Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kemarahan Tiara


__ADS_3

Hai readers Maaf Ya Author Lama Up nya.


Akhir Akhir ini Pikiran Author Lagi Buntu Buat Terusin Cerita Ini, Jadi Author Gak bisa Nulis Kalau Lagi Buntu, semoga Masih Ada yang Suka ya sama cerita Author.


Untuk Cerita Author Yang Lainya Akan Author Hiatus Karena memang Sudah enggak bisa Lagi Nentuin jalan ceritanya. tapi Tenang Saja kok Untuk Cerita Author Yang GLM ini bakan Author selesain sampai tamat kok, mohon Dukungannya ya. \=\=\=\=\=\=>>>>>>>


********


Oek Oek Oek. . .


Tangisan Bayi Laki laki Mungil terus menggema Di sudut Ruang kamarnya, Bayi mungil nan Tampan Itu terus Menangis sambil menyesap Ibu Jari mungil miliknya.


" Cup Cup sayang, Kenapa nangis Sini sini Daddy Peluk ya. " Nico menghampiri Putra Semata wayangnya Itu lalu Digendongnya keluar dari Kamar Si Baby Vier.


Baby Gembul dan Berkulit Putih Itu sangat Tampan Dia Mewarisi Ketampanan Dari sang Ayah.


Nico Menggendong Baby Vier Untuk Di bawanya Ke Ruang Tengah Sambil Menimang Nimang Supaya Si baby Tidak Menangis lagi namun Nyatanya Si baby Vier tetap saja menangis.


" Cup cup sayang udah Dong Nangisnya Daddy Jadi Bingung Nih kalau Nangis terus. "


Nico Tetap Berusaha Menenangkan Baby Vier yang masih saja tetap menangis.


" Ma, Mama Anak kita Nangis sepertinya minta Di *****. in. " Teriak Nico namun Sepertinya Tidak Ada sautan membuatnya Sedikit Kesal sambil terus menggendong Putranya


" Kemana Sih Tiara. " Gumamnya sambil mondar Mandir dan menimang Nimang Baby Vier Supaya Berhenti dari tangisnya


Tak lama kemudian Nico pun Bergegas Kedapur Untuk membuatkan Susu Formula Untuk baby Vier, dia tidak Terpaksa Melihat Keadaan Rumah yang Sepi Mungkin Istrinya Lagi Pergi Dari Rumah karena Urusan, sebenarnya Tiara sudah mengirimi Dia pesan Kalau Pagi Ini Tiara Akan belanja Ke pasar Untuk Belanja kebutuhan Pokok karena memang kebetulan semua Bahan Bahan yang Ada Dikulkas Sudah Habis, sedangkan Bibi yang Biasa Mengurus Kebutuhan Didapur pulang Kampung karena Anaknya sakit. Jadi Untuk sementara Waktu Tiara Harus pandai pandai mengatur Kebutuhan Keluarganya, kadang Dia juga Suka kerepotan sendiri jika Harus membersihkan Rumah Segede Ini dan masih Lagi Harus mengurus baby Kecil dan juga suaminya.


jadi Bisa Dibayangkan Seperti Apa sepak terjang Mama muda Yang satu ini selama Tidak Ada ART yang Biasanya membantunya, meski Ada pembantu tiara tetap Menjalankan perannya Sebagai Seorang istri bahkan Tiara sendiri yang meracik bumbu MakAnan sedangkan Bi Tatik hanya sekedar membantu dan Menyelesaikan Tugas lainya seperti beres Beres rumah lainnya, kalau Urusan Dapur Tiara tetap turun tangan sendiri.


Dan sepertinya Nico Lupa dia tidak mengecek Ponselnya karena Bangun tidur Tadi dia langsung Mendengar Tangisan Dari Putranya jadi Dia langsung Panik dan Masuk kedalam Kamar Putranya tanpa Mengecek dulu Pesan Dari Istrinya.


" Tenang Ya sayang Papa Bingung Nih kamu jangan Nangis terus. "


Nico Menuangkan Susu formula yang kedalam Botol bayi yang Sudah Ada air Hangatnya itu, setelah itu Mengocok sebentar Supaya Rata, sambil terus menggendong Baby Vier yang terus meronta ronta ingin Minum karena Kehausan.


Crup crup crup


Bayi Tampan nan gembul itu langsung Menyedot Botol Susu itu dengan Kuat sepertinya Bayi laki laki nan tampan Ini menyusunya sangat Kuat, tidak Ada Lima menit Sufor Tersebut Langsung Habis tanpa tersiksa.


Namun Senyuman Kelegaan Di bibir Nico kembali menyurut saat Baby Vier Kembali menangis mungkin merasa Kurang Dan masih Haus.


" Jagoan udah dong jangan Nangis Papa bingung Nih, tadi Udah Habis satu botol jangan minta lagi ya, nanti papa dimarahin mama kamu nih. "


Nico terus saja berbicara sendiru sambil menenangkan Putranya yang tetap merengek dan Minta minum susu lagi karena masih merasa Haus dan bisa jadi Lapar.


Tiba Tiba Terdengar Suara ketukan pintu dari Luar, Nico pun langsung Bergegas Membuka pintu Tersebut.


Ceklek


" Sella. "


" Mama. "


Ternyata Tamu yang datang ke rumahnya adalah mama sambung sekaligus mantan Kekasihnya.


" Mana Istrimu Nico Kok Kamu sendiri Yang kerepotan Ngurus putramu.?


Tanpa basa basi Mama Sinta langsung menyemprot Nico dengan sebuah pertanyaan.


" Mama sendiri untuk apa datang kemari.?"


nico menatap wanita Cantik disamping mamanya itu dengan sengit. " Dan kamu Untuk Apa juga ikut datang kemari.? "


" Kamu itu ya Ada tamu bukanya suruh Masuk malah Nyambutnya ketus begitu, sini Biar Javier mama yang gendong. " seru Mama Sinta mengambil Alih Baby Vier Dari gendongan Nico dan langsung nyelonong masuk kedalam.


Semantara Nico dan Sella mengikutinya dari belakang.


" Ma, biar Nico Aja yang gendong Vier. " Rengek Nico dengan Wajah Gusarnya.


Bukannya Diam baby Vier Malah semakin Keras tangisanya di gendongan Mama sinta.


" Lagian Istri kamu kemana Sih Nico, pagi Pagi udah kelayapan, Ninggalin Anak dan Suami sendiri Dirumah memangnya kamu ini babysiter Benar benar keterlaluan istrimu yang Tidak tau diri itu. " Cerocos Mami yasinta


" Udahlah Mih, jangan Nyalahin Tiara terus dia lagi Ada urusan. " Jawab Nico sekenanya sebenarnya dia juga kesal karena Tiara pergi Tidak pamit Dulu sama dia tapi Nico tidak mau Menimpali Ucapan mami nya yang akan tambah memperkeruh suasana

__ADS_1


" Kamu juga sih Terlalu manjain istrimu, jadinya ngelunjak kayak gini." Cetus mami sinta tetep pada pendiriannya menyalahkan menantunya


" Sudah Sini biar Vier Yang gendong. " seru Nico


Namun Belum sempat Nico mengambil baby Vier dari tangannya Tiba tiba Sella menawarkan Diri


" Biar Sama saya Aja ya tante, siapa tau kalau Sella yang gendong baby Vier bakal berhenti nangis. "


Lalu Dengan Cepat Sella mengambil alih Gendongan baby Vier dari mama yasinta


" Tuh Kalau saja kamu tidak menikah dengan wanita kampung Itu dan menikah dengan sella mungkin Kamu gak bakal kerepotan kayak gini. " Cetus Mama sinta


" Udah deh Mih nggak usah mulai. " Timpal Nico dengan wajah gusarnya Melihat Baby Vier dalam gendongan Sella.


" Sudah Kamu mandi sana, Kamu gak berangkat kekantor, bayimu biar mami sama sella yang urus. " Titah mami sinta


Nico sekilas Melihat Jam dinding Yang menempel Di tembok memang Sudah Menunjukan Pukul 7 Lebih lalu Tanpa pikir panjang dia menyetujui usulan maminya.


Nico memutuskan untuk bergegas Masuk kedalam kamar untuk siap siap pergi kekantor.


" Kalau begitu Nico Titip Javier Dulu Ya mih, sebentar Aja, Nico bakal cepet cepet dan Hubungin Tiara supaya cepet pulang. " Pamit Nico


" Ya burusan Sana nanti kamu telat. " Ucap mami sinta


Akhirnya Nico memutuskan untuk Pergi kekamarnya untuk Mandi dan Segera siap siap kekantor, meski sebenernya dia was was dan Ragu menitipkan Putranya pada maminya sendiri.


Brettt bretttt brettt


" Suara apa an tan, kok Bau ya.!?" Ucap Sella sambil Memencet Hidungnya


" Tau tuh Apaan ya. " Timpal mami Sinta


" Yah Tan Vier ngompol plus Eek lagi."


Dengan sedikit cepat dan Kasar Sella meletakan Baby Vier diatas sofa hingga membuat Tubuh bayi Mungil itu Sedikit terguncang Membuat Baby Vier tangisanya tambah kencang


" Dasar Bayi sialan Nyusahin Orang Saja sih bisanya, sama kaya mamanya. "Suntuk Mami sinta sambil menuding Nuding Bayi yang tidak berdosa itu.


Oek oek Oek.


"Yah gimana dong tan, baju Sella kotor ini. " Ucap Sella sambil menghentak hentakan kakinya dengan wajah ditekuk.


" Sabar sella, Tante juga Gak tau kalau bayi sialan ini Bikin kamu susah kayak gini. "


" memang ibu sama Anak sama sama menyebalkan ya tante. "


Baby Vier semakin Kencang tangisanya hingga membuat kedua wanita beda usia itu geram.


" DIAM. dasar Bayi sialan, bisa diam gak sih. " Ucap mami sinta sambil mengguncang guncang Tubuh bany Vier yang Baru saja usianya menginjak 7 bulan.


" Bawel banget si nih bayi tante, jadi Pingin sumpal aja nih mulutnya. " Cetus sella yang sudah ikut ikutan Geram


" Aku cubit Nih."


Sella langsung Mencubit pipi gembul milik Baby Vier hingga memerah, sedangkan Mami Sinta Hanya diam saja sambil celingak celinguk Melihat Keadaan takut Nico datang Dan memergoki Kelakuan mereka.


Saat Asyik asyiknya Sella dan Mami sinta menghardik Baby vier dengan Makiannya dan kadang Mencubiti Area tubuh si baby Mungil tersebut Tiba tiba Ada Suara yang tiba tiba mengagetkan mereka berdua.


" Astagfirullahaldzim, Vier Anakku.? "


tiara yang Kini Berada Diambang pintu langsung Menjatuhkan Kantong belanjaannya saat melihat kedua orang Wanita menyakiti putranya yang masih bayi dan tidak tau apa apa itu.


" Haii apa yang kalian lakukan pada putraku.?"


Dengan Cepat Tiara berlari kearah mereka dan Menyambar Putranya untuk segera di gendongnya.


Seketika Tangisan bayi itu langsung surut dalam pelukan sang mama.


" Apa yang kalian sudah lakukan pada putraku.? " Hardik Tiara Dengan menatap tajam pada Mama mertua dan Mantan kekasih suaminya itu


" Kami tidak melakukan Apa apa, kami hanya ingin Menenangkan Putramu. " Ucap Mami sinta dengan Santai


" BOhong. " Bantah Tiara dengan wajah gusarnya


" Untuk apa kami Bohong, lagian kamu jadi Istri nggak ada berguna sekali, pagi Pagi sudah keluyuran Tinggalin Suami dan Anak bayi sendirian dirumah, seharusnya kamu Tau diri karena Kami datang kesini tepat waktu, dasar tidak tau diuntung. " Cibir Mami sinta

__ADS_1


" Kalian Bohong Jelas jelas tadi Aku lihat kalian menyakiti putraku. "


" Heh sembarangan Aja kalau ngomong. " timpal Sella


" Kalian sekarang Pergi Dari rumah ini.? "


" Heh, kau mengusir Kami, sudah Ngerasa Sok jadi nyonya Kamu ya disini dasar menantu kurang Ajar. " Ucap mami sinta sambil mengangkat tangannya untuk menampar Tiara namun dengan cepat Tangan satunya tiara menangkap tangan mami mertuanya dan menghempaskanya hingga Tak sengaja tubuh nya tumbang kelantai.


" tante. -----?" Teriak Sella membantu membangunkan mami sinta


" Kurang ajar kamu ya sudah berani melawan orang tua. "


" Maaf Ma, Tapi Tiara tidak Akan berbuat macam macam kalau Mami tidak Berbuar Kurang Ajar Juga sama saya, apalagi mami dan Sella tadi sudah berani Menyakiti Putraku. " ucap Tiara dengan suara penuh ketegasan


" Kauuu. ------"


" Ada apa ini.? "


Tiba tiba Suara Nico Terdengar Dari Lantai atas dan turun Menghampiri Mereka bertiga


" Istrimu sudah Berani Kasar sama mami Nico masa tadi Mami didorong, dan Istrimu Juga Udah Nuduh Mami dan sella macam macam pada putramu, padahal kami Dari tadi Malah Menjaga Vier dan berusaha Menenangkan Vier supaya tidak nangis lagi. mami sedih nico. " Rengek Mami Sinta dengan sejuta Ektingnya.


" Apa benar itu ra.? " tanya Nico pada istrinya itu


" Itu tidak benar Nico Mereka berdua mau sakitin Bayi kita. "


" Bohong Ko, dia Bohong, Bahkan Aku rela putramu Membuanf kotoran Dibajuku aku saja Terima saja, tapi malam istrimu menuduh kami yang bukan bukan. " Timpal Sella. membuat Nico bingung Harus mempercayai siapa.


" Mas tolong percaya Sama aku, aku tidak mungkin berbohong. "


" Dasar Wanita tidak tau diuntung sudah telantarin anak suami kini malah Menyalahkan kami. Kamu lebih mempercayai Istrimu yang munafik itu Nico. " Mami sinta terus nyerocos berusaha mengadu domba Nico dan Tiara


" Aku bukan Munafik Mih, tapi mami dan Sella yang Munafik. " Teriak Tiara membuat Nico dan lainya terperangah


" DIAM.....? "


Plakkkkkkkkkkkkkkkk


" Auhhhhh. "


Wajah Tiara Memerah seketika saat tangan Kekar Nica dengan Reflek menamparnya.


Kedua Mata tiara terlihat Nanar dan Buliran cairan bening pun sudah mengalir begitu saja membuat Hati Nico Mencelos Karena Sedikit Menyesal karena sudah menampar istrinya


" Kamu tega menamparku dan tidak mempercaiyaiku mas.? " Sentak Tiara dengan mata nanar


" Tiara A aku, --------"


" Aku kecewa sama kamu mas kecewa. " Seru Tiara Dan Langsung pergi Membawa Baby Vier Masuk kedalam kamar.


" Tiara Maafin aku, apa yang sudah Aku lakukan tadi. " batin Nico sambil menjambak Rambutnya karena Frustasi


Sedangkan Disisi lain senyum penuh kemenangan tersungging pada bibir kedua wanita itu.


" Kamu pantas Memberi pelajaran Istrimu seperti itu, supaya Lebih Sopan sama mama."


ucap Mami Sinta terus memprovokasi putranya itu


" Nico mohon mami segera pergi dari Rumah nico. " Ucap nico dengan Lirih


" Tapi Ko. -" timpal sella


" tolong Pengertiannya kalian Pergi dari Rumah saya. " Lirih Nico


" Oke mami dan sella Akan pulang, tapi ingat Pesan mama, wanita itu bukan istri yang baik untukmu, jadi Fikirkan kembali Ucapan mami, Hanya sella lah yang pantas untukmu. "


Setelah Mengucapkan itu mami Sinta dan Sella bergegas Meninggalkan Rumah Nico.


sedangkan Nico Kini Tampak terlihat Cemas bingung Dan merasa bersalah Atas kejadian ini.


Tiara Maafkan Suamimu ini sayang maafkan papa Vier.


.


.

__ADS_1


_ bersambung. _


__ADS_2