Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Tolong Jangan menyentuhku Lagi.


__ADS_3

Akhirnya Setelah Beberapa jam Yang Lalu Nico berhasil melewati masa kritisnya lagi, setelah Dokter berhasil mengeluarkan beberapa Cairan Racun yang Tadi Sudah Disuntikan ke selang Infus Milik Nico yang Dilalukan Oleh Orang yang Tidak Dikenal hingga Akhirnya Nyawa Nico bisa Diselamatkan Kembali, dan Kini Hanya butuh Waktu saja Untuk Nico sadar kembali


Semua Keluarga Nico dan Tiara sudah Berkumpul Disana, Termasuk papa Ardan. Papa Ardan Mengecam keras oleh Pihak Rumah sakit yang Masih Kurangnya keamanan Dirumah sakit Yang Masih Dibawah Naungan keluarganya.


Bahkan papa Ardan juga marah Besar Pada beberapa pengawalnya yang dia tugaskan Untuk berjaga Ketat Di Ruangan milik putranya Karena Lalai dalam menjalankan Tugasnya.


Sedari Tiara Hanya terdiam Saja sambil menyuapi Suaminya yang Masih Terdapat selang Infus di tangan kirinya.


" Sayang.----" Tiara tersentak kaget dan menjauhkan Tubuhnya saat Nico ingin menyentuh pundaknya


" Tiara kamu Kenapa? Sakit? wajahmu kok jadi Tegang Gitu sih sayang kenapa Hem?! " tanya Nico Yang Dibuat semanja Itu sumpah demi Apapun Tiara ingin sekali Mengubur Suaminya Hidup hidup jika mengingat kejadian menyakitkan tempo lali jika bukan karena Nico baru saja Sadar dari Masa Kritisnya Mungkin tiara Sudah memaki maki sumpah serapahnya pada suaminya itu


" Nggak Apa Apa. " Jawabnya Datar sambil mengulas senyum tipisnya.


" Sayang Sini dong peluk Aku, aku kangen Sama kamu, pengen Cium Dede bayi kita yang Ada didalam perut kamu. " Kedua mata Tiara mendelik tajam saat dengan tidak tau dirinya suaminya itu Berkata itu seperti orang tanpa beban, Ya Memang Selama Ini Dia sama sekali tidak mengingat kejadian yang sempat Di laluinya semasa Amnesia dan kini dokter Sudah menyatakan Sembuh dari Amnesiannya, Cuma dokter Berpesan jika Nico tidak boleh berpikir Keras Dulu karena bisa saja membuat Sakit kepalanya kambuh karena memang dalam proses kesembuhan.


Dengan cepat Nico menarik Pinggang Tiara yang masih terdiam mematung itu untuk lebih dekat dengannya dengan menggunakan salah satu tangannya yang Tidak terdapat selang infus. dengan spontan Tiara lalu menepis kasar tangan kekar milik suaminya dan Menjauhkan Tubuhnya.


" Tolong Jangan pernah menyentuhku Lagi Mas.! " Sentak Tiara dengan menahan kesal yang Amat Dalam


Kening Nico langsung saja mengeryit menatap Tiara dengan penuh tanda tanya tentang keanehan istrinya itu.


" Sayang kamu kenapa? Apa kamu tidak Rindu sama suami kamu ini, aku baru sadar Lo yang, kenapa kamu jadi berubah drastis seperti ini.?!" Tanyanya dengan bingung.


Tiara mendengus kesal ingin sekali dia membentur kepala suaminya kembali sehingga Sejenak bisa ingat tentang perbuatan bejatnya bersama wanita Lain namun Tiara harus bisa Lebih sabar lagi dan hanya bisa membatin, setidaknya sampai Nico sembuh dan Keluar dari rumah sakit.


" Aku biasa Saja tidak ada yang berubah sama diri aku, kamunya Aja yang berlebihan terbawa suasana. " Ujar Tiara dengan datar dan Dingin


" Oke kalau Memang Tidak Ada yang berubah Sekarang Cium Aku. " Ucap Nico dengan santainya.

__ADS_1


membuat mata Tiara melotot Seketika namun Nico hanya bisa terkekeh melihat wajah kesal Istri yang sangat Dirindunya Sejak 5 bulan terakhir ini


" Ogah, aku nggak mau. Kamu masih bauk nanti Aku Bisa muntah mencium kamu. " Tutur Tiara dengan Nada sarkasnya


" Ayolah sayang Tubuhku ini wangi meskipun sudah beberapa hari ini tidak mandi, masa kamu tega sih ngebiarin Suamimu yang nyidam Pengen Dicium kamu ini. " Ujar Nico menampilkan Wajah sedikit mengiba dan wajah yang Di imut imut kan Membuat Tiara ingin sekali mencabik cabik wajah Tampan suaminya yang berotak mesum itu


" Sekali nggak tetep nggak, lagian Aku tidak Mau Cium Kamu Yang Sudah menjadi bekas Wanita Lain. " Tanpa sadar Tiara mengeluarkan Unek uneknya yang selama ini dia tahan mendengar Ucapan Istrinya yang begitu menohok membuat Nico tersentak kaget dan menatap tiara penuh dengan Curiga.


" Maksud kamu Apa tiara bicara seperti Itu? Siapa yang kamu Bahas bekas Wanita lain, dan wanita lain itu siapa.? " tanyanya dengan Bingung


Siapa lagi kalau bukan kamu bodoh duh kepengen kucabik cabik tuh tampang sok polosnya itu


" Sudahlah Lupakan saja. " Nico mencekal Tangan Tiara kembali saat Istrinya itu Akab beranjak keluar dari Ruang Inapnya.


" Sudah ku bilang Jangan Menyentuhku lagi Mas.! " Sentak Tiara sambil mengibaskan tangan Nico


" Tiara kamu kenapa sih, kenapa jadi berubah Kayak gini. Sebenarnya Apa salahku ra, aku kan sudah Bilang Tidak Berniat Untuk ninggalin kamu dan Anak anak kita, waktu perjalanan ke bandung Aku Jebak ra, dan aku dikeroyok sama orang yang tidak jelas Lalu setelah itu Aku tidak ingat sama sekali Yang terjadi." Ujar Nico. "sungguh aku benar benar tidak bohong Sayang. " Lanjutnya lagi dengan Tatapan yang penuh mengiba


" Apa kamu benar benar Tidak mengingat seseorang mas? Wanita lain misalnya selain istrimu ini.?" Tanya tiara dengan sedikit memancing ingatan suaminya yang pada saat itu menjijikan.


" Wanita lain siapa sayang, siapa yang kamu maksud.?! " Melihat Raut wajah Kebingungan Nico membuat tiara mendengus kesal mungkin Untuk saat ini Tiara harus benar Benar Menahan Dirinya untuk tidak gegabah yang Akan berimbas pada kondisi Suaminya


" Sudahlah lupakan kita bahaas lain waktu Saja, fokuskan Dulu Kesembuhanmu, aku keluar Sebentar. " Tutur Tiara dengan Dingin meninggalkan Suaminya yang kini sedang menerka nerka Kesalahan Apa yang sudah Dia lakukan Hingga Istrinya bisa berubah sedingin itu.


" Sebenarnya Apa yang Sudah terjadi pada tiara kenapa dia berubah Drastis seperti itu oh Tuhan sebenarnya Apa yang terjadi. " batin Nico


.


.

__ADS_1


.


Kini Nico sudah keluar Dari Rumah sakit dan pulang kerumahnya.


" Daddy. " Seru Cylla yang sudah berhambur ke pelukan Nico yang kini sedanh berjongkok mensejajarkan Tubuhnya supays bisa Diraih oleh kedua Anaknya. Baby Vier yang Sudah Sedikit berjalan juga Ikut memeluk sang papa bersama kakak sulungnya itu.


" Hemm Anak daddy dan papa, Kalian pasti kangen kan sama daddy dan papamu ini. " tutur Nico sambil menciumi Pucuk kepala milik kedua Anaknya masing masing.


" Iya pah Cylla kangen banget sama daddy, betul kan Vier. " Cylla meminta Dukungan Pada Adik laki lakinya itu yang juga menganggukan kepalanya tanda setuju dan membenarkan Itu semua.


Dengan Gemas Nico menciumi kedua Wajah Anaknya itu dengan Gemas lalu bergantian Menggendong Kedua Anaknya dikedua Tangannya masing masing.


" Horee Akhirnya kita bisa peluk daddy dan Digendong Daddy Lagi Vier. " Ujar Sang kakak lalu Sidedek vier Ikut bertepuk tangan dan tak kalah Riangnya.


Melihat Pemandangan Itu membuat Hati Tiara Ngilu dan melengos, Karena Anak Anak selama ini memang dekat dengan Papanya Dia semakin tidak tega Membiarkan menjauhkan Anak anak dari papanya.


" Yaudah Kita kekamar kalian yuk ,papa udah Kangen Maen bareng Kalian berdua. " Ujar Nico lembut pada kedua Anaknya itu.


yang Disambut Riang kedatangannya oleh kedua Anaknya namun berbeda Dengan istrinya semenjak Dia sadar Dari kritisnya sikap Istrinya itu berubah Dingin hingga sampai saat ini Nico berharap besok setelah Dia bisa Pergi bekerja Lagi dikantor Nico akan Menanyakan Pada Arya Tentang Apa yang sebenarnya terjadi selama Dia mengalami kecelakaan dan Sempat belum ditemukan


.


.


.


.


Bersiaplah Nico sebelum Sebuah Hantaman Dahsyat Menerpa Dirimu, siapkan saja Mental bajamu untuk menerima keputusan yang Akan Diambil oleh Wanitamu yang Sudah Kau Lukai hatinya selama ini.

__ADS_1


_ Bersambung. _


Happy Reading.


__ADS_2