
"Bayu!" teriak Jova setelah di bukakan pintu penumpang oleh Maya, saat melihat Bayu turun dari mobilnya di parkiran Kampus.
Karena jarak mereka terlalu dekat dan tidak mungkin bisa kabur, akhirnya Bayu memilih untuk menghadap Jova. Jova melangkahkan kakinya menghampiri Bayu.
"Bay! lama aku tidak melihat mu!" ucap Jova berhenti melangkah, saat melihat Bayu juga keluar dari himpitan mobilnya dan mobil lain.
"Aku setiap hari ke kampus kok Jov!" jawab Bayu mendekat pada Jova.
Mereka berdiri berhadapan di antara jalanan mobil.
Siapa laki - laki tampan itu? mereka terlihat sangat akrab! Nona Jovanka tidak mungkin berselingkuh kan! tanya Maya dalam hati.
"Tapi, Bay!" ucap Jova, "aku merasa kamu menghindari ku!" ucap Jova.
Bayu tidak menjawab, dia hanya mengarahkan Jova untuk berjalan bersama ke arah koridor kampus. Mereka berjalan beriringan di sepanjang koridor. Maya mengikuti langkah Jova di belakangnya.
"Aku sedang sibuk membantu di perusahaan Papi, Jov" ucap Bayu, "kerja sama yang di bangun antara perusahaan Papi dengan perusahaan suami mu sedang pesat - pesatnya! apa kamu tidak tau" jelas Bayu.
"Aku tidak tau menahu tentang perusahaan suamiku Bay!" jawab Jova, "hanya saja aku tidak pernah melihatmu sibuk sampai kita tidak pernah bertemu walau sekelebat!"
"Huh!" Bayu membuang nafas beratnya, "kamu sudah punya suami Jova! kita bukan lagi lajang yang bebas bergaul dengan siapa saja!" jelas Bayu. "Aku juga akan merasa tidak enak jika terlalu dekat dengan mu!" ucap Bayu.
"Ada saja alasanmu!" jawab Bayu.
"Hehe!"
"BTW siapa dia?" tanya Bayu menunjuk Maya di belakang mereka, saat Bayu menghentikan langkahnya karena dia sudah sampai di depan ruangannya.
"Oh iya! kenalkan!" ucap Jova menarik tangan Maya, "ini Maya, dia Asisten ku!" ucap Jova.
"Wow! sekarang kau punya Asisten pribadi ya!" ucap Bayu kagum, yang hanya di balas senyuman oleh Jova.
"Bayu!" ucap Bayu mengulurkan tangannya.
"Maya!" ucap Maya menyambut uluran tangan Bayu dengan senyum hormat.
"Jaga Nona mu dengan baik" pesan Bayu pada Maya dengan nada bercanda.
"Siap, Tuan Bayu!" jawab Maya serius.
"Panggil Bayu saja, jangan pakai Tuan!" ucap Bayu.
"Baik, Bayu!" ucap Maya sedikit kikuk.
"Ya sudah, aku masuk dulu ya Jov!" ucap Bayu.
"Ok, Bay!"
Jova melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya. Maya mengikuti kemanapun Jova pergi. Jova menaiki tangga, Maya dengan sigap menjaga Jova tepat di belakangnya. Untuk memastikan Jova menaiki tangga dengan selamat.
"Maya! aku masuk dulu!" ucap Jova, "kamu bisa menunggu di kantin atau dimana pun nanti aku akan menghubungimu! berikan aku nomor ponselmu!" ucap Jova menyodorkan ponselnya.
"Saya akan menunggu di kursi itu, Nona!" ucap Maya menunjuk kursi di depan kelas Jova, lalu menerima sodoran ponsel Jova dan memasukkan nomor ponselnya. "Ini nomor ponsel saya, Nona!" ucap Maya mengembalikan ponsel Jova.
"Ok!" ucap Jova.
Jova masuk ke ruang kelasnya, Maya duduk di kursi depan ruangan Jova dengan memainkan ponselnya tanpa bosan.
# # # # # #
"Nona sudah selesai?" tanya Maya menghampiri Jova yang baru saja keluar pintu kelasnya bersama beberapa Mahasiswa lainnya.
"Iya!" jawab Jova, "antar aku ke kantor suamiku ya!" ucap Jova.
"Siap, Nona!"
30 menit berlalu Maya memarkirkan mobil sport Jova di parkiran khusus tamu Perusahaan Group G. Maya membukakan pintu untuk Jova. Jova turun dan berjalan menuju lobby di ikuti Maya di belakangnya.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Jova menunduk hormat pada Jova yang di balas anggukkan dan senyum ramah Jova.
Wiih andai nasibku seperti Nona! batin Maya.
__ADS_1
Jova masuk ke dalam lift khusus Presdir di ikuti oleh Maya. Saat lift terbuka Maya yang berdiri sedikit di belakang Jova menganga melihat lantai 30 yang tampak istimewa. Jova berjalan keluar lift bersamaan dengan Rakha yang keluar dari ruang kerjanya.
"Selamat siang, Nona!" sapa Rakha, sedikit mengangguk.
"Siang, Rakha!" jawab Jova.
Mendengar nama Rakha seketika Maya melihat orang yang di panggil Jova sebagai Rakha. Maya membulatkan matanya, melihat seorang Rakha Leonard tepat di depan matanya.
Ya Tuhan, ternyata Rakha Leonard yang asli tak kalah tampan dari Tuan Alexander! batin Maya yang melihat Rakha hingga lupa berkedip.
Rakha melirik Maya yang yang berjalan di belakang Jova, dengan tatapan yang sulit di artikan.
Menyadari Rakha menatapnya dengan tatapan yang tak biasa, Maya segera menunduk dan menyapa Rakha dengan hormat.
"Selamat siang, Tuan!" sapa Maya pada Rakha yang masih menatapnya aneh.
"Hemm!" jawab Rakha sedikit cuek.
Entah apa yang membuat seorang Rakha cuek sekali siang itu.
Nona Jovanka benar - benar beruntung! di kelilingi banyak laki - laki tampan dan semuanya kaya! ucap Maya dalam hati. Sudi kah kamu berbagi keberuntungan dengan ku, Nona! lanjutnya.
"May! aku masuk dulu ya! kamu tunggu di ruang tunggu saja!" ucap Jova menunjuk ruang tunggu yang ada di lantai 30.
"Baik, Nona!" jawab Maya.
"Selamat siang, Nona!" sapa Lisa.
"Siang!" jawab Jova dengan senyum yang selalu dia pancarkan.
Jova mengetuk pintu ruangan Alexander, hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya.
"Masuk!" suara Alexander terdengar jelas oleh Jova.
Jova masuk ke ruangan Alexander, dengan senyum mengembang.
"Sayang! tumben sekali mengetuk pintu?"
"Haha! pengen aja!" jawab Jova yang berjalan ke arah kursi Alexander.
Rakha yang sedari tadi masih berdiri di depan pintu ruangannya dengan penuh tanda tanya siapa Maya. Pada akhirnya melangkahkan kakinya ke arah ruangan Alexander dengan pandangan yang masih belum berpindah dari sosok Maya. Seperti ada sesuatu yang ingin dia baca dari seorang Maya.
Maya sadar dia masih di tatap dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Rakha. Tapi dia bingung harus bersikap seperti apa.
Kenapa Tuan Rakha menatap ku seperti itu? apa dia tertarik padaku! oh Tuan, tertarik lah aku tidak akan menolak walaupun kamu seorang playboy! ucap Maya dalam hati dengan tidak tau malunya.
Maya adalah sosok gadis yang lumayan cantik, dengan tinggi 158 cm, kulit putih, rambut hitam bergelombang agak panjang yang selalu dia kuncir naik.
Rakha mengalihkan pandangannya saat sudah sampai di depan meja Lisa.
"Tuan!" sapa Lisa dengan menunduk hormat.
"Hemm!" jawab Rakha cuek.
Tok tok tok!
Rakha mengetuk pintu dengan sedikit ragu, karena dia tau Bos nya pasti sedang bermesraan. Tapi berkas di tangannya sangat penting untuk segera di tanda tangani Alex.
"Masuk!" ucap Alexander.
Rakha membuka pintu perlahan dan benar saja, Jova tengah menciumi pipi Alexander beberapa kali. Rakha menyebikkan bibirnya sebelah. Antara ingin dan malu.
"Tuan muda, ini berkas yang harus Tuan tanda tangani sekarang!" ucap Rakha meletakkan berkas di atas meja Alex.
"Hemm!" Alex membuka dan membaca sedikit. Setelah merasa sesuai dia segera menanda tangani berkas itu. "Ini!" ucapnya menggeser sedikit berkas yang sudah dia tutup.
"Terima kasih!" ucap Rakha, "saya permisi Tuan!" Rakha segera mengambil dan membawanya keluar dari ruangan Alexander.
"Rakha!" panggil Alexander saat Rakha hampir menutup pintu.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Rakha.
__ADS_1
"Suruh Lisa memesankan makan siang untukku dan istriku! seperti biasa!" ucap Alex.
"Baik, Tuan!"
Rakha menutup pintu dengan segera memerintahkan Lisa sesuai amanat dari Tuannya.
# # # # # #
Jam tiga sore, Jova meminta ijin pada Alex untuk pulang.
"Sayang aku pulang duluan ya!" ucap Jova.
"Baiklah, hati - hati Sayang!"
"Iya!" jawab Jova.
"Aku nanti sepertinya pulang sedikit terlambat!"
"Okey Sayang!" jawab Jova.
Jova yang semula membaca buku di sofa berjalan mendekati kursi Alex dan berdiri di depan Alex yang memutar kursinya menghadap Jova sepenuhnya. Alexander mendongak dan Jova menunduk, mereka menyatukan bibir mereka.
Alexander mendekap erat pinggang Jova. Jova menumpukan satu lengannya di pundak Alexander. Dan satu tangannya menempel penuh pada rahang Alexander.
Setelah puas berciuman, mereka saling melepas tautan bibir mereka. Alex mengusap bibir Jova yang basah. Kemudian mencium perut Jova cukup lama, lalu mengusapnya beberapa kali.
"Jangan bikin Mommy kelelahan ya, Sayang!" ucap Alex mengusap perut Jova lalu menciumnya lagi beberapa kali.
"Sepertinya Daddy yang suka bikin Mommy kelelahan!" ucap Jova menirukan suara anak kecil sambil mengusap sayang kepala Alexander.
"Hahaha!" gelak tawa keduanya bersamaan.
"Tau! aja kamu!" ucap Alex, "nanti malam Daddy tengok kamu lagi, oke Baby!"
"Baru juga tadi pagi bilang, bakalan jarang - jarang. Sekarang sudah bikin janji!" ucap Jova dengan nada menyindir.
"Hehehe! aku merindukannya!" elak Alexander.
"Modus!" ucap Jova, "ya sudah Sayang, aku pulang!" ucap Jova mencium sekilas bibir Alex.
Jova berjalan ke arah pintu di ikuti Alexander yang membukakan pintu untuk Jova. Melihat pintu ruangan CEO terbuka, Maya segera berdiri dan menghampiri Jova.
"Bekerja dengan baik!" pesan Alex pada Maya.
"Siap, Tuan!"
Jova berjalan ke arah lift di ikuti Maya di belakangnya. Alexander menatap kepergian istrinya hingga menghilang di balik lift.
Yang Penasaran kisah **RAKHA dan INDIRA** ada di novel khusus mereka ya! judulnya **30 Hari Mengejar Badai**
Di sana di bahas lengkap tentang kebersamaan mereka dan perkembangan hubungan mereka.
Selamat membaca!

Terima kasih yang sudah meninggalkan Like dan Komentarnya.
Dukungan teman - teman sangat berharga untuk Author.
__ADS_1
Salam Lovallena.