I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Pengantin Baru


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10 malam, Acara pesta akan segera berakhir. Jova dan Alexander sudah tampak kelelahan. Bahkan Jova sudah melepas high heelsnya, menggantinya dengan sendal biasa. Mereka dari tadi duduk sebentar, dan berdirinya jauh lebih lama.



"Sayang, aku sudah lelah" ucap Jova merangkul lengan Alexander.


"Kita istirahat di kamar saja bagaimana?"


"He'em" Jova mengangguk.


"Pa, Ma, Ayah, Ibu? Jova sudah lelah, kami ijin istirahat di kamar lebih awal"


Semua para orang tua mengangguk dengan senyum mengerti.


Alexander mengambil sepatu Jova, dan menentengnya di tangan kirinya. Tangan kanannya membantu Jova yang berjalan malas, karena lelah.


Mereka memasuki lift bersama. Jova tak sedikitpun melepas lengan Alexander sampai mereka masuk di kamar. Alexander mengunci pintu kembali. Lalu melepas jas dan kemejanya, menyisakan kaos dalam berwarna putih saja.


Jova duduk di kursi meja riasnya melepas semua yang menempel di rambutnya, termasuk perhiasannya. Alexander menghampiri Jova yang tampak sedang menghapus make up nya. Alexander mengecup pundak Jova yang terbuka. Jova melirik Alex dengan senyum malu - malu.


"Berdirilah," ucap Alex, "aku akan membantu melepas dress mu"


"Iya"


Jova berdiri membelakangi Alex yang menurunkan resleting dress nya. Hingga dress putih Jova jatuh ke lantai, menyisakan pakaian dalam Jova. Alex memandangi Jova dari belakang yang tampak indah.


Alexander tersenyum, melihat pantulan wajah Jova yang bersemu merah. Alexander mengarahkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang Jova dari belakang. Menyandarkan dagunya di pundak Jova, menatap bayangan wajah cantik Jova di cermin. Jova merasa geli bercampur malu. Alexander mencium beberapa kali pipi Jova. Tanpa aba - aba Alexander mengangkat tubuh Jova, membuat Jova spontan mengalungkan tangannya di leher Alex.


"Aauwh!" pekik Jova.


"Kita mandi sekarang" ucap Alexander melihat Jova yang mengangguk.


Alex meletakkan pelan tubuh Jova ke dalam bathub, Alex mengisi bathub dengan air hangat dan sabun juga aromatherapy. Alex melepas semua baju yang melekat di tubuhnya, membuat Jova membuang pandangan karena malu.


"Kenapa?" tanya Alex dengan senyum menggoda.


"Kenapa apanya?" tanya Jova tanpa menoleh.


"Kenapa tidak mau melihat?" Alex ikut masuk ke dalam bathub dan duduk di belakang Jova.

__ADS_1


Jova hanya tersenyum malu tanpa menoleh Alex.


"Hemm?" tanya Alex dengan senyum menggoda di dekat telinga Jova.


"Apa sih, Sayang!" menyenggol dada Alex dengan punggungnya.


"Haha, aku akan menggosok punggungmu"


Alex melepas pengait br* yang di pakai Jova, dan melemparnya ke dalam keranjang kotor. Alex mulai menggosok punggung Jova. Tentu saja Alex melakukan itu dengan sedikit menggoda Jova.


Alex memutar tubuh Jova menjadi menghadap dirinya, dan mulai menggosok kaki Jova. Jova benar - benar tidak kuat menahan senyum malunya. Alex puas berhasil membuat Jova salah tingkah. Melakukan hal yang dia sendiri belum pernah lakukan.


"Sudah, Sayang!" ucap Alex, "sekarang bilas badanmu. Jangan terlalu lama di sini"


"Iya!" Jova berdiri dan masuk ke dalam bilik shower. Alex memperhatikan tubuh Jova sambil menggosok badannya dengan sabun.


Jova keluar dari bilik shower dan mengambil handuk besar untuk melilit tubuhnya dan handuk kecil untuk membungkus rambut basahnya. Berganti Alex yang masuk ke dalan bilik shower.


Jova duduk di kursi meja riasnya dengan mengusap rambut basahnya menggunakan handuk kecil. Hingga Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang juga handuk kecil yang dia pakai untuk menggosok rambut basahnya.


Jova melirik Alexander yang terlihat sangat tampan dengan rambut basah berantakannya.


Tanpa aba - aba Alex mengangkat pelan tubuh Jova, pandangan mata mereka bertemu. Dan keduanya menerbitkan senyum manis mereka. Alex membaringkan tubuh Jova di atas tempat tidur.


Alex yang hanya memakai handuk sepinggang, langsung merangkak naik dan mengungkung tubuh Jova di bawahnya.


"Boleh?" tanya Alex lembut.


Jova yang malu - malu memukul pelan dada Alexander yang berada di atasnya.


"Boleh" jawab Jova pelan.


Alex menerbitkan senyumnya, dan mulai mengecup lama dahi Jova. Menyalurkan cintanya yang besar untuk Jova. Jova mulai memejamkan matanya menikmati kecupan lembut di dahinya. Alex beralih mengecup semua yang ada di wajah Jova. Terakhir mereka saling berciuman.


Ciuman yang panas antara sepasang pengantin baru. Jova merengkuh leher Alexander. Alex meraih bibir Jova. Dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Jova. Mereka saling bertukar saliva, bergantian menggigit kecil bibir lawannya. Ciuman Alex turun ke leher Jova, mengecup lembut leher Jova dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Jova menggeliat geli dengan mata yang masih terpejam. Beralih ke bagian leher lainnya, tak kalah pundak kanan kiri Jova. Tanda kepemilikan juga tertinggal di sana.


Rasa hangat mulai menjalar di antara keduanya. Tangan kiri Alexander melepas handuk yang menutupi pinggangnya. Lalu membuka handuk yang di pakai Jova. Jova yang masih menutup mata menikmati setiap sentuhan Alex, mengangkat sedikit tubuhnya saat Alex menarik handuknya dan melemparnya ke sembarang arah.


Alex mengangkat kepalanya dan kembali meraih bibir Jova. Keduanya saling menikm*ti hal yang baru pertama kali mereka lakukan. Jova menarik nafas panjang dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan *******.

__ADS_1


"Ah" ******* pertama yang gagal dia tahan Jova.


Dan terjadilah malam yang indah untuk sepasang pengantin baru. Cukup lama mereka bermain dengan kegiatan itu. Hingga mereka lupa sekarang jam berapa. Jika bisa, mungkin mereka akan membuat waktu menjadi diam di tempat.


Dua anak manusia yang sedang di mabuk oleh cinta, memadu kasih di malam yang hanya di terangi lampu tidur di atas meja nakas.


Tubuh Alex jatuh di samping tubuh Jova yang lemas setelah kedua nya mencapai ******* untuk yang kedua kali secara bersamaan.


"Kau masih ingin lagi, Sayang?" tanya Jova dengan wajah lelahnya setelah dua kali permainan.


"Tidak, Sayang" jawab Alex setelah melihat wajah lelah Jova.


"Kamu yakin?" tanya Jova, melingkarkan tangan di pinggang Alexander.


"Iya" Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. "Besok saja berikan aku lagi!" ucap Alex.


"Baiklah, Tuan" jawab Jova yang matanya langsung terpejam saking lelahnya. Jova terlelap di pelukan Alex.


"Terima kasih, Sayang" ucap Alex mengecup kening Jova. "Dan tumbuhlah benih ku!" ucapnya mengusap perut rata Jova.


Alex menatap lembut wajah cantik Jova, setelah terdengar dengkuran halus Jova.


Terima kasih, Sayang! kau berikan yang pertama untukku. Aku berjanji akan selalu setia kepadamu. Sampai maut memisahkan kita. Ucap Alexander dalam hati.


Alexander mengambil ponselnya di atas nakas. Mengecek pesan yang masuk ke ponselnya. Ada banyak pesan dari Devan dan Rakha, juga Fellicya yang menggodanya. Alexander tersenyum membaca pesan mereka. Tapi semua hanya di balas dengan emoticon menjulurkan lidah.


Setelah membalas pesan mereka, Alexander memilih untuk tidur.




Maaf ya. Author gak berani bikin adegan hotnya. Takut gak lulus review, hehe.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2