
"Ayo mandi, lalu kita sarapan bersama di sini"
"Oke!", Jova turun dari pangkuan Alexander, Lalu masuk ke kamar mandi.
Alexander keluar dari kamar Jova, masuk ke kamarnya untuk mandi dan mengganti bajunya.
Di hadapannya kini sudah ada troli makanan yang berisi menu sarapan dari hotel. Dia mendorong sendiri troli itu ke kamar Jova.
Di kamar Jova juga sudah ada troli makanan dengan menu yang sama.
"Untuk apa kamu membawa sarapan mu kesini?", tanya Jova.
"Kita sarapan bersama di sini kan?"
"Iya, tapi aku mau sarapan satu piring berdua", ucap Jova dengan senyum manjanya.
Alexander hanya menanggapi dengan senyum manisnya.
"Ok"
Jova mengambil piring - piring di troli, memindahkannya di atas meja.
"Aku mau kamu menyuapi ku", ucap Jova manja.
"Manja sekali sayang ku ini", ucap Alexander mengambil garpu dan sendok.
Alexander menyuapi Jova dengan sangat telaten. Dia juga makan untuk dirinya sendiri dengan sendok dan garpu yang sama.
"Kenyang?", tanya Alexander, setelah menyendok kan sendokan terakhir ke mulut Jova"
Jova mengangguk pelan sambil mengunyah.
"Tumben? biasanya makananmu banyak"
"Karena kamu suapi jadi akunya cepat kenyang", Jova tersenyum lucu, membuat Alexander mengerutkan keningnya.
"Bisa begitu ya?"
"Iyalah"
"Ayo siap - siap, kita berangkat ke rumah sakit sekarang", ucap Alexander setelah Jova minum.
"Ok sayang!", ujar Jova mencium pipi kanan Alexander.
Alexander tersenyum dengan tingkah Jova yang ternyata sangat agresif.
Jova mengganti bajunya di kamar mandi dengan baju yang lebih sopan untuk masuk ke rumah sakit. Alexander menunggu di sofa.
Alexander melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Dengan sabar dia menunggu Jova yang sedang melakukan perawatan.
Setelah selesai Alexander mengajak Jova untuk mampir ke Garden by the bay sebelum masuk ke hotel.
Mereka jalan bergandengan di jembatan yang menghubungkan satu pohon ke pohon lainnya.
Sungguh bukan tempatnya yang membuat Jova bahagia. Karena dia pun sudah beberapa kali berjalan di jembatan itu. Tapi bergandengan dengan Alexander membuatnya ingin merasakan hidup lebih lama.
Senyum kebahagiaan jelas terpancar dari wajah cantik Jova. Alexander pun tak kalah bahagia. Hanya saja dia seorang laki - laki yang memiliki sifat dingin. Sehingga dia tidak selalu terlihat tersenyum meskipun sedang bahagia sekalipun.
__ADS_1
Dan Jova sudah hafal dengan sifat Alexander. Selama ini pun Alexander hanya tersenyum dan bersikap meyebalkan saat mereka sedang berdua di apartemen atau kamar hotel. Selebihnya dia selalu menampakkan sikap dinginnya.
Setelah puas berjalan dan berfoto mereka kembali ke hotel. Kali ini mereka makan siang di restoran atas, di skypark.
Keromantisan selalu tercipta dimana pun mereka berada. mereka saling menyuapi menu berbeda yang mereka pesan.
Setelah makan siang mereka memutuskan untuk berendam di kolam renang yang masih berada di skypark.
"Kamu berendam aja dulu, aku ke kamar ambil baju ganti handuk untuk kita"
"Oke sayang", ucap Alexander yang langsung melompat ke kolam renang.
Setelah mengambil apa yang dia butuhkan dan mengganti bajunya, Jova kembali naik ke atas. Dia mencari keberadaan Alexander. Dia menemukan Alexander yang sedang menepi.
"Hai!"
"Halo sayang!, kau tidak berendam?"
"Tidak, kau saja", jawab Jova. "Tadi aku hanya mengambil handuk dan baju ganti untukmu"
"Kenapa tidak mau? bukankah kau tadi yang minta berendam di sini?"
"Iya, tapi ternyata aku ... ", Jova malu melanjutkan kalimatnya.
"Apa?", Alexander mengerutkan keningnya.
Jova mendekat ke arah Alexander. Dan membisikkan sesuatu ke telinga Alexander.
"Oh", ucap Alexander tersenyum lucu. "Kau tidak merasakan nyeri seperti perempuan pada umumnya?"
"Tidak, aku tidak pernah merasakan nyeri"
"Iya sayang", jawab Jova tersenyum malu.
Jova menunggu Alexander dengan segelas jus di sampingnya dan tangannya sibuk berselfi menggunakan ponselnya. Beberapa kali dia mengambil foto Alexander.
Jova memposting salah satu foto Alexander yang dia ambil saat di Garden by The bay di status wa nya. Tapi dia menutupi wajah Alexander dengan emoticon penuh cinta. Dan menuliskan caption 'Garden by The bay'
Sontak Indira langsung membalas postingan Jova.
Ciyyee percuma juga di tutupi, aku tau haha. Indira
What ever!. Balas Jova dengan emoticon mengeluarkan lidah, lalu emoticon tertawa.
Aku juga mau di ajak ke Singapura. Indira
Cari pacar dong nona. Jova
Sudah, tapi zonk!. Indira
Kasian deh lo!. Jova
Iya - iya yang punya cinta pertama. Indira dengan emoticon melihat ke atas malas.
Hahahah. Jova
__ADS_1
Di tempat lain, seorang laki - laki yang juga melihat postingan Jova, hanya bisa menatap malas pada langit - langit kamarnya.
"Seperti inikah hati yang patah?", gumam Bayu pelan.
Tak kalah heboh juga dengan teman - teman satu kampus Jova yang sempat saling bertukar nomor dengan Jova. Meski di tutupi seperti itu, mereka semua tau itu siapa dari perawakannya. Mereka banyak yang merasa iri.
Ayah, Ibu dan Tristan kompak mengirim pesan. Jaga diri baik - baik!.
Jangan khawatirkan Jova. Percaya sama Jova. Balas Jova dengan menyematkan emoticon penuh cinta.
Alexander menyudahi berendam nya di kolam renang. Dia naik ke tepi kolam dan mengambil handuk yang di bawa Jova. Lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti bajunya. Setelah selesai dia menghampiri Jova yang menunggunya.
"Ayo sayang!", ajak Alexander merentangkan tangan kirinya.
Jova menyambutnya dengan kedua tangannya. Mereka berjalan beriringan menuju kamar hotel Alexander. Alexander meletakkan baju basahnya di keranjang baju kotor.
"Kau mau tidur?", tanya Alexander melingkarkan tangannya di pinggang Jova yang sedang berdiri di dekat jendela.
"Iya, aku tidur di sini bersamamu saja, boleh kan?"
Alexander hanya mengangkat kedua alisnya pertanda boleh.
Mereka naik ke atas tempat tidur. Alexander berbaring, merentangkan tangan kirinya. Jova langsung masuk ke dalam pelukan Alexander.
"Tidurlah sayang", ucap Alexander mengusap kepala Jova.
Alexander mencium kening Jova lembut dan penuh cinta lalu memejamkan matanya. Jova pun ikut tertidur dengan sangat pulas.
Alexander membuka matanya kembali saat menyadari nafas teratur Jova. Karena sebenarnya dia tidak mengantuk. Hanya saja tadi dia melihat Jova menguap. Dia yakin Jova tidak akan tidur kalau dia tidak tidur.
Alexander memastikan Jova benar - benar terlelap. Dia meletakkan kepala Jova dengan sangat hati - hati, lalu mengambil bantal lain untuk menggantikan posisinya.
Alexander mengecup kening, mata, pipi dan bibir Jova singkat. Lalu dia turun dari tempat tidur. Mengambil laptopnya di dalam almari dan mulai bekerja dengan cara jarak jauh.
Menjelang malam, Jova menggeliat dan seketika dia menyadari Alexander tidak ada di sampingnya. Jova langsung bangun dan melihat Alexander ada di sofa tidur dekat jendela sedang memainkan ponselnya.
Jova turun dari tempat tidur dan berjalan mengendap - endap mendekati sofa Alexander.
"Darr!", Jova merangkul pundak Alexander dari belakang.
Sontak Alexander menoleh sedikit ke samping kirinya dimana Jova meletakkan kepalanya di pundak kiri Alexander. Senyum manis terbit dari bibir Alexander.
"Kenapa kau bangun duluan?", tanya Jova manja.
"Aku tidak tau, aku hanya ingin bangun saja saat mata ku mengerjap", ucap Alexander meletakkan ponselnya di atas meja, dan meraih tangan Jova di dadanya.
Jova memutari sofa Alexander dan duduk di pangkuan Alexander, menyandarkan kepalanya di pundak kanan Alexander. Meletakkan tangan kanannya di pundak kiri Alexander. Alexander mengusap pelan kepala Jova. Dia tau Jova sedang sangat manja padanya.
Eeaaa Jova lagi bucin - bucinnya nih.
Favoritkan novel ini ya teman - teman.
Jangan lupa like dan komentarnya. Dan juga mohon dukungan dari para reader.
Terima kasih untuk teman - teman yang sudah memberikan dukungan dalam bentuk apapun.
__ADS_1
Salam Lovallena.