Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Tetaplah bersamaku.


__ADS_3

Terlihat Nico sudah berjalan tergopoh gopoh dari arah Luar dan mencari cari keberadaan Ruang istrinya,ketika dia mendapat kabar kalau Istrinya jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, dia langsung membatalkan Pertemuan penting itu dengan client nya.


Namun tak lama kemudian Nico sudah menemukan ruang inap istrinya itu dan langsung menghapiri papa dan maminya beserta Nora aliya yang barusan saja keluar dari ruangan tiara bersama juga Seorang Dokter yang usai saja mengontrol kesehatan Tiara.


" Pah, Gimana keadaan istriku pah,? " lalu Nico mengalihkan pandangannya pada seorang dokter muda ." Dok bagaimana keadaan istriku dok apa dia baik baik saja Dok.? "


Nico nampak frustasi dan cemas, kala belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu.


" Untuk sementara kondisi ibu tiara sudah cukup membaik, cuma saya sarankan untuk tidak membuat beliau terlalu stress dan tertekan, jangan sampai bu tiara banyak fikiran karena itu sama saja mempercepat kerja otaknya terganggu dan bermasalah, Karena Bu Tiara masih dalam perawatan, jadi beliau tidak boleh berfikir berat berat itu menjadi salah satu pemicu Penyakitnya kambuh Lagi. dan bisa lebih parah dari sebelumnya. jadi saya mohon dijaga terus ya pak kesehatan Istrinya, diusia awal kehamilan sangat Rentan dan tetap harus rutin kontrolnya. ----" begitulah beberapa poin penting penjelasan dokter.


" Baik dok, saya akan lebih menjaga Istri saya Dok. -----!"


" Kalau begitu Saya pamit permisi dulu, mohon tetap menjaga ketenangan saat membesuk pasien. --" Ujar Dokter lalu berlalu dan pergi.


" Papa sangat menyayangkan semua hal ini Ko terkait penyakit yang diderita istrimu, jujur papa bingung papa harus merasa bahagia karena akan kehadiran seorang cucu atau sebaliknya, ----" Ujar papa Ardan sambil menepuk bahu putranya tersebut. " Kamu yang sabar Nak.! "


Nico mengelus senyum tipis dan menganggukan kepalanya. " Iya pah. "


" Ya sudah masuklah temui istrimu dia sudah sadar dan sedang menunggumu didalam.! "


" Baik pah....-"


Namun sebelum masuk kedalam tiba tiba Aliya menarik tangan kakaknya untuk sediikit menjauh dari papa dan maminya.


" Ada sih Al.? " tanya Nico


" Kak, kakak sadar nggak sih kalau kakak itu salah. -----" Kini Aliya sudah tidak sabar lagi untuk mencerca kakak laki lakinya itu dengan berbagai macam pertanyaan.


" Kenapa? maksumu apa sih al, kakak nggak paham arah bicamu.! " Nico sedikit tersulut emosi dan menatap adiknya bingung.


" Kenapa kakak masih tetep saja berhubungan dengan Cewek cabe cabean itu kak.? " Sentak aliya


" Maksud kamu apa sih Al, siapa yang kamu maksud.? "


" Claudia...! "


" Iya terus kenapa.!?" pertanyaan nico membuat Aliya semakin kesal dan geram


" Kakak Lupa, kalau karena cewek itu hampir saja Papa terjerat sama hukum kak, karena dituduh melakukan tindak asusila terhadap anak dibawah umur, kakak Lupa kalau cabe gak tau diri itu hampir mengajak papa kita tidur kak..!! " nada Suara Aliya kini sudah naik satu oktav membuat papa mami mereka mengalihkan pandangannya terhadap mereka berdua.


sehingga dengan Reflek Nico membungkam muulut adiknya tersebut.


" Sudah ku bilang, Claudia itu hanya dijebak Aliya, Claudia tidak seperti itu. ---" Ucap nico sangat pelan dan berbisik ditelinga Aliya

__ADS_1


"Tapi kak..-------"


" Nico Aliya ada apa dengan kalian.? " seru papa Ardan yang kini mendekat kearah kedua anaknya yang terlibat perdebatan kecil tersebut. dengan cepat Nico mengubah suasana menjadi tidak canggung dan seolah olah tidak terjadi perdebatan apapun dengan adiknya itu.


" Oh nggak apa apa kok pa, kami hanya membahas masalah sepele saja. iya kan Al.? " Nico merangkul bahu adiknya dan tersenyum sengit untuk membuat adiknya nurut dengan kata katanya.


" I i iya pah. -----" Ucap Aliya sedikit berbohong


" Oh yasudah kalau begitu kirain kalian bertengkar kan tumben tumbenan biasanya kan kalian selaku akur. "


" Nggak kok pah, kami baik baik saja. ---" timpal Nico.


" Yasudah papa sama mami dan juga nora pulang dulu kalau ada apa apa cepat hubungi papah. " seru papa Ardan


"iya pah. "


" Aliya kamu ikut papa pulang atau tidak.? "


" Nggal dulu pah nanti aliya pulangnya naik taksi saja, aliya mau nemenin mbak tiara dulu siapa tau nanti kak nico butuh bantuan. -" ucap Aliya


" Ya sudah kalau begitu papa pulang dulu ."


" Hati hati pah.? " seru Nico dan Aliya bersamaan dan diangguki kepala oleh papa ardan dan langsung pergi bersama istrinya dan juga Nora salah satu anaknya.


" Sayang,gimana keadaan kamu sekarang.? " tanya nico sambil menggenggam erat jemari tiara, posisi nico kini duduk di kursi dipinggir brankar milik istrinya


" Alhamdulilah, sudah mendingan, kamu kenapa pulang.? " tanya tiara dengan suara lirihnya


" Aku khawatir sama kamu sayang, waktu aku dapat telepon daro Aliya kalau kamu masuk kerumah sakit. kamu kenapa.? "


Tiara mengulas senyum dan menyentuh pipi kanan suaminya dengan Lembut.


" Aku nggak apa apa aku baik baik saja mas. "


" Tadi kata Aliya kamu juga mimisan, terus pingsan, sayang please jangan buat aku khawatir dan cemas seperti ini. --------" Ucap Nico dengan rasa penuh khawatir.


" kalau aku punya satu permintaan untukmu apa kamu mau melakukannya untukku.? "


Nico mengangguk mantap dan menatap dalam kedua manik istrinya tersebut.


" Apa sayang katakanlah, aku akan kabulkan asal itu membuatmu senang. " jawab Nico dengan tatapan serius.


" Jauhi Gadis yang bernama Claudia, maukah kau melakukannya untukku.? "

__ADS_1


Pertanyaaan Tiara sontak membuat kedua bola mata Nico Membulat penuh, ada kilatan menyala di sudut Netra hitamnya.


tak terkecuali aliya dia juga terperangah mendengar ucapan Kakak iparnya tersebut. ekspresinya terlihat senang walaupun sedikit kaget mendengar ucapan yang terlontar dari mulut sang kakak iparnya.


tak kunjung mendapat jawaban dari suaminya membuat tiara mengulang pertanyaanya kembali.


"Mas. ----?"


"Hemm! "


" Kenapa diam, ?kamu mau kan. mengabulkan permintaanku itu.? " tanya Tiara dengan tatapan sendunya.


" Maaf aku tidak bisa Ra. ---------"


Dahi Tiara mengeryit mendengar jawaban dari suaminya yang tak membuatnya puas sama sekali begitu Aliya juga menatap heran pada kakaknya yang tidak mau mengabulkan permintaan kakak iparnya padahal itu suatu hal yang mudah baginya


" Kenapa.? " Lirih Tiara


" Aku nggak bisa Ra, aku punya Alasan kenapa tidak bisa mengabulkan permintaanmu yang satu itu. " Terlihat Nico berkata seperti itu dengan wajah Gusar dan tak tenang, seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu.


" Iya tapi Apa Alasannya, begitu sulitkah kamu untuk tidak berhubungan Lagi dengan gadis itu, aku sudah tau semuanya dari Aliya nico.?"


Pertanyaan Tiara menuntut nico benar benar dalam keadaan terdesak, sekilas dia menatap tajam daj dingin kearah adiknya yang kini juga menundukan pandangannya lantaran takut pada amukan kakaknya.


Lalu nico mengalihkan pandangannya kepada istrinya dan menatap dalam dalam wajah polos istrinya tersebut.


" Maaf untuk permintaan yang satu itu aku belum bisa Ra, tapi aku janji dan pastikan kita akan terus hidup bersama selamanya ra. "


mendengar Ucapan suaminya membuat hati Tiara semakin sakit dan semakin menerka nerka maksud dari suaminya yang tidak mau menjahui Claudia yang jelas jelas gadis tidak baik san dibenci oleh keluarganya sendiri namun kenapa suaminya kini bersikukuh untuk mempertahankan untuk tidak mau menjahui gadis itu, ada hubungan apa antara suaminya dan mantan sahabat adik iparnya tersebut.


" Kamu Mencintainya.? "


" Tidak Ra aku hanya Mencintaimu, sampai kapanpun itu." Ucap Nico dengan mantap dan penuh keseriusan


" Lalu.? "


" Tetaplah bersamaku Apapun yang terjadi Ra, aku tidak bisa kehilanganmu. "


Nico langsung merengkuh tubuh tangan Tiara dan digenggamnya erat dan terus mengecup terus menerus punggung istrinya itu.


sedangkan Tiara hanya menatap nanar dan sendu kepada suaminya itu.


.

__ADS_1


_ bersambung _


__ADS_2