I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Singapura 3


__ADS_3

"Kenapa kamu mau bertanggung jawab?" tanya Jova serius.


"Belum saatnya kau tau" Alexander menarik nafas berat dan membuangnya pelan. "Sekarang ayo kita mulai kuliahmu"


"Kuliah?" Jova mengerutkan keningnya. "Aku kan tidak membawa perlengkapan kuliah?"


Alexander menggerakkan dagunya, dan mengarahkan matanya ke meja di depan mereka duduk. Jova menganga tak percaya, semua buku dan laptopnya ada di meja.


"Bagaimana bisa semua ini ada di sini?" tanya Jova menatap Alexander.


Alexander hanya tersenyum kecil.


"Aaah, aku malas! besok saja, please!" rayu Jova.


"No no no!" ucap Alexander tegas. "Mulai detik ini aku kembali jadi dosen mu!" mentoel hidung Jova.


Jova memanyunkan bibirnya, menarik handuk kecil yang membungkus rambut basahnya dengan malas. Dia masih duduk di pangkuan Alexander.


"Siapa pun yang membawa itu semua kesini, semoga saja dia jomblo seumur hidup" menatap meja di depannya.


Alexander terkekeh dengan ucapan Jova.


"Sayangnya dia sudah menikah"


"Oh ya?"


"Hemm" Alexander tersenyum mengejek.


"Apa kamu yang menyuruhnya?" Jova menatap wajah Alexander yang begitu dekat dengannya.


"Hemm"


"Kalau begitu kamu akan jadi jomblo seumur hidup" ucap Jova dengan senyum jahilnya.


"Haha kalau aku jomblo seumur hidup, kamu juga akan jadi jomblo seumur hidup!" ucap Alexander menyunggingkan senyum sinis.


"Hah! kenapa?" tanya Jova bingung.


"Kamu hanya akan menikah dengan ku. Jadi kalau aku jomblo, kamu juga jomblo"


"Jodoh kan di tangan Tuhan, bukan di tanganmu" Jova menjulurkan lidahnya menghadap Alexander. "Bisa saja kan aku menikah dengan orang lain"


"Kalau kau menikah dengan orang lain, aku akan memberi tau calon suami mu kalau aku pernah melihat tubuhmu yang tanpa benang sehelai pun. Bahkan aku akan membuat cerita yang aku karang sendiri. Sampai calon suamimu itu mundur dengan sendirinya!" ucap alexander dengan senyum sinisnya.


"Apa??" Jova mengerutkan keningnya. "Dasar gila!" Jova memukul pundak Alexander.


Alexander tergelak melihat ekspresi cemberut Jova.


"Kenapa aku harus menikah dengan mu?"


Alexander menatap intens mata Jova. Pandangan matanya menyusuri setiap inchi wajah Jova. Tangannya membelai lembut wajah cantik Jova. Lalu turun ke leher bawah telinga Jova.


Jova menatap wajah Alexander yang tampak sangat serius. Tapi Jova berusaha untuk tidak besar kepala. Mengingat dia pernah di buat kesal saat di pesawat.


Akan tetapi keduanya hanya dalam adegan saling tatap itu. Dan menimbulkan perasaan inging leboh dari sekedar menatap.


Alexander menarik pelan leher Jova, jarak hidung mereka hanya satu sentimeter saja. Hembusan nafas Alexander dapat di rasakan Jova, begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Alexander memiringkan sedikit wajahnya, tapi Jova tidak memejamkan mata kali ini. Dia menatap intens wajah tampan Alexander.


"I love you, Jova!", ucap Alexander lembut dan penuh ketulusan.


Alexander mencium lembut bibir manis Jova. ******* bibir bawah Jova yang begitu manis menurutnya. Mereka saling merasai bibir masing - masing. Alexander memejamkan matanya. Jova reflek ikut memejamkan matanya.


Ciuman itu semakin dalam. Alexander melepaskan pagutannya sesaat. Memberi kesempatan keduanya untuk bernafas. Mata Alexander fokus pada bibir Jova. Jova fokus pada mata Alexander.


Apa ini yang namanya ciuman pertama?


Batin Jova


Ini adalah ciuman pertama mereka berdua. Membuat keduanya sedikit kesulitan mengatur nafas. Bahkan keduanya bingung harus bersikap bagaimana selanjutnya.


Alexander kembali meraih bibir Jova dengan bibirnya, ciuman yang dalam dan lebih lama dari sebelumnya. Jova mengalungkan kedua tangannya di leher Alexander. Alexander yang semula tidak tau cara menikmati bibir lawan jenisnya, kini mendadak jadi bringas. Dia beberapa kali merubah posisi kepalanya.


Dia ******* habis bibir manis Jova. Jova pun menikmati ciuman yang baru kali ini dapat ia rasakan. Alexander kembali melepas bibir Jova. Nafas keduanya memburu, hawa panas menjalar di tubuh keduanya. Alexander mengusap bibir basah Jova dengan ibu jari tangan kanannya.


"I love you" bisik Alexander lembut penuh dengan ketulusan.


Jova tersenyum malu, wajahnya merah merona. Dia mengecup sekilas bibir Alexander untuk mencairkan kegugupannya karena di tatap Alexander dengan penuh cinta.


"I Lo .. "


Alexander menutup bibir Jova dengan jari telunjuknya.


"Jangan katakan apapun" ucap Alexander penuh dengan kelembutan dan keseriusan.


"Kenapa?" tanya Jova bingung.


"Jawablah saat aku bertanya padamu" ucap Alexander menatap lembut manik mata Jova.


"Suatu hari kamu akan tau, semua yang belum kamu ketahui tentang ku"


"Tch!!" ucap Jova kesal. "Apa kamu masih bermain - bermain dengan ku?"


"Maksudnya?"


"Apa kamu masih membandingkan aku dengan pilihanmu yang lain di luar sana?" tanya Jova cemberut.


Alexander tergelak dengan pertanyaan konyol Jova. Dia menarik nafas panjang dan membuangnya pelan. Alexander mengunci pinggang Jova. Mencium pipi Jova beberapa kali.


"Tentu saja tidak" ucap Alexander yakin. "Kamu tau? aku hanya pernah jatuh cinta dua kali. Pertama saat usia ku sekitar 14 tahun atau 15 tahunan. Tapi aku hanya mengenalnya sesaat. Lalu dia pergi dan aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Yang kedua, sekarang saat usia ku 29 tahun. Dan aku yakin kalau aku jatuh cinta padamu."


Mendengar cerita Alexander, membuat Jova tersenyum. Dia kembali mengalungkan kedua tangannya manja di leher Alexander.


"Kenapa kamu tidak pernah jatuh cinta?"


Alexander hanya mengangkat kedua bahunya.


"Kamu kan lama tinggal di luar negeri, apa tidak ada perempuan yang menarik perhatianmu?"


"Tidak!" jawab Alexander cepat. "Dan aku pulang kembali ke Indonesia, lalu memutuskan untuk menjadi dosen. Di hari pertama aku melihatmu, ada rasa yang sulit untuk aku artikan saat itu. Sampai akhirnya, barulah aku menyadari, kalau aku jatuh cinta padamu"


"Oh ya?"


"Hemm" Alexander mengangkat tubuh Jova dan membawanya ke arah meja rias. Mendudukkan Jova di kursi meja riasnya.

__ADS_1


"Aku akan membantu menyisir rambutmu" ucap Alexander.


Bak kejatuhan berlian, Jova merasa sangat bahagia. Dia memandangi Alexander dari cermin di hadapannya. Matanya tampak berseri - seri.


Alexander menyisir pelan rambut Jova yang masih lembab. Dengan sangat hati - hati dan telaten.


"Apa aku setampan itu, kau sampai memandangiku tanpa berkedip?"


"Hehe, iya! kau tampan sekali"


Alexander menyebikkan bibirnya. Setelah rambut Jova rapi dia mencium puncak kepala Jova.


"Sudah selesai nona"


"Terima kasih tuan" ucap Jova melihat Alexander dari cermin di depannya.


"Sama - sama. Sekarang kau harus siap dengan materi kuliah yang akan aku berikan"


"Aahh" seketika Jova malas. "Aku sedang bahagia mendengar pernyataan cintamu. Jadi biarkan malam ini saja jangan buat aku badmood dengan materi kuliah. Please pak Alex yang tampan?" rayu Jova mendongakkan kepalanya menghadap Alexander yang berdiri.


"Kamu memang pintar sekali beralasan" Alexander menjentikkan jarinya di dahi Jova.


"Hehe" Jova berdiri memeluk erat tubuh kekar Alexander. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Alexander. Dia memejamkan matanya di sana. Dia merasa sangat nyaman berada dalam posisi itu.


Alexander membalas pelukan Jova. Dia mengecup lembut puncak kepala Jova.


"Kau mau tidur?"


Jova menggeleng.


"Lalu?"


"Aku mau bersamamu saja" ucap Jova mendongakkan kepalanya melihat wajah Alexander.


Alexander tersenyum manis. Dia mencium dahi Jova dengan penuh kasih sayang. Jova memejamkan matanya meresapi setiap kelembutan yang Alexander berikan padanya.


"Baiklah, kita pergi makan malam di bawah saja, bagaimana?"


"Boleh!" Jova antusias mendengar itu.


Alexander menggandeng tangan Jova keluar dari kamarnya. Kali ini Jova terlihat sangat bahagia. di menyadarkan kepalanya di lengan Alexander.


Tidak perduli sedang dalam keramaian. Jova seolah menunjukkan, Alexander adalah miliknya seorang.


Mereka duduk berhadapan di meja restauran. Jova terlihat sangat bahagia. Alexander pun terlihat bahagia melihat Jova.


Semoga saat kau tau semuanya, aku masih bisa merebut hatimu Jova. Ucap Alexander dalam hati.


🪴🪴🪴


Beberapa Episode lagi rahasia besar akan terungkap ya, mohon bersabar hehe.


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar teman - teman.


Dan favoritkan novel ini ya. please!


Dan yang memberi vote, saya sampaikan terima kasih banyak.

__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2