I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Siapa G nya?


__ADS_3

Jam setengah enam pagi Jova turun dari kamarnya membawa kunci mobil dan tas kecilnya.


"Kau mau kemana sepagi ini Jova?", tanya ibunya saat sudah berada di anak tangga terakhir.


"Aku mau ke apartemen Alexander bu"


"Untuk apa kau mencarinya sepagi ini?"


"Aku mau mengajaknya jalan - jalan bu, ini kan hari sabtu. Dia juga libur"


"Apa ini tidak kepagian?"


"Tidak, aku pernah melihat dia sepagi ini lari - lari"


"Hemm, ya sudah terserah kau saja. Asal jangan membuatnya terganggu", ucap Ibu Jova.


"Ibu tenang saja", jawab Jova tersenyum. "Jova berangkat ya bu!", ucap Jova sambil mencium pipi kiri ibunya.


"Iya, hati - hati", ucap ibunya tersenyum.


"Iya bu"


Jova melajukan mobilnya menuju apartemen Alexander, melewati jalan yang tidak terlalu ramai karena hari sabtu pagi. Setelah sampai di gedung apartemen, dia langsung masuk ke lift dan menekan angka 25, menuju apartemen Alexander. Dia menekan sandi apartemen Alexander yang dia ingat.


"Wah, ternyata belum ganti", Jova tersenyum puas.


Jova langsung naik ke kamar Alexander, melewati beberapa ruangan yang lampunya di matikan saat malam. Dia mengetuk pintu kamar Alexander tidak ada jawaban.


"Apa dia di ruang Gym?", gumam Jova.


Jova masuk ke ruang gym, tapi kosong. Lalu turun ke dapur, kosong juga. Dia juga membuka pintu kamar yang pernah dia tempati, tapi kosong. Balkon ruang tengah kosong juga. Lalu masuk ke ruang kerja Alexander.


Jova membuka pintu ruang kerja yang lampunya dimatikan. Dia menyalakan lampu di ruangan itu. Dia melihat sekeliling ruangan itu.


"Aku belum pernah melihat detail ruangan ini",


Jova masuk ke ruangan itu. Melihat sekelilingnya. Banyak sekali piala, piagam dan tatanan buku yang rapi. Jova mendekati rak piala, ingin tau penghargaan apa saja yang di dapat seorang Alexander.


Setelah membaca berbagai macam keterangan pada bagian bawah piala yang membuatnya menganga, karena hampir semua piala bertuliskan JUARA 1. Dia berpindah ke tatanan piagam penghargaan di pigura.


"Alexander G???", Jova tampak berfikir. "Aku pikir Alexander itu nama lengkapnya. Ternyata masih ada huruf G di belakangnya", Jova meraba tulisan nama di salah satu piagam. "Siapa G nya?"


Jova kembali berjalan ke tatanan Medali, yang di dominasi medali emas.


"Ini manusia otaknya isi apa ya? heran", gumam Jova.


Tempat terakhir yang di dekati Jova adalah meja kerja Alexander. Dimana ada laptop dan satu foto di pigura kecil. Jova mengangkat foto itu. Foto saat Alexander berusia sekitar 14 - 15 tahun.


"Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah ini", Jova mengerutkan keningnya cukup lama.


"Ah, iya! aku kan mencari Alexander. Kenapa malah muter - muter di sini".


Jova meletakkan foto itu lalu berjalan ke arah pintu, mematikan lampu sebelum keluar. Jova berjalan ke arah tangga.


"Apa Alexander sudah tidak tinggal di apartemen ini", gumam Jova menaiki tangga.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Jova mengetuk kamar Alexander lagi, tapi tidak juga ada jawaban. Jova langsung membuka pintu dan masuk.


"Alexander?", panggil Jova, tapi tidak ada sahutan.


Jova masuk ke walk in closet, kosong. Membuka toilet, juga kosong. Jova melempar pandangannya ke keranjang baju kotor. Ada beberapa tumpukan baju kotor.


"Ini baju yang kemarin dia pakai kan?", Jova mengangkat kemeja di tumpukan paling atas. "Harumnya masih sama. Brarti dia masih di sini", Jova meletakkan kemeja itu lagi.


"Lalu kemana dia?", Jova tampak berfikir. "Apa dia lari pagi?", Jova berjalan ke arah pintu keluar.


Jova membuka pintu balkon kamar Alexander. Dia duduk di salah satu kursi tidur di sana.



"Aku menunggunya di sini saja. Kalau dia datang, dia pasti tau ada orang di sini".


Jova menutup matanya, mencoba menikmati udara pagi. Tidak di sangka nya matanya terlelap, karena bangun terlalu pagi.


Jam Tujuh lebih, Alexander membuka pintu utama apartemennya. Berjalan ke ruang tengah, melihat jendela balkon terbuka. Dia mengerutkan keningnya aneh.


"Perasaan aku belum membuka jendela itu. Apa ada yang datang?", gumamnya. "Hanya aku yang tahu sandi apartemen ku, dan ..."


Alexander langsung menaiki tangga tanpa berpikir panjang. Dia membuka pintu kamarnya, dan melihat pintu balkonnya terbuka. Dia berjalan cepat ke arah balkon. Terlihat Jova sedang tertidur di sana. Alexander tersenyum tipis.


"Apa yang dia lakukan pagi - pagi di sini?", gumamnya.


Alexander berjalan mendekati Jova, berniat iseng mengagetkannya, tapi malah berakhir menatap intens wajah Jova yang matanya tertutup.


Alexander menunduk, bibirnya tersenyum manakala menatap wajah cantik seorang Jovanka. Tangannya terangkat, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.


Jova merasa ada yang menyentuhnya. Dia langsung membuka matanya perlahan. Sampai matanya melihat jelas Alexander yang menatapnya. Tangan kiri Alexander mengusap kepala Jova.


"Sejak kapan kau di sini?", tanya Alexander lembut.


"Jam 6 kurang aku sudah di sini", ucap Jova dengan senyum manisnya. "Kau habis lari pagi?".


"Iya. Kenapa mencari ku sepagi itu?", Alexander duduk di kursi lainnya.


"Aku ingin mengajakmu jalan - jalan?", ucap Jova melihat Alexander.


"Kenapa kau mengajakku?", tanya Alexander menaikkan sebelah alisnya.


"Kerena ... ", Jova bingung harus menjawab apa.


"Karena apa?"


"Karena ...", Jova semakin bingung.


"Karena kau merindukanku? Baru kemarin kita bertemu", Alexander mengangkat kedua alisnya dengan senyum menggoda. Membuat Jova salah tingkah.


"Kalau kau tidak mau, aku mengajak Bayu saja, dia pasti mau!", ucap Jova berdiri dengan kesal, melangkah ke arah pintu.


Saat melewati kursi yang di duduki Alexander, Alexander menarik tangan Jova, membuat Jova terduduk di pangkuan Alexander. Alexander mengunci erat pinggang Jova.


Jova merasa senang mendadak. Tapi dia menutupi dengan rasa kesal yang di tunjukkan wajahnya dengan cemberut. Jova melempar pandangannya ke arah depannya tanpa menolah pada wajah Alexander di samping wajahnya. Alexander tersenyum melihat wajah Jova. Dia tau perasaan Jova sebenarnya.


"Aku hanya bercanda sayang, kenapa kamu marah?", Alexander mencium lembut pipi Jova.

__ADS_1


Wajah Jova merah merona di buatnya. Hatinya senang, tapi dia tidak tau harus terlihat senang atau marah. Menunjukkan ekspresi senang takut terlihat murahan. Menunjukkan ekspresi kemarahan merasa munafik. Akhirnya dia hanya manyun sambil melihat Alexander yang tersenyum padanya.


"Katakan kau mau kemana?", tanya Alexander yang masih tersenyum melihat ekspresi Jova.


"Pokoknya ajak aku jalan - jalan!", Jova membuang muka.


Alexander manggut - manggut seperti sedang berfikir. Sampai akhirnya dia menemukan ide.


"Ok!", Alexander membuang nafasnya, mengeratkan kedua tangannya yang mengunci pinggang Jova. "Aku tau kita kemana?", ucapnya tersenyum misterius.


"Kemana?", tanya Jova melihat wajah Alexander.


"Jangan banyak bertanya, kau pasti suka"


"Oh ya?", Jova mengerutkan keningnya.


"Tch! Iya sayang, percayalah padaku", Alexander meraih tangan kanan tangan Jova, dan mencium punggung tangan Jova.


"Ok", jawab Jova dengan mata yang tidak lepas dari tangannya yang di cium Alexander.


"Kalau begitu menyingkir lah! aku mau mandi. Atau kau keenakan duduk di pangkuanku? Kalau kau mau lebih lama boleh saja", ucap Alexander mengangkat kedua alisnya beberapa kali.


"Tch! GR", Jova berdiri dengan cemberut membuat Alexander semakin tersenyum jahil.


"Tunggu aku di bawah, atau kalau kau mau memandikan aku boleh saja"


"Apa!!", Jova membelalakkan matanya menatap tajam Alexander.


Alexander tergelak dengan kelakuan Jovanka. Jova masuk ke kamar Alexander lalu turun ke ruang tengah. Dia duduk di sofa lalu memesan makanan di restauran bawah.


Di kamar Alexander belum mandi, dia mendial satu nomor.


"Siapkan semuanya!"


"Siap tuan muda", jawaban dari sebrang.


Alexander mematikan panggilannya, lalu mendial satu nomor lagi yang belum pernah dia hubungi sebelumnya.


Setelah bercakap cukup panjang dengan nomor telfon itu, barulah dia masuk ke walk in closet.




Siapa ya yang di panggil Alexander?


Cari tau di next episode ya.



Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar kalian ya teman - teman.


Author sangat berterima kasih atas semua bentuk dukungan kalian.



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2