
Malam hari, Daddy Alex dan Mommy Jova dengan sangat telaten menidurkan baby twin di kamar mereka. Baby twin kini lebih sering tidur di kamar mereka, dari pada tidur di kamar baby twin sendiri. Karena bagi Alexander, tidur bersama orang - orang yang di sayangi nya dapat memudarkan rasa lelahnya.
Daddy Alex menggendong baby Queenara di lengannya dan menimangnya dengan sayang hingga baby Queenara tertidur pulas dalam dekapan Daddy. Baby Queenara selalu lebih tenang jika bersama Daddy nya.
Sementara Mommy Jova menidurkan baby Qiandra di tempat tidur sambil memberikan asi. Hingga baby Qiandra terlelap. Baby Qiandra lebih tenang jika dekat dengan Mommy.
Daddy Alex meletakkan baby Queenara dengan sangat hati - hati di samping baby Qiandra. Terlihat mereka tertidur dengan sangat pulas dan nyenyak.
Jova dan Alexander duduk mengapit baby twin. Memandangi dua buah cinta mereka yang sangat lucu dan menggemaskan itu.
"Bagaimana Sayang! bibit ku sangat menggemaskan bukan?" ucap Alexander dengan senyum bangganya.
"Iyaa! aku percaya!" jawab Jova, "karena nyatanya kamu memang tampan!" lanjut Jova yang memang mengakui ketampanan suaminya tiada tanding baginya.
"Hihihi!" Alex tersenyum lirih.
"Tapi kamu juga harus ingat, kalau Mommy nya tidak cantik, belum tentu hasilnya seperti ini!" ucap Jova dengan senyum tak kalah bangga.
"Haha! bisa gitu ya!" tawa Alex.
"Jangan keras - keras!" celetuk Jova memukul lengan suaminya. "Nanti mereka bangun!"
"Maafkan aku Sayang!" Alexander berdiri dan beralih duduk di samping Jova. Memeluk erat perut Jova dari belakang.
"Hemm! mulai" Jova melirik wajah Alexander yang bertengger di pundak kirinya dengan senyum misteriusnya.
"Bagaimana kalau sekarang kita buat dede nya!" goda Alexander sambil mencium leher Jova, mencoba membangkitkan gairah Jova.
"Sudah punya dua, memangnya kamu mau berapa?"
"Hehe! tidak! aku hanya mau mereka berdua!" ucap Alex, "aku tidak tega membuatmu merasakan sakit seperti saat baby twin lahir!" lanjutnya.
"Tapi itu kan sudah kodrat perempuan, Sayang!"
"Aku tau, Sayang!" jawab Alex kembali menciumi leher jenjang Jova. "Hanya saja aku tidak tega melihatnya!" lanjutnya.
"Kenapa?" tanya Jova menahan geli di lehernya.
__ADS_1
"Aku tidak mau kamu merasakan sakit seperti itu!" ucap Alex yang masih menciumi leher dan pipi Jova. "Aku ingin setiap detik dalam hidup kita adalah kebahagiaan, tidak ada sakit di dalamnya!" lanjutnya. "Cukup sekali kamu kesakitan karena berjuang untuk baby twin kita!"
"Makasih Sayang!" ucap Jova yang mulai terpancing dengan ulah Alexander.
Melihat Jova yang mulai menggeliat, tanpa menunggu lagi, Alex mengangkat tubuh Jova dan membawanya ke ruang walk in closed dimana ada satu sofa di ruangan itu.
Alex membaringkan Jova di sofa itu, dan mencium bibir Jova. Melum*tnya dengan sangat lembut. Jari jemarinya mulai melepas kancing baju Jova. Menyisakan dada Jova yang hanya tertutup br* hitam. Alex meraba kedua dada Jova tanpa berani merem*snya. Takut jika Asi nya keluar.
Alex kembali menciumi leher dan pundak Jova, sambil tangannya melepas pengait br* di punggung Jova. Dan dada bulat Jova terpampang nyata di depan mata Alex. Alex menikmati pemandangan indah itu.
"Sayang! kapan aku bisa menghisapnya?" tanya Alex.
"Jangan di hisap dulu, Sayang!"
"Ah! aku sudah tidak tahan ingin menghisapnya!" ucap Alex dengan suara berat.
Alex menjilati puncak dada Jova dengan sangat hati - hati. Dan menciumi area sekitarnya, sambil melepas kaosnya. Lalu beralih mencium perut Jova dan mulai melepas celana pendek Jova. Tak menyisakan satu helai benang pun di sana.
Alex membuka kaki Jova dan mulai menciumi area sensitif itu. Memainkan lidahnya di sana dengan sangat ganas. Membuat Jova seperti kehabisan nafas. Sampai akhirnya cairan bening keluar dari area sensitif Jova yang membuat Alex menyunggingkan senyum.
Alex berdiri memandangi tubuh istrinya yang memang ada sedikit perubahan setelah melahirkan. Tapi Alex tak sedikitpun protes tentang hal itu. Justru dia bersyukur istrinya rela tubuhnya berubah demi memberinya keturunan.
Malam yang indah untuk sepasang suami istri muda, di lewati setelah berhasil menidurkan baby twin mereka. Hingga 40 menit kemudian barulah keduanya merasa sama - sama puas.
# # # # # #
Hari demi hari di lalui keluarga kecil Alexander dengan bahagia. Baby twin tumbuh dengan sehat dan cepat. Mereka berdua bisa berjalan di usia mereka yang baru sebelas bulan. Dan mereka sudah bisa memanggil Daddy, Mommy, Oma, Opa, Nenek juga Kakek dengan bahasa cadel khas bayi yang menggemaskan.
Kelucuannya semakin menghibur keluarga besar Papa Haidar juga keluarga besar Ayah Saddam. Sesekali Alex dan Jova membawa baby twin menginap di rumah Ayah Saddam. Dan Tristan sangat menyukai baby Qiandra, karena sesama laki - laki. Membuat baby Qiandra selalu menangis karena Tristan yang saking gemasnya sering mencium baby Qiandra kelewat batas.
Dan hari ini, untuk pertama kali Jova di sibukkan dengan persiapan pesta ulang tahun baby twin yang pertama. Jova dengan sangat antusias turun tangan sendiri menyiapkan konsep bersama EO, memilih souvenir juga pemilihan kostum untuk di pakai mereka.
Dengan konsep outdoor, pesta ulang tahun yang pertama baby twins di adakan di halaman belakang rumah Papa Haidar yang cukup luas. Dengan mengundang kerabat juga sahabat dekat saja, sehingga tidak membutuhkan banyak tempat duduk.
Kali ini Devan hadir dengan membawa seorang gadis cantik blasteran Indonesia - Inggris. Karena acara hanya di hadiri keluarga dan sahabat dekat saja yang sebagian besar sudah tau tentang Devan, maka Devan muncul secara terang - terangan di acara ulang tahun baby twins.
Halaman belakang sudah di hias dengan sangat cantik ala pesta ulang tahun baby twins. Yang di dominasi warna pink dan biru, sebagai simbol kembar sepasang. Mommy Jova memakai dress berwarna pink, dan Daddy Alex memakai baju setelan jas santai berwarna biru.
__ADS_1
Banner bertuliskan Qiandra & Queenara tertulis jelas di back drop. Tak ketinggalan Angka satu berwarna rainbow. Dan juga ada tempat sendiri untuk baby twins bebas bermain dan bertingkah polah. Mereka yang baru bisa berjalan satu bulan lebih tak luput dari pantauan ketat dua baby sitter juga Daddy dan Mommy.
MC yang di wakili oleh Fellicya sudah siap di depan podium kecil. Alexander sengaja tidak mengundang satu guest star pun. Karena kali ini Devan benar - benar di munculkan untuk sahabat yang akan ataupun sudah menjadi keluarga. Salah satu yang baru pertama kali tau tentang mereka adalah Bayu.
Fellicya dengan lincah memandu acara ulang tahun baby twins. Semua kerabat dan sahabat yang membawa baby dan balita berkumpul di satu sisi mengelilingi baby twins. Dan mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Dengan di dampingi Daddy dan Mommy, Baby twins berdiri di balik meja yang di desain khusus untuk mereka, dengan tema Raja dan Ratu. Hingga acara inti berakhir, dan semua tamu bebas untuk makan dan bermain dengan permainan yang sudah di siapkan untuk tamu.
Baby twins yang belum paham dengan apa yang sedang berlangsung, dengan riang berteriak dan berceloteh tanpa mengerti mereka lah yang menjadi pemeran utama di acara pesta pagi ini.
Tentu saja semua yang melihat benar - benar merasa gemas dengan tingkah polah baby twins yang tampak sangat lucu dan antusias.
Sampai akhirnya pada sesi Alexander dan Devander duduk berdampingan di kanan kiri baby twins untuk berfoto, sebagai tanda merekalah pemilik gen kembar untuk sang baby. Jika saja baju mereka sama, mungkin sebagian besar akan kesulitan membedakan mereka berdua.
Fellicya duduk di samping Bayu, menghadap pintu masuk taman yang di hias khusus, sebagai satu - satunya akses memasuki area pesta baby twins, menunggu seseorang yang berjanji akan hadir di acara ulang tahu baby twins yang pertama.
Siapa yang di tunggu Fellicya?
Tunggu di next episode ya 👋
Dan sedikit bocoran, kita sudah hampir di akhir episode nih Kak. Bisa pindah ke novel Rakha dan Indira yang tak kalah Romantis dari Alex dan Jova.
Jangan lupa tinggalkan Like nya ya Kakak! 🥰
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.