
Keesokan Harinya, Nico Dan papa Ardan Melakukan Test DNA Tersebut.
Dan hasil test Mengatakan Jika Memang Positif Cylla Anak kandung Papa Ardan dan Juga Almh Claudia Mendiang Istri Siri Nico.
Butuh Waktu 2 minggu Hasil test DNA keluar dan kini sudah Tepat 2 minggu hasil test DNA itu keluar.
" Kenapa Claudia tega merahasiakan kenyataan ini dari Papa, Nico. " Ucap Papa Ardan dengan lirih dan Suara seraknya setelah menerima hasil Test DNA tersebut.
Nico hanya melirik Sinis Pria paruh baya yang statusnya papa kandungnya itu.
" Ckk itu memang kenyataannya, Papa saja yang Terlalu Naif mau saja di peralat Istri Licik papa. " Ujar Nico dengan Penuh Sindiran dan Sinis
Papa Ardan Hanya bisa menghela nafas panjangnya saja.
*****
Saat Ini tiara tengah membelai Rambut Hitam sebahu milik Cylla, entah kenapa Tiara merasa sayang sekali sama Anak meski bukan anak kandungnya tapi tiara memperlakukan Cylla seperti Anak kandungnya sendiri.
Ceklek
suara pintu Kamar Terbuka terlihat Suaminya masuk kedalam kamar Cylla dan Juga Javier.
" Anak anak sudah tidur sayang.?!"
Nico mendaratkan Bokongnya pada tepi Ranjang Tempat Tidur Milik cylla dan duduk disamping Tiara.
" Barusan saja Mas. "
Nico tersenyum dan menggenggam telapak tangan istrinya.
" Yuk kita balik kekamar. " Ajaknya.
" Mas! "
" Iya kenapa sayang.?! "
" Mama tidak mau kehilangan Cylla pah, mama sudah terlanjur sayang sama Cylla. "
mendengar Ucapan istrinya membuat Nico Tersentuh lalu dia Membelai pipi Tiara dengan Lembut
" Kenapa Bicara seperti itu sayang.?! "
" Aku Takut papa Ardan akan mengambil Cylla pergi dari kita mas, Aku benar Benar Tidak ingin Kehilangan Cylla. " Ujarnya dengan tatapan sendu
" Nggak sayang Papa Tidak akan Mengambil Cylla dari kita. "
" Sunggu?! " Mendengar Ucapan suaminya membuat Bibir Tiara kembali merekah
Nico Menganggukan kepalanya. " Iya sayang."
" Sampai kapanpun Cylla Akan tetap Jadi Anak kita kan mas, Putri kita kan.?! " tanya tiara dengan bersemangat.
" Iya sayang,sekarang kamu Jangan Sedih lagi Ya. "
__ADS_1
Tiara menghambur kedalam pelukan Suaminya. " Makasih Ya mas, kamu sudah mengabulkan permintaanku untuk tetap menjadikan Cylla Anak kita. "
" Iya sayang, apa pun Akan Aku lakukan asal bisa bikin kamu bahagia. "
Tiara melepaskan pelukannya dan menatap suaminya. " Tapi kita juga tidak bisa Membohongi Cylla mas, kita harus tetap mengatakan yang sejujurnya kalau papa Ardan papanya Cylla, tapi Tetap kita bilang sama Cylla kalau sampai kapanpun Cylla Anak kita. "
" Iya sayang Apapun keputusanmu aku akan selalu dukung kamu. ---"
"Makasih Ya mas. " tiara tak henti hentinya mengucapkan Terimakasih pada Nico membuat Nico ingin mengerjai istrinya
" Makasih Doang Nih.?! " Nico mengerlingkan Matanya dan menarik Tubuh tiara Supaya Duduk dipangkuannya sedanga Tangan kekarnya Sudah memeluk Erat pinggang Tiara.
" Mas Jangan Aneh Aneh Deh Ini kamar Anak Anak mas. " Tiara Dengan Gugup mencoba melepaskan Rengkuhan Dari Suaminya.
Namun Tiba Tiba saja Nico mengangkat Tubuhnya Dan Menggendongnya dengan posisi memangku Didepan Membuat Tiara membulatkan Kedus matanya.
" Aku tau sayang ini kamar Milik anak anak, maka dari itu Suamimu yang Perkasa ini akan Membawamu masuk kedalam Kamar Pergulatan Kita sendiri. " ujarnya Sambil berjalan Keluar kamar dari Anaknya dan menggendong Tiara, sedangkan Tiara yang Sedikit kaget Semakin Mengalungkan Tanganya Erat Dileher Milik suaminya.
Sesampainya Dikamar Mereka Nico membaringkan Tubuh Istrinya itu Tempat Tidur Dengan sangat Lembut dan pelan, sambil membenamkan Bibirnya pada Bibir istrinya. tangannya sudah bergerilya mengelus paha mulus Istrinya. entah kenapa Mendengar Desahan Dan Erangan Yang keluar dari mulut Tiara membuat Hasrat Nico kembali membara dan memuncak.
" Aku ingin Sayang. " bisiknya dengan suara lirih Dan mengecupi Leher Jenjang Putih Milik Tiara membuat Tiara menggeliat karna sentuhan Sentuhan hangat Dari tangan suaminya itu.
" Tapi aku ta takut Nicooooo, emmmbhh. "
Mendengar Tiara menyebut Namanya dengan Suara sexy Membuat Libido Nico Terus memuncak hingga kali ini dia tidak bisa menahan Lagi Hasratnya yang Sudah ingin butuh Pelepasan.
" Aku Akan pelan pelan sayang.?! " Lirihnya dan Tiara pun Menganggukan kepalanya.
" Sebut Namaku Dalam Desahan Bibir Indahmu Itu sayang. "
Lalu Mereka berdua pun Melakukan Kewajiban Suami Istri seperti biasanya dan Sudah Dipastikan Malam ini akan menjadi malam yang panjang Untuk mereka berdua.
.
.
.
.
******
Sinar Mentari Sudah Memancarkan Sinarnya terlihat Sepasang Pasutri ini masih saja menyelami mimpinya didalam pulau kapuk. Hingga Secercah cahaya matahari Menembus gorden Kamarnya Memancar lewat Ventilasi Jendelanya membangunkan Tidur mereka.
Tiara mengerjabkan kedua matanya untuk menyesuaikan Pencahayaan yang Menembus kornea matanya. Tiara menyibakan selimut tebalnya dan Melihat Ada tangan kekar Sedang Memeluk erat pinggangnya.
" Emmm Jam berapa ini.? " Gumam Tiara sambil menggeliat dan merentakan Kedua tangannya entah kenapa tubuhnya merasa pegal pegal, dan capek sekali, sudah dipastikan Itu semua karena ulah suaminya semalam yang Terus menerkamnya berulang kali, hingga Dini Hari baru bisa tidur.
Cup
Nico mendarangkan Kecupan Hangat Di kening Tiara sambil memeluknya erat. lalu mendaratkan ciumannya Ke bibir tiara.
" Selamat Pagi sayang, morning Kiss. " Ujarnya dengan Suara serak basah Khas baru bangun tidur
__ADS_1
" Hmm, pagi Juga sayang, ayo bangun Kita udah kesiangan nih. " Seru Tiara
" Hari ini Hari libur sayang, aku ingin Ditemani Tidur kamu seharian penuh "
" Jangan Aneh Aneh deh, kamu lupa Ada Anak Anak Ayo cepat bangun. " Tiara menarik tubuhnya dan segera bangun meninggalkan tempat Tidur.
Tiara mengucir rambut panjangnya dengan Asal dan meninggalkam beberapa selur Rambut menambahkan kadar Keseksian Tiara Meningkat Dimata suaminya, dengan Wajah cantik Alami tiara.
" Kamu Cantik sekali sih sayang pagi ini, aku jadi ingin memakanmu lagi." Tutur Nico dengan Suara serak dan masih bermalas malasan Ditempat tidur
" Dasar Mesum, udah Ah yuk bangun Cepetan, Kita Ajak liburan Anak anak sayang, pasti mereka suka. " Seru Tiara sambil menarik narik tangan Nico supaya bangun
Brukk
Nico malah menarik tubuh tiara Hingga jatuh Diatas Tubuhnya membuat Kedua mata tiara melotot seketika.
" Belum puas Kamu sudah membuat Remuk tubuhku semalam mas, Aku capek mas, udah Ayo bangun. "
" Beri aku Ciuman. " Nico memgerucutkan Bibirnya untuk Tiara menciumnya
Dengan Kesal Tiara memberikan Ciuman sekilas Dibibir Nico
Cup
" Dah, Yuk cepet bangun.!"
" Yang Ikhlas.?! "
" Udah ikhlas."
" Ulangi lagi. "
Cup
" Yang Enak. "
" ih Nyebelin banget sih. " Dengan Geram Tiara mencubit perut Nico
" aduh, udah berani ya sekarang Hmm. "
Tanpa basa basi lagi Nico menarik tubuh istrinya dan membenamkan Kembali selimut Tebal miliknya dan menutupi Tubuh Mereka berdua dan dipastikan Mereka berdua Akan mengulangi Kembali pergumulan Seperti semalam pagi ini.
.
.
.
_Bersambung. _
Aku Kasih bonus Up hari ini ya, Insyallah kalau Masih Ada Feell buat nulis nanti Aku juga Bakal Up lagi. maaf Cuma sedikit.
semoga Suka.
__ADS_1
jangan Lupa kasih Dukungannya ya.
Happy Reading