
Keesokan Harinya, Nico Langsung memboyong Tiara untuk tinggal Di Mensionnya sendiri. karena mengingat Hari ini Dia harus menemui dengan Clien pentingnya.
Setelah pamit pada tante diana, Tiara dan Nico sudah dijemput Arya dan beberapa bodyguard nya untuk membawakan beberapa barang Tiara. namun Nico menyuruh Tiara tak membawa banyak barang atau pakaian karena Disana Nico sudah menyiapkan kebutuhan untuk tiara.alhasil Tiara hanya membawa baju dan barang yang dianggapnya perlu...
" Nggak usah Banyak banyak bawa barang barangmu yang nggak ada Elegannya sama sekali itu, disana Arya sudah menyiapkan beberapa barang untuk kebutuhanmu.! " ketus Nico dengan wajah dinginnya
" Iya iya, Huh nyebelin. " Gerutu tiara.
berjalan dibelakang Nico ketika keluar dari kamarnya
" Loh, jadi kalian pindah hari ini.? " tanya tantw diana.
" Iya jadi tante, nggak apa apa kan tan kalau Nico ajak Tiara buat tinggal dirumah nico.? tanya Nico.
" Ya nggak apa apa dong kan tiara sekarang sudah jadi Istri kamu, jadi mulai sekarang tiara harus nurut apa kata suaminya. " ujar Tante diana dengan senyum
Arya yang sudah duduk diruang tamu langsung berdiri kala melihat Tuan mudanya datang.
" Silahkan tuan nyonya. biar saya bantu bawa tas nyonya. " ujar Arya
" Oh nggak usah arya, saya bisa bawa tas saya sendiri, lagian ini nggak berat kok.-"
Nico hanya menyunggingkan senyumnya.
" Kalau begitu kami pamit ya tante assalamualaikum. " pamit Nico dan Tiara bersamaan. dan menyalami diana bergantian
" Walaikumsalam hati hati ya nak. "
Lalu tiara dan nico masuk keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil. lalu kaca mobil mereka buka guna untuk melambaikan tangannya kearah diana yang berada didepan halaman rumah.
********
Satu jam kemudian mobil yang dikendarai Nico dan tiara sudah mendarat disebuah komplek perumahan Elite. terlihat sebuah Rumah mewah berpagar cat warna emas telah dibuka oleh scurity. Nico dan Arya membuka kaca mobil mereka guna menyalami para pekerja dirumahnya dengan Ramah. sejenak tiara menatap kagum pada sosok pria yang kini tengah Menjadi Suaminya. dibalik sikap dingin dan angkuh suaminya ternyata diluar dia sangat ramah dan Murah senyum terhadap para pekerjanya maupun pegawainya.
Setelah itu Mereka bertiga turun dari mobil dan masuk kedalam Rumah yang sangat terlihat itu bagi tiara.
Rumahnya sangat mewah dengan desian gaya rumah khas klasik dipadu dengan gaya rumah khas modern.
sungguh sangat membuat mata tiara Melihatnya dengan takjub karena rumah suaminya sekarang lebih mewah dan elegan dari pada rumah mantan suaminya dulu.
Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menghampiri Tiara nico dan arya yang baru saja masuk kedalam rumah.
" Selamat Siang Tuan nyonya. " sapa Bi Lastri ART dirumah ini.
" Siang bi, Oiya bi kenalin ini Istri saya Tiara namanya, dan Tiara ini bi Lastri, Beliau yang akan membantumu memenuhi kebutuhanmu. " ujar nico
" Tiara bi, -
Tiara mengulurkan tanganya Untuk berjabat tangan dengan bi lastri.
" Oiya bi, tolong Antarkan Tiara kamarnya ya. "
" Baik tuan, mari silahkan Non.!"
Lalu Tiara mengikuti langkah bi lastri untuk menuju ke Lantai Dua dimana Kamar untuk ditempai tiara untuk tidur.
__ADS_1
Ceklekk
" Silahkan masuk non, Ini kamar untuk non tiara. " ucap bi lastri.
Tiara merasa bingung karena terlihat kamar yang begitu luas terlihat tidak seperti tak berpenghuni namun terlihat sangat rapi dan bersih. dia pun bertanya tanya dalam hati.
apa benar ini kamar milik suaminya.
bi Lastri seakan tau apa yang diterka terka dalam fikiran Lalu dengan cepat menjawab isi pikiran Tiara.
" Kalau kamar Tuan Nico ada didepan situ Non. " Ujar bi Lastri menunjuk kamar depan yang berada tepat didepan kamar Tiara.
membuat tiara kaget dan mengeryitkan dahinya
Jadi dia Tidak mau tidur sekamar denganku.
" Non, ada yang bisa bibi bantu lagi non.? " tanya bi lastri
Tiara tersenyum getir memperlihatkan bahwa dirinya sedang baik baik saja.
" Oh enggak ada bi, makasih ya bi udah nunjukin kamar untuk saya. " Ucap tiara lembut.
" Ya sudah kalau gitu non bibi kebelakang lagi ya non mau menyiapkan makan siang dulu. "
" Iya makasih ya bi.! "
ucap tiara dengan Lembut
" sama sama non, permisi ya non. " pamit bi Lastri lalu pergi kebelakang
Tiara Langsung masuk kedalam kamar barunya yang terlihat sangat luas dan besar itu bahkan lebih dua kali lebih luas dari kamarnya dirumah.
Namun terdengar langkah kaki masuk kedalam kamarnya, Lalu Tiara menoleh kearah sumber suara tersebut.
" Kamu pasti bertanya tanya kenapa Kita tidur dalam satu kamar. "
Suara bariton dari ambang depan pintu kamarnya itu ternyata milik suaminya
" Nico.? "
Tiara menoleh dan melihat Suaminya sudah berjalan menghampirinya sedang membawa sebuah MAP yang didalamnya terdapat secarik kertas.
Nico meletakan MAP itu diatas Meja rias yang berada tepat di sebelah Tiara berdiri.
" Apa ini...?" tanya Tiara dengan bingung.
" Surat perjanjian.....! "
" Perjanjian.? " Tiara mengulang ucapan nico.
" Ya perjanjian selama kita menikah.! "
" maksudnya.? "
" Aku mau selama kita menikah kita tidur terpisah dan tidak saling ikut campur urusan pribadi kita masing masing. "
__ADS_1
" Apa.? "
" Kita bisa dikatakan selayaknya sepasang suami istri hanya ketika berada dikeluarga kita masing masing, tapi jika kita berada dilingkungan Luar anggap kita Seperti orang Asing yang tidak saling kenal. "
Deg
Jantung tiara seakan disuruh berhenti mendengar pernyataan yang baru saja menikahinya kemarin
" Ja jadi kamu terpaksa menikahiku.? " tanya tiara dengan mata berkac kaca.
Nico menoleh dan menatap wajah tiara dengan tatapan sendu.
" Ya, Aku mencintai wanita Lain Ra, Dan sampai sekarang Aku masih menunggunya kembali dan terus mencari keberadaanya kembali. " Ujar nico dengan mata sendunya
Tess
Air mata Tiara sudah tumpah dikedua sudut pipi kanan kirinya.
" Maafkan aku, karena tanpa sengaja sudah menyakitimu.! ".
"Lalu kenapa kau menikahiku dan merebutku dan Mas rival.? " ujar tiara dengan paraunya
" Karena dia bukan Lelaki yang baik untuk jadi Suamimu Ra.! " Tegas Nico dan kembali menatap tajam Tiara.
"Lalu Apa kamu cukup baik untukku jadi Suamiku.???? "
" Maafkan Aku ra.! " Lirih Nico.
Tiara hanya termangu dan tidak menyangka dengan Ucapan suaminya itu, Dia kembali meremas dadanya yang terasa sakit itu.
entah kenapa dia merasakan sakit lebih parah mendengarnya, Padahal dia sudah tau resikonya untuk menerima penawaran menikah dengan Nico, dia seharusnya sadar menikah dengan Nico hanya sebagai Penebus Hutang dari Rival manta suaminya itu. tapi kenapa dia merasakan sakit menerima kenyataan itu.
" Oke kalau itu kemauan kamu, aku cukup sadar kalau kamu menikahiku karena sebagai penebus hutang Mantan suamiku, jadi Lakukan sesuka hatimu, sampai kau puas dan kamu sendiri yang membuangku. " ujar tiara dengan suara lirihnya.
Nico Hanya bisa memejamkan kedua matanya sejenak lalu membuka kembali dan menatap wajah sang istri, entah kenapa dadanya terasa sakit saat melihat tiara menangis didepannya, Dia merasa bersalah karena sudah mempermainkan perasaan istrinya tersebut. Namun dia segara menepis rasa bersalahnya itu karena Egonya sendiri untuk membalas dendam dan rasa sakit hatinya pada Rekan bisnisnya itu yaitu rival. sehingga menutup Hatinya untuk tak terbawa perasaan pada wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.
" Istirahatlah, Dua jam lagi kita akan makan siang, Aku keluar dulu. " Ujar Nico dengan nada dinginya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar tiara.
Kaki tiara seakan Lemas, tubuhnya langsung merosot kelantai meratapi nasib pernikahannya saat ini.
mungkinkah Wanita seperi dirinya tak pantas Untuk mendapatkan kebahagiannya.
Mungkinkah ini sebuah balasan atau sebuah karma atas dosa dosa dimasalalunya.
semoga Tiara bisa melewati ujian Hidup yang sudah digariskan oleh sang pencipta untuknya.
Ayah ibu, peluk aku, aku ingin ikut pergi bersama kalian, aku gak kuat untuk menjalani ini semuanya sendiri.
.
.
.
_ bersambung. _
__ADS_1
jangan Lupa kasih like komen dan vote nya ya jika kalian syuka
terimakasih.