
Ketukan Palu begitu menggema Ditelinga Kedua Insan Yang Masih Saling mencintai satu sama Lain itu.
Ya setelah Sebulan Kepergian Baby Twins mereka.Akhirnya mereka Berdua Jalan Perceraian Untuk Mengakhiri Hubungan Rumah tangganya.
Sebenarnya Sebulan Sebelum Sidang Perceraian Dimulia Nico berulang kali menolak Mentah Mentah permintaan Istrinya itu untuk meminta cerai darinya.
Bahkan Nico bersedia Beberapa kali mendapatkan amukan Tiara Yang Selalu marah marah memaki maki dirinya menghujat Dirinya dan Menyalahkan Dirinya atas kepergian kedua bayi kembar Mereka.bahkan Tiara Juga mengancam Akan Berbuat nekat untuk bunuh diri Jika Nico tidak Mengabulkan Permintaannya.Hal itu Membuat Nico Tidak bisa Berbuat Apa apa dan meneruti kemauan Tiara, dia tidak ingin kehilangan Tiara untuk selama lamanya hanya karena keegoisannya. bagi Nico melepas tiaara saat ini bukan untuk melepaskannya selama lamanya. Dia Akan tetap terus berjuang Mendapat kan Hati tiara kembali. dan Dia berharap Suatu saat Tuhan Akan mempersatukanya dengan Cara yang Tepat. bukankah Jika ingin meraih dan.mengetuk dan Meraih Hati seseorang yang kita cintai, kita harus meminta pada sang penciptanya. entah kenapa saat ini Nico bisa berfikiran seperti itu. Baginya saat Ini Akan Merubah dirinya untuk lebih dan memantaskan dirinya menggapai Kebahagiannya yang Haqiqi kekal didalamnya.
" Kamu tau mas, seharusnya waktu itu kamu tidak usah Kembali di kehidupanku dan Juga Anak Anak, gara gara kamu aku kehilangan Bayi kembarku. "
" Sekarang kamu puas kan sudah membuat Hidupku Hancur sehancur hancurnya. "
" Mungkin Tuhan Marah sama kita mas, Pernikahan Kita dulu Juga dilakukan terpaksa, bukankah Jika kita mendapatkannya Dengan cara yang tidak baik pasti Suatu saat Akan menjadi sebuah bumerang Didalam pernikahan kita. "
" Aku capek lelah dengan semuanya ini, berkali kali kamu menggoreskan luka yang Amat dalam dihati Aku mas, Tak tau kah kamu mas, aku sakit jika harus kau perlakukan seperti ini. "
" Mungkin Jalan satu satunya Untuk kita berdua Adalah Berpisah mas, Nikahi wanita itu, kamu harus tanggung jawab pada bayi yang Dia kandung, Kamu jangan khawatir Aku Akan menjaga Anak Anak dengan baik , aku juga tidak Akan melarangmu untuk menemui anak anak."
" Aku mohon mas, Aku berhak bahagia dan begitupun kamu sebaliknya juga mendapatkan kebahagian mas."
Begitulah serentetan Ucapan Tiara Yang Kini sudah Menyandang Resmi sebagai mantan Istrinya beberapa menit yang lain, ucapan itu maasih terngiang ngiang Dikepala Nico.
Dadanya merasa sakit Saat Menerima kenyataan Pahit ini.
Ya wanita yang masih sangat bertahta dihatinya itu memilih Jalan Perceraian dan Memilih untuk pergi Dari Kehidupannya.
Nico Juga menyerahkan Hak Asuh sepenuhnya Anak Anak pada Tiara. Namun meski begitu Dia Tetap Akan bertanggung Jawab dan membiayai kedua Anaknya. Cylla juga Lebih memilih Ikut Dengan Tiara dari pada ikut Papa Ardan maupun Nico.sedangkan Javier Sudah pasti Hak asuhnya Jatuh ke tangan Tiara karna masih terlalu kecil dan butuh sosok Figur seorang Ibu.
" Aku boleh memelukmu untuk yang terakhir kalinya.?! " Seru Nico Setelah Sidang Perceraian mereka telah Usai.
Tiara masih tetap tidak bergeming dan tidak ingin. menatap Wajah sendu milik pria yang masih sangat Dicintainya ini pria yang sudah berubah statusnya menjadi Mantan Suami. Untuk kedua kalinya Dia gagal Dalam mempertahankan Rumah tangganya..Miris sekali hidupnya...
Tanpa menunggu persetujuan Tiara Nico langsung Menarik tubuh mantan istri yang masih dicintainya itu masuk kedalam pelukannya. sedangkan Tiara sudah Kembali meloloskan Airmatanya tanpa mau Membalas pelukan Dari Nico.dia masih terlalu syock mendapati kenyataan pahit ini.
__ADS_1
Disana Sudah Ada beberapa pasang mata, yang menjadi Saksi bisu perpisahaan mereka.Nico kembali Melepaskan pelukannya lalu kembali menatap Wajah Ayu mantan istri yang masih menjadi Pemilik hatinya itu. tatapannya begitu dalam seakan tidak mau Melepasnya.
" Semoga Bahagia. " Ujar Nico menahan Sakit yang Ada didadanya.
Tiara mengulas Senyum paksanya. Sebisa mungkin Untuk tetap Tegar.
" Bulan Depan Aku Akan menikahi Emira. "
Seketika Air mata Tiara langsung Jatuh Saat kedua matanya terpejam sejenak. entah kenapa Hatinya begitu sakit mendengar Nico pria yang kini Baru saja Menjadi mantan suaminya itu Akan menikahi wanita lain.
" Sesuai Permintaanmu, aku Akan Menikahinya, Aku harap kamu Juga Akan Bahagia Ra setelah perpisahan Ini. " Sakit mereka berdua sama sama sakit, menerima kenyataan Ini. Ya memang Awal pertemuan mereka Juga karena kebetulan dan Akhirnya Terlibat Sebuah pernikahan paksa. mereka Ingat betul bahwa pernikahan Mereka Awalnya didasari karena Untuk keuntungan Kedua buah pihak. masing masing.
Tiara yang Rela sebagai Penebus Hutang Mantan suaminya
sedang Nico menikahi Tiara karena ingin Balas dendam pada Mantan suami tiara dan ingin merebut Kembali perusahaan Kakeknya oleh keluarga Rival jordiansyah mantan Suami tiara.
sebelum Akhirnya Takdir yang Menyatukan Cinta mereka lewat kenangan masa kecil mereka. dan setelah Perusahaan Kakek Nico sudah Kembali dia dapatkan kembali.
dia seakan Disuruh mengembalikan Lagi tiara dan Melepaskan Tiara. karena missinya sudah berjalan lancar.
Bukankah Pernikahan itu suatu hal yang sakral dan tidak untuk dibuat main main.
Maka bersabarlah kalian semoga Tuhan akan memberi kebahagian untuk kalian Dengan Cara Kerja Tuhan sendiri. Tugas Kalian Hanya berusaha Memperbaiki diri untuk. menjemput kebahagiaan kalian masing masing yang sudah menunggu kalian Didepan.
Tiara Perlahan menganggukan kepalanya lalu berhambur Menerjang tubuh Mantan suaminya dan memeluknya kembali dengan Erat. menumpahkan Rasa yang Ada didalam hatinya saat ini.
Nico pun tak tinggal diam, Dia langsung Menarik tubuh mantan Istrinya lalu langsung menarik Tengkuk Leher Tiara supaya wajahnya lebih dekat Dengannya. Dan langsung membenamkan bibirnya pada bibir Tiara Sekilas. dan hanya beberapa detik. Dia takut Tidak bisa menahan Dirinya lagi.
" Maaf.?"
" Maaf.! "
Kata kata itu terlontar Dari Kedua bibir mereka berdua masing masing masih saling. menatap. dengan dalam dan penuh mendamba.
__ADS_1
" Aku juga selalu berdoa untuk kamu semoga kamu selalu bahagia mas. , Aku berharap kamu bisa menyayangi Anakmu dengan Mira seperti menyayangi Vier dan juga Cylla. "
Nico hanya menganggukan kepalanya dan Senyum getirnya tidak Ada raut Wajah bahagia sama sekali disana yang Ada hanyalah wajah Gusar penuh kesedian
" Aku berharap suatu saat Bisa bersama sama lagi seperti dulu tiara. " Ujar Nico dengan lirih dan tatapan dalam pada tiara.
Tiara menggelengk cepat.
" Jangan Berkata seperti itu mas, Mungkin Takdir Jodoh kita sampai disini, Jika Memang Allah menakdirkan kita kembali bersama semoga Dengan Cara dan waktu yang tepat Tapi. ------"
" Tapi Apa?!" Ujar Nico dengan Wajah sendunya
" Tapi itu tidak Akan pernah terjadi mas, karena sampai kapanpun Aku tidak akan pernah mengusik kehidupan Rumah tangga barumu mas, Kita hanya Akan Berkomunikasi Lewat ponsel saja, jika kamu Ingin. menemui anak Anak tapi tanpa Aku. "
" Tapi Ra. -----?" Nico Merasa sangat Keberatan Akan keputusan Tiara
" Ini untuk kebaikan Kita bersama mas.tolong mengertilah. kita hanya boleh terlibat hanya dalam Urusan Anak Anak, selebihnya Tidak Ada, Dan Aku harap ini pertemuan kita untuk yang terkalinya. " ujar Tiara.
" Jika kamu Ingin bertemu Anak anak kamu bisa Hubungi aku dulu mas, maka aku Akan menyuruh Seseorang Akan mengantarkan Anak Anak kepadamu. " Lanjutnya
" Aku tidak Menyangka kamu akan berbuat sekejam. Ini padaku tiara. " Lirih Nico dengan wajah sendunya
" Aku pamit pulang Dulu mas Assalamualaikum. "
" walaikum salam. . "
.
.
.
_ Bersambung. _
__ADS_1
Semoga syuka
Happy Reading.