I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Supermarket


__ADS_3

Menjelang sore, Alexander membawa Jova untuk pulang.


"Sayang! belanja dulu yuk! aku ingin memasak untuk makan malam kita!" ucap Jova.


"Hemm," Alex mengangguk, "kamu yakin mau masak?"


"Iya lah!" jawab Jova yakin, "aku mau masak menu spesial untukmu!" ucap Jova menyunggingkan senyum pada Alex yang sedang mengemudi di sampingnya.


"Ok! Sayang!" ucap Alex dengan membalas senyum Jova.


Alexander memarkirkan mobilnya di parkiran Supermarket. Setelah itu membukakan pintu penumpang bagian depan untuk Jova. Jova turun setelah melepas seat belt nya. Jova menggandeng tangan Alex sepanjang perjalanan menuju pintu utama Supermarket.


Alexander menarik troli dan mendorongnya mengikuti langkah Jova menuju stand bahan masakan. Jova mengambil apa saja yang dia butuhkan, dan meletakkannya di troli yang di dorong Alex di belakangnya.


Setelah selesai dengan bahan masakan dan beras, Jova berpindah ke stand camilan. Setelah satu troli penuh, Alexander meletakkan troli di dekat kasir, dan kembali mengambil satu troli kosong untuk belanja kebutuhan apartemen selain makanan.


Setelah dua troli terisi penuh, Alexander membantu Jova untuk meletakkan belanjaan mereka ke meja kasir.


"Tuan Alexander!" sapa seseorang di belakang Alex.


Spontan Alexander menoleh, tapi dia tidak mengenali siapa yang yang menyapanya. Alex hanya sedikit mengerutkan keningnya, menatap laki - laki yang berpakaian rapi itu.


"Selamat datang, Tuan Alexander!" ucapnya kemudian. "Saya Dika, manager Supermarket ini."


"Hemm!" jawan Alexander cuek.


"Kenapa Tuan Alexander tidak memberi tahu kami akan datang kesini. Kami bisa mensterilkan Supermarket ini terlebih dahulu!" ucap Dika.


"Tidak perlu!" jawab Alex singkat.


Seketika beberapa kasir dan beberapa orang di sekitar menoleh ke arah Alexander dan Dika. Dalam benak mereka, apa ini yang namanya Tuan Alexander Gibran CEO group G. Beberapa orang segera mencari tau melalui google. Sampai akhirnya mata mereka terbuka lebar, karena benar yang di depan mereka adalah Tuan muda Alexander Gibran.


"Mbak! tolong di percepat!" ucap Jova menyadari orang di sekelilingnya mulai tidak kondusif.


"Baik, Nona!" jawab kasir yang bertugas.


Terlihat beberapa orang sudah mengambil gambar dan vidio kebersamaan Alexander dan Jova. Alexander menarik nafas panjang menghadapi situasi itu.


"Harusnya kau tidak menyapaku!" ucap Alexander pelan tapi begitu dingin, "kau lihat! kecerobohan apa yang sudah kau lakukan!"


"Maaf, Tuan muda! saya tidak bermaksud seperti ini!" ucap Dika dengan rasa takutnya. "Saya hanya terlalu antusias bisa melihat Tuan muda secara langsung!" ucap Dika dengan mata kejujurannya, hanya saja dia terlalu ceroboh.


Dua orang berpakaian hitam berlogo Group G menghampiri Jova dan Alexander yang mulai di kerumuni banyak orang meskipun mereka tidak berani terlalu dekat. Dua pengawal itu meminta untuk semua segera bubar.


"Bodoh!" ucap Alex pelan dengan mengeratkan giginya.


Alexander menatap tajam pada Dika yang kakinya mulai gemetaran. Bahkan Dika sudah tidak berani menatap mata Bos besarnya itu. Dia menunduk dengan jantung yang berdetak hebat.

__ADS_1


Setelah Jova melakukan pembayaran, dia memberi kode untuk membawa belanjaannya pada salah seorang pengawal yang kebetulan melihat ke arahnya. Orang - orang yang berkerumun sudah mulai memudar.


Menyadari emosi Alexander mendadak kacau oleh ulah Dika, Jova segera mendekati Alexander dan memeluk lengannya.


"Sayang! sebaiknya kita segera keluar." ucap Jova mencoba meredam emosi Alexander.


Alexander melihat lembut mata Jova yang menatapnya penuh harap supaya menurut kata - katanya. Alexander tidak menjawab, dia kembali menatap Dika yang masih menunduk.


"Kau tunggu surat peringatan mu!" ucap Alex sedikit berbisik tapi terdengar sangat tegas dan menakutkan bagi siapapun yang di ancam.


"Baik, Tuan muda Alexander!" ucap Dika pasrah, "saya sungguh - sungguh minta maaf, Tuan"


Alexander tidak menggubris ucapan Dika, dan langsung berlalu dari hadapan Adam. Jova melihat sekilas Dika yang terlihat benar - benar pasrah. Jova mendekap erat lengan Alexander, berharap emosi Alex segera mereda. Bagaimanapun Alexander tidak ingin memarahi bawahannya di hadapan umum. Hanya saja kali ini benar - benar mengganggu pergerakan Alexander dan istrinya.


Dua pengawal yang membawa belanjaan mereka mengikuti langkah Bosnya, dan menatap tajam pada beberapa orang yang masih melihat ke arah Alexander dan Jova. Sehingga mereka segera mengalihkan pandangan mereka.


Alexander membukakan pintu mobil untuk Jova, Jova masuk masih dengan harapan yang sama di hatinya. Untuk pertama kali Jova melihat Alexander berusaha menahan emosi di tempat umum.


"Sayang?" panggil Jova pelan, berharap Alex sudah meredam emosinya pada manager Supermarket itu.


"Apa, Sayang?" jawab Alex dengan nada lembut.


Jova merasa lega mendengar nada lembut yang keluar dari bibir Alex.


"Kamu mau aku masak apa?" tanya Jova sengaja mengalihkan suasana.


"Hahaha!" Jova tergelak mengingat saat pertama kali belanja bersama. "Baiklah, kali ini nasi goreng saja! haha." ucap Jova tak kalah jahil.


Alexander tergelak melihat sekilas Jova yang tersenyum menggoda, lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.


Tak terasa mobil mereka sudah sampai di parkiran apartemen. Jova keluar setelah di bukakan pintu oleh Alex. Dua pengawal yang membawa banyak belanjaan mengikuti langkah mereka menuju apartemen Alex.


Setelah dua pengawal meletakkan belanjaan Jova, mereka segera keluar dari apartemen Alexander. Jova segera mengeluarkan bahan - bahan masakan, dan segera memasak nasi.


"Sayang? aku akan meminta satu pelayan di rumah Papa untuk membantumu di sini!" ucap Alex yang melihat Jova keribetan di dapur mengeluarkan banyak belanjaan.


"Tidak usah, Sayang!" cukup suruh salah satu pelayan datang seminggu dua atau tiga kali untuk membersihkan apartemen ini. Pekerjaan lainnya akan aku tangani sendiri!"


"Kamu yakin?" tanya Alex duduk di kursi meja makan.


"Iya, Sayang!" jawab Jova yakin, "kalau aku hamil baru aku akan meminta satu orang pelayan untuk mengurus apartemen ini 24 jam!" ucap Jova.


"Hemm, Baiklah!" jawab Alex pasrah dengan semua keputusan istrinya itu. "Sayang, kamu tidak mandi dulu?" tanya Alex.


"Kamu mandi duluan, setelah menyiapkan bumbu masakan aku akan mandi. Biar nanti tidak terlalu banyak berkeringat saat masak." jelas Jova.


"Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu, setelah itu aku akan membantumu membereskan belanjaan yang ada di sana!" menunjuk belanjaan lainnya yang masih teronggok di lantai.

__ADS_1


"Siap, Tuan Alexander yang tampan!" jawab Jova sambil mengupas bawang.


Alex berdiri dari duduknya, mengecup sekilas dahi Jova, lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Satu jam berlalu, Jova sudah mandi dan sedang tahap finishing pada masakan nya. Alex menyelesaikan menata belanjaan yang lainnya.


Beberapa saat kemudian makan malam sudah siap di atas meja makan dapur. Jova melihat masakannya dengan rasa bangga. Kini dia menjadi seorang istri, rasanya ada kebanggan tersendiri ketika berhasil menyiapkan makan malam untuk suaminya.


"Sayang! ayo makan dulu!" ucap Jova memanggil Alex yang masih menata belanjaan di ruang belakang.


Mereka duduk bersebelahan, menghadap beberapa menu makan malam yang di masak Jova.


"Kamu mau yang mana?" tanya Jova.


"Semua harus ada di piringku!" ucap Alex dengan senyum manisnya.


"Hemm.. baiklah Tuan!" Jova mengambil semua menu yang dia masak sedikit - sedikit ke piring Alexander. Dia menirukan keinginan Alexander pada piringnya.


"Ikut - ikut saja!" ucap Alex tergelak.


"Makmum kan mengikuti Imamnya!" jawab Jova singkat.


"Hemm," Alex mengangguk dengan perasaan senangnya.


Mereka menikmati makan malam yang mana semua adalah masakan Jova, dengan bumbu yang di racik sendiri oleh Jova. Sungguh Alexander sangat menikmati masakan dengan bumbu racikan Jova, dari pada bumbu yang di racik oleh pabrik.


"Kamu jangan pernah membuat dirimu lelah Sayang!" ucap Alex mengingatkan Jova.


"Lelah kenapa?" tanya Jova yang bingung.


"Aku tidak akan pernah marah walaupun kamu tidak masak ataupun tidak membersihkan apartemen sekalipun. Yang terpenting buatku, kamu tidak kelelahan dan tidak merasa bosan selama hidup dengan ku!" jelas Alexander.


"Oh! siap, Suamiku!" jawab Jova dengan tersenyum senang.


"Hemm.." Alex tersenyum mengusap sayang kepala Jova.




Maaf ya reader, Author cuma up satu episode perhari. Author lagi haus Dukungan, hehe.



Terima kasih yang sudah memberikan Like, Komentar dan Hadiahnya.


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2