
Flasback On.
Setelah kejadian Itu, Claudia berangsur menjauhi dari keluarga Aliya.
Namun disisi Lain dia tidak ingin kejadian itu Didengar oleh orang Lain termasuk keluarga Ardan, apalagi kalau sampai Nico dan juga Aliya tau, dia pasti sangat malu dan tidak akan berani menampakan wajahnya Lagi dihadapan keluarga Wijaya itu.
Apalagi setelah kejadian Itu Ardan juga tidak Lagi menyinggung dan membahas kejadian itu lagi karena menurutnya.urusanya sudah selesai ketika sehari sebelum Dia Memutuskan untuk pergi ke London Untuk mengurusi Bebarap Anak perusahanya disana dan membawa Istrinya yasinta dan juga kedua putrinya Nora dan juga Aliya. sedangkan Nico memilih tetap tinggal dijakarta bersama kakek dan Neneknya sebelum Nico akhirnya juga ikut memilih menyusul Mereka kelondon setelah dia tamat dan Lulus sekolah.
Karena bagaimanapun dia tetap bersikukuh untuk tetap mencari gadis masa kecilnya itu.
" Huwekkkk Huweekkkkk. "
Claudia nampak terlihat Lemas saat memuntahkan cairan bening dari dalam mulutnya. Dia terus menyalakan Kran Air untuk terus membasuh bibirnya yang sedari tadi basah karena sudah memuntahkan beberapa cairan tersebut.
" Clau kamu kenapa.? " Tanya Aliya saat tak sengaja mendapati Claudia muntah di toilet Sekolah.
Claudia segera menyerka Bibirnya, dan mengulas senyum
" A aku nggak apa apa kok Al. "
Aliya mengeryitkan dadinya. "Beneran kamu nggak apa apa clau, kamu terlihat pucat Lo. "
Claudia melepaskan tangan Aliya dari dahinya saat aliya menyentuh dahinya dengan pelan.
" Beneran Al aku nggak apa apa. "
" Yasudah kalau begitu kita kembali ke kelas yuk.? " Ajak Aliya.
" Ya. "
**********
Dengan Tangan yang gemetar dan juga nafas yang memburu, terlihat Tespek Ditangan Claudia Menunjukan Garis Dua dan Itu menandakan Kalau dia positif hamli.. meskipun Claudia masih duduk dibangku Sekolah menangah Atas( SMA) karena ini adalah ajaran tahun Baru, dan ternyata Aliya claudia dan juga Nico dan Nora satu Sekolah cuma beda kelas. Nico dan Nora pun menjadi kakak kelas mereka. Namun tidak kemungkinan bisa membuat Claudia hamil bukan.
" Ti tidak ini tidak mungkin. "
Claudia mengatupkan kedua bibirnya dengan telapak tangan kanannya sambil menggelengkan kepalanya.
" Ja jadi Aku HAMIL. ----" Desahnya sambil menggelosor ke Lantai.
------------
" Satu bir Lagi mas. " Claudia terus menenggak Minuman keras itu..
Puk
" Claudia.?"
" kak Nico. " Claudia Langsung berhambur kepelukan Nico sedangkan Nico mencoba menarik tubuh Claudia.
" Kamu mabuk.? "
" Hehe aku Tidak mabuk kak, aku Sangat mencintaimu kak, Cintaaa sekali. "
Nico menggelengkan kepalanya ketika mendapati Claudia yang sudah sedikit tidak Waras itu.
Lalu Nico segera membopong Tubuh Claudia dan bergegas mengantarkannya pulang kerumah Claudia.
--------
" Berat banget Nih anak. "
Nico dengan Hati Hati membaringkan tubuh Claudia yang sudah sedikit tidak sadar itu.
diatas Ranjang kasur milik Claudia.
__ADS_1
Karena memang Mama papa Claudia sedang tidak ada dirumah.namun tiba tiba saja Claudia menarik tubuh Nico dari belakang saat Nico akan beranjak pergi dari kamar Claudia.
" Lepas Clau. " Sentak Nico saat tubuhnya kini dipeluk oleh claudia dan dengan gesit Claudia melepas satu persatu kancing kemeja Nico dan merobek lengan bajunya sendiri. membuat Nico membelalakan kedua matanya.
" Tolong Tolong tolong. -------"
Teriakan Claudia menggema begitu saja mengisi sudut ruangan membuat Nico menatap tak percaya akan kelakuan claudia apa maksudnya coba dia berteriak minta tolong seperti itu
" Clau apa yang kau lakukan, kenapa kamu berteriak minta tolong. " tanya Nico dengan bingung dan mencoba melepaskan pelukan Claudia
Namun kuping Claudia seakan bebal dan tidak menghiraukan pertanyaan nico dia terus berusaha membuka kemeja Nico dan Akhirnya Baju Kemeja Nico lepas dari tubuhnya dan Menampilkan perut Ratanya yang berotot.
" Tolong Tolong saya. ----?"
Claudia terus merancau berteriak meminta tolong, sungguh Dalam keadaan mabuk seperti ini sepertinya menambah tenaganya lebih kuat Lagi.
Lalu
Brakkkkkkk
Pintu kamarpun terbuka terlihat sudah banyak orang Sudah berada diambang pintu tak terkecuali kedua orang tua claudia yang menatap Nyalang kearah claudia dan Nico yang sudah berantakan.
" Brengsek.! Apa Yang kamu Lakukan pada Anak saya " Ucap Pria paruh baya yang tak lain adalah papa Claudia
" Om tenang om.? " Nico mencoba Membela diri kala Papanya Claudia menarik kerah kemeja miliknya.
" BRENSEK. "
Bug
Papa Claudia mendaratkan pukulannya tepat dibibir Nico hingga tubuhnya terhuyung namun tidak sampai tersungkur ketanah.
" Om tenang om, ini semua tidak seperti yang Om Lihat. "
Sedangkan Claudia kini sudah didekap erat dalam pelukan sang mama menahan isak tangisnya.
" Papa. " Teriak Claudia yang kini sedang menatap dua pria beda usia itu.
" Dia harus Papa beri pelajaran Nak."
" Jangan Pa, Jangan pukul kak Nico lagi nanti dia bisa Mati, lalu siapa yang mau bertanggung jawab sama aku."
Perkataan Claudia sontak membuat semua orang terperangah tak terkecuali Nico yang menatap kesal pada sahabat adiknya itu.
" Bertanggung Jawab.? " Gumam Nico sambil menggelengkan kepalanya bahwa itu tidak benar bahwa tuduhan itu Fitnah.
" Apa?Jadi maksudmu Lelaki ini. ------?" teriak sang papa
" IYA PAH! KAK NICO SUDAH MEMPERKOSAKU, DAN AKU KINI TENGAH HAMIL ANAKNYA"
" APA.???????? ------" teriak papa claudia
sedangkan Nico membelalakan matanya kala tuduhan keji itu tertuju padanya.
" Tidak Om itu semua Fitnah, " Ujar Nico. " Katakan yang sebenarnya Clau, aku bahkan tidak pernah menyentuhmu. " Nada suara Nico pun ikut naik satu oktav
" BOHONG! pah. kak Nico yang mengambil paksa kesucianku,dan kini dia mau mengulang Lagi perbuatan b*jatnya itu. "
" TUTUP MULUTMU .---" Bentak Nico dengan emosi yang memuncak.
" Jangan membentak Anakku, " Sentak papa claudia" Sekarang kamu harus Bertanggung jawab Atas putriku. "
" Tapi om saya tidak pernah sedikitpun menyentuh anak Om. "
" Ayo cepat bawa bocah tengik ini keluar dan antarkan aku ke rumahnya. "
__ADS_1
Papanya Claudia mendorong tubuh Nico hingga tersungkur dan dengan sigap anak buahnya langsug menyeret tubuh Nico Keluar.
--------
Brukkkk
Tubuh Nico tersungkur begitu saja tepat didepan papa Ardan
" Ada apa ini.? " tanya papa Ardan membantu Nico untuk berdiri.
" Anak anda sudah memperkosa dan menghamili anak saya. "
" Bohong pah itu semua Fitnah. " Elak Nico saat sang papa menatap Garang pada Anaknya
" Apa anda Yakin anak saya yang melakukannya.? " Tanya Papa Ardan sedikit curiga dan tak percaya, menatap Wajah cantik gadis cantik yang kini tengan menundukan kepalanya dipelukan sang mama.
" Saya tidak ingin basa basi lagi, Saya minta Putramu Bertanggung jawab dan Menikahi Anak saya. " Desak Papa David papanya Claudia.
" Pah tolong percaya sama Nico pah, Nico tidak mungkin berbuat sekeji itu pa, nico masih waras, Ini semua Fitnah Pah, itu semua gak bener. " Nico berlutut dihadapan sang papa yang kini masih diam dan terpaku, sedangkan Mami sinta Nora dan Juga Aliya tengah terisak dari tangisnya.
" Baik, Anak saya akan bertanggung jawab dan menikahi putrimu. "
" Pah.? "-------- Teriak Aliya nora mami sinta dan Juga Nico bersamaan.
Dan Akhirnya Mereka tidak bisa berbuat Apa apa Nico Akhirnya menikah dengan Claudia di usia yang masih sangat Muda.
Karena Waktu itu Nico masih berusia 18 tahun dan Duduk dibangku kelas 3 SMA sedangkan Claudia Berusia 16 tahun dan baru saja duduk dibangku kelas 1 SMA.
Dan pada Akhirnya Pernikahan mereka Dilaksanakan secara SIRI. untuk menutupi kehamilan claudia.
.
.
Flasback Off
" Ayo cepetan Ngebut Ar. ------" Ujar Nico dengan wajah Gusarnya
" Sabar Tuan didepan Macet Sepertinya Sedang ada kecelakaan. "
" Apa kecelakaan.? " Ujar Nico sontak membuat fikirannya membayangkan yang tidak tidak.
" Arya Jangan Jangan itu mobil. ---------?"
Belum sempat Nico melanjutkan Ucapanya tiba tiba ponselnya bergetar ada sebuah panggilan masuk dari nomor tidak Dikenal
Nico langsung menggeser Tombol warna Hijau dilayar ponselnya
" Hallo.? "
" Selamat siang apa benar ini dengan Bapak Nico cornelius Suami dari ibu Mutiara? "
" Ya saya sendiri. "
" Kami ingin memberitahukan bahwa Mobil yang dikendarai istri bapak sedang mengalami kecelakaan masuk kedalam suangai, dan kami Sudah berhasil mengevakuasi Jenazah Ibu Mutiara bersama seorang Wanita tanpa identitas. "
" APA.???? " Teriak Nico
Tubuh Nico Seakan Melayang, tubuhnya Lemas seketika tak bertenaga, nyawanya seperti terlepas seketika dari tubuhnya saat mendengar kabar mengenai kecelakaan istrinya bersama Wanita tanpa identitas yang sudah bisa tebak wanita itu siapa.
" MUTIARA. ----------------?" Teriak Nico disela isak Tangisnya.
.
.
__ADS_1
_ Bersambung. __