Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Bocah presdir yang Tampan


__ADS_3

Mobil Melly sudah tepat digedung kantor Milik Nico.


Tiara masih saja melamun mengingat kejdian barusan dikantor milik mantan suaminya dan bertatap langsung dengan mantan suami dan juga kekasihnya itu. dadanya seakan diremas dengan hebat sungguh menyakitkan sekali.


seperti tiga tahun Lalu saat Dia sudah menyerahkan Hatinya dan kehormatannya direnggut paksa lalu dibuang begitu. hanya saja sedikit berbeda dengan cerita saat bersama Rival mantan suaminya.


Dia segera menepis bayangan wajah mantan suaminya itu, dia sadar dia harus segera bangkit dari keterpurukannya dan menunjukan pada semua orang terutama Rival supaya tak menganggapnya remeh, walaupun sebenarnya pengorbannanya kali ini untuk menikahi rekan bisnis Rival hanya untuk menyelamatkan perusahaan rival dan juga karena tak ingin membuat mantan mama mertuanya jatuh sakit karena mendapat kabar buruk dari anak semata wayangnya.


Biarlah ketulusannya dianggap rendahan dan tak berharga Rival dan mama mertuanya. yang terpenting dia ikhlas menjalani takdirnya kali ini.


Dia berfikir apabila kamu sedang menolong seseorang jangan pernah berfikir untuk meminta imbalan pada orang yang telah kau tolong, bisa jadi suatu hari kamu akan diberikan pertolongan oleh orang lain dikala kau sedang kesulitan. karena itu cara sang pencipta membalas kebaikanmu dengan tulus karena telah membantu seseorang yang jauh lebih membutuhkan.


" Gimana ra kamu siap.? " tanya melly menyadarkan tiara dari lamunannya.


Tiara mulai mengatur nafasnya supaya kerja jantungnya menjadi normal.


" Oke Mel aku siap.!! "


" Semangat Ra. "


Melly memberi semangat pada sahabat karibnnya itu.


Lalu setelah berhasil memarkirkan mobilnya ditempat parkir, tiara dan Melly berjalan kearah mbak mbak resepsionis.


" Maaf nona nona, mau cari siapa dan ada kepentingan apa...? " Tanya resepsionis


" Saya mau ketemu dengan bapak Arya mbak." ujar tiara


" Maaf apa sebelumnya sudah membuat janji.? tanya resepsionis


" Sudah mbk, saya disuruh datang kesini untuk melaksanakan Sesi wawancara interviuw mbk. "


" Ohh. mbk yang namanya mbk tiara ya. ?" celetuk Resepsionis karena sebelumnya Arya sudah memberi pesan bahwa akan ada gadis cantik bernama tiara untuk test wawancara


" Iya mbak..!! " jawab tiara


" Mari mbak saya antar ke ruangan pak Arya. "


Lalu Resepsionis mengantarkan Tiara dan melly ke ruangan Arya terlebih dulu, dan masuk kedalam Lift menekan Tombol angka LT 10 dimana Ruangan Arya berada.


Ting


Hanya 5 menit kini tiara dan melly beserta resepsionis itu sampai di ruangan Arya.


" Silahkan masuk mbak, pak arya sudah menunggu didalam..! "


Tiara mengangguk. " Terimaksih mbak. "


" Kalau begitu saya permisi dulu mbak. "


" Iya...! " saut tiara dan melly bersamaan.


Lalu resepsionis itu segera kembali ke tempat semulanya.


Tiara dan melly saling melempar tatapan seoalah ragu untuk mengetuk pintu ruangan Arya.


" kamu duluan Ra. "


" Takut mell, kamu aja ih yang ketok pintunya.!"


" kan yang mau kerja disini kamu ra kenapa mesti aku yang ketok pintunya sih. " Ujar Melly.


" Udahlah mell, aku gugup ini. "


" Yaelah ra, baru masuk keruangan Asisten pribadinya saja kamu gugupnya setengah mati seperti masuk kandang gorilla apa lagi masuk kekandan Macannya Langsung. " Decak kesal melly.


" cepetan Mell. " serru Tiara sambil tangan sedikit gemetar.


saat akan mengetuk pintu ruangan Arya tiba tiba Tangan Melly tak sengaja mengetuk seperti benda empuk tapi sedikit agak kaku. dia tidak sadar kalau yang dia ketuk bukan pintu ruangan Arya namun Jidat Arya yang barusan membuka pintu ruangan akan keluar.


Tung..


Melly yang masih menatap tiara yang tak menyadari sudah ada pria tampan yang dia kagumi diam diam sebelumnya tengah berdiri menatap Melly yang tak kunjung menoleh kearah dirinya.


" Apaan sih.? " tanya melly


" Itu tuhh..! " ujar tiara pelan sambil menggerakan ekor matanya kearah Arya


Lalu


blass seketika wajah Melly memerah dan menahan Malu beringsut lemas dan menatap tiara lagi.


" Kenapa tidak bilang dari tadi sih ra kalau gorillanya sudah muncul. " bisik Melly ke telinga tiara.


" Siapa kamu..? " tanya Arya tak Ramah.


" Emm i itu maaf tuan, dia temen saya. " jawab Tiara dengan ragu.


Namun tanpa Tiara sangka dengan cepatnya melly menjulurkan tanganya kearah Arya dan memperkenalkan namanya, namun Tak mendapat tanggapan dari Arya.


" Perkenalkan saya melly temannya tiara tuan" ujar Melly dengan senyum termanisnya tiara mencubit lengan melly untuk menjaga sikap namun melly tetap tak menggubrisnya.


" Apa'an sih ra. " cetus Melly


" Jaga sikapmu mell.!" ujar Tiara


Arya melengos saat mendapat uluran dari tangan Melly membuat tangan melly yang menggantung diudara tadi ditariknya kembali.


" Ehhemm, mari saya antar ke ruangan Presdir nona tiara.!! " serru Arya tanpa menoleh kearah melly yang tampak sedikit kesal


" Iya Tuan..! " jawab tiara

__ADS_1


" Panggil saya Arya saja nona, "


" Baik Arya. !"


Arya melirik kearah melly. " dan kamu yang tidak ada kepentingan sama sekali, tolong bisa tunggu nona Tiara diruang bagian tunggu. " Ujar Arya dengan dingin


Lalu melangkah pergi ke arah Lift dan masuk kedalam diikuti langkah tiara yang mengekorinya untuk pergi keruang utama Presdir.


Huh sombong sekali sih tuh orang.


Melly pun Akhrirnya beringsut turun untuk menunggu Tiara diruang Tunggu para tamu.


------------


Ting


Lift sudah berhenti di Lt 15. dimana ruangan Presdir utama berada.


terdapat sebuah papan yang terpampang dengan bertuliskan Ruang Presdir.


Arya segera keluar dari lift dan diikuti oleh langkah tiara dibelakangya.


Terdapat beberapa pasang mata yang melihati mereka berjalan, sesekali Arya membalas tatapan para petinggi perusahaan itu dengan menganggukan kepala dan tersenyum ramah.


Sudah dipasttikan Bahwa seorang


Nico cornelius bukan seorang pemuda sembarangan melihat Lantai yang menjadi ruangan Nico adalah beberapa ruangan para bos beesar.


" Silahkan masuk nyonya, tuan muda sudah menunggu anda didalam. " Ujar Arya sembari membuka gangga pintu ruangan Nico.


" Sa saya sendiri yang masuk.? " tanya tiara dengan polos.


Arya tersenyum kecil. " Iya nona. "


" Lalu Anda..? "


pertanyaan tiara membuat Arya menahan tawanya betapa polosnya Tiara bahkan Meskipun Wajahnya lebih muda dari umurnya namun dia kan sudah bukan remaja lagi kenapa pula harus gugup seperti itu.


" Saya akan menunggu Anda diluar Nona. "


" Oh..! " Tiara hanya berohria membuat Arya Heran


" Silahkan masuk nona....." Ujar Arya sekali lagi


" Baik..! "


Lalu Tiara segera masuk kedalam pria yang menjabat sebagai presdir itu dengan langkah hati hati. Arya sudah menutup pintu ruangan nico kembali dan kembali keruangannya.


Tiara berjalan pelan kearah Pria yang tengah memunggunginya dibalik kursi putar kebesarannya itu. Tiara meremas ujung Kemeja nya dan menggigit kecli bibir bawahnya.


" Se selamat pa pagi Tuan..." Cicit Tiara pelan.


Lalu dengan cepat Nico memutar Kursi putarnya tersebut menghadap wanita cantik yang kini tengah berdiri tepat dihadapanya.


-*Cantik sekali dia, seorang wanita dewasa yang sangat anggun.


-ehh apa apaan sih nih bocag kok gak sopan banget ngliatin aku seperti itu. huh dasar bocah mesum*


batin mereka saling menyeruak saat pandangan mereka bertemu dan saling bertatap muka.


Tiara menjadi salah tingkah jantungnya seakan mau copot melihat ketampanan pria yang masih dianggapnya bocah karena perbedaan umur mereka yang terpaut dua tahun Lebih muda dari tiara.


sedang Nico kini tak henti hentinya menatap Tiara dengan tatapan kagum. namun segera dia menepis lamunannya itu lalu dengan tenang mencoba menetralkan kembali suasananya. dan kembali memasang wajah angkuh dan sombongnya.


" Ehhem, mau sampai kapan kamu berdiri disitu..?" Ujar Nico dengan nada dinginya.


" Ma maaf..!"


" Kenapa, kamu terpesona sama ketampananku, Apa baru kali ini melihat Pria ganteng Sepertiku.? " tanya Nico dengan Angkuh dan Nylenehnya itu


sombong sekali sih nih bocah, memang sih dia ganteng tapi gak seharusnya kali banggain diri sendiri dasar bocah congkak.


" Duduk..! " Serru Nico


Lalu Tiara melangkah maju sedikit dan mendudukan pantatnya dikursi depan Meja nico.


" Kata Arya kamu menyuruhku datang kesini untuk, --


" Kamu tau kenapa aku suruh arya untuk panggil kamu datang ke kantorku.? " potong Nico dengan cepat


" Untuk bekerja kan.? " tanya Tiara dengan polos


Nico menggelengkan kepala lalu tiara mengeryitkan dahinya saat mendengar ucapan Nico.


" Iya bekerja tapi bukan disini. ---"


" Lalu..? "--


" Bekerja dirumah melayaniku sebagai seorang Istri..! " ucap Nico


"Hah. " Tiara tersungut kesal.


" Besok aku akan Datang kerumahmu untuk meminta Ijin pada tantemu untuk melamarmu..!! "


" Ini nggak Lucu nico, aku baru saja resmi bercerai kemarin, apa kata orang. --?


" saya nggak peduli, itu sudah jadi keputusanku...! " potong Rival dengan cepat


" Tapi kemarin kau bilang Lusa depan kenapa jadi lusa depan sih..! " Ketus tiara


" Siapa yang bilang..? "

__ADS_1


" Kamu..! "


" Enggak aku bilangnya cuma Lusa, --


" Tapi kemarin bilangnya Lusa depan Ko.. !!"


" Sudahlah Aku sudah Lupa, yang jelas aku akan melamarmu lusa besok bukan Lusa depan dan depannya Lagi, Paham.! " Ujar Nico tak terbantahkan lagi.


Huh daasar benar benar bocah pemaksa sekali sih.


" Kenapa diam saja.? " tanya nico


" Lah terus..----"


" Ya sudah kamu sekarang bisa pergi dan keluar dari ruanganku.! " jawab Nico dengan nada santainya


" Hahh. "


bibir Tiara menganga dan matanya melongo mendengar jawaban dari nico


" Kamu nyuruh aku datang kesini cuma mau bahas masalah yang gak penting ini. " sentak Tiara dengan kesal.


Bibir Nico menyeringai diiringi oleh Ulasan senyim kecil...


" Cepat keluar dari ruanganku dan langsung segera pulang, untuk memberitahukan pada tantemu bahwa besok aku akan datang kerumah untuk melamarmu..! "


Uh dasar cowok tengil menyebalkan sekali sih dia.


Tiara memandang Nico dengan sinis lalu menghentakan kakinya kelantai dan memutar tubunnya untuk segera keluar dari ruangan yang membuatnya kesal seperti ini.


Sedang tanpa dia sadari ternyata Kakinya terpelesat saat sepatunya terpelincir saat tadi menghentakan kakinya dilantai.


sehingga tubunya menjadi tidak seimbang dan hampir saja terjatuh kalau tidak ada tangan kekar merengkuh pinggang rampingnya dari belakang.


" Eh Eh Ehh... ---


Tubuh Nico seketika reflek Berdiri dan merengkuh pinggang Tiara supaya tubuhnya tak jatuh kelantai dan terjerembab dimeja.


pandangan mata mereka bertemu saat kedua wajah mereka sama sama dekat.


Tiara bisa merasakan Derru Nafas Pria tersebut diwajahnya dan tercium aroma mint khas bau seorang lelaki.


Duh jantungku kenapa jadi bisa meloncat loncat seperti ini ya, bisa copot beneran nih jantung kalau ni bocah natapnya kayak gini


Batin tiara terus menyeruak saat Nico dengan Lembut dan menatap manik mata Tiara dengan Lekat lekat. tiara bisa mendengar detak jantung Pria yang tengah merengkuh pinggangya itu walaupun terdengar samar samar.


Wajah nya mengingatkanku pada sosok wanita yang aku cari selama ini, kakak apakah ini kakak, kakak teman sepermainanku waktu kecil


batin Nico pun tak kalah menyeruak saat menatap manik mati wanita cantik didepannya. Menatap tiara mengingatkannya pada sosok masalalunya.


Duh Tampan sekali sih nih bocah...


Dugh


" Auhkkh. " pekik Tiara saat Nico menyentil pangkal hidung yang tarlalu mancung namun terlihat pas itu. hahahaha...


" Jangan mikir aneh, buang pikiran kotormu itu..! " celetuk nico namun tak melepas rengkuhannya.


" Ngaco kamu itu..! " Dengus Tiara. " Lepasssss ih. "


Seketika langsung Nico melepaskan rengkuhannya seketika itu juga Tubuh Tiara akan tersungkur karena tak siap dan tak seimbang lalu dengan sigap Nico menarik kembali tubuh tiara kedalam dada bidangnya membuat Wajah mereka sangat dekat bahkan sekali tarikan bibir mereka saling tak sengaja bersentuhan.


dan


Cup


Bibir Nico dan Tiara sudah menempel sontak memmbuat kedua mata mereka terbelalak.


hening


hening


hening


Lalu Nico segera melepaskan Pelukannya dan akhirnya bibir mereka yang semula saling tempel pun langsung terlepas.


" Makannya jangan Sokk. -- Decak Nico dengan Menahan Rasa malunya


" Ihh kamu yang salah kok malah nyalahin aku sih, kamu tuh yang curi curi kesempatan. --


" Jangan Asal kalau ngomong.! " Nico kembali menyentil hidung Tiara membuat wanita itu semakin kesal.


" Udah ah, aku mau pulang, bisa mati sia sia aku diruangan yang penuh hawa panas ini. " sentak tiara dengan kesal lalu segera pergi melangkahkan kakinya keluar dari ruangan nico


Brakk..


Tiara menutup pintu ruangan Nico dengan sedikit keras membuat Nico menyeringai.


*Benar benar sangat menantang, aku harus bisa memilikinya secepatnya..


Arghh ada apa denganku, kenapa aku jadi Gila seperti ini kalau berada didekat gadis itu*


batin Nico terus bergejolak, dia merasa seakan perang dalan batinya antara mengakui perasaannya terhadap tiara atau mengelak perasaannya yang sudah bertahta dihatinya.


semoga Nico bisa menjadi pria yang tepat untuk Tiara dan segera menyadari perasaannya.


__ bersambung. __


**Hai aku udah update malem malem dan ini part ke Dua ku ya, aku sengaja panjangin disetiap episodenya. supaya pembaca setiaku puas bacaya...


jangan Lupa kasih like dan komen juga vote nya jika kalian Suka.

__ADS_1


\= terimakasih**. \=


__ADS_2