Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Mandul.


__ADS_3

Tidak terasa Pernikahan Nico dan Tiara sudah menginjak Usia setahun, Banyak sekali desakan dari beberapa pihak untuk menanyakan perihal kapan tiara akan segera Hamil, Namun Nico tak perlu mengambil pusing, Bertambahnya usia Nico semakin membuatnya menjadi sosok yang dewasa dan selalu melindungi Tiara dari orang orang yang akan menyakiti istrinya tersebut.


Tadi Pagi Nico mendapatkan Telepon dari sang papa untuk menghadiri Hari Anivversary pernikahan Papa dan Maminya yang ke 22 tahun itu.


Acaranya akan digelar Nanti malam. Acaranya hanya dihadiri oleh sanak family saja. karena papa Ardan memang sengaja tak merayakannya tak begitu mewah seperti taun taun yang Lalu.


" Bang, Jadi kan Nanti malam kita pergi keacara Hari annivnya papa dan mami.? "


Tiara yang sambil sibuk merapikan Dasi dikerah baju suaminya bertanya soal acara nanti malam.


" Aku sih ngikut kamu saja sayang, kalau merasa belum siap untuk bertemu dengan keluargaku nggak apa apa kita nggak usah datang ke acara papa, dari pada kamu nggak nyaman, akunya juga nggak tenang yank. ---"


" Ssttt, nggak apa apa babangku, aku baik baik saja kok, lagian aku juga gak mau mengecewakan papa kamu, jadi kita dateng aja ya. --------?"


" Kamu yakin.? "


" Hmm, Yakin babangku.! "


" Okelah kalau begitu nanti malam kamu dandan yang cantik ya istriku, sekarang aku pamit berangkat kerja dulu. ---"


" Siap Boskuuhhh. "


" Assalamualaikum. " pamit Nico lalu pergi


" walaikum salam ----"


*********************


Mobil Nico sudah mendarat dipelataran halaman Rumahnya dulu yang kini menjadi tempat hunian orang tua dan juga kedua adiknya tersebut.


Nico sendiri mengemudikan Mobilnya sendiri. Sebelum membuka pintu mobilnya Nico menoleh kearah istrinya yang kini duduk disampingnya dan mengulas senyum terbaiknya, setelah itu dia membuka pintu mobil kemudinya lalu keluar dan memutar badanya untuk membukakan pintu mobil untuk suaminya.


Nico dan Tiara berjalan beriringan sambil menggenggam erat tangan istrinya.


Pintu utama sudah terbuka, lalu mereka segera masuk, Aliya yang pertama kali menyambut kedatangan mereka


Nampak Suasana rumah sedikit rame karena ada beberapa anggota keluarga yang hadir diacara ulang tahun pernikahan mami papanya tersebut.


" Kakak..... " Seru Aliya yang langsung berhambur dipelukan Nico.


" Kakak dan mbak tiara kemana aja sih gak pernah maen ke rumah ,udah gak sayang lagi ya sama Aliya.? " Gerutu Aliya sambil mengerutcutkan bibirnya


" Kakak kan Lagi sibuk kerja AL, jadi ya nggak bisa sering sering ngunjungin kamu.? "


"Terus mbak tiara juga sibuk gitu?" kalian berdua memang kakak kakaku yang kejam ya udah pindah rumah gak bilang bilang, sekarang sibuk dengan urusan masing masing, kangen tauk. -----" celetuk Aliya


Tiara dan Nico tersenyum melihat tingkah konyol sang adik bontotnya yang super duper manjanya, jangan Lupakan kalau tiara dan Aliya hubungannya semakin dekat sudah seperti adik kakak.


" Iya sayang, maafin mbak dan kakakmu ini ya, mbak janji bakal sering sering nengokin kamu. --" sambung tiara sambil kini mengusap bahu Aliya


" Iya beneran ya mbak, janji.? "


" Iya sayang, mbak janji.! "


Senyum merekah terulas di bibir Aliya, namun senyumnya redup setelah melihat pria pujaannya kini ikut hadir dan datang bersama seorang wanita yang tidak Asing baginya.


" Selamat malam tuan, nona muda dan juga Aliya..? " Sapaan Arya membuat mereka bertiga tercengang apalagi tiara tersentak kaget saat melihat wanita di samping Asisten pribadi suaminya itu.


"melly, kok bisa dia datang kesini sama Arya," batin tiara karena kaget melihat sahabatnya datang bersama Arya.


Tiara melirik sekilas Adik iparnya yang terlihat redup, kedua sorot matanya tertuju pada melly yang sedari tadi menundukan pandangannya.


Tiara bisa dengan jelas melihat tatapan Aliya terhadap melly tatapan mata tidak suka, karena Tiara tau sebenarnya Aliya punya perasaan pada Arya, lalu bagaimana dengan Melly apakah sahabatnya itu juga menyimpan perassaan dengan Asisten pribadi suaminya itu.


" Malam juga Arya, dan Nona Melly. ---" jawab Nico," Mari kita segera masuk kedalam acaranya ada di halaman taman belakang. " Ujar Nico sambil berjalan mendahului mereka.


Ya Acara partynya di halaman taman samping rumah mewah Nico. terlihat suasana disana rame oleh beberapa tamu undangan.

__ADS_1


Nico berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang kini sedang berbincang dengan salah satu sahabat karibnya.


" Ya, Ini dia jagoan saya baru datang. "


Papa Ardan menyambut putranya dengan suka cita dan mengenalkan pada sahabat karibnya yang bernama Om Bastian dan juga istrinya.


" Kenalin ini Nico dan istrinya tiara namanya. "


" Loh ini Nico jagoan kecilmu itu.? " ujar om bastian.


Nico dan Tiara nampak menyalami bergantian om bastian dan juga istrinya.


"Om, iya Om saya Nico dan ini istri saya Tiara"


" Hebat sekali kamu Nak, sudah besar sekarang ya, dulu terakhir ketemu kamu masih kecil, kalau nggak salah kamu masih SD. " Cetus om bastian diringi tawa renyahnya.


" Saya tiara Om. tante. " Tiara mengenalkan diri


" Wah wah, pinter sekali cari istri udah cantik sopan, ramah Lagi, Om suka itu. ---" Ujar om bastian sambil mengacungkan jempol dan disambut gelak tawa namun tidak dengan mami sinta yang terlihat cemberut dan tidak suka karena menantu yang dia benci mendapat pujian dari sahabat karib suaminya


Lalu pandangan mata Tiara bertemu dengan Mata wanita yang kini berdiri tepat disamping Om bastian yang tak lain adalah istrinya om bastian Tante Luna.


entah kenapa Tiara merasa ada perasaan Aneh saat tatapan mata tante luna menatapnya dalam dalam begitupun sebaliknya tante Luna merasakan hal yang aneh pada gadis didepannya itu


"*siapa gadis ini, kenapa aku merasa tidak asing melihatnya seperti aku sudah lama mengenalnya. "


"kenapa tante cantik ini terus menatapku, apa dia juga tidak menyukaiiku, Oh tuhan tolong beri aku kekuatan*. "


batin Tiara dan tante Luna saling bertautan sepertinya telepati mereka saling berkaitan. namun Lamunan mereka buyar kala Nico menyentak bahu tiara.


" Kenapa sayang, apa kamu merasa kurang nyaman.? " tanya Nico pelan setengah berbisik.


" Oh nggak apa apa, aku baik baik saja. ---"


Lalu setelah Acara Tiup Lilin dan potong kue selesai mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka sambil menikmati pestanya.


Kini Nico dan Tiara duduk dikursi yang berdekatan dengan kolam, sedangkan papa ardan masih berbincang bincang dengan beberapa tamunya.


Tiba tiba datanglah Nora,dan juga sella mengampiri Tiara yang kini tengah sendirian duduk kursi karena Nico juga ikut berbincang dengan salah satu koleganya yang ikut hadir diacara pesta ulang tahun pernikahan papa maminya.


" Aku tinggal sebentar dulu ya sayang, mau nyapa rekan bisnisku. " Pamit nico.


" Iya Bang, buruan gih. --"


" Awas, kamu jangan kemana mana, tunggu disini aku gak akan lama,-"


" Iya bawel. "


setelah itu nico benar benar pergi menemui beberapa rekan bisnisnya untuk saling menyapa.


" Hai, mantan Jendes..? "


Seru sella dan Nora dengan tatapan mengejek kearah tiara yang datang menghampiri tiara.


" Kenapa kaget.? "


" Maaf, saya permisi dulu. ---"


belum sempat tiara melangkahkan kakinya namun tangannya udah dicekal Oleh Sella.


Tak lama kemudian Munculah wanita cantik bersama seorang pria yang tak asing bagi tiara tengah mendorong kereta bayi.


" Hai Frey, Val. kalian jadi datang juga.? " sapa Nora yang ternyata kenal juga dengan Freyya istri mantan suaminya.


Tiara menoleh kearah Nora tengah menyapa Freyya dan juga Rival yang menghampirinya.


Mata tiara seakan memanas, dadanya semakin sesak melihat sang mantan suami menggandeng tangan istrinya sambil mendorong kereta bayi.

__ADS_1


Ya tiara kaget saat Rival sudah memiliki anak, padahal pernikahan Rival lebih duluan dari pernikahanya. namun segera mungkin tiara menepis pikirnya dia tidak boleh iri pada kebahagaian pasangan orang lain.


" Aduh gemesnya baby kamu frey, ----" Ucap Nora saat freyya mengambil baby Girlnya dari kereta bayi. dan menggendongnya.


Bayi mungil perempuan itu mempunyai tubuh yang montok serta pipi gembil dan mata bulat yang indah.


" Kamu suka Nora.? " tanya Freya


" Suka sekali, Tapi ya sayang sampek saat ini istri kakaku masih Busung hihihi. " Cetus Nora dengan cekikikan.


Hati tiara sakit saat mendengar ucapan nora yang nylekit itu. Rival hanya menatap mantan istrinya itu dengan pandangan nanat, terlihat jelas terdapat kesedihan dibalik manik mata indah tiara. Ingin sekali Rival memeluk tiara dan memberikan kekuatan supaya tak mengindahkan kata kata pedas dari adik iparnya itu namun apalah dayanya.


" Loh iya ta memangnya Kakak iparmu ini belum kasih kamu keponakan.? " tanya Freyya dengan nada sedikit mengejek


" Tau Tuh, Mandul mungkin.!!!! "-------


Perkataan Nora kali ini benar benar sudah menyayat hati tiara, bagai dihujam belati yang tajam, itulah yang dirasakan tiara saat ini. saar mendapat hinaan dari orang orang disekelilingnya.


"Nora gak boleh lah ngomong kayak gitu kan kasian Tiaranya, nanti dia mewek Lo. ---" Timpal Sella dengan menyunggingkan bibirnya.


" Ah ya bener kamu sel, dia kan cengeng apa apa cuma bisa ngadu sama Nico, kasian sekali sih nico punya istri yang gak ada baik baiknya, udah miskin Mandul lagi Hahaha."


Gelak tawa ketiga wanita tersebut saling bertautan, Mata tiara sudah tidak bisa menahan cairan beningnya lagi hingga kini sudah tertumpah ruah dikedua sudut pipinya.


hatinya terasa sakit dadanya seaakan sesak. mendapat penghinaan seperti ini.


Lama kelamaan Tiara semakin memundurkan Langkahnya hingga Akhirnya.


Byurrrrrr........


Tubuh Tiara tercebut dikolam renang yang berada di belakangnya karena kehilangan keseimbangannya. membuat semua orang mengalihkan pandangannya.


Nico yang tak jauh dari jangkauan dari Tiara pun akhirnya berlari meninggalkan teman temanya untuk menolong sang istri.


dengan Langkah lebar dan berlari Akhirnya Nico menceburkan dirinya dikolam untuk menolong tiara yang berteriak minta tolong karena sedikit kehabisan nafas. sedangkan rival hanya bisa mematung melihat manta istrinya yang kesusahan karena tidak bisa berenak, dia hendak menolong tiara namun Freyya dengan cepat menahanya dan mencengkal lengannya.


" To ---- To ----Tolong. Haphap. ----"


terdengar suara teriakan tiara sambil menahan nafasnya.


Byurrr.


Dengan Gesit Nico langsung meraih tubuh tiara yang sudah Lemas dan kehilangan cairan. Nico segera membawa tiara menipi dan dibantu oleh Arya untuk menarik tubuh Tiara keatas.


" Sayang bangun sayang. ----"


berungkali nico menekan nekan dada istrinya dan menepuk pipi tiara namun tiara tetap tidak bergeming, wajah tiara semakin pucat. tanpa basa basi lagi Nico mendekatkan bibirnya pada bibir tiara yang tengah pucat itu untuk memberi nafas buatan.


Uhhuk Uhhuk.......


Akhirnya tiara sadar dan membuka matanya, seketika itu pula Nico langsung memeluk tubuh istrinya yang tengah gemetar.


Blusss


" Maafin aku sayang maafin aku. ---" desah Nico sambil mengeratkan pelukannya.


" A a aku mau pu pulang.---------" ujar tiara dengan suara bergetar.


" Iya sayang kita pulang sekarang. "


Dengan sigap Nico langsung membopong tubuh istrinya itu lalu berjalan melewati saudara kembarnya dan juga sella. namun tatapan tajam nya bertemu pada mata Rival mantan suami tiara sekaligus rekan bisnisnya tersebut. setelah itu Nico langsung membawa pergi istrinya meninggalkan rumah kediaman orang tuanya itu.


.


.


_ bersambung. _

__ADS_1


seperti biasa ya gaes jangan Lupa like dan komennya ya supaya Author lebih semangat lagi.


Terimakasih.


__ADS_2