Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Tekad yang sudah Bulat.


__ADS_3

Keesokan Harinya Arya menelpon Di kediaman Rumah tiara, kebetulan Tante Diana yang Angkat Telpon Rumah tersebut.


" Apa? Nico sudah ditemukan dan sekarang dalam keadaan Kritis dirumah sakit? "


begitulah kira kira Kata kata yang keluar dari Mulut tante Diana saat mendapati Telpon dari Arya diseberang sana.


"Baiklah saya akan memberitahukan Tiara supaya langsung menyusuo kesana, terimakasih nak Arya infonya. " tuuuutttt dan sambungan Pun terputus


Tante Diana dengan langkah kaki seribu menepaki Anak tangga Untuk menghampiri Tiara yang berada Dikamar Cylla dan juga baby Vier yang Sedang habis memandikan Baby vier,Cylla pun Sudah Rapi dengan seragam sekolahnya, begitu juga dengan Baby Vier juga sudah Rapi dengan pakaian santuynya. hihihihi


Ceklekkkk


" Tante Ada apa tante?" tiara langsung beralih menatap tante Diana yang Tiba tiba masuk kedalam Kamar dengan Nafas yang memburu dengan Mimik wajah penuh kecemasan.


" Tiara kita harus segera Ke rumah sakit sekarang. " Seru Tante Diana disela sela nafas memburunya


" Tenang tante, katakan Pelan pelan Sebenarnya Ada Apa kenapa tante jadi gugup seperti ini, Atur nafas pelan Pelan tante, lalu bicaralah.? " Lalu tante Dianapun mengatur nafasnya pelan sesuai intruksi dari keponakanya itu, memang beginilah tante diana jika dia sedang Panik pasti Akan sulit kesulitan


" Suamimu tiara Suamimu."


" Suamiku? Ada apa dengannya tante.?!" sebenarnya Tiara sudah tidak minat dan malas jika ada kabar yang membahas Tentang suaminya, baginya tekatnya kali ini benar benar Sudah bulat Untuk tetap meminta pisah dengan Suaminya, Namun Tiara Harus tetap berusaha berpura pura merespon ucapan Tantenya itu, dia tidak mau tantenya tau keadaan Rumah tangganya sebenarnya saat ini, dia tidak ingin tantenya kecewa Dan merasa Bersalah karena tidak bisa menjaga Amanat dari sang Ayahnya yang sudah meninggal.


" Nico Ra Nico, di dia sudah ditemukan Dan keadaanya sekarang Kritis dirumah sakit. " Ucapan tante Diana mampu membuatnya tercengang dan terkejut setengah mati, pasalnya semalam suaminya itu masih baik baik saja bahkan Dia sempat Memergokin Suaminya sedang bercinta dengan wanita lain dan itu yang sangat membuatnya Dadanya sesak dan sakit kembali saat mengingat Kejadian Malam yang Sangat Menyakitkan itu. lalu Apa ini kenapa sekarang Ada kabar Dari pria tersebut masuk kerumah sakit dengan keadaan kritis, apa ini semua bagian Rencana suaminya untuk membuatnya Simpatik kembali, tidak Tiara tidak Akan membiarkan itu terjadi Lagi dia tidak Akan percaya lagi pada Suaminya cukup sudah suaminya itu menggoreskan Luka yang menganga Dihatinya.


" Apa tante Tidak salah Dengar dengan kabar ini, Tante mendapatkan kabar Ini dari mana.?!" Tiara Tersenyum Tipis seolah ingin menutup Mata Tentang kabar Suaminya, dan bersikap setenang Mungkin, Bahkan seharusnya Dia bersikap Heboh melebihi tante Diana dan bisa saja Dia pingsan bukan, Namun Karena Merasa Hatinya masih sakit dia dengan Sekuat tenaga untuk tidak lemah Apalagi meloloskan Airmatanya lagi hanya untuk menangisi Suaminya itu. hal itu membuat tante Diana heran karena sikap perubahan Keponakannya itu.


" Lhoh Ra tadi Arya sendiri Lho yang telpon dan kasih kabar Bahwa Suamimu sudah ditemukan dan keadaanya sekarang lagi kritis, kok kamu bisa setenang Ini.?! " Tanya Tante Diana dengan heran, sehingga membuat Tiara sedikit Meringis, saat tantenya itu menatap dirinya dengan penuh selidik.


" Kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari tantemu ini kan Ra.? " Seru Tante Diana mencari kebohongan dimata tiara, memang sejak semalem tante Diana merasa curiga Pada sikap tiara yang tiba tiba Aneh apalagi saat penjelasan Dari tiara yang tidak masuk Akal saat seharian penuh Tiara tidak pulang membuat tante Dia menerka nerka bahwa ada yang Disembunyikan oleh keponakannya itu


Tiara yang Ditatap Tantenya penuh Curiga itu merasa Gugup, cepat cepat dia mengalihkan pembicaraannya supaya tantenya itu Tidak nambah curiga kepadanya, dia Akan memampang Wajah pura pura sedihnya padahal jauh dari dasar Lubuh hatinya Memang sangat sedih mendengar kabar suaminya, namun lagi lagi karena masih merasakan Sakit hati membuatnya menjadi sedikit kejam pada suami yang masih sangat dicintainya, dia Akan tetap menyiapkan mental Baja untuk tidak Bersikap Luluh kembali pada suaminya Apapun keadaan suaminya sekarang, dia Akan tetap pada pendiriiannya Meminta pisah dari suaminya ketika suaminya sudah sembuh.


" Bu bukannya begitu tante, tiara hanya Sedikit terkejut saja dan hanya ingin memastikan saja Jika memang Kabar ditemukannya mas Nico memang benar, karena tiara sudah Lelah dan pasrah dan tidak mau berharap lebih lagi untuk bisa bertemu dengan Mas Nico. "


Mendengar pernyataan Keponakannya itu membuat kening Tante diana mengeryit heran bukannya selama ini keponakannya sudah mati matian Dan bersikukuh Bahwa Ingin tetap menemukan suaminya bahkan Keponakannya itu sangat Yakin Kalau Suaminya itu Masih hidup disaat semua orang beranggapan Mustahil Jika Suami keponakannya itu masih hidup.


" Ya sudahlah Kalau begitu kita Berangkat kerumah sakit sekarang untuk memastikan yang sebenarnya jika itu memang benar benar Mas nico. " Tiara segera mengakhiri Perdebatannya ini supaya tantenya itu tidak semakin Curiga.


" Ya sudah kalau begitu kamu siap siap Dulu Ra, tante Akan suruh Mang dana menyiapkan Mobil. " seru Tante Diana lalu bergegas dari kamar untuk menyuruh Supir keluarga Menyiapkan mobil.

__ADS_1


Tiara dan Anak anak pun langsung segera menyusul tante diana, lalu mereka berempat langsung masuk kedalam mobil tersebut untuk menuju ke rumah sakit.


" Jalan Mang, Kita ke rumah sakit Wijaya sekarang juga. " Seru Tiara pada sopirnya.


" Baik nyonya. "


Lalu Akhirnya sang Sopirpun melesatkan kendaraannya menuju rumah sakit tersebut.


" Semoga Mas Nico Baik baik saja, aku saat ini memang sangat Membencinya tapi Aku juga tidak tega jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, bagiamana pun Mereka Adalah papanya Anak anak, Tapi aku tidak akan pernah mengubah keputusan awalku, aku akan tetap minta cerai darinya setelah dia sembuh." batin tiara sambil mendekap Erat baby Vier yang Kini sedang Berada di pangkuanya untuk mencari kekuatan Hatinya


.


.


Lalu Akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun sudah sampai Diparkiran Rumah sakit, Tiara beserta Kedua Anaknya dan juga tantenya itu bergegas turun dari mobil dan langsung Masuk kedalam rumah sakit dan menuju Dimana Suaminya itu dirawat.


Didepan Ruangan Suaminya Disana sudah Ada Papa Ardan Nora Aliya dan juga Arya yang sudah Menunggu kedatangannya.


Aliya langsung berhambur Kedalam pelukan kakak iparnya itu, wanita itu benar benar terkesiap saat mendapati Ucapan tantenya itu benar Adanya, bahwa Suaminya kini sudah ditemukan dan dalam keadaan kritis yang dia sendiri tidak tau penyebabnya.


" mbak tiara, Kak Nico kak, Kakak Nico sedang Kritis Didalam sana Dia sekarang berjuang Untuk tetap Hidup kak. " Desah Aliya yang kini sedang Berhambur kedalam pelukan wanita hamil itu.


Jantung Tiara seakan disuruh berhenti seketika saat mendapati Kebenaran Bahwa memang suaminya sedang dalam keadaan Kritis apalagi saat mendengar Aliya berkata jika suaminya sekarang Sedang berjuang untuk lolos dari maut dan berjuang Untuk Hidup Apalagi Melihat Wajah ketiga Orang disana sangat Sedih dan Kusut sudah dipastikan memang Keadaan suaminya memang Tidak sedang baik baik saja.


Tiba tiba tanpa dia sadari Air matanya begitu saja Lolos Dipipi putihnya, Ya bagaimanapun dia Adalah seorang Istri mendengar kabar buruk dari suaminya pasti sangatlah membuatnya sedih apalagi saat ini dia sedang mengandung Anak suaminya, dia benar Benar takut Jika anak Anaknya tidak bisa bertemu lagi dengan papanya, sedang Disisi lain Dia masih bergelut dengan Ego dan Hatinya, Hatinya masih terasa sakit jika mengingat Betapa perih dan sakit yang ditorehkan oleh suaminya itu padanya, sungguh Kali ini dia Harus menuruti egonya apa Hatinya


" Mbak mbak tiara jangan sedih ya kita semua yakin kalau kak Nico bakal sembuh dan melewati masa kritisnya, kita harus Terus berdoa supaya kak Nico bisa segera sadar dan berkumpul ditengah tengah Keluarga kita kembali. " Tutur Aliya yang kini sudah melepaskan pelukannya dan menatao wajah kakak iparnya yang sudah digenangi oleh Airmata dan masih tetap Dian tanpa mengeluarkan sepatah katapun dengan Lembut Aliya Mengusap Airmata yang jatuh pada pipi putih milik kakak iparnya itu sambil menggenggam tangan Tiara supaya membeti kekuatan Pada wanita hamil itu untuk tetap tegar.


" Kamu tidak tau Aliya, apa yang sudah Terjadi pada Hubungan rumah tanggaku dan juga kakakmu itu, kakak kesayanganmu itu sudah sangat Kelewatan melukai perasaan mbak mu ini. " batin tiara terus menyeruak.


namun dia masih tetap terdiam.


memang Untuk sementara ini Papa Ardan masih tetap bungkam soal kehadiran wanita lain tadi malam dan meminta Arya untuk merahasiakan Soal kejadian Tadi malam pada anak dan menantunya, karena Papa Ardan tidak mau semuanya Menjadi kacau dan berimbas pada keadaan menantunya yang kini sedang Hamil, Menurutnya Dia Akan membereskan semuanya sendiri dan meminta penjalasan Langsung Dari putranya ketika putranya sadar dan dinyatakan Sembuh. Dia pun juga Merahasiakan bahwa Nico tertabrak oleh mobil Yang Dia tumpangi Sama Arya, dan pada saat itu Memang Arya yang menyetir, Selain ingin melindungi calon menantunya Papa Ardan juga tidak ingin membuat suasana jadi Runyam karena memang Semuanya bukan salah Arya sepenuhnya, jadi Untuk kebaikan bersama Dia akan Bungkam dan menutup rapat rapat soal ini, toh yang penting kesembuhan Nico saat ini lebih penting.


" Tiara Maafkan Papa karena harus menemukan suamimu dalam keadaan seperti ini. " Seru papa Ardan Meskit terdengar samar dan Aneh tak membuat tiara berfikiran yang Aneh Aneh baginya saat ini dia ingin bertemu suaminya saat ini dan masuk kedalam ruangan tersebut untuk melihat kondisi suaminya.


" Pah boleh tiara menemui mas Nico pah tiara ingin melihatnya. " Ujar Tiara dengan datar namun terlihat dari wajahnya sangat Sedih dan kacau


" Iya Nak boleh, Tapi kamu harus memakai baju Steril dulu jika harus masuk kedalam."

__ADS_1


" Iya pah. "


Lalu Tak lama kemudian Suster pun memasangkan Baju Warna Hijau lengkap khusus untuk menemui pasien yang sedang Keadaan kritis setelah itu tiara masuk sendirian karena memang untuk masuk kedalam dibatasi dan hanya diperboleh satu orang saja.


Perlahan Tiara mendekati Tubuh suaminya yang Masih terbujur Diatas Brankar rumah sakit Itu Dengan berbagai macam Alat dan selang infus untuk menopang Kehidupan suaminya yang sekarang Bak seperti mayat Hidup.Melihat Wajah Suaminya begitu pucat membuat Airmata Tiara lolos kembali.


" Mas Bangunlah jangan seperti Ini, Jangan membuatku Semakin bertambah membencimu, Jangan Kau berfiikir Aku Akan Bersimpatik padamu setelah melihatmu dalam keadaan seperti ini aku benci kamu yang lemah seperti ini. Hik hiks hiks. "


Air mata tiara begitu tumpah dan tidak bisa terbendung kembali melihat Suami yang masih Dicintainya Itu terbujur kaku Seperti mayat Hidup ini dia Memang masih sangat mencintai pada pria yang berulang kali menorehkan Luka padanya namun dia tetap tidak bisa Menampik Rasa Benci yang kini Hinggap Menyelimuti Hatinya saat ini haruskah Dia Egois saat ini.


" aku sekarang Memang sangat membencimu mas, bahkan Hatiku sangat merasa sakit ketika mengingat malam itu saat Kau menorehkan luka yang sangat dalam dalan untukku, meskipun Aku tau kau saat itu memang lupa ingatan, tapi tak seharusnya kau Melakukan perbuatan terkutuk itu, Aku lelah dengan semua ini mas aku ingin menyerah tapi Aku juga tidak ingin Melihat keadaanmu seperti ini. " batin tiara terus menyeruak Dadanya terasa Engap dan sakit kembali jika mengingat kembali kejadian malam itu.


.


.


Di satu sisi dia sangat Mengutuk perbuatan suaminya dan sangat membenci suaminya namun Disisi Lain Jauh didalam Lubuknya masih masih sangat Mencintai Suaminya


laki laki yang sudah berulang kali Menorehkan luka padanya. .


meskipun Dia Sering Terluka Dengan pasangan sebelumnya namun Suaminya lah yang Paling Membuatnya merasakan betapa Sakitnya luka yang Tertoreh pada hatinya namun juga Suaminyalah yang Paling besar Mendapatkan Cinta yang Amat Dalam dari Hatinya.


.


.


.


_ Bersambung. _


Ayo bantu Tiara Gaes Kali ini dia benar Benar Sedang Galau Segalau galaunya.


Kira kira apa yang Akan Dipilih Oleh Tiara.


melepaskan Atau Justru mempertahankan pada Luka yang Sama.


Semoga syuka ya Readers.


Kasih krisanya pada Author tapi jangan kejem kejem ya nanti Authornya bisa nangis bombai lagi wah lebai amat ya.

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2