I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Perjuangan Carissa


__ADS_3

Semua mata menatap mobil mewah yang berhenti di depan lobby perusahaan raksasa. Seorang pria memakai setelan jas rapi dan mahal, berkaca mata hitam dan memakai masker turun dari pintu penumpang di ikuti seorang pria tampan yang keluar dari pintu kemudi, yang di kenal sebagai asisten pribadinya.


Mereka berjalan beriringan memasuki lobby yang di sambut anggukan sopa dari security dan beberapa karyawan yang bekerja di bagian bawah. Tapi kali ini kedua pria itu tidak ada yang membalas sapaan karyawan sama sekali.


Mereka memasuki lift dan menekan tombol menuju lantai teratas gedung itu. Masuk ke ruangan khusus CEO. Tampak tumpukan berkas berada di atas meja kerja sang CEO.


"Selesaikan ini secepatnya!" perintah CEO pada asistennya.


"Siap, Tuan muda!" jawab Rakha.


Mereka tampak serius mengerjakan pekerjaan di hari senin yang membosankan bagi kebanyakan pegawai di manapun.


Sedangkan di lantai paling bawah gedung itu, sedang terjadi sedikit kericuhan.


"Maaf mbak, Tuan Rakha tidak mengijinkan anda untuk menemui tuan muda" ucap receptionist sopan.


"Apa kau buta tidak tau siapa aku!" bentak seorang wanita berpakaian seksi yang di tutup blazer.


"Maaf mbak, saya tau mbak siapa. Saya juga tau mbak salah satu Brand Ambassador dari produk kelas atas milik perusahaan ini. Tapi saya tidak bisa membantah perintah dari Tuan Rakha"


"Beraninya kau! Setelah aku berhasil menjadi ratu di kerajaan ini, kau akan masuk deretan orang yang wajib di pecat!" ancam Carissa.


Sang receptionist hanya tersenyum dan menunduk, yang membuat Carissa semakin geram. Semua karyawan di sana memang tidak menyukai sosok Carissa. Semua juga tau kalau Asisten pribadi CEO mereka Rakha Leonard sangat membenci sosok Carissa. Tapi mereka di buat bingung, kenapa sang Asisten justru memilih Carissa sebagai Brand Ambassador produk kelas atas perusahaan Group G.


Security datang menghampiri Carissa di meja receptionist. Meminta dengan santun agar Carissa segera meninggalkan perusahaan.


"Baik, aku akan pergi!" ucap Carissa sinis.


Carissa berjalan membelakangi receptionist dan security yang diam berdiri menatap punggung Carissa.


Namun tak di sangka Carissa melepas high heels dam berlari masuk ke dalam lobby dengan sangat cepat melewati Security bagian pemeriksaan. Sontak semua Security heboh dan berlari mengejar Carissa. Namun Carissa berhasil masuk ke dalam lift yang sedang terbuka karena ada karyawan yang keluar dari lift.


Semua Security di lobby dan Receptionist lobby panik bukan kepalang. Security berulang kali menekan tombol lift di sebelahnya namun lift masih dalam perjalanan turun. Mereka takut di pecat atas keteledoran mereka kali ini. Beberapa saat kemudian lift terbuka segera dua orang security dan satu orang receptionist masuk ke dalam lift.


Carissa sudah sampai di lantai 30 gedung itu, dia berjalan cepat menuju ruangan CEO, namun di hadang oleh Lisa dan satu orang Security yang bertugas di lantai 30. Carissa memberontak dengan sekuat tenaga dan menimbulkan kegaduhan yang terdengar dari ruangan CEO.


"Kha, cek di luar!",

__ADS_1


"Siap, Tuan muda"


Rakha membuka pintu dan seketika pancaran amarah muncul dari wajah tampannya.


"Apa yang kau lakukan di sini!" bentak Rakha sambil menutup pintu ruangan agar tidak mengganggu bosnya.


"Aku mau masuk!" jawab Carissa tidak kalah sinis.


"Aku sudah melarang mu untuk masuk, dan kau berani melanggar perintahku?" tanya Rakha menatap tajam Carissa.


"Minggir!" ucap Carissa dengan mengumpulkan semua keberaniannya.


"Siapa kau berani menyuruhku minggir!" ucap Rakha sinis.


Cekleekk


Sang CEO membuka pintu bersamaan dengan datangnya security lobby yang mengejar Carissa.


"Aku mau bicara denganmu" ucap Carissa melihat pemilik jabatan tertinggi di gedung itu.


"Bukankah Rakha sudah melarang mu untuk datang kesini!"


"Baiklah, ingat ini kesempatan terakhir mu untuk bisa masuk ke ruangan ini!" setelah berfikir beberapa saat.


"Baik. Tapi aku tidak mau laki - laki ini ikut masuk!" Carissa menunjuk Rakha dengan tatapan sinis.


"Hemm" jawab sang CEO.


"Bubar!" ucap Rakha pada security dan receptionist di depan ruangan CEO. Lalu Rakha masuk ke ruangannya.


Carissa masuk ke ruangan CEO dengan senyum penuh arti. Sang CEO duduk di kursi singgasananya.


"Cepat katakan apa tujuan mu datang kemari!" tanyanya tanpa melihat Carissa.


Carissa membuka blazer yang menutupi sebagian tubuh seksinya dan meletakkan di sandaran kursi tamu. Dia mengenakan dress minim yang mana hanya menutupi bagian atas pahanya, juga bagian atas yang terbuka memperlihatkan sebagian dadanya.


Dia berjalan mendekati CEO muda itu, berjalan ke belakang kursi CEO. Meletakkan kedua tangannya di pundak CEO dan mengusapnya lembut. Namun sang CEO tak bergeming sama sekali.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kepastian darimu, om dan tante sudah setuju aku menikah denganmu. Tapi kau selalu menghindari ku. Aku ingin kau memperlakukan aku selayaknya calon tunangan mu" ucap Carissa manja.


Sang CEO hanya tersenyum sinis tanpa melirik Carissa sedikitpun. Carissa berjalan ke samping kursi dan menyandarkan paha belakangnya di meja CEO menghadap CEO. Dia berusaha agar CEO itu tergoda dengan kehadiran dirinya di ruangan hanya ada mereka berdua.


Tapi sayang, CEO tampan dan dingin itu bahkan tak bergeming sama sekali. Dia melirik Carissa dengan tatapan sinis dan benci.


Dia membuang pandangannya ke arah jendela kaca yang memperlihatkan cuaca cerah kota Jakarta siang itu.


"Berapa uang yang kau butuhkan?" tanya CEO itu tanpa menoleh Carissa.


Aku memang butuh uang saat ini Tuan muda yang sombong. Tapi kali ini aku harus fokus mengejar mu. Aku tidak mau usaha ku gagal dan aku tidak mau kau di rebut orang lain. Karena hanya kau satu - satunya ATM berjalan ku. Kau memang tampan, rupawan dan sempurna. Tapi sayang, kau tak pernah melirik ku. Ucap Carissa dalam hati.


"Aku tidak butuh uangmu! Aku hanya butuh pengakuan darimu" ucap Carissa manja. Tangannya mengelus dada CEO yang bersandar di kursi tanpa melihatnya sama sekali.


Bukannya tergoda, sang CEO justru menepis tangan Carissa dan mengambil cek di laci menuliskan angka 1 Milyar dan melempar ke wajah Carissa.


"Ingat! ini adalah kesempatan terakhirmu untuk bertemu dengan ku!" ucap CEO dengan sangat tegas dan penuh penekanan. "Pergi dari hadapanku sekarang juga atau akan melempar mu ke kandang macan!"


Carissa menghembuskan nafas kasar, menatap kesal pada CEO muda itu. Dia menghentakkan satu kakinya dan mengambil cek yang jatuh di lantai. Lalu mengambil blazer dan memakainya sambil berjalan ke arah pintu.


Aku tidak akan semudah itu menyerah! Kalau aku tidak bisa menaklukkan dirimu maka aku akan menghancurkan siapapun yang berusaha mendekatimu" batin Carissa sambil berjalan ke arah lift.


Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Semua rencana mu akan gagal di tanganku!. Ucap sang CEO.




Selamat membaca, tunggu part selanjutnya ya.


Dan mohon dukungannya. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar teman - teman.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena


__ADS_2