Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Modus Apa Pengorbanan?


__ADS_3

" APA BENAR ITU MAS. . . ?!"


Mendapat pertanyaan yang keluar dari Bibir Mantan istrinya itu membuat Nico perlahan menganggukan kepalanya.


Tiara Nampak syok dan Terkejut, selama ini Dia sudah salah menilai Mantan suaminya itu, Meskipun Dia Tau kalau mantan suaminya juga sangat bersalah mengingat Kejadian menjijikan Nico dan Emira Yang dia Lihat mata kepalanya sendiri.


Namun Dia tidak menyangka bahwa Emira mengandung Anak dari pria lain, dan itu berarti Tandanya Mantan suaminya itu Dijebak oleh emira dan membuat Rumah tangganya Hancur, walaupun Jika Emira tidak sedang Hamil pun pernikahannya juga sudah Diambang kehancuran.


Mulut Tiara sedikit menganga Dan syok mendapat Kenyataan yang sebenarnya Entah apa yang Sedang Dia fikirkan saat ini, antara Membenci perbuatan mereka berdua atau Merasa Kasihan kepada Nico mantan suaminya tersebut dan mengecap Perbuatan Emira yang dengan sengaja menjebak Nico sehingga membuat Anak anaknya kehilangan Figur Seorang Ayah dalam Suatu Bahtera keluarga harmonis meskipun Mereka berpisah Namun tetap Nico melakukan Kewajiban dan perannya sebagai seorang Ayah


" Itu yang dari kemarin Aku ingin jelaskan ke kamu Ra. " Ujar Nico sambil menatap dalam Tiara


" Sudahlah mas, yang Lalu biarlah berlalu, semua sudah Terjadi, bagaimanapun Juga seharusnya tetap Bertanggung jawab setelah Apa yang kamu Perbuat dulu sama Emira mas. " Tutur Tiara Dia berusaha menguatkan Hatinya, meski merasa Kecewa dan Marah namun Dia tetap Tidak mau egois dan menyalahkan Emira begitu saja, karena bagaimana pun Nico juga Ikut Andil dalam kesalahannya meskipun waktu itu memang tidak sepenuhnya salah Nico, namun Apapun Alasannya Tiara tetap menganggap Nico harus tetap Mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Emira.


" Ra. aku mau kamu Tetap mau merubah keputusanmu Ra, demi Anak anak Please Kasih aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya Ra. " Nico menggengam tangan Tiara dengan mengiba berharap Wanita ini berbelas kasih padanya. Namun Tiara tetaplah Tiara Dia Tetap Saja mempertahankan keras kepalanya.


" Tolong lepasin Tanganku mas, Kita Sudah bukan Muhrim Lagi. " Tiara menarik tangannya lepas dari genggaman Nico dan beralih Menarik tangan kedua Anaknya untuk pergi meninggalkan Pria tersebut Dengan Tatapan yang penuh mengiba.


Sebelum Pergi menyusup Tiara yang sudah berjalan Duluan, melly Berhenti tak jauh dari Ketiga pria tersebut tepatnya Di depan Nico dan Elang yang tak Jauh Darinya


" Saya tidak Tau disini Saya harus berpihak pada Siapa diantara kaliaj berdua, yang Jelas Saya Sebagai sahabatnya tiara hanya ingin melihatnya bahagia saja, entah Itu bersama siapa, Apapun keputusan tiara, saya akan tetap mendukungnya, semoga Diantara Kalian Ada yang benar benar Bisa mengambil Hati tiara kembali tanpa harus menyakitinya lagi, Permisi saya pergi Dulu. " setelah itu Melly pergi menyusul tiara,meninggalkan Ketiga pria itu mematung disana dengan segala pemikirannya.


.


.


.


.


.


.


Tiara terperangah Saat mendapati punggung Tegap milik Pria yang Tidak Asing baginya siapa lagi kalau bukan Mantan Suaminya. papanya Anak Anak. Diambang Pintu Rumahnya sesaat setelah Dia membuka pintu Rumah tersebut


Pria itupun membalikan Tubuhnya dan Beralih Menatap Wanita yang kini menatapnya dengan Malas, Dia mengulas Senyum manisnya Dan menyapa Wanita yang menjadi mantan istrinya tersebut.


" Assalamualaikum Mamanya Anak Anak. " Ujarnya penuh dengan senyum menggoda


" Walaikumsalam. " Jawab Tiara dengan ketus dan memutar bola matanya jengah.


Lalu


Nico menahan Daun Pintu Itu, ketika Tiara Akan Menutup kembali pintu tersebut. membuat Tiara berdecak kesal dan memberungut sebal.


" Mau Apa lagi sih mas, saya lagi tidak ingin menerima tamu. " Ketus Tiara dengan Suara penuh penekanan.


" Kalau Ada orang Yang sedang Bertamu yang Sopan sedikitlah mamanya Anak Anak, Apa lagi yang Bertamu papa gantengnya Anak anak, Duplikatnya Vier. " Ujar Nico dengan santai dan penuh percaya Diri. membuat Tiara semakin Kesal menghadapi Sikap mantan suaminya itu


Tiara Menatap Sinis Pada Pria didepannya itu sambil bersidekap Tangan diatas Dada.


" Nggak Usah Ngaco deh kamu mas, Dasar Modus. " Tutur Tiara dengan Bibir mencebik.


" Aku Bicara kenyataan Mamanya anak anak, Vier Itu Mewarisi sebagian Dari ketampananku, lihatlah wajahnya Sungguh Rupawan, dan Aku Jamin Kamu pasti sering melihati wajah Vier saat tidur ketika Sedang Rindu padaku Bukan.? " Bibir Nico terangkat keatas saat mendapati Wajah Tiara yang berubah Merah merona karena menahan Malu.


Memang Tidak Bisa Dipungkiri Kalau tiara memang sering sekali Melihat Wajah putranya yang Tampan Itu ketika lagi Tidur, Dia bahkan Sering menciumi Javier Sampai sampai Javier pun Kadang menggeliat dan Kesal Karena sang mama Terus Mengganggunya ketika tidur, lalu apa Ini kenapa dengan Pedenya mantan suaminya Itu Bisa Membaca Pikiran dan Isihatinya, seperti seorang Paranormal saja, sungguh menyebalkan Sekali pikir Tiara.

__ADS_1


" Nggak usah Ngelantur Deh kamu mas, Pasti tadi Kamu baru bangun Tidur Kan, pantes saja Bawaanya Ngaco terus, udah sana Saya mau istirahat. " Ketus Tiara


Tiba Terdengar Suara petir Menggelegar dan Hujan Pun turun dengan Lebatnya.


" Hujan Ra. " seru Nico dengan Wajah memelas.


" Ya aku tau.! " saut Tiara


" Boleh ya aku masuk kedalam, disini Dingin Ra. " Nico mengusap tubuhnya yang terbalut Dengan Kaos yang Lapisi Dengan Jaket Hodie miliknya. dan merasa kedinginan ketika tubuhnya Terkena percikan Air Hujan, karena masih Tetap berdiri Diluar karena memang Rumah tiara sangatlah sederhana dam minimalis tanpa ada pagarnya Hingga Terasnya pun bisa Terkena Rintikan Air Hujan tersebut.


" Nggak Bisa Mas, Lebih kamu pulang saja, aku akan ambilkan payung sebentar,tunggu Disini. " Saat Tiara Akan masuk kedalam tiba tiba Nico menarik tangannya hingga masuk kedalam pelukannya, sontak membuat Tiara marah dan Mendorong Tubuh Nico kebelakang dan keluar dari Teras rumah.


" Jangan Kurang Ajar Kamu Mas.! " Sentak Tiara sambil menatap Nico yang tengah Kedinginan Menahan Air Hujan yang Menyerap Di tubuh kekarnya itu.


Terlihat Nico beberapa kali Mengusap Wajahnya Dibalik guyuran Air Hujan.


" Ra, Dingin Ra. " Keluh Nico, badanya pun sudah Setengah menggigil karena guyuran Air hujan Yang begitu deras Giginya pun Sudah Bergemelutuk karena menahan Dingin


Namun Tiara tetap mengacuhkannya dan Bersikap tidak peduli meskipun Dalak hatinya pun tidak tega melihat Pria yang kini Didepannya sedang kehujanan. Namun tiara tetap Keras kepala dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Dia langsung pergi dan masuk kedalam Rumahnya dan menutup pintu rumahnya.


Tiara memegang Dadanya yang Terasa sesak, saat melihat Nico Masih Tetap Berdiri didepan Rumahnya dalam keadaan hujan Lebat Di sertai Angin Kencang.


Tiara menyibakan Tirai Jendelanya dan Melihat Nico yang masih tetap berdiri disana sambil menahan Hawa dingin Air Hujan yang Mengguyur Tubuhnya sambil terus menatap Pintu Rumah tiara dengan tatapan penuh Mengiba.


" Maafkan Aku mas Maafkan Aku. " Batin Tiara tanpa Dia sadari Buliran bening Disudut Matanya sudah meleleh.


Tanpa sengaja Nico melihat Tiara yang Sedang Bersembunyi dibalik Tirai jendela yang Sedikit Membuka, saat pandangan mereka bertemu Tiara langsung dengan Cepat menutup tirai jendelanyaa kembali


" Aku Akan tetap Menunggumu Disini Ra, sampai kamu bersedia membukakan pintu untukku. "


.


.


.


Petang pun Sudah Tiba Diiringi dengan Hujan Lebat tadi yang Sudah Mereda, Tidak terasa Ternyata Hujan Lebat Tersebut memakan Waktu yang Cukup Lama, Kurlebnya sekitar 4-5 Jam yang Lalu.


Tiara menggeliat ,Dia ternyata ketiduran. terlihat Kini Cylla dan Javier Sudah Duduk disofa sambil menatap Sang mama yang ketiduran Di Atas sofa panjang


"Cylla, Javier. emm maaf ya mama tadi ketiduran. " Ucap Tiara sambil menegakan tubuhnya untuk duduk


Namun kedua Anaknya pun Masih terdiam dan merespon Ucapnya. namun terus menatap Sang mama, dengan Tatapan Memberung kesal. dan wajah ditekuk


" Lhoh kalian kenapa Nak, kok Cemberut Gitu sih. " Tiara Menjawil pipi kedua Anaknya bergantian dengan gemas. " Kenapa Hm.? " Lanjut Tiara Lagi.


" Mama nggak kasian ya sama papa.? " Tanya Cylla dengan Wajah sedihnya membuat kening Tiara mengkerut. Ternyata Dia Lupa jika Tadi Ada Manusia yang kehujanan didepan Rumahnya


" Papa? Papa siapa Nak.?! " astaga Mungkin sangking Indahnya mimpi ketika tidur membuat tiara mendadak Lupa seketika.


Javier Menunjuk kearah Luar Jendela Rumahnya yang dengan Dagunya.jendela tersebut Sudah terbuka.


membuat Tiara menepuk Jidatnya pelan. kenapa dia bisa melupakan Jika ada makhluk hidup didepan Rumahnya.


" Ya, Allah Nak mama Lupa. " Tiara langsung berdiri dari tempat Duduknya dan langsung membuka pintu Rumahnya lalu keluar menghampiri seorang Pria yang Sudah Basah kuyup dan meringkuk disebuah Single kursi milik Tiara yang Berada Di depan Teras rumahnya.


Javier Dan Cylla pun mengekori mamanya yang Menghampiri Papanya dengan posisi meringkuk.

__ADS_1


" Ya Allah mas nico. " dengan Refleks tiara langsung memegang Kening Nico, sedang Nico memejamkan kedua matanya sambil menggigil dan Bibirnya pun sudah nampak pucat.


" Ma, Kasian Papa ma, ayo kita bawa masuk kedalam Rumah. " Cicit Cylla.


" Ya Allah panas Sekali badanya, Pasti Dia demam. " Gumam Tiara sambil setelah menempelkan telapak tangannya ke Kening Nico


" Ayo mah, kasihan papa kedingingan " Timpal Javier setengah merengek


" I iya sayang ayo bantu mama. " ujar Tiara


" Mas Ayo Bangun, Ayo kitw masuk kedalam Dulu, aku bantu Kamu jalan ya. " Tiara mencoba menarik tangan Nico pelan pelan dan Dia sampirkan ke pundaknya untuk memapah Nico, sedangkan Nico hanya bergumam tak jelas.


saat Tiara Memapahnya untuk berjalan, sekilas Dia melirik Kedua anaknya kebelakang sambil mengerlingkan matanya, tangan Kananya Mengangkat Jempol Nya pada Cylla dan Javier yang sedang Tertawa kecil Saat melihat mama mereka memapah Papanya berjalan kedalam Rumah.


" Yes. Kita berhasil Kak. " Seru Javier saat kedua papa mamanya sudah masuk kedalam Rumah.


" Tos Dulu dong. " timpal Cylla diiringi Kekekannya.


" Toss. "


" Ssttt Jangan keras keras nanti mama Denger. kasian papa tauk nanti bisa Dimarahin Abis abisan kalau Papa cuma modus Saja. " Ujar Cylla memperingati Adiknya untuk memelankan suaranya


" Iya iya Kak.! "


" Yasudah yuk kita masuk kedalam entar mama Curiga Lagi. " Ajak Sang kakak.


" Oke deh. "


Dan Mereka berdua pun Berjalan menyusul mama papa mereka masuk kedalam Rumahnya lalu menutup kembali pintu tersebut


Ya Ternyata semua ini tidak lepas Dari Rencana Kedua anaknya, Tiara Tidak tau kalau ternyata Kedua Anaknya sedang memergokinya sedang Berdebat dengan Nico dan Mengusir Nico ditengah Derasnya Hujan


Berkat Kecerdasan Javier, dia berinisiatif Menolong papanya dari Terjangan Hujan Lebat Tersebut, Javier menghampiri sang Papa lewat pintu belakang Rumah yang Tembus Kedepan Rumahnya dengan Langkah mengendap endap javier dengan segala inisiatifnya membawa Nico masuk kedalam kamarnya lewat pintu belakang, sedangkan sang kakak berjaga jaga menemani Mamanya yang tengah ketiduran disofa.


Apalagi Cuacana Dingin Tambah Anteng deh sang mama saat Cylla mengelus ngelus kening sang mama supaya pulas dengan tidurnya, benar benar Bayi besar pikir Nico yang sempat Melihati Wajah Tenang tiara yang begitu pulas.


Setelah Hujan mulai Reda, Mereka bertiga melanjutkan Aksinya, hingga Bisa Berhasil Seperti yang baru saja terjadi.


Hahaha benar benar Modus Dibalik Pengorbanan Pikir Nico dengan bahagia penuh kemenangan.


.


.


_Bersambung. _


Maaf Ya Updatenya Lama, karena Kemarin sibuk sama kerjaan. dan Aku sempetin Up Malam, malam.


Semoga Suka ya.


Setelah Novel ini Tamat jangan lupa mampir kekarya ku yang Lain Ya.


.


.


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2