Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kecemburuan Nico


__ADS_3

Dengan Telaten Tiara Merawat Nico yang kini sedang Demam, Dia juga sudah Membantu Mengganti pakaian Nico yang sudah Basah Dengan Menyuruh Anak bungsunya yang membantu papanya untuk melepas Pakaiannya, dan tentu saja Tiara menunggunya Didepan, dan Membuatkan Bubur dan Juga Teh Hangat untuk Nico.


Tiara memang Masih menyimpan Beberapa pakaian Milik Nico yang Tidak sengaja ikut kebawa saat pergi meninggalkan Rumah Nico, entah siapa yang memasukan beberapa potongan Baju milik Nico kedalam kopernya yang jelas Dia tidak mau Ambil pusing.


Tiara mengopres Kening Nico dengan Air kompresan Hangat, dan juga sudah membawa Nampan yang berisi Segelas Air putih, Bubur Teh Hangat dan Obat penurun panas.


perlahan Nico membuka Mata sayunnya, lalu Tersenyum saat Melihat Wanita yang masih dicintainya Itu tengah Duduk disampingnya dengan Wajah Penuh dengan Kekhawatiran.


" Bangun mas, Minum Obat Dulu setelah itu Aku Suapin Kamu makan Bubur. " Seru Tiara mencoba membantu Nico menegakan Tubuhnya Bersandar Di Tepi Ranjang, Lalu memberikan segelas Air putih dan Obat Yang sudah dibukannya.


" Terimakasih Ra. " Ucap Nico setelah menegus Meminum obatnya


Tiara Hanya Tersenyum saja, dan Mulai mengambil mangkok buburnya dan menyuapi Nico yang sudah seperti Bayi besar Itu, memang Jika Sakit lelaki Angkuh dan Pemaksa Itu sangatlah Lemah dan tidak berdaya, Tiara Jadi Ingat Waktu Dulu Pernah Merawat Nico yang sedang Sakit setelah Kehujanan karena Mencarikan makanan kesukaan Ya waktu masih menjadi Istrinya Nico


" Hatttttccih. "


Nico Sempat Bersin Bersin, Mungkin kali ini tubuhnya Sudah sangat Drop, mengingat Dari tadi pagi memang Belum sarapan saat Akan pergi kerumah Tiara Ditambah Lagi Terkena Guyuran Air Hujan Menambah Imun kesehatannya menurun.


" Mau Ku antar ke rumah sakit mas.?! " Tanya Tiara dengan Raut wajah bersalahnya


" Enggak usah Ra, Cuma Demam Doang Nanti Dibuat Istirahat Juga sembuh. " Ujarnya sambil memasang Wajah yang Terlihat baik baik saja


" Nanti kalau kamu sakit gimana mas, Aku nggak mau Lo disalahin Kalau terjadi sesuatu sama aku.! " Cetus Tiara Hingga membuat Nico tersenyum dan Timbul Niat. Untuk menjahili wanita yang kini masih Dengan Telaten Menyuapi bubur padanya


" Gampang, Kamu tinggal Tanggung Jawab Dan Merawatku Sampai sembuh Ra. " Tuturnya setengah menggoda sambil mengunyah Bubur Lembut yang Sudah masuk kedalam mulutnya


" Itu Sih Memang mau kamu mas, Dasar modus, Bisa Aja cari kesempatan Huh. " ketua Tiara sambil bibir mencebik membuat Nico gemas Ingin Sekali Membenamkan Bibitrnya kedalam Bibir Tipis dan Sudah Tidak Lama dia sentuh Itu.


Tiba tiba saja, Nico Menyentuh Bibir Tiara dan Mengusapnya dengan Ibu jarinya dengan Lembut,Tiara pun tersentak Mendapat perlakuan Nico yang Lembut itu, Tiba tiba Tubuh nya mulai Meremang saat Merasakan sentuhan Lembut Dibibirnya yang Hampir Selama Empat tahun Sejak perceraiannya tidak merasakan Sentuhan itu, Dan sekarang Tiba tiba Dia Kembali merasakan Sentuhan Lembut Itu, Enteh kenapa Tubuhnya serasa Kaku dan Hanya bisa Terdiam membiarkan Nico mengusap Bibirnya dengan Lembut.


" Mas. -----" Tiara menahan Nafasnya Saat sentuhan Tangan Nico pada bibir tipisnya itu semakin Dalam, Berulang Kali Kerja Jantungnya berdetak lebih Cepat Dibanding sebelumnya.


Namun Nico malah semakin gencar memberi sentuhan Lembut itu, sambil menatap Wajah Ayu Tiara Yang Terbalut dengan Hijab pasmina itu dengan Tatapan yang sangat Dalam.


" Aku merindukan Ini Ra. Boleh Ya. " Lirih Nico sambil terus mendekatkan wajahnya pada wajah milik Tiara perlahan.


" Mas Jang , ---- Emmmph. "


Tiba Tiba Ucapan Tiara Terpotong Saat Bibir Nico sudah Membenamkan Bibirnya Di bibir Tiara sontak membuat tiara Mendelik, namun Tak lama kemudian Kedua mata tiara memejam ketika Nico Dengan Lembut memberi L*umatan Kecil pada bibirnya.


Sumpah Demi Apapun Membuat Tiara jadi Hilang Kesadaran Dan Tidak Bisa mengontrol Dirinya, Kini Dia bisa Merasakan Setuhan Lembut Itu lagi dari mantan suami yang kini masih menjadi Pemilik Hatinya tersebut.


Melihat Tiara yang Memejamkan Kedua Matanya, membuat Nico semakin Lihai Memainkan Bibirnya Yang kini masih berpagutan dengan Bibir tiara, sesekali Dia m*ngisap dan menggigit Kecil bibir bawah Tiara sehingga membuat Tiara membuka sedikit mulutnya, Hingga dia bisa menyesap Ke rongga rongga mulut Tiara dan Saling bertukar Saliva masing masing.


Nico tau Bahwa yang Dilakukan Ini salah, Namun Dia tidak bisa membendung Keinginannya pada Bibir Tiara yang Sudah Dia Rindukan Selama kurang lebih Empat tahun itu, Bahkan Dia Sama sekali Tidak ingin menyentuh Perempuan Lain setelah perceraia itu, dia berusaha Menahan segala Hasrat Dan Keinginannya untuk tidak menyentuh Perempuan Lain lagi Selain Tiara wanita yang selalu Disebut Namanya didalam Doa disepertiga malamnya sejak kurang Lebih Tiga tahun Dia Berhijrah ke jalan yang lebih Baik lagi, Bahkan Setahun sebelumnya Memutuskan Untuk memperbaiki dirinya Nico sempat Frustasi dan Tidak mempunyai semangat Hidup, hingga Akhirnya Dia Kembali Bangkit Untuk Memantaskan Dirinya Lagi untuk mendapatkan sang Pujaan Hatinya.


Nico mulai melepaskan Pagutannya dari Bibir Tiara, saat Nafas Mereka sedikit Tersengal sengal karena kehabisan Oksigen.


" Ke kenapa ka kamu melakukan Ini mas, ---" Sentak Tiara dengan Suara lirihnya yang Terbata bata mengatur nafasnya seusai Bibirnya Terlepas dari Bibir milik Nico


mereka saling menatap satu sama lain Dalam kebisuan Dan Saling mengunci.


" Maafkan Aku ra,Aku tau Aku sudah lancang Menyentuhmu Aku tau Ini salah, maafkan Aku ra, aku sudah tidak mampu lagi membendung Rasa Rinduku padamu ra. "sambil menggenggam Erat Telapak tangan Tiara yang mulai Dingin Dan menatap tiara Dengan memelas dan sangat dalam


"Mas. ----"


" Maafkan Aku Ra, Aku mohon jangan membenciku lagi Ra. " Lirih Nico


"Mas, Lepasin Tangan Aku.! " Kini Tiara sudah tidak bisa Membendung tangisannya lagi dia benar Benar Marah pada Nico, tapi entah kenapa seakan Mulut Dan Hatinya itu berjalan Tidal sama.


Nico menarik Tubuh Tiara dan membenamkannya pada Dada bidang miliknya yang kini Masih terbalut Dengan Kaos berwarna Putih itu.


Tiara nampak Pasrah sesekali memukul mukul Dada bidang milik Mantan Suaminya yang Sampai saat ini masih Terasa memberi rasa Aman Dan Nyaman, Tiara tau ini benar Benar Salah sangat salah Besar, namun Apalah daya, Jika Tubuh dan perasaannya tidak bisa mengendalikannya, Dia terhanyut dalam Pelukan Hangat yang dari Mantan suaminya itu. entah Setelah Ini tiara akan merutuki Perbuatan Yang Salah ini dengan kebodohannya.


.


.


.


" Cylla seneng Deh Akhirnya Kita bisa Makan bareng Satu Meja seperti dulu lagi mah pah, iyakan Dek.?! " cicit Cylla pada Adeknya yang kini masih sibuk mengunyah makannanya dan terus menampilkan Senyum mengembang karena Akhirnya bisa berkumpul Kembali bersama mama dan papanya dalam satu meja makan


Javier Menganggukan kepalanya dengan Tersenyum lebar Tanda Dia menyetujui perkataan sang kakak, sedangkan Mama dan papanya terlihat Canggung Dalam kebisuan mereka masing masing tanpa mendengar celotehan Dari Kedua anaknya tersebut


" Iya kak, Vier seneng Banget, akhirnya Vier Bisa Merasakan Keluarga yang Lengkap, Vier bahagia sekali kak, apalagi Papa Bisa bersama sama Kita terus. " Seru Javier Dengan Penuh semangat.


Nico Tersenyum mendengar kepolosan Dari putranya itu, sekalipun Sedih Karena Tidak bisa membahagiakan Putranya sedari kecil, sepertinya Putranya itu benar benar mengharapkan papanya kembali untuk menjadi keluarga Yang lengkap.


" Iya sayang, papa Janji papa Akan selalu jaga Kalian, papa tidak akan pergi dari Hidup kalian Lagi. " Tutur Nico sambil mengusap Pucuk kepala milik Vier yang Duduk disampingnya dan Sekilas Menatap Tiara yang kini tengah Duduk didedapanya dengan menatap tajam dirinya, namun Bagi Nico Itu sangat tidak mempengaruhinya, dia malah melemparkan Senyum menggodanya pada tiara yang kini sudah menatap Sebal dirinya

__ADS_1


" Mama sama papa Mau kan Baikan Lagi. ?" Cicit Polos Javier sambil menatap kedua orang tuannya bergantian. Tiara menghela nafasnya dan sejenak Memejamkan matanya lalu membukanya kembali dan beralih menatap putranya untuk memberi pengertian pada Putranya


" Vier Dengerin mam. -----"


" Iya sayang, papa Usahakan Supaya bisa baikan Lagi sama mama, dan Bisa Terus berkumpul seperti ini. " Ujar nico sambil menatap Sekilas Wajah Tiara yang Sudah sangat Kesal itu.


" Sekarang Selesaikan Dulu Makannya, Setelah itu Kita Berjamaah Sholat isya bareng Ya. " Selak Nico cepat hingga membuat Tiara semakin Kesal


" Ye ye ye. hore Akhirnya Vier Punya Mama dan Papa yang lengkap seperti teman teman sekolah Vier. " Ucap Javier Dengan penuh semangat Empat Lima


" Benaran Pah.?! " Kali ini Pertanyaan itu keluar dari putri sulungnya.


" Benar Sayang, mangkaannya Doain Papa ya, semoga papa bisa cepet Halalin mama kalian lagi dan Cepet baikannya deh. " Tutur Nico dengan Santainya entah Kenapa melihat keceriaan kedua Anaknya membuatnya lebih semangat lagi Untuk terus berusaha mendapatkan Hati tiara lagi


" Siap Pak bos.! " Seru Cylla dan Javier Bersamawn ." Toss Dulu dek. " Lanjut Cylla lagi


" Tosss. "


" Kalau Gitu kita siap siap Ambil wudhu ya mah pah. " seru Cylla beranjak Dari Duduknya dan mengajak Adiknya untuk siap siap Ambil wudhu dulu


" Iya sayang Habis ini papa sama mama Nyusul. " Seru Nico saat kedua Anaknya sudah berlari lari kecil untuk mengambil air wudhu yang Berada Dibelakang Rumahnya


" Kenapa Kamu Berbicara seperti itu pada anak Anak mas, aku tidak suka kamu melakukan itu, Jangan memberi harapan pada mereka mas. " Sentak Tiara dengan Wajah Dinginnya namun Nico malah tersenyum Hangat padanya


" Jangan Marah marah Terus, Nanti cantiknya ilang. " Goda Nico


" Aku serius Mas, kamu bisa Mengerti bahasa Manusia nggak sih.?! " Ketus Tiara


" iya Ra Iya ngerti,Bahkan Bahasa Tubuh dan Pikirannmu saja Aku paham. "


" Mas. ---" Geram Tiara


" Udah Yuk ah, kita sholat Dulu Biar Hati kamu Adem, tuh Lihat Dibelakang kamu banyak Jin Berkeliaran didekatmu. " kelakar Nico


" Tau ah kesel Aku Sama kamu.! " Tiara berdiri dari Duduknya dan berlalu Meninggalkan Nico yang mulai mengekorinya dari belakang.


" Jangan lama lama keselnya ,nanti Rindu Lo." Ujar Nico sambil berdecis Geli mendengar Ucapan Narsisnya sendiri.


.


.


.


Terlebih Lagi melihat Kedua Anaknya Menyalami Papanya secara bergantian, karena Memang Ini Baru pertama kalinya pemandangan didepan matanya Terjadi.


Hati Tiara benar Benar menghangat Dan tersentuh melihat pemandangan tersebut. sungguh Entah Apa yang Difikirkannya saat ini.


.


.


.


Ceklek


Tiara membuka pintu kamar Milik Javier, yang disana Sudah Ada Nico yang Sudah menemani Javier Hingga terlelap dalam tidurnya. lalu dia menghampiri Nico yang kini masih Duduk di tepi Ranjang Milik Javier


" Sudah Jam Delapan Malam mas, kamu bisa pulang sekarang. " Ucapan Tiara Bukan untuk mengingatkan Tepatnya lebih Pada Mengusir mantan Suaminya Itu secara Halus


" Iya Ra, Aku akan Pulang. " Sambil berdiri dan. menghampiri Tiara yang Tidak jauh darinya


" Aku Antar kamu kedepan mas. " Tutur Tiara dan Diangguki kepala oleh Nico, dia pun mengekori Nico yang berjalan terlebih Duluan, tak lupa Tiara menutup pintu kamar Vier kembali


" Cylla sudah Tidur.?! " Tanya Nico disela sela Langkagnya yang Kini sudah dekat dengan daun pintu


" Sudah. "


Ceklek.


" Assalamualaikum Mbak Tiara, Mas. " Ujar seorang pemuda Bersarung dan memakai Baju koko yang Tiba tiba berdiri didepan pintu Rumah Tiara sambil membawa kertas Amplop yang Ada ditangannya.


" Walaikumsalam. " Jawab Nico dan tiara bersamaan.


Nico menatap Pemuda yang pernah Dia Lihat beberapa waktu Lalu Dipesantren yang mengajak Tiara mengobrol waktu itu. dengan Tatapan yang jelas Sangat Tidak suka, apalagi Cara pemuda tersebut Melihat Tiara terkesan penuh Kekaguman. menambah Hatinya semakin Panas


" Mas Azam, tumben malam kemari, ada perlu Apa ya.?! " Tanya Tiara pada Pemuda yang Kira kira usianya Lebih Muda Darinya Lima tahun itu,laki laki itu adalah Azam, pemuda yang Menjadi Guru Ngaji Di pesantren Tempat Kedua Anaknya menimba Ilmu


" Maaf mbak tiara kalau saya mengganggu, saya Disuruh Pak kyai untuk mengantarkan surat Undangan Pengajian besok Malam mbak. " Tuturnya sambil melirik sekilas Nico yang menatapnya dengan sinis

__ADS_1


" Oiya Terimakasih Mas Azam, Saya terima ya undangannya. " Ujar Tiara dengan Lembut Sambil menerima kertas undangan Tersebut Dari tangan pemuda bernama Azam tersebut. namun kedua ekor Mata milik Nico tak Hentinya melirik Tiara yang Bersikap Lembut pada Pria yang lebih muda darinya itu, dan itu semakin membuatnya semakin Kesal.


" sama sama mbak tiara, kalau Begitu saya Pamit Permisi Dulu ya mbak mas. " Ujar Azam Dengan Sopan Dan santun


" Iya mae Azam. "


" Assalamualaikum mbak mas. "


" Walaikumsalam. " Seru Tiara dan Nico setelah itu pemuda tersebut Kembali naik motor Maticnya dan pergi meninggalkan rumah Tiara


Nico semakin Berdecak kesal saat Melihat senyum. mengembang dibibir Tiara Mengiringi kepergian pemuda bernama Azam tersebut


" Ck, Seneng Ya, Ngelihat Yang Seger Seger Kayak Bocah Itu. " Cetus Nico lebih tepatnya menyindir Tiara yang kini sudah Berhenti tersenyum.


" Kenapa sih mas, Marah marah nggak jelas. " Ujar Tiara dengan keningnya yang sudah mengkerut.


" Liatin Aja Terus, sampai Empet Tuh mata. " cibir Nico dengan wajah kesalnya karena tiara masih tidak peka dengan ucapannya


" Tau ah, kamu nggak jelas, pulang sana udah malam. " Usir Tiara


" Dasar Wanita tidak punya Hati. " seru Nico dengen mendengkus Kesal lalu menyodorkan Tangannya keearah Tiara


" Ngapain.?! " tanya tiara dengan bingung


" Salim dulu katanya nyuruh Aku pulang. "


" Ogah. Sudah pulang sana. " Usir Tiara


" Huh, Dasar Batu, untung Aku cinta. " Gumamnya


" Kamu bilang Apa mas.?! "Sentak Tiara


" Nggak bilang Apa apa, dah Kamu masuk kedalam sana, jangan lupa Kunci pintu Rumah dan Jendela, " Seru Nico dan Hanya ditanggapi malas oleh Tiara


" Hmm.! "


" Aku pulang Dulu. ?"


" Iya "


" Beneran Nih nggak mau salim dulu. " Nico masih saja menggoda Tiara yang sudah mulai kesal


" Iya deh iya yasudah aku pulanh Dulu, jaga Jaga diri baik baik dirumah sama anak anak. "


" Dih sok prihatian banget sih. " Gumam Tiara dengan ketusnya Namun Hanya di tanggapi Nico dengan Tersenyum


" Assalamualaikum wahai Calon Makmumku."


" Walaikumsalam. "


Setelah Nico melangkahkan kakinya memasuki mobil ,Nico masih Melemparkan senyum manisnya lewat Kaca mobilnya, membuat Tiara membuang Mukannya, namun setelah mobil Nico lenyap dari pandangannya Tiba tiba seulas Senyum Dibibirnya mengembang begitu saja, entah apa yang Dia rasakan saat ini. setelah itu Tiara pun kembali masuk kedalam rumahnya dan menutup pintunya kembali.


.


.


.


_ Bersambung. _


Hari ini author Sudah Up dua kali ya dan Kali ini Author bikin Panjang babnya nya biar readers puas bacanya


Mungkin kurang beberapa bab lagi Akan mendekati Ending , jangan Lupa mampir ke Cerita author Yang Lainnya ya.


setelah Cerita ini Tamat author Akan Fokusin pada Cerita Author Yang Lain.


diantaranya Cerita Yang bakal Lanjutin berikutnya setelah novel ini tamat adalah


- Si Culun penakluk Hati


Dan


- Aku bukan Anak Haram


.


.


Semoga syuka

__ADS_1


happy Reading. . .


__ADS_2