I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Kehidupan Baru


__ADS_3

Jova masuk ke kamar baby twin, dan mendapati Devan yang tampak sangat gemas mengoceh di atas box baby Queenara.


"Devan, kamu datang sendirian?" tanya Jova.


"Sama Oma dan Opa, tapi mereka mampir ke apartemen!" jawab Devan yang masih fokus pada baby Queenara.


"Oh!" ucap Jova mengambil baby Qiandra dan menggendongnya.


"Ajari aku menggendong baby!" ucap Devan beralih pada baby Qiandra di lengan Jova. "Biar aku bisa membawa mereka k London!"


"Bikin sendiri!" ucap Jova ketus. "Main bawa anak orang saja kamu ini!"


"Aku sudah sering membuatnya!" ucap Devan tanpa malu, "Tapi aku akan mewujudkannya hanya dengan istriku nanti!" lanjutnya sambil mengusap pipi baby Qiandra.


"Ha!" pekik Maya yang duduk di tepi tempat tidur. Apa maksudnya! lanjut Maya dalam hati.


"Kau lihat! Maya sampai shock mendengar kalimat mu!" ucap Jova, seketika Maya menunduk, karena merasa tidak enak.


"Haha! sorry!" ucap Devan yang sudah terbiasa ceplas ceplos dalam hal apapun.


"Memangnya orang sepertimu punya keinginan untuk menikah?" tanya Jova dengan senyum mengejek.


"Kau ini mengejekku Kakak ipar?" tanya Devan memutar bola matanya malas.


"Melihat dirimu yang hanya pindah sana - pindah sini, Aku tidak yakin kamu akan menikah!"


"Hemm.. tunggu saja Kakak ipar kecilku!" ucap Devan merangkul pundak Jova dari sampig. "Aku akan mengenalkan mu padanya jika saatnya sudah tepat!" lanjut Devan dengan berbisik di telinga Jova.


"Baiklah, aku akan menunggu sang Casanova melamar seorang gadis!" jawab Jova.


"Hahahaha! good!" ucap Devan kembali pada baby Queenara. "Haduh! bagaimana kalau salah satu dari mereka aku bawa ke London. Mereka sangat menggemaskan!" ucap Devan memainkan jari - jarinya di atas baby Queenara yang berbaring di box bayi.


"Tidak!" jawab Jova cepat. "Aku tidak mau anak - anak ku sepertimu!" lanjut Jova.


"Ayolah, Kakak ipar!" rayu Devan, "aku akan jadi Daddy Devan yang baik hati!"


"No!" jawab Jova tegas.


"Baiklah! aku akan mencetak nya sendiri! baby Devander Junior!" ucap Devan menyebikkan bibirnya pada Jova.


"Jangan asal cetak saja kau!" celetuk Jova.


"Hehehehe!" gelak Devan


Apa iya setampan ini seorang Casanova? sayang sekali! batin Maya yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Devan.


"Kamu datang, bukannya menemui Mama dulu malah langsung kesini!" sahut Mama yang masuk ke ruang baby twin.


"Hai, Ma!" ucap Devan menghampiri Mama dan mencium pipi Mama. "Aku sudah sering melihat Mama, kalau baby twin kan baru saja di keluarkan. Jadi aku sangat penasaran, apa dia setampan aku dan secantik Mama!" ucap Devan dengan senyum menyebalkan.


"Di keluarkan?" sahut Mama dan Jov bersamaan.


"Kamu ini minta di jitak ya Devan!" ucap Jova, "Melahirkan tidak semudah mengeluarkan tau!" ketu Jova.


"Hehe! sorry Kakak ipar!" ucap Devan dengan tak berdosa nya.


Mama geleng - geleng kepala putranya yang berbanding terbalik dengan saudara kembarnya itu.


# # # # # #


"Eyang! jadi kapan ini Eyang datang ke Indonesia untuk baby twin!" tanya Fellicya dengan nada sedikit menyindir.

__ADS_1


"Kamu ini bisa tidak jangan banyak bicara tentang hal itu!" jawab Eyang ketus.


"Jangan lama - lama Eyang! sebentar lagi Fellicya akan terbang ke Indonesia menggunakan pesawat umum. Apa Eyang sekalian ikut saja? Kalau Eyang ikut kita bawa private jet saja!" ucap Fellicya dengan penuh kemenangan.


"Diam kamu Fellicya!" ucap Eyang tegas.


"Eyang jangan mengelak!" ucap Fellicya dengan senyum manisnya.


"Fellicya!" ucap Eyang tegas.


"Hehehe! bye bye Eyang!" mengecup singkat pipi Eyang lalu keluar dengan menyeret kopernya.


"Untuk apa kamu bawa koper segala!" ucap Eyang, karena biasanya Fellicya hanya membawa tas tangan saja.


"Aku akan tinggal di Indonesia 2 bulan!" ucap Fellicya yang menghentikan langkahnya.


"Apa - apaan kau ini!"


"Aku ingin menghabiskan liburan di sana Eyang!"


"Pasti ada seseorang di sana yang membuatmu ingin tinggal berlama - lama!" ucap Eyang.


"Hehe! Eyang, tau saja!" jawab Fellicya. "Fellicya berangkat ya Eyang! takut ketinggalan pesawat!" ucap Fellicya melambaikan tangannya pada Eyang.


Eyang tidak membalas lambaian tangan, juga tidak menjawab. Eyang mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor suruhan andalannya.


# # # # # #


Jam setengah empat sore, Alexander turun dari mobilnya di depan rumah utama keluarga Haidar Gibran. Alexander langsung menaiki tangga dan masuk ke walk in closed di kamarnya.


"Loh! Sayang! kamu kok sudah pulang? ini kan baru jam setengah empat!" ucap Jova yang keluar dari kamar mandi.


"Aku sudah merindukan kalian!" ucap Alexander sambil mencium pipi istrinya sekilas lalu masuk ke kamar mandi.


Malam hari Alexander yang begitu perhatian dengan anak dan istrinya tak sedikitpun melewatkan malam di mana baby twin meminta asi tengah malam ataupun menangis tengah malam. Alexander dengan antusias akan membantu Jova meskipun dua baby sitter mereka pun tak kalah cekatan.


# # # # # #


Keesokan harinya Fellicya datang ke rumah utama Papa Haidar Gibran. Dengan gemasnya dia menggendong baby twin bergantian di ruang tamu.


"Aku ingin menggigit mu sayang!" ucap Fellicya gemas.


"Kamu datang sendiri?" tanya Alexander.


"Iya, Kak!" jawab Fellicya, "minggu depan mungkin Mom and Dad akan datang. Mereka masih di Jepang!" lanjut Fellicya sambil mendekati Alexander, "Kak?" panggil Fellicya duduk di samping Alexander yang memangku baby Queenara.


"Hemm?" jawab Alexander tanpa melihat Fellicya.


"Kak Alexander tau?" bisik Fellicya, "sebenarnya Eyang pernah bilang, kalau bisa melahirkan sepasang baby kembar, Eyang akan datang ke sini untuk memberi restu pada Kak Alexander dan Jova" ucap Fellicya dengan berbisik agar tidak ada yang mendengar.


"Lalu?" tanya Alexander dengan berbisik pula.


"Sepertinya Eyang masih malu mengakui kekalahannya!" ucap Fellicya.


"Biarkan saja!" jawab Alexander santai, "kalau Eyang masih tidak mau menerima Jova, aku tidak peduli! yang pentin Papa dan Mama menerima Jova sebagai menantunya!"


"Fellicya setuju!" ucap Fellicya dengan senyum manisnya.


"Oh ya! bagaimana kuliah S2 mu?"


"Lancar!" jawab Fellicya, "sepanjang liburan ini aku akan tinggal di Indonesia!"

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Alex penasaran, "bukannya kamu tidak suka tinggal di Jakarta karena macet!"


"Haha! itu dulu!" jawab Fellicya, "sekarang, semakin macet semakin bagus!" ucap Fellicya dengan girang dan lantang.


"What!" sahut Jova yang keluar dari ruang tengah. "Mana ada makin macet makin bagus! yang ada makin macet makin pusing!"


"Itukan kalian!" celetuk Fellicya, lalu tersenyum misterius.


"Apa yang kau sembunyikan?" tanya Alex curiga.


"Tidak ada!"


"Jangan bohong! aku mengenalmu dari kecil!"


"Tidak ada Kak!"


"Hemm?" Alex memicingkan matanya.


"Hehe! nanti Kak Alex akan tau sendiri!" ucap Fellicya.


# # # # # #


Begitulah hari - hari yang di lalui Alexander dan Jova bersama baby twin mereka. Setiap hari selalu ada saja tamu yang datang untuk melihat baby twin yang sangat menggemaskan itu.


Hampir setiap hari Ibu Jova datang untuk menengok cucunya. Dan selalu membawa makanan sehat untuk ibu menyusui seperti Jova.


Sampai 7 bulan berlalu. Pagi ini Alexander dan Jova membawa baby twin mereka jalan jalan di taman kota. Mereka mendorong masing - masing satu stroller dengan di ikuti dua baby sitter di belakang mereka, juga Maya yang selalu setia mengikuti kemanapun Jova pergi.


Tak terasa, Jova si Mahasiswa yang sering mendapat hukuman karena terlambat itu menjelma menjadi Nyonya Alexander sekaligus Mommy muda yang cantik.



Dan Alexander sang Dosen batu itu menjelma menjadi Tuan Alexander Gibran sekaligus Daddy muda yang tampan dan hangat.



Begitu juga baby twins yang tumbuh dengan sangat menggemaskan.



Kehadiran mereka di taman kota pagi ini menjadi berita utama pada artikel online. Banyak yang mengambil foto mereka tanpa izin. Tapi tak ada satupun yang berani mendekat atau berwawancara. Karena beberapa orang berpakaian hitam berlogo Group G mengikuti langkah kaki mereka dengan jarak aman.


Alex dan Jova duduk di kursi taman dengan memangku masing - masing satu baby. Tentu saja pemandangan itu tak luput dari kamera wartawan ataupun penulis artikel online. Pemandangan yang indah dari seorang CEO dingin, yang ternyata sangat hangat saat bersama keluarganya.




Eyang kok belum datang - datang sih!


Kenapa baby nya bule? jangan lupa Daddy Alexander punya darah Inggris. Hehe



Jangan lupa tinggalkan Like nya ya.. Author sedih Like nya cuma sedikit.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2