Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Keputusan Terberatku


__ADS_3

Keesokan Harinya Rival Langsung bergegas pulang kerumah karena dia Lupa tak membawa pakaian untuk dipakainya kerja.


Langkahnya terhenti saat melintasi Dapur Dimana terlihat sosok wanita yang tengah berkutat sibuk sedang memasak.


Rival menghela nafasnya lalu dibuangnya dalam dalan, sesekali memijit pelipisnya tersebut dan menghampiri wanita yang sudah jadi istrinya tersebut.


" Kamu sedang memasak.? " tanya basi basi rival.


sungguh dia terlihat canggung untuk sekedar menyapa Tiara.


Tiara pun menoleh kearah suaminya yang tengah berada tepat disampingnya. dan memberikan senyum manis dibibirnya.


" Sudah pulang.? " tanya tiara tanpa beban. " Mau mandi dulu atau langsung sarapan dulu.?baju kerjamu sudah aku siapin dikamar kok mas. "


Ucapan Tiara yang Lembut tanpa ada amarahpun seakan meremas dada Rival, hatinya serasa ngilu melihat istri yang sudah disakitinya masih bersikap Lembut bahkan masih mau menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.


" a aku langsung ke kamar dulu ya, mau ma mandi. " jawab Rival dengan nada gugup dan terbata bata.


Lalu Rival dengan Langkah cepat naik keatas tangga dan masuk kedalam kamarnya


Bruk.


Rival menjatuhkan tubuhnya diranjang tidurnya. dia menatap langit langit dikamarnya. filkiranya kini benar benar telah terpecah. apa yang harus dilakukan saat ini


" Bodoh. apa yang barusan aku lakukan, kenapa tiara masih saja bersikap lembut padaku, Setelah apa yang aku lakukan padanya. " Ujar Rival sambil merutuki kesalannya. " Aku benar benar suami gak guna.maafkan aku tiara.


******


Sementara didapur tiara sedang menunggu Rival untuk turun dari kamarnya karena sudah menyiapkan sarapan untuknya. tak lupa kopi hitam milik rival sudah tersedia diatas meja.


Senyum Mengembang terukir Bibir Tiara dengan sedikit paksa saat melihati sang suami sudah rapi dan turu dari tangga untuk menghampirinya.


" ini mas kopinya. "


serru Tiara sambil meletakan kopi tersebut tepat didepan Rival


"Terimakasih..! " jawab rival dengan wajah datar dan pias.

__ADS_1


Tiara hanya mengulas senyum sambil mengoles Roti bakar yang berada ditangannya untuk dikasih selai.


" Dimakan mas rotinya, Maaf tadi gak sempet masakin makanan kesukaanmu.! "


Ya sebenarnya Tiara memang sengaja tak menyediakan makanan kesukaan rival yaitu nasi goreng babat sama telur ceplonya. karena tiara fikir suaminya tak pulang lagi kerumah jadi dia malas bangun pagi dan memasak sekedarnya. karena rencana nanti siang dia akan memasakan untuk suaminya dan mengantarkannya dikantor.


" Iya Gak apa apa.! "


setelah itu mereka sarapan dengan tenang, dan hanya keheningan diantara mereka sampai Akhirnya mereka menyudai sarapa paginya.


" Aku berangkat. "


Tiara meraih punggung tangan Rival lalu diciumnya.


" Iya mas hati hati. "


" Iya. Assalamualaikum "pamit Rival


"walaikumsalsm. "


setelah itu mobil Rival sudah keluar dari halaman rumahnya dan melaju ke arah kantornya.


******


siapa lagi kalau bukan pengusaha muda yang usianya tiga tahun Lebih muda darinya.


Nico cornelius dan asisten pribadinya arya


" Selamat siang tuan Rival.? " sapa arya sedikit basa basi.


Rival tersenyum kecut saat menatapi dua pria didepannya, sebenarnya dia sangat kesal karena dengan Lancang pria tersebut kedalam ruanngannya.


" Anda pasti kaget kenapa saya tiba tiba sudah berada diruangan anda. " ujar Nico dengan nada santainya.


" Oh bukan bukan begitu maksud saya. --


" Lalu kenapa anda kaget melihat kehadiran saya. anda tidak suka.? " tanya Nico.

__ADS_1


Sialan bocah ingusan ini bener bener membuatku kesal, yang jelas saja aku tidak suka dengan kelancangannya. " batin rival


" Bagaimana dengan keputusan Anda, Apa anda menerima penawaran dari saya.? "


Rival menghela nafas Lalu mengeluarkan lagi memejamkan matanya sejenak Lalu kembali menatap pria yang duduk didepannya.


" Apa tidak ada pilihan Lain lagi.? "


Nico tersenyum miring." Tidak Ada.! "


Pupus sudah Harapan Rival untuk bernegoisasi Lagi, Sungguh Dia tak punya pilihan Lagi. benar benar Keputusan terberat baginya harus melepaskan salah satu yang dia miliki.


" Jika kamu berat untuk melepaskan Istrimu, maka resiko kamu tanggung sendiri, Kamu kehilangan perusahaanmu, perusahaan orang tuamu yang dia rintis dari bawah, Kamu mendekam dipenjara dan. " Nico menjeda ucapannya dan tersenyum tipis. " Pastinya kedua orang tuamu pasti akan murka. --


" CUKUP. " sela Rival cepat dia tak ingin Mendengar ucapan Nico lagi yang akan membuat dadanya sesak. " Baik.. aku. ---


Rival kembali menjeda ucapannya dan menghela nafas panjang


maafkan Aku tiara aku benar benar tak punya pilihan lagi. benar benar keputusan berat yang harus ku ambil.


" Aku .-- Aku terima tawaranmu..! "


" Jadi...? " tanya Nico


" Aku akan menceraikan Tiara, Lalu kamu bisa Menikahinya...!!! "


Senyum disudut Bibir Nico merekah seketika mendengar Rival Menerima penawarannya untuk menyerahkan wanita yang dia inginkam itu.


berbeda dengan Rival, dia nampak Frustasi Tubuhnya seakan Lemas, Dia merutuki segala ucapannya tadi yang barusan dia Lontarkan.


Suami macam apa dia yang tega Menukar Istri sendiri dengan sebagai penebus hutang hutangnya.


Sungguh Benar benar tidak adil untuk Tiara. semoga saja Rival menyesali kegilaannya suatu saat nanti. menyianyiakan wanita yang sangat tulus mencintainya demi kekuasaan dan juga wanita yang masih bertahta dihatinya tanpa dia sadari bahwa Dia sendiri telah mempunyai perasaan Kepada Istrinya namun dia selalu mengelak perasaanya sendiri. karena Ego dan Amarahnya yang tak mau menerima masalalu istrinya itu.


.


.

__ADS_1


.


_bersambung__


__ADS_2