
Wajah Nico Nampak Gusar, Ada rasa Bersalah Yang Hinggap Di hatinya.Saat Ini Dia Bingung Harus memulainya Dari mana Supaya istrinya Itu memaafkannya.
Krettttttt
Tiara Tidak keluar Dari kamar Baby Vier, setelah Memasak Dan menyiapkan Sarapan Untuk Nico, Tiara Langsung Kembali Ke kamar Baby Vier, dan Menyuapi Bubur Vier Hanya didalam Kamar.
Sementara Nico Menikmati sarapan paginya Hanya sendirian Di meja makan, tanpa Ada celotehan baby Vier seperti Biasanya, Hanya Ada keheningan. rasanya Nico Tidak Berselera Menikmati sarapan Paginya, Lalu Dia Hanya menyeruput Segelas Susu Cokelat Yang Di buatkan Tiara tadi, Tanpq menyentuh menu sarapan pagi Ini.
Hatinya masih Tidak tenang saat kakinya Akan melangkah keluar, Dia membalikan lagi badanya untuk Mengintip kembali Keadaan Istrinya yang Berada didalam Baby Vier.
kreeetttt
Dengan Pelan sekali Nico Membuka pintu Kamar milik Baby Vier, dan terlihat Tiara kini sedang Berbaring Di tepi Ranjang dengan Posisi memunggungi Dari Arah pintu.
Manik Mata NiCo Yang Berwarna Hitam itu Hanya bisa melihat Punggung sang Istri Dengan Tatapan yang sulit Diartikan. Akhirnya Dia memutuskan Untuk kembali keluar dan Berangkat Ke kantor Dulu,mungkin Saat ini Istrinya Butuh waktu sendiri untuk menenangkan Hatinya pikirnya, Jadi Dia fikir sepulang kerja nanti saja dia Akan meminta Maaf Pada istrinya.
Mendengar Kembali pintu Kamar Tertutup, membuat Tiara merasa Lega, ya karena sebenarnya Sedari tadi Tiara tau kalau Suaminya lah yang membuka pintu kamar Milik putranya dan ingin memilah sang putra. dan juga keadaan dirinya.
Tiara tau mungkin cara dia mendiamkan suaminya tanpa menemani Suaminya sarapan pagi Pasti membuat Suaminya sedih dan tak berselera, itu adalah tindakan kesalahan, namun Ego mengalahkan Hati Nuraninya, Dia masih Kecewa Atas perlakuan Suaminya tadi.
Kukira kamu datang untuk Berbicara padaku dan mau meminta maaf dan membujukku supaya aku mau memaafkanmu, ternyata Fikiranku salah kamu tetap mau mempercayai ucapanku dan Malah sengaja membuatku ku sakit Hati padamu mas.
*****
Disisi Lain Nico sedari Tadi Masih tidak Fokus Sama Kerjaanya, Sedari Tadi Hanya melamun dan Tidak konsentrasi mengikuti meeting Penting Bersama Klien.
Arya yang melihat Tuan Mudanya sekaligus sekarang Merangkap menjadi Sahabatnya yang Begitu murung, Sikapnya tadi Jauh dari kata Profesional, membuatnya berfikir mungkin Bosnya sekarang Lagi ada masalah sehingga membuatnya Tidak fokus seperti biasanya.
" Ehemm, Apa Ada Masalah yang Mengganggu Anda Tuan muda.? " Tanya Arya membuka pembicaraan
Nico Menatap Arya dengan Datar.
" Seperti yang Kau Lihat. " Dia membidikan Bahunya sedikit terangkat keatas
" Maaf kalau saya lancang, Apa ada hubunganya Dengan Nyonya Muda tuan.? "
Pertanyaan Arya membuat Nico menganggukan kepalanya, Asisten Pribadinya itu memang selalu Mengerti Jalan Pikirannya bahkan sebelum Dia Mengatakannya pun Arya selalu tepat sasaran oleh Apa yang sedang mengganjal difikirannya, itu kenapa Selama Ini Nico Lebih Sedikit Terbuka sama Arya, bahkan Sudah menganggap Layaknya seoeang Sahabat sendiri, namun Pria pendiam dan Bersikap dingin sepertinya tetap selalu membatasi Diri untuk tetap sopan Layaknya bawahan Pada Atasannya, meskipun Nico berkali kali Menyuruhnya memanggil namanya saja Ketika tidak dalam jam Kerja, namun nampaknya Arya masih belum terbiasa dan sedikit canggung.
" Istriku Marah Sama Aku Arya, Dia Kecewa Karena tanpa sadar Aku Kembali melukai lagi perasaannya. " Jawabnya dengan Lirih
Arya Menaikan Alisnya seakan akan bisa Menangkap Sebuah penyesalan Diwajah Tuan Mudanya itu
" Apa yang Membuat Anda Kembali menyakiti Perasaan Nyonya Muda Tuan, Apa kalian Sedang Bertengkar.?" Tanya Arya
__ADS_1
Nico mengangguk dan Membenarkan Pertanyaan Arya
" Aku yang Salah, karena Aku tidak bisa Menahan Emosiku, Aku Lebih mendengarkan Kata kata Mami Yang sengaja memanas manasi ku supaya Aku Bertengkar dengan Tiara. "
" Mami? Maksud Tuan Nyonya besar.?" tanya Arya dengan Bingung
" Iya, Tadi Pagi sebelum Aku Berangkat Ke kantor Mami dan Sella datang ke rumah dan mendapatiku sedang kelimpungan menenangkan Javier Yang sedang Menangis, Dan Tiara Entah pergi kemana, " Ujar Nico menjeda ucapannya Lalu Dia sejenak mengingat Awal mula pertengkaranya tadi pagi.
Nico mengingat Disini dialah yang Salah Karena telah berfikir macem macam pada istrinya, yang kenyataanya Istrinya itu Pergi pagi pagi buta pergi ke pasar Untuk belanja membeli kebutuhan pokok yang sudah habis. dia sendiri yang tidak sempat Membaca Pesan Tiara di ponselnya karena panik mendengar baby Vier Menangis dan tidak membaca pesan itu.
Pikirannya menerawang Dan Menatap Langit langit Mengingat beberapa jam lalu dia baru sempat Membuka ponselnya dan membaca pesan Tiara satu persatu.
( my Wife. : Mas, maaf ya aku Tinggal sebentar Pergi ke pasar soalnya Bahan Bahan semua Di kulkas sudah Habis, Bi Tatik juga lagi pulang kampung Jadi Aku sendiri Yang pergi ke pasar, Aku sengaja Pergi pagi pagi buta supaya nanti pulangnya tidak telat. aku berangkat Dulu ya sayangku tadi vier Juga sudah anteng tidurnya, aku usahain Pulang cepat. ) :04.30 Pm
( My Wife.: sayang Kamu sudah bangun Belum, gimana Baby vier nya Udah bangun belum, dia Rewel nggak maafin Aku ya Kalau lama perginya, bentar lagi selesai kok, tunggu mama ya pah bentar Lagi pulang.) 05.30 Pm
( My wife. : Pesan Gambar. (ban motor matic Bocor.) pa maaf ya maMa kayaknya pulang Agak terlambat ban Motor Mama Bocor Pa, jadi Mama Ke bengkel Dulu Untuk tambal Ban dulu, mama bener bener minta maaf pa, Mama pulangnya Tidak tepat waktu, duh pasti papa lagi Kerepotan Ya ngurus Baby Vier duh maaf banget ya pah. Mama Usahin pulang Cepat.) 05.45 Pm
( My Wife: Pesan Gambar (Di bengkel)
Pah, papa marah ya sama mama, pah tolong maafin mama ya, yasudah deh mama akan Jalan kaki saja, supaya Lebih Cepat sampai dirumah uang Belanja mama Habis tadi Belum sempat Gesel di Atm, atmnya juga Jauh Lagi, papa pasti Udah Buru buru mau kekantor, mama jalan sekarang ya pah.) 06.00 pm
( My Wife. :(pesan Gambar berjalan sambil menenteng kantong Plastik belanjaan Berukuran Besar Kanan kiri.) menyusuri Jalan Raya.) 06.30 Pm
Mengingat Tadi Dia Membaca semua Pesan Istrinya membuat Emosi Nico membuncah Seketika, Apalagi Saat Melihat Cctv Di dalam Rumahnya yang Membenarkan semua perkataan Tiara, jika Mami dan juga Sella sengaja Menyakiti Baby Vier Saat baby Vier tidak sengaja Pup di gendongan Sella, lalu Sella dengan keras Meletekan Jagoannya itu Disofa dengan Keras, hingga membuat Baby Vier menangis kencang.
Mengingat Itu semua membuat Emosi Nico tidak bisa terbendung Lagi, dan menggebrak mejanya dengan Keras.
Brakkkkk
" Kenapa tuan.? " Tanya Arya sambil menenangkan Emosi Tuan mudanya itu
" Aku akan Membuat Perhitungan Sama mereka berdua Arya." Ucapnya penuh berapi api
" maksud Tuan, Nyonya besar Dan Nona sella?"
" Siapa lagi kalau bukan mereka, Karena mereka Aku didiamkan oleh Istriku tidak Ada sapaan Hangat pada saat sarapan pagi Arya, Tidak Ada pemandangan Istri dan Juga Jagoanku dimeja makan sambil Bercanda Tawa denganku dan itu semua Karena Ulah Dua wanita laknat Itu. -----" Nico menggerang dan Berdesis Dengan Mata yang sudah memerah
Emosi mulai menyelimutinya Arya yang Sudah Hafal dan faham Sikap tuan mudanya Itu Mencoba Menenangkan Nico
" Sabar Tuan, Tenangkan Diri Anda, Kita Akan cari Jalan keluarnya supaya Nyonya Muda mau memaafkan kesalahan Anda. " Ucap Arya Sambil memegangin Tangan Nico supaya berhenti memukul mukul kepalanya
" Lepasin Tangan kamu Arya. " Nico Mengibaskan tangan Arya Hingga terlepas
__ADS_1
Nico Memegang Kepalanya dan menjambak Rambutnya dengan frustasi
" Aku memang Laki laki bodoh, karena emosi Sesaatku dan Berfikir yang Macam macam pada istriku Aku tega Menampar wajah Istriku sendiri Aku bangs*t Brengsek Pengecut Pecundang, yang sudah Berani Menyakiti Istriku Sendiri dan lebih Percaya sama wanita Laknat Seperti mereka. "
Nico Meraung penuh Penyesalan Dia seakan Meluapkan Semua Kekesalan nya Hingga Membenturkan kepalan Tangannya Di tembok Hingga Darah Segar Bercucuran Mengalir dari Tangan kanannya itu, membuat Arya Panik dan Memanggil Beberapa staf Untuk membantu Menenangkan Nico, karena Dia Sedikit Kewalahan Menghadapi Tenaga Tuan mudanya yang Begitu Keras.
" Tangan Ini yang Sudah Berani Melukai Wajah Cantik istriku. " Nico langsung Menghantam tembok disebelahnya dengan kepalan tangannya
" Arghhhhhhhhhhhh. "
" Brengsek. "
" B*jing* n"
" Bangs*t "
Membabi buta Nico Memukulkan kepalan tangannya Beberapa kali Hingga Akhirnya beberapa Staff Masuk kedalam ruanganya Dan membantu Arya Untuk menyurutkan emosi Nico dan Akhirnya Nico bisa Ditenangkan Juga Dan masih Meratapi Penyesalannya.
" Baru beberapa Jam saja, nyonya Muda Mendiamkan tuan muda sudah seperti Ini, apalagi Kalau sampai Tuan muda kehilangan Nyonya Muda, entah akan jadi seperti Apa tuan muda, sama Seperti Waktu Dulu tuan muda saat kehilangan Nyonya muda saat Hamil, dia menjadi Hilanng akal dan berubah menjadi kejam)
Arya kembali mengingat sekitar hampir setahun Kehilangan Tiara membuat Nico menjadi Pria kejam dan kasar sehingga bertindak sesukanya sendiri
(Ini tidak bisa Di biarkan, saya tidak akan Membiarkan Tuan muda kkembali kejam karena Ulah Nyonya Besar dan Juga Wanita licik Itu, saya Harus bertindak sesuatu untuk melindungi pernikahan mereka.)
begitulah Batin Arya dengan segala fikirannya.
.
.
.
_ Bersambung. _
Notes.!!
Mohon Bersabar Ya kalau Authornya Update nya Lama, Karena Butuh Waktu Untuk Author Ngetiknya,karena Author memang Ketiknya pakai Hape bukan pakai laptop Seperti Penulis yang Lain.
jadi dimaklumin saja ya.
Terimakasih
Salam sayang Dari Jauh dari Author. 😘😘
__ADS_1
Happy Reading. ...