
Rakha membuang nafasnya kasar sambil melihat Alexander dan Jova masuk ke mobil Alexander. Rakha mengambil kunci mobil di saku celananya sambil berjalan ke arah mobilnya, tanpa berkata apapun pada Indira. Indira mengikuti langkah Rakha, merebut kunci mobil Rakha dari tangan Rakha.
"Heh! mau apa kau!" ucap Rakha tegas menatap tajam Indira.
"Biar saya yang bawa mobilnya, Tuan Rakha masuk pintu penumpang saja!" ucap Indira membuka pintu kemudi.
"Tidak!" ucap Rakha spontan, "aku yang bawa mobil!" menarik Indira menjauh dari pintu kemudi.
Indira tidak mau kalah, dia berusaha mempertahankan pintu yang terbuka di tangannya dan langsung masuk, duduk di kursi kemudi. Melempar senyum manisnya pada Rakha yang menahan nafas kesalnya. Rakha menutup pintu kemudinya dengan keras, hingga Indira terlonjak kaget.
"Hampir saja jantungku loncat!" gumam Indira melihat Rakha yang memutari mobil untuk masuk ke pintu penumpang.
"Cepat!" ucap Rakha tanpa melihat Indira saat sudah masuk ke dalam mobil.
"Iya - iya!"
Indira menyalakan mesin mobil dan melajukan nya meninggalkan gedung Group G, mengikuti mobil Alexander di depannya.
Rakha mendial nomor restoran yang akan mereka kunjungi.
"Kosongkan lantai dua! Tuan muda dalam perjalanan!"
"Siap Tuan" suara dari sebrang.
"Siapkan menu Tuan muda untuk empat orang!"
"Baik, Tuan"
Rakha mematikan panggilannya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Berani sekali kau memanfaatkan Nona muda!" ucap Rakha saat mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya Ibukota.
"Aku tidak memanfaatkan Jova, kami bersahabat baik. Jadi dia membantu membuka jalan untukku!" jawab Indira dengan senyum manisnya melihat Rakha sekilas.
"Bisa tidak, potensi senyummu itu di kurangi!" bentak Rakha.
"Hey! banyak laki - laki yang pada akhirnya jatuh cinta pada ku karena senyum ku! siapa tau kau salah satunya!"
"Kau?" Rakha mengerutkan keningnya, "beraninya kau pakai kata 'kau' untukku!"
"Kenapa?"
"Kau lupa siapa aku?"
"Sama sekali tidak!" jawab Indira santai, "kau adalah Tuan Rakha Leonard, Asisten pribadi Tuan Alexander Gibran Dan kau orang nomor dua di perusahaan Group G. Aku akan memanggilmu Tuan saat kau bersama beliau atau saat di gedung Group G" Indira menebar senyum pada Rakha yang melihatnya dengan kesal. "Saat bersama ku kau adalah Rakha Leonard, dan kita berteman! apa kau lupa?"
Rakha tidak menjawab, dia menyepak kan satu kakinya ke arah depan dengan kesal. Indira semakin gemas melihat Rakha yang menahan kesal padanya.
"Jangan terlalu membenci ku, nanti kamu suka pada ku sebelum waktunya!" ucap Indira melirik Rakha.
"Diam!" bentak Rakha.
"Tuh kan! galak!" ucap Indira memanyunkan bibirnya.
"Sudah tau aku galak, tapi kenapa kau masih saja mendekati ku!"
"Haha, karena kau tampan!"
__ADS_1
"Cih!" umpat Rakha membuang muka ke jendela.
"Haha!" Indira tertawa.
Aku pernah berjanji untuk membuatmu bucin kepadaku, Rakha Leonard. Ucap Indira dalam hati.
Mobil Alexander masuk ke halaman parkir restoran, Indira ikut membawa mobil Rakha masuk ke parkiran. Dan memarkirkan di sebelah mobil Alex.
Mereka semua turun dari pintu masing - masing secara bersamaan. Termasuk Jova yang langsung turun tanpa menunggu di bukakan pintu Alexander.
Jova langsung menghampiri Alex, dan berjalan bergandengan untuk masuk ke restoran itu. Berbeda dengan Rakha yang justru meninggalkan Indira. Indira berlari mensejajari langkah Rakha. Rakha menyebikkan bibirnya melirik Indira yang menjulurkan lidah di sampingnya.
Mereka masuk dengan di sambut seorang waiters. Tentu saja banyak mata di lantai bawah yang melihat kedatangan mereka. Berbagai tanggapan bermunculan. Ada yang kagum pada ketampanan dua pria itu. Ada juga yang iri pada gadis - gadis di sampingnya.
Mereka segera naik ke lantai dua, mereka duduk di meja panjang yang berisi empat kursi.
Jova duduk di samping Alexander, dan Indira segera duduk di samping Rakha yang cuek saja.
"Kha, kau cuek sekali sih!" ucap Jova.
Rakha tidak menjawab, dia menatap Jova dengan membuang nafasnya malas, membuat Jova tergelak. Beberapa Waiters membawa menu yang sudah di pesan Rakha sebelumnya.
"Wow! banyak sekali pilihan menunya!" ucap Indira, "padahal hanya empat orang!" Indira terkagum - kagum melihat meja besar yang penuh dengan makanan.
Sementara Jova hanya tersenyum melihat Indira. Jova sudah biasa melihat semua itu.
"Cepat makan! jangan banyak bicara!" ucap Rakha dengan penuh penekanan.
"Tuan Rakha, jangan galak - galak kenapa sih!" ucap Indira.
"Kau bisa diam tidak!"
"Hahaha" Jova tergelak melihat kepercayaan diri Indira yang membuat Rakha merengut tidak karuan.
# # # # # #
Sedangkan di sebuah apartemen, seorang wanita menggonta-ganti channel TV. Mencari kabar berita terbaru yang di tunggu - tunggunya. Sampai dua jam dia tak kunjung menemukan berita yang menurutnya harus menjadi hot news.
Dia mengambil ponselnya, menunggu artikel yang di harapkan muncul di layar notifikasi, namun nihil.
"Kemana mereka!" gumamnya kesal, "sudah dua jam tidak ada hasil! semua benar - benar tidak becus!"
"Harusnya paling tidak sekarang sudah ada artikel yang membahas tentang penganiayaan calon istri Alexander kepada ku!" gumam Carissa kesal, "tapi apa! tidak ada satupun!" membanting remote TV ke lantai. "Kemana mereka!"
Carissa mengambil ponselnya lagi, mendial satu nomor ponsel bertulis warta1. Tapi tidak ada jawaban, Carissa mendial lagi.
"Ha..ha..halo, Nona Carissa" suara terbata - bata di sebrang.
"Mana berita kalian!" tanya Carissa dengan nada tinggi, "kenapa sampai sekarang belum muncul satupun!"
"Ma..maaf, Nona!" Wartawan itu ragu untuk menjawab.
"Apa maksudmu!" tanya Carissa yang tidak sabar.
"Tadi, setelah Nona Carissa pergi, ada ..."
"Ada apa! cepat katakan! jangan bertele - tele!" bentak Carissa.
__ADS_1
"Ada beberapa orang berpakaian hitam, berlogo huruf G, yang mengelilingi kami. Mereka mengambil ponsel kami yang kami gunakan untuk merekam, dan membayarnya dua kali lipat. Lalu mereka mengancam kami, kalau sampai ada satu berita pun yang membicarakan kejadian tadi, maka kami akan di tuntut hukuman seumur hidup oleh Tuan Alexander" Jelas Wartawan itu.
"Apa!" pekik Carissa berdiri dari duduknya, "jadi semuanya sia - sia!"
"Maaf, Nona! kami lebih baik mengembalikan uang Nona daripada kami harus di penjara seumur hidup"
"Sial!" umpat Carissa, "wajahku sudah tergores seperti ini dan kalian bilang lebih takut pada ancaman anak buah Alexander! menyebalkan kalian semua!" Carissa berapi - api.
"Ma..maaf, Nona!" ucap Wartawan itu sambil menjauhkan ponselnya karena teriakan Carissa.
"Aakhh!" Carissa mematikan panggilannya dan melempar ponselnya ke sofa.
"Bodoh! semuanya bodoh!" umpatnya.
Ting..
Sebuah notifikasi di ponsel Carissa, Carissa berharap masih ada wartawan yang tidak takut dengan ancaman anak buah Alexander. Carissa mengambil ponselnya, dan melihat notifikasinya. Matanya membulat manakala membaca judul sebuah artikel.
Wanita yang mengaku sebagai calon tunangan Tuan Alexander Gibran, mendatangi calon istri Tuan Alexander di salah satu Mall dan membuat keributan.
Ting.. muncul satu judul lagi di atasnya.
Carissa Birdella, wanita yang sempat menjadi BA Jeyskin natural membuat keributan dengan calon istri Tuan Alexander Gibran, yang tak lain adalah Nona Jovanka, gadis yang berinisial J.
Ting..
Model seksi Carissa Birdella membuat keributan dengan Nona Jovanka, tunangan Tuan Alexander Gibran. Di duga tidak terima, karena di copot sebagai Brand Ambassador Jeyskin natural.
Ting.. dan terus beruntun notifikasi dengan judul yang tak jauh berbeda.
Ting.. begitu sampai beberapa kali.
"Apa - apaan ini!" gumam Carissa menahan amarahnya, "hancur sudah reputasi ku! dasar Wartawan sialan!" teriak Carissa melempar ponselnya.
"Aaaaakkhhhh!!!" teriak Carissa lagi.
TV yang masih menyala pun memberitakan hal yang sama. Carissa semakin frustasi di buatnya.
"Awas kau Jovanka! aku akan turun tangan sendiri untuk menghancurkan hidup mu!"
"Aaahhh!" teriaknya kesal.
"Wajahku perih seperti ini karena cakaran gadis sialan itu, tapi sekarang justru reputasi ku yang hancur!" gumamnya dengan emosi yang masih memuncak.
Selamat membaca part ini ya teman - teman, semoga suka dengan jalan ceritanya.
Setiap hari Author berusaha untuk mengetik banyak. Tapi apalah daya, banyak kesibukan tak terduga.
Terima kasih banyak buat teman - teman yang sudah meninggalkan Like, Komentar, Hadiah, dan Dukungan lainnya.
__ADS_1
Salam Lovallena.