
Setelah Nico Pergi. Rival kembali merenung dan Menatap langit langit dikantornya
tersimpan sebuah penyesalan menyeruak dibatinnya, tapi hanya ini satu satunya cara supaya bisa menyelamatkan perusahaanya dan harkat dan martabat kedua orang tuanya.
selama ini dia cukup besar mengecewakan kedua orang tuanya dia tidak ingin membuat kedua orang tuanya Kecewa dan murka lagi. atas Ulahnya namun dia kembali berfikir Haruskan Tiara Istrinya yang Harus membayar semua Kesalahan fatalnya ini. sungguh benar tidak adil sekali.
Aku benar benar suami kejam, Sungguh aku bukan lelaki yang baik tiara maafkanku tiara lagi lagi kamu harus menjadi korban keegoisanku seorang lelaki bodoh pecundang ini.
" Arghhhh... "
Pranggg...
*******
cahaya mentari sudah berganti dengan Cahaya Rembuland dimalam hari.
Tepat puku 07.00 malam, Rival Baru Tiba dirumah.
Penampilannya sangat Acak acakan dengan rambut sedikit berantakan kemeja yang sudah keluar dan juga Jass yang bertengger di pundaknya.
Tiara yang mendengar ketukan pintu utama dari Luar Langsung bergegas turun dari tangga kamarnya. dan menuju ke pintu untuk membukanya.
Tiara Langsung menyambut Rival dengan mencium punggung tangan Rival. Lalu setelah itu Rival Langsung masuk dan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya tanpa berucap sepatah katapun.
Tiara hanya menghela nafas panjangnya saja melihat Sikap suaminya yang selalu saja dingin seperti ini.
Lalu dia segera pergi kedapur lalu menyalakan kompor untuk membuatkan Rival segelas Susu Coklat.
Setelah itu tiara segera bergegas masuk kedalam kamar.
kreetttt
Tiara membuka pintu kamar dan masuk, Terlihat Rival baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih Handuk melingkar diperutnya, sambil bertelanjang dada menampilkan tubuh Rata Rival dan lengan kekarnya.seketika Tiara Langsung mengalihkan pandanganya.
sungguh pemandangan didepannya membuat kerja jantungnya berdetak lebih cepat.
" Kenapa pakai tutup mata segala.? "
Pertanyaan Rival membuat wajah Tiara bersemu merah karena menahan malu.
" E e enggak apa apa kok mas, " jawab Tiara gugup
" nggak segitunya kale, kayak gak pernah lihat orang telanjang saja. --
Eh kok gitu sih ngomongnya meskipun aku sudah gak virgin kan bukan berarti aku sudah terbiasa lihat pria bertelanjang, keperawananku kan direnggut paksa bukan atas dasar suka sama suka
" Kamu kenapa masih berdiri situ..? " tanya Rival sambil menatap tiara dengan tatapan sinis.
" Eh i i itu mas, mas sudah pakai baju belum.? " tanya Tiara sambil melirik dibalik telapak tangannya yang sedikit menutupi kedua matanya.
Rival memutar bola matanya jengah lalu menghampiri Tiara dan menarik tangan tiara dengan sedikit kasar.
" Lihat pacar telanjang aja biasa kenapa Lihat Suami Lo telanjak kayak Lihat Setan. " Ujar Rival dan berkacak pinggang
" Mantan pacar mas bukan pacar. " saut Tiara tak terima.
__ADS_1
" Terseraaaaaaah,"
Lalu Rival kembali memutar badanya lalu bergegas ke lemari pakaian untuk mengambil baju ganti untuk tidur, namun dengan cepat tiara menghampiri Rival dan menyerahkan satu set Pakaian ganti Rumahan rival.
celana pendek dan sebuah Kaos Oblog warna Maroon kesukaan Rival
" Baju gantinya udah aku siapin mas, Nih. " ujar Tiara sambil menyodorkan pakaian rival.
rivalpun mengambil baju tersebut lalu segera memakainya.
setelah Selesai memakai pakaian Rival berselonjoran ditepi ranjang tidurnya sambil memainkan ponselnya.
" Diminum dulu mas susu cokelatnya, mumpung masih hangat. "
Tiara meletakan segelas susu coklat tadi dinakas samping ranjang Rival.
" Hemm. terimaksih. "
Tiara pun tersenyum Lalu bergegas menaiki tempat tidur namun langkahnya berhenti saat suara Rival menahannya..
" Tunggu..?"
"Ada apa mas.? "tanya tiara
"Aku mau bicara serius sama kamu.! "
kini Rival sudah duduk persis berhadapan dengan tiara.
" Bicara soal Apa mas.? " tanya tiara dengan penuh penasaran.
" Mulai sekarang. -- ?" Rival menjeda ucapannya lalu menatap wajah Tiara dengan sangat gusar.
" Sekarang apa mas.? " selak tiara
" Mulai sekarang Kamu bukan Istriku Lagi, Aku Mau Kita CERAI, dan Aku jatuhkan Talagh untukmu..! "
Jedarrrrrrr......
Sontak membuat Tiara membelalakan kedua matanya, Terlihat Disudut kedua matanya sudah berkaca kaca, Telaga bening itu sudah siaap untuk menumpahkan buliran bening itu. Dan
Tess
Air mata Tiara sudah tidak bisa terbendung Lagi, saat kedua matanya memejam lalu dibukanya kembali untuk menatap wajah sang suami yang dicintainya.
" Kenapa mas..???? "
Hanya itu yang keluar pertama kali di bibir tiara. Rival nampak gusar Lalu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu kembali memasang wajah garangnya kembali
" Apanya..? " tanya rival tanpa bersalah.
" Kenapa mas tega sama aku. "
"Bukannya tadi sudah jelas.? " Selak Rival
" Tapi Kenapa Harus jalan seperti ini mas, Pernikahan kita baru saja berjalan Dua bulan.? " protes Tiara dengan Air mata yang terus mengalir dipipinya
__ADS_1
" Aku nggak peduli, Yang aku pedulikan Hanya Harkat dan martabat kedua orang tuaku Ra. --
" Kamu Tega menjualku untuk melunasi Hutang Hutangmu mas.? " sentak Tiara. dia sudah benar benar tak bisa membendung lagi Emosinya Rasanya sudah sangat kecewa mendengar pernyataan yang menyakitkan ini.
" Kamu dengerin aku ra.?" Rival mencengkram kedua bahu Tiara. " Kedua orang tuaku pasti akan murka ra, kalau Perusahaan yang dia titipkan ke aku jatuh bangkrut begitu saja ra. "
" Tapi kenapa Harus dengan menjualku sebagai penebus hutang hutangmu mas. - sellak Tiara dengan cepat.
"Maafkan Aku ra, Aku tau aku salah, tapi aku gak punya pilihan Lain Ra, aku nggak mau Mama papaku marah besar ra, apalagi mama punya riwayat Penyakit jantung ra, aku takut mamaku nanti Jatuh Koleps Ra.! " Ujar Rival dengan tampang memelas.
Namun tiara Hanya terdiam memikirkan ucapan Rival, Dia Jug memikirkan kesehatan sang mama mertuanya itu yang selama ini sangat baik dengannya, bahkan mau memaafkanya dan memberinya kesempatan untu lebih baik Lagi, Rasanya Tiara tak akan tega membuat wanita paruh baya itu sekarat dan meregang nyawanya mengetahui Ulah anak semata wayangnya tersebut.
" Ra. Tiaara..! " panggil Rival saat melihat wajah Istrinya itu hanya terdiam sambil menatapnya.
" Tiara, Mutiara.. kamu nggak apa apa kan. ?" kamu baik baik aja kan.? " tanya rival sambil mengelus kedua pipi Tiara
pertanyaan macam apa itu, justru keadaanku sedang tidak baik. kenapa masih sempatnya bertanya seperti itu.
Tiara segera menurunkan tangan Rival dari kedua pipinya. dengan bibir bergetar Akhirnya tiara membuka suaranya.
" Ba Baik. kalau itu mau mas, dan Itu keputusan Terbaik Untuk mas dan Juga untuk keluarga mas, Aku akan mengabulkan permintaannmu mas."
"Sungguh Ra.? " tanya Rival yang seketika langsung terganti dengan senyum sumringahnya seakan Lupa kesedihan tadi baru saja menghampirinya namu langsung berubah cepat saat tiara menyanggupi permintaannya.
Bahkan kamu terlihat sangat gembira dan senang sekali mas, atas perceraian kita, Cuma segini sajakah mas rasa cintamu ke aku.
Batin Tiara terus menyeruak melihat sang suami sangat antusias akan Perceraianny.
" Terimakash banyak ra, terimakasih sayang, kamu sudah benar benar menjadi penyelamat hidupku sayang. " Ujar Rival dengan penuh kesenangan Lalu segera memeluk tubuh Tiara yang sedari tadi mematung.
Bruk.
Tiara sudah berada didalam pelukan Rival tanpa membalas pelukan dari Pria yang kini tengah Resmi menjatuhkan talagh padanya..
" Sudah mas sudah.. " Tiara Menepuk nepuk punggung Rival sembari mencari kekuatan untuk dirinya sendiri.
Lalu Rival segera melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Tiara kembali
" Tapi kamu mau kan sayang Menikah dengan Nico..? " Tanya Rival membuat Mata Tiara seakan memanas lagi tanpa dia sadari air matanya sudah jatuh Lagi.
" Iya..!" Lirih Tiara.
" Meskipun Usianya lebih muda darimu Dua tahun, tapi aku yakin sayang dia mampu menbahagianmu. " Ucap Rival dengan semangat
Panggilan sayang itu sudah tidak berarti lagi untukku mas, Jangan terus katakan kata kata manismu itu, karena akan semakin membuatku Kecewa mas
" Iya mas Iya. " Jawab tiara dengan pasrah
" Terimakasih sayang, Secepatnya aku akan mengurus perceraian kita dipengadilan Lalu akan segera menikah dengan Nico. " Ujar Rival tanpa ada rasa bersalah sekalipun malah hanya ada kelegaan dihatinya.
Karena dia tidak jadi kehilangan perusahaannya dan terbebas dari hutang hutang perusahaanya juga terbebas dari Hutaang hutang kalah taruhan Judi, yanh hampir mencapai Ratusan Juta itu.
Semoga Tiara kuat menghadapi ujian hidupnya. semoga dia mendapatkan kebahagian yang kini telah Sirna dan Hancur karena kelakuan suaminya itu.
_ bersambung. _
__ADS_1