Santai.
" Maka Nya, mulai Sekarang Dibiasain Lah, Risih gue dengernya. "
" Iya Iya.! "
" Oiya Ar, menurut Lo Nora itu Kayak gimana?!" Tanya Nico dan Pertanyaannya cukup membuat Kening Arya Berkerut.
" Maksud Kamu.?!" Tanya Arya Sekilas menoleh Kearah Nico lalu kembali fokus menyetir Lagi
" Yaelah masa' Lo nggak ngerti Maksud Gue sih Ar, Menurut Lo Nora Itu Wanita Seperti kayak gimana. ?!"
" Baik.!"
" Terus apa Lagi.?! "
" Emm Cantik Dan Juga Pinter Sih. "
" Terus.?! "
" Tapi Rada Jutek Juga Orangnya, " Ujar Arya Lalu melirik kearah Nico yang sedang Mendengar Jawabanya dengan Antusias. " Ya Sebelas Dua belas Lah sama Anda. " Arya mengulum Tawanya Saat Melihat Nico Melirik sinis
" Sialan Lo, Muji Apa ngejek.?! "
Hahahahaha
Lalu mereka berdua Ketawa bersama.
Tak lama Kemudian Mereka pun sampai Di sebuah Tempat Makan yang mereka Tuju.
" Makan Dimana Kita bos.?! " Tanya Arya sambil memilah milah tempat Makan Yang Tak Jau dari Lokasi kantornya.
Kali Ini Tempat makan yang mereka tuju Bukanlah Sebuah Resort Melainkan Tempat Makan yang Berada Dipinggir Jalan.
" Emm kayaknya Soto Daging Enak kali ya Ar, Setelah Itu Mampir Tempat Jajanan Orang Yang Jual Rujak Enak kali ya.! " Ucap Nico sambil menelan Ludahnya Karena membayangkan Memakan makanan yang Barusan Dia Sebut
Kening Arya Seketika mengkerut, ketika mendengar Ucapan Bosnya itu, lalu munculah spekulasi yang sedikit Membuat Bosnya itu Tercengang Namun sekaligus membuat Bosnya Tersenyum Bahagia.
" Anda Nyidam Bos.?!!" Tanyanya dan membuat Nico terkejut.
" Nyidam.?!" tanya Balik Nico
__ADS_1
" Hehehe Iya Tuan, sepertinya Ada Bau Bau Anda Nyidam, mungkin Siapa tau Saja Nona tiara Kini sedang Hamil Muda. " Ujarya dengan Santai.
" Oh Ya benarkah Itu.?! " Tanya Nico dan Arya pun mengiyakanya.
" Sepertinya seperti itu Tuan.?! "
" Ya Syukurlah Lah Kalau Istri Gue beneran Hamil, itu tandanya Tingkat Kesuburan Gue Tingga dan Pastinya sangat Berkualitas. " Jawab Nico Dengan Bangga
Arya Memutar Matanya Jengah Dan Rasanya ingin Sekali Muntah mendengar Ucapan Tengil dari Bosnya itu.
" Ckk percaya Deh Bos Percaya. " Jawabnya dengan kesal.
" Hahaha, Tentu Kamu Harus percaya Ar, Karena Ulah Gue Yang Terus Menghajar Istri Gue tiap Malam, Akhirnya Jagoan Gue bakal Punya Adik Segera, Hebat Kan Gue. "
" Ya Ya Ya. Udah Sampai Tuan, Yuk Turun"
Lalu Mereka Berdua Masuk Kedalam Tempat makan Yang Cukup Ramai,tempat makan Tersebut Menjual Aneka makanan Berkuah.
" Mas Mas. "
Lalu tak lama Seorang Pelayan Pria tersebut Menghampiri Arya dan Nico yang Sedang Duduk.
" Silahkan Tuan mau pesan Apa.?! "
" Soto Dagingnya Dua Ya sama Minumanya Es Jeruk Dua. " Ucap Arya.
" eh Mas, Punya saya Kasih Porsi Banyak ya Kuah sama Dagingnya Dan Nasinya Jangan Terlalu banyak, terus Es Jeruknya Jangan Terlalu manis ya mas, sama kasih Porsi Yang Gelas Jumbo. " Timpal Nico dan membuat Arya Tersenyum Tipis.
" Mohon Ditunggu Sebentar Ya tuan. "
" Ya. "
Lalu Pelayan Tersebut Mengambilkan Pesanan Mereka berdua.
" Wah Tuan Kayaknya Tebakanku kali ini Tidak Meleset. "
" Ya seperti yang kamu Lihat Tadi, gue kayaknya beneran Nyidam Ar. " Timpal Nico lalu tak lama pesanan mereka Datang.
" Silahkan Tuan Tuan. "
" Oke makasih "Jawab Arya dan Nico bersamaan
Lalu mereka berdua Langsung Menyantap makanan Tersebut, setelah Usai Menyantap Makanan tersebut Mereka membayar dan Langsung pergi Balik Kekantor Tak lupa juga Nico Membeli Rujak seperti Keinginannya Tadi.
" Huweeek Huweeeeek. "
" Mas Kamu kenapa mas.?! " Tanya Tiara Saat menghampiri suaminya yang Kini sedang Memuntahkan Sebuah Cairan Bening sambil memutar Kran Didalam kamar mandi.
Tiara Terus memijat Mijat Tengkuk suaminya.
" Nggak Tau sayang Kayaknya Aku lagi kurang Enak badan. " Ucap Nico Setelah Mengelap Mulutnya dengan Tissu Basah.
" Mama Panggilin Dokter Ya pah."
" Sayang. ------?" Nico Mencekal Lengan istrinya Saat Akan Beranjak Dari sana
" Ya pah kenapa.?! "
" Kamu Terakhir Kapan Datang Bulan.?!"
" Emm kayaknya Udah Telah Dua minggu deh Pah dan seharusnya minggu minggu Ini. "
" Jangan Jangan Kamu Hamil Mah. " Ucapnya dengan Wajah Penuh Bahagia.
" HaH Hamil.?! " Kedua bola mata Tiara membulat Sempurna
" Iya sayang, Besok kita periksa Ya ke dokter. "
Sudah Dipastikan Wajah Kedua Pasutri Tersebut Berbeda Ekspresi.
" Tapi Pah, Anak Kita Masih Terlalu Kecil Masa iya Anak Anak Bakal punya Adek Lagi. " Desah Tiara dengan Tubuh Yang sedikit Lemas Karena syok Jika itu benar Benar Terjadi mengingat Javier Masih Terlalu Kecil dan Cylla juga Butuh Perhatian Lebih
__ADS_1
Nico Mengulas Senyumnya sambil mengusap Pipi Tiara dengan Lembut Sesekali tangannya Juga Mengusap Perut Rata milik tiara.
" Dengar Sayang, Cylla dan Javier Kan Udah Gede Jadi Nggak Apa apa lah Mereka punya Adik Bayi Lagi, Toh Papa pingin punya Anak Yang Lebih Banyak lagi Dari kamu, biar Suasana Rumah Jadi Rame. "
" Iya tapi Kasian Anak Anak Pah, Cylla juga Masih Butuh Perhatian Kita, Sedang Vier Usianya baru masuk Delapan Bulan Pah, masih Terlalu Kecil. " Ucap Tiara
" nggak Apa Apa Sayang, Papa Akan berusaha Menjaga Kamu dan Juga Anak Anak dengan Baik, percayalah sama papa. " Ucap Nico sambil Membenamkan Kepala Tiara Di Dada Bidangnya.
" Yaudah Deh Terserah Papa, mama Ngikut Aja. "
" Istri pintar, makasih Ya sayang Sudah Mau menjadi Ibu Dari Anak Anakku. " Nico terus mengeratkan pelukanya dan menghujani Tiara Dengan Kecupan Kecupan Kecil Dipucuk Kepala Tiara.
---------
" Selamat Bapak Istri Anda Sekarang Positif Hamil dan Usia Kandungannya Sekarang Sudah memasuki Empat Minggu. " Ujar Dokter.
" Benarkah Dok?!" tanya Nico dengan Raut Wajah Bahagianya
" Benar Bapak, tolong Dijaga Ya Istrinya, Karena Saat Hamil Muda Kondisinya sangat Rawan, jadi Benar Benar harus Diperhatikan pola makannya, dan Tidak boleh stres dan melakukan Pekerjaan Yang Berat Berat. "
begitulah Wejangan Dari Dokter.
" Iya Dok Terimakasih Atas Sarannya. "
" Sama sama Pak, saya Buat kan Resep Vitamin Buat Istrinya ya Nanti Segera Ditebus"
" Baik Dok. "
Lalu Setelah Itu Nico dan Tiara Keluar Dari Ruangan Dokter Tersebut.
" Selamat Ya sayang, Akhirnya Kita bakal punya Anak Lagi. " Ucap Nico
" Iya sayang. Yaudah Yuk pulang, kasian Vier kita tinggalin Sama bi Tatik Udah terlalu Lama. " Rengek Tiara.
" Iya Sayang Iya. "
Lalu mereka Pun Berjalan keluar Menyusuri Koridor Rumah Sakit.
Brukk
" Maaf Maaf Saya Tidak Sengaja mas Mbak. " ujar Seorang Wanita yang Tidak sengaja menabrak Nico Dan Tiara yang Berjalan Berlawanan Arah dengan mereka dan terlihat sangat Buru buru.
" Iya Mbak Tidak Apa apa. " Ucap Tiara Tak kalah Lembut Namun Beda Lagi dengan Raut Wajah Nico yang Sudah Tidak Menampilkan wajah Ramahnya.
" Lain Kali Hati hati mbak kalau Jalan, Istri saya sedang Hamil, bagaimana Kalau Terjadi Apa Apa sama Istri saya. -----"
" Sudah Mas Sudah.! "
Wanita terus mengucap Maaf Sambil menundukan kepalanya.
" Maaf Mas Mbak saya benar Benar Tidak sengaja. "
" Iya Mbak nggak Apa Apa, Ucapan Suami saya jangan Diambil Hati. " timpal Tiara
Namun Nico masih Tetap Menunjukan Wajah Tak ramahnya membuat Tiara cepat Cepat membawa Suaminya pergi.
" Kalau Begitu Kami permisi dulu ya mbak, Ayo Pah Kita pulang ---"
" Iya iya Mah. "
Dan Akhirnya Tiara berhasil menarik Suaminya untuk Segera Meninggalkan Tempat Itu.
" Benar Benar Sosok Pria sekaligus Suami Idaman, Yang Aku Cari Aku Jadi Tertantang ingin Mendapatkanya. "
_ Bersambung. _
Notes : Jika Ada Yang Bilang Udah Dong Thor Jangan Dikasih Pelakor Dan Pebinor Mulu pada Rumah tangga mereka kasihan Kalau Dikasih Masalah terus, Author Kasih tau Ya Meskipun Rumah tangga Mereka Sering Ditimpa Masalah Tapi Author Juga Tidak Tega memisahkan Keluarga Kecil mereka Itu semua Karena Sebuah Ujian Di Rumah tangga mereka Berdua Untuk Menguji Kesetian Mereka Masing Masing.
Jadi Tetap Nikmatin Alurnya ya Readers. Author Juga Tidak memaksa Kalian Untuk tetap Terus Membaca Karya Author, Terserah Para Readers Saja bagi yang Masih Ingin tetap melanjutkan membaca Silahkan bagi yang Ingin Berhenti Membaca Juga Silahkan Karena Author Tidak pernah Memaksa Kalian Untuk Tetap Stay Membaca Karya Receh Author Ini.
Terimakasih Yang Tetap Selalu mendukung cerita Ini.
__ADS_1
Happy Reading.