I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Akad Nikah


__ADS_3

Setelah makan siang, Jova dan yang lainnya meninggalkan restoran itu. Alex membuka pintu mobil untuk Jova. Sementara Indira dan Rakha masuk sendiri - sendiri. Dan Indira lagi yang ngeyel mengemudikan mobil Rakha. Membuat Rakha menghembuskan nafas kasarnya.


"Rakha?" panggil Indira setelah mengemudikan mobilnya.


"Hemm?"


Seketika Indira menoleh pada Rakha, dan menatap tak percaya pada Rakha yang asyik memainkan ponselnya.


Buset! di jawab! batin Indira, lalu kembali fokus pada jalanan di depannya dengan senyum sumringah.


"Beda ya rasanya mengemudikan mobil biasa dan mobil sport mewah seperti ini!" ucap Indira kikuk. Karena sebenarnya tadi dia hanya mencoba memecah keheningan. Tapi tak di sangka Rakha menjawab panggilannya.


Rakha melirik Indira yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Apa gunanya mahal, kalau rasanya sama saja!"


"Haha, benar juga!"


Kenapa aku jadi bingung harus ngomong apa! batin Indira.


"Rakha?" panggil Indira saat Rakha hendak turun, karena mereka memang sudah sampai.


"Hemm?" Rakha menoleh pada Indira, urung untuk turun.


Cup!


Tanpa ana - aba Indira mengecup singkat pipi Rakha.


"Tadi kau sudah mencium ku! jadi aku membalasnya!" ucap Indira tersenyum.


"Sepertinya kau sudah gila, Nona!" ucap Rakha yang langsung turun dari mobilnya. Entah kenapa Rakha tidak marah atau pun menunjukkan ekspresi tidak suka seperti biasanya.


"Kau benar, Tuan Rakha Leonard! aku gila karena mu!" gumam Indira yang belum turun, dan melihat kepergian Rakha untuk menghampiri Alexander.


Indira sudah kembali memarkirkan mobil Rakha. Indira mendekati Jova yang sedang berjalan dengan Alex.


"Jova, mobilmu aku bawa pulang bagaimana? mobilku kan di kampus! aku malas naik taksi!"


"Boleh, aku pulang sama Alexander saja!"


"Ok, aku pulang ya!"


"Iya!"


"Jova, aku akan semakin semangat menaklukkan buaya galak itu!" bisik indira pelan, sebelum melangkah menuju mobil Jova.


Jova menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya, pertanda Ok.


Indira pergi ke parkiran tamu, membawa mobil Jova dan meninggalkan gedung megah Group G.


# # # # # #


Hari - hari berlalu, semua persiapan sudah 100%. Bahkan malam ini ballroom hotel sudah dalam proses di hias untuk acara besok. Baju pengantin untuk akad nikah Jova dan Alexander sudah di siapkan di kamar hotel masing - masing. Baju untuk keluarga juga sudah siap di kamar masing - masing.


Pengawasan ketat di lakukan oleh Papa demi kelancaran acara. Papa mengerahkan ratusan body guard untuk mengawasi area hotel bergantian.


Semua keluarga dari Singapura dan London pun sudah datang dan menempati hotel yang sudah di siapkan untuk mereka. Termasuk Devan juga hadir, meskipun dia tidak akan keluar sama sekali. Dan hanya akan tinggal di hotel.


Undangan sudah di sebar oleh anak buah Rakha sejak undangan itu di antar ke kantor. Wartawan dari berbagai stasiun televisi sudah mempersiapkan kamera mereka di ballroom hotel.


Dan satu undangan remuk di tangan seorang laki - laki yang tengah patah hati. Bayu, melempar undangannya ke dinding kamar di rumahnya.


"Selamat menempuh hidup baru Jova!" gumamnya.


# # # # # #


Malam ini Jova dan Alexander dengan sengaja tidak boleh bertemu. Mereka di hotel yang sama tapi di kamar yang berbeda. Kamar pengantin pun sudah disiapkan untuk mereka.


Pagi ini, Matahari belum muncul, tapi Jova sudah siap di rias untuk acara akad nikah pagi menjelang siang ini.


Hari ini semua sibuk mempersiapkan diri masing - masing di kamar mereka. Dengan perias mereka masing - masing.


Ayah, Ibu dan Tristan memakai baju yang senada. Papa, Mama dan Devan juga memakai baju senanda. Meskipun Devan tidak akan muncul. Dia hanya berusaha menghargai Alex.


Kini Alexander sudah siap dengan jasnya untuk acara akad nikah.

__ADS_1



Mama, Papa dan Devan menghampiri Alexander di kamarnya, untuk mengucapkan selamat.


"Finally, My twin is married!" ucap Devan memeluk Alexander dan menepuk punggung Alexander.


"Kau juga menikahlah, jangan main - main terus!" balas Alex, menepuk pundak Devan.


"Haha! tunggulah!"


"Selamat ya Sayang. Akhirnya cinta kalian bersatu!" ucap Mama dengan senyum manisnya.


"Iya, Ma. Terima kasih"


"Iya, Sayang!" ucap Mama bahagia, "jaga istrimu dengan baik ya. Jangan sampai Jova menangis karena ulah mu. Kepercayaan dan kesetiaan itu penting dalam rumah tangga"


"Tentu saja, Ma! Alexander tau! kalau Devander mungkin tidak tau apa itu kepercayaan dan kesetiaan!" sindir Alex melirik Devan dengan senyum mengejek.


"Haha! taulah! kalau saatnya sudah tiba, aku akan melakukan hal yang sama," sahut Devan.


"Papa percaya padamu Devander!" ucap Papa menepuk pundak Devan. Devan hanya membalas dengan senyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalian ini kembar tapi sangat bertolak belakang soal perempuan!" ucap Mama.


Ayah dan Alex menatap Devan dengan senyum mengejek. Devan menyebikkan bibirnya menyadari kelakuannya yang buruk sebagai seorang Casanova. Sementara Alexander sampai usia 29 tahun masih perjaka.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu!" ucap Devan, "di Luar negeri banyak kok yang seperti ku!" membuang muka ke arah jendela, menutupi salah tingkahnya.


"Hihi," Mama tersenyum kecil, lalu beralih melihat Alexander, "Ingat ya Alexander, nanti jangan sampai salah mengucapkan ijab kabulnya"


"Iya, Ma"


# # # # # #


Begitu juga Jova yang sudah siap dengan baju akad nikahnya yang sesuai seleranya.



Ibu, Ayah dan Tristan menghampiri Jova di kamar hotelnya. Untuk memberi dukungan pada putri mereka satu - satunya.


"Selamat ya, Sayang! akhirnya putri ibu satu - satunya menikah juga" ucap Ibu.


"Iya Jova, Ibu tau apa yang membuat kalian meminta menikah lebih cepat"


"Hehe"


"Jova, hormati Alexander sebagai suamimu!" ucap Ayah, "Alexander pemimpin yang baik di perusahaannya. Ayah yakin dia juga pemimpin keluarga yang baik"


"Iya Ayah," jawab Jova, "Ayah jangan khawatir"


"Kak? kakak akan tinggal di rumah Alexander terus dong!" tanya Tristan.


"Iyalah! dia kan suami kakak"


"Tch! sepi terus dong rumahnya!"


"Haha!"


"Jovaaa!" teriak seseorang sambil membuka pintu.


"Fellicya!"


"Hai" Fellicya mendekat, "selamat yaa.. akhirnya kalian menikah"


"Iya, makasih" jawab Jova, "kamu juga buruan menikah"


"Sabarlah! aku pacar aja nggak punya!"


"Oh ya?"


"Iya!" jawab Fellicya yakin, "ini keluargamu?"


"Iya, kenalkan! Ayah, Ibu dan ini adikku Tristan"


"Pagi Tante, Om dan Tristan"

__ADS_1


"Pagi juga!" jawab mereka serempak dengan senyum ramahnya.


"Ayo turun! sudah di tunggu di bawah!" ucap Fellicya.


"Iya"


Semua sudah siap di Ballroom hotel. Keluarga sudah berada di kursi masing - masing yang di sediakan untuk keluarga, selama acara akad nikah. MC sudah banyak sekali mengeluarkan kata - kata sambutan untuk memeriahkan acara.


Akad nikah hanya di hadiri keluarga inti saja. Agar suasana tenang dan khidmat. Kamera dari berbagai stasiun TV dan para Wartawan sudah siap untuk mengambil gambar dan menyiapkan berita. Bahkan beberapa stasiun TV sudah menayangkan suasana jelang pernikahan pewaris terkaya negeri ini.


Praaakkk!!


Suara lemparan ponsel Carissa di dinding kamar apartemennya.


"Semua orang sangat antusias menyambut pernikahan mereka!" gumamnya, "menyebalkan!"


# # # # # #


Alexander masuk ke Ballroom hotel dengan di dampingi Ayah dan Mamanya dia sudah duduk di kursi depan penghulu untuk melaksanakan akad nikah. Jova masuk ke Ballroom hotel dengan cantiknya. Tangan kanannya memegang lengan Ayahnya. Ibu dan Tristan berjalan di belakangnya.


Tatapan mata Jova dan Alexander bertemu, jova tersenyum malu - malu karena di tatap Alexander dengan lembut dan penuh cinta.


Jova duduk di kursi sebelah Alex. Alex menatap Jova lembut yang di balas senyum bahagia oleh Jova. Sepertinya senyum Jova akan terus terpancar hari ini.


Papa dan Ayah sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan sebagai orang tua wali. Penghulu sudah siap dengan berkas pernikahan di meja. Mas kawin pun sudah terpajang di atas meja beserta box cincin pernikahan.


Terlihat penghulu dan Ayah berjabat tangan terlebih dahulu. Baru kemudian terlihat penghulu dan Alexander berjabat tangan.


Jantung Mama, Ibu dan juga Jova dag dig dug. Semoga Alexander bisa mengucapkan dengan lancar, batin mereka.


"Saya terima nikah dan kawinnya Jovanka Lovata Barraq binti Saddam Barraq dengan mas kawin berupa uang senilai Rp. 22.000.000 ,- dan emas murni seberat 22 gram di bayar tunai!" ucap tegas dalam sekali tarikan nafas.


"Sah?" tanya penghulu pada para saksi.


"Saahh!" ucap semuanya serentak.


"Alhamdulillah" semua kompak mengucap syukur.


Alexander membuka cincin pernikahan dan menyematkannya di jari manis tangan kanan Jova. Jova juga menyematkan cincin di jari manis tangan kanan Alexander.


Jova mencium tangan Alex, Alex mencium kening Jova. Dalam hatinya berkata, kau resmi milikku. Semua orang di ruangan itu tampak tersenyum.


Acara akad nikah yang di tayangkan secara Live membuat Eyang yang hanya menonton di kamar hotel bersama Devan membuatnya diam, dia tidak berkata apa - apa.


Sebenarnya apa yang di lihat Alexander dari gadis miskin itu! ucap Eyang dalam hati.


"Eyang! cucu pertama Eyang sudah menikah!" ucap Devan girang.


Eyang hanya menarik nafasnya panjang dan membuangnya panjang juga.


"Eyaaang" panggil Devan lembut.


Eyang menoleh dengan tatapan malas.




Alhamdulillah, sudah sah. Hehe


Jangan lupa ucapin selamat pada mereka yaa..



Oh, Ya! Like nya dikit banget sih teman - teman. Semangatin Author lewat Like dan dukungannya dong. Please!


Author sedih nih, udah episode banyak gini, tapi popularitasnya dikit. Tapi Author tetap berusaha semangat dari teman - teman yang menunggu kelanjutan cerita mereka.



Mumpung hari senin nih, jangan lupa berikan vote nya untuk novel receh Author ini ya.



Terima kasih,

__ADS_1



Salam Lovallena.


__ADS_2