I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Pantai pagi


__ADS_3

Alexander tersenyum melihat Jovanka. Tentu saja Jovanka salah tingkah.


"Tidak apa - apa, tidurlah!" Alexander memberikan senyum manisnya.


Jova tersenyum manis ke arah Alexander. Lalu berbalik, berjalan sedikit berlari menutupi wajahnya yang merah karena malu.


Jova segera masuk ke pintu kamar dan menguncinya. Menutup rapat jendela, dan berlari ke arah ranjang. Menaiki ranjang dengan melompat bahagia.


"Ya ampun apa yang baru saja terjadi. Dosen batu itu berubah menjadi Alexander yang manis, Aaahh!" Jova teriak girang.


Jova masuk ke dalam selimut, menyunggingkan senyum paling bahagia.


"Aku harus tidur, aku ingin menyambut pagi di pasir pantai"


Tak butuh lama bagi Jova untuk terlelap saat ini. Hati nya tampak sedang berbunga - bunga, begitu juga mimpinya.


Setelah memastikan Jovanka masuk ke kamarnya, Alexander kembali duduk di kursi gantung nya. Menikmati angin malam bersama sebatang rokok lagi. Namun saat batang rokok itu baru beberapa kali di hisapnya, dia membuang batang rokok itu dalam asbak di sampingnya.


Dia berdiri, berjalan masuk ke kamarnya. Mengunci pintu tanpa menutup gordennya. Itulah yang dia lakukan setiap tanggal yang sama, bulan yang sama setiap tahunnya. Dia pasti menginap di villa itu, dan tidur tanpa menutup gorden.


Walaupun dia menempuh pendidikan di luar negeri selama bertahun - tahun, dia akan datang ke villa pada saat malam ini datang. Hanya saja ini pertama kalinya dia datang bersama seorang gadis.


# # # # # #


Pagi harinya, Alexander menggeliat saat matahari masuk ke dalam ruangannya. Dia membuka matanya perlahan dan melirik jam di dinding yang menunjukkan jam setengah tujuh pagi.


Dia berjalan ke kamar mandi, mencuci muka dan menggosok giginya. Lalu berjalan ke arah balkon. Menikmati udara pantai di pagi hari. Dia berjalan ke pagar balkon, meletakkan kedua tangannya di pagar balkon.


Alexander mengerutkan keningnya saat matanya menangkap sosok perempuan berlarian di pinggir pantai. Dia menajamkan penglihatannya, untuk memastikan dia tidak salah lihat.


"Apa yang dia lakukan pagi - pagi di sana?" gumam Alexander pelan. "Apa segila itu dia dengan pantai?"


Alexander masuk ke kamarnya dan mengganti baju tidurnya dengan baju rumahan di almari kamarnya. Dia berjalan keluar kamar dengan berjalan cepat menuruni tangga.


"Selamat pagi, tuan" sapa salah satu pelayan di villa itu.


"Hemm" jawab Alexander cuek.


Alexander berjalan cepat menuju pantai. Dan matanya menangkap sosok yang sangat dia kenali.


"Apa yang kau lakukan disini pagi - pagi seperti ini?" tanya Alexander heran saat melihat Jovanka bermain pasir.


"Hai tuan, eh Alexander! Kemarilah!" ucap Jova yang terlihat sangat bahagia.


"Apa kau tidak pernah ke pantai? sampai tak sedikitpun waktu kau lewatkan disini", Alexander berjalan mendekati Jovanka.

__ADS_1


"Hehe, tentu saja pernah! hanya saja sudah lama aku tidak ke pantai. Ayah dan Ibuku melarang aku ke pantai"


"Kenapa?"


"Aku tidak tau! Apa lagi saat malam. Mustahil mereka membawa ku ke pantai," ucap Jova kembali fokus pada mainan pasirnya.sewa


Alexander hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya. Dia berdiri tidak jauh dari Jovanka.


"Ayo! kita harus pulang!" ucap Alexander berbalik meninggalkan Jovanka.


"Ok!" Jova berdiri, membersihkan pasir yang menempel pada tangan dan bajunya. Lalu berjalan menyusul Alexander. Mereka masuk villa bersama.


"Tuan muda, sarapan anda sudah siap di meja makan" ucap salah satu pelayan.


"Hemm" jawab Alex cuek dan berjalan menuju meja makan.


Jovanka tersenyum sopan pada pelayan dan terus mengikuti langkah kaki Alexander menuju meja makan. Alexander duduk di ikuti Jovanka di sampingnya.


"Wow!! ini sarapan untuk kita berdua?" tanya Jova setelah melihat banyak menu di meja makan.


"Menurutmu? apa mungkin orang satu pantai sarapan disini?"


"Hehehehe" Jovanka tersenyum lucu melihat Alexander yang sekarang justru mengajaknya bercanda.


"Dengan senang hati"


Mereka memakan sarapannya dengan sangat lahap. Beberapa saat kemudian mereka selesai dengan santapan pagi mereka.


"Kita ke apartemen sekarang!" Alex berdiri ke kamarnya mengambil kunci mobil Jovanka.


"Iya!" Jovanka berdiri mengambil tas kecilnya yang dia bawa semalam.


Mereka keluar bersama menuruni tangga dan berjalan menuju mobil di garasi. Alexander mengeluarkan mobil Jovanka. Dan melajukan mobil meninggalkan villa setelah Jova naik.


"Tuan, eh Alexander" Jova belum terbiasa memanggil Alexander. "Apa villa itu milik mu?" tanya Jova memecah keheningan di dalam mobil.


"Menurutmu?" Alexander balik bertanya pada Jova.


"Sepertinya iya, pelayan di sana memanggilmu tuan muda" ucap Jova melihat Alexander yang sedang mengemudi dengan senyum samar.


"Lalu?"


"Setau ku pantai itu di kuasai oleh perusahaan raksasa Group G itu. Hanya orang tertentu yang bisa memiliki villa di situ. Bagaimana keluarga mu bisa punya villa di situ?"


"Siapa pun bisa mendirikan villa di situ, asal memenuhi persyaratan yang mereka ajukan"

__ADS_1


"Jadi keluarga mu sanggup memenuhi persyaratan yang mereka ajukan?"


"Kenapa bertanya? kalau keluarga ku punya villa di situ, berarti sanggup memenuhi persyaratan mereka. Kau ini bodoh sekali!" ucap Alex melihat Jova sekilas.


"Iya juga ya, kenapa aku jadi bodoh begini?" gumam Jova pelan, tapi bisa di dengar Alexander.


"Ada berapa villa di situ yang bukan milik Group G?"


"Kenapa kau tanya padaku? Apa kau pikir aku petugas pantai?" jawab Alexander menahan kesal.


"Hehe sorry sorry!" ucap Jova malu, karena merasa sangat bodoh dengan pertanyaannya.


40 menit di perjalanan mereka sampai di apartemen. Karena macet pagi hari jadi mereka lebih lama di perjalanan dari pada semalam.


Mereka masuk apartemen Alexander, Jova mandi dan mengganti bajunya untuk berangkat ke kampus. Jova keluar dari kamarnya jam setengah 10. Dia melihat Alexander duduk di ruang tengah sudah rapi sambil bermain ponselnya.


"Alexander? kau tidak berangkat?" tanya Jova berdiri di belakang sofa Alexander.


"Kau duluan saja!" ucap Alex tanpa menoleh Jova.


"Ok!" Jova berjalan ke arah ruang tamu.


"Jovanka?"


"Ya?" Jova membalikkan badannya.


"Kau ingat sandi apartemen ini. 030311!" ucap Alexander melihat Jovanka.


"030311! Oke aku akan mengingatkan"


"Awas kalau kau sampai lupa!


"Never!" ucap Jova menirukan nada bicara Alex semalam. "Hehe" Jova tersenyum kaku. Lalu berjalan ke ruang tamu dan menekan sandi yang di bilang Alexander barusan. Setelahnya dia langsung menuju kampusnya.


# # # # # #


Jam 10 Alexander berangkat ke kampus dengan mengendari mobilnya. 20 menit perjalanan dia sudah sampai di kampus dan langsung masuk ke ruang dosen.


Tepat setengah 11 dia masuk ke ruang kelas Jovanka. Matanya langsung menatap bangku Jovanka. Terlihat Jovanka memasukkan ponsel ke dalam tasnya.


Dia mulai memberi materi kuliah dengan sangat serius. Setelah jam kuliah berakhir Alexander berjalan keluar menuju ruangannya. Dan Jovanka keluar kelasnya menuju kantin.


"Jova!" teriak seseorang memanggilnya di belakang.


"Apa?" jawab Jova cuek saat tau siapa yang memanggilnya. Jova kembali berjalan tanpa menunggu seseorang yang berlari mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2