
10 Tahun Kemudian
Qiandra menyelesaikan sekolahnya dua tahun lebih cepat dari Queenara. Qiandra memiliki visi yang sama seperti Daddy Alex, yakni harus mendapatkan juara satu dalam bidang apapun. Dan itu membuatnya menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari seharusnya.
Berbeda dengan Queenara, yang mengikuti pendidikan sesuai alur. Karena dia tidak memiliki visi seperti sang kakak Qiandra. Lagipula Daddy dan Mommy tidak pernah mengharuskan putra putrinya mendapat juara. Queenara lebih dominan di bidang ekstrakulikuler. Dia gemar mengikuti kegiatan taekwondo, gymnastic, juga berenang. Tapi dia juga tak lupa pada pendidikan. Dia tetap selalu mendapat juara di kelasnya.
Dan hari ini, private jet berlogo Group G mengudara menuju London, England. Devander telah mengurus pendidikan sang keponakan di Oxford University sebagai penerus mereka.
Qiandra berangkat dengan di dampingi Daddy, Mommy juga Queenara. Qiandra duduk sambil menikmati music di headphone nya. Queenara yang saat ini masih kelas 10 SMA duduk sambil membaca novel remaja. Sedangkan Daddy dan Mommy sedang asyik berbincang dengan duduk di kursi yang sama. Ya! Daddy Alex dan Mommy Jova masih romantis meskipun anak - anak mereka sudah remaja.
Mereka tiba dengan selamat sampai di mansion Opa yang kini di tinggali Devander bersama sang istri dan anak - anak mereka. Karena Opa meninggal 3 tahun lalu karena sakit. Dan Oma meninggal satu tahun kemudian, karena kesedihan mendalam atas kehilangan suaminya membuatnya terpuruk hingga sakit di usia senja dan akhirnya menyusul Opa ke surga.
"Qiandra! kenapa kamu tidak mau tinggal di mansion ini?" tanya Dad Devan, "mansion ini juga milikmu!" lanjutnya.
"Dad Devander! seperti tidak tau Kak Qiandra saja!" sahut Queenara, "dia tidak suka terlalu di manja! kalau dia tinggal di sini Dad dan Mom pasti memanjakan Kak Qiandra! kemana - mana harus pakai supir!"
"Tentu saja!" sahut Mom Yocelyn (istri Devan), "Mom Yocelyn juga tidak mau keponakan Mom berada dalam bahaya berkendara sendiri, apalagi kendaraan umum!" lanjutnya.
"Nah! itu yang tidak disuka Kak Qiandra! dia maunya mandiri tanpa di manja siapapun!"
"Apa Dad Devan ingin Qiandra pingsan di jalan, setiap hari pulang pergi London - Oxford!"
"Hahahaha!" semua langsung tertawa mendengar jawaban Qiandra.
"Apa kau lupa selama kita kuliah tinggal di mana, Dev!" ucap Alex pada Devan.
"Haha! benar - benar pantas kamu menjadi Putra Alexander!" ucap Dad Devan menepuk pundak Qiandra yang duduk di sampingnya.
"Lagi pula tugas ku melindungi bukan di lindungi!" sahut Qiandra tegas dengan senyum bangganya.
"Hahaha!" semua kembali tergelak, dengan rasa bangga di dada mereka.
"Daddy bangga padamu!" ucap Daddy Alex menatap dalam mata putranya di depannya.
"Terima kasih, Dad!" ucap Qiandra.
"Mommy Jova!" teriak gadis berusia 10 tahun yang muncul dari pintu utama Mansion dengan di ikuti dua Pengawal.
"Hai Sayang!" sahut Jova melihat arah pintu Mansion, "kamu dari mana?" tanya Jova setelah gadis itu duduk di sampingnya sambil memeluknya erat.
"Les balet!"
"Wow! Hai Ballerina cantik!" ucap Jova mengusap kepala gadis kecil itu.
"Hello Mommy Jova yang tak kalah cantik!" jawabnya, "Mommy kapan datang?" tanya nya memperbaiki posisi duduknya lebih tegak.
"Baru saja!" jawabnya, "Mommy punya sesuatu! nanti Mommy ambilkan kalau sudah beberes!"
__ADS_1
"Aahh! thank you Mommy!" ucapnya mencium pipi Mommy Jova, "Mommy Jova tidak pernah lupa dengan keponakannya yang paling cantik ini!"
"Hahaha! ya dong Sayang!"
"Buat aku?" sahut anak pertama Devan yang berusia 13 tahun.
"Ada! nanti ya! kalian pasti suka!"
"Thank you Mommy!" ucapnya dengan girang.
# # # # # #
Hari ini hari pertama Qiandra masuk kuliah di Oxford University. Semua sengaja ikut mengantarkan Qiandra di hari pertama masuk kuliah. Malam sebelumnya mereka semua tinggal di hotel dan hanya Qiandra yang mulai menempati apartemennya.
Karena Qiandra menjadi Mahasiswa termuda tahun ini, dengan nilai rata - rata tertinggi. Tentu suatu kebanggaan luar biasa untuk Alex. Manakala sang putra tunggal berhasil mengikuti jejaknya, lulus dua tahun lebih cepat dari saudara kembarnya.
Sebenarnya Qiandra tidak suka hal berlebihan seperti itu, dia lebih suka menjadi anak yang mandiri. Tapi semua ikut antusias dengan prestasi Qiandra. Dengan alasan merindukan kampus yang menjadi tempatnya sebagai Mahasiswa paling famous, Devan berhasil membuat Qiandra mengizinkannya ikut. Lebih tepatnya Mahasiswa paling terkenal sebagai Tuan Casanova.
Hanya saja, rahasia itu tidak di ketahui oleh anak - anak juga keponakannya. Yang mereka tahu Daddy Alexander lulus lebih cepat dari pada Dad Devander di Oxford University. Dan Daddy Alex tak punya mantan kekasih, sedang Dad Devan banyak mantan.
Qiandra berjalan lebih cepat dari yang lainnya menuju ruangan yang akan menjadi kelasnya selama menempuh S1. Dia sengaja menjauh dari keluarganya. Sementara keluarganya berjalan - jalan di kampus yang menjadi kenangan Alex dan Devan.
Dan keesokan harinya semua kembali ke London kecuali Qiandra, tentu saja. Queenara meminta untuk berlibur dulu di London. Dengan senang hati Daddy membawa mereka berlibur, meski tanpa Qiandra.
Lima hari kemudian setelah mereka puas berlibur di London, keluarga Alexander kembali ke Indonesia. Queenara merasa puas setelah berlibur dan berbelanja oleh - oleh di London.
# # # # # #
Setelah menyelesaikan sekolahnya, Queenara menyusul sang Kakak untuk melanjutkan Kuliah di Oxford University. Meskipun prestasi Queenara tidak sebagus Qiandra, tapi dia berhasil masuk di kampus kebanggaan keluarganya, yang menjadi Kampus tertua di Inggris itu.
Dengan mengambil jurusan Bisnis seperti sang Kakak, Queenara mulai mengenyam pendidikan sebagai Mahasiswa semester satu. Sementara sang Kakak melesat jauh di depan Queenara.
Seperti sang Kakak Qiandra, Queenara memilih tinggal di apartemen. Karena sangat tidak mungkin jika tinggal di London dan setiap hari ke Oxford untuk kuliah.
Queenara jauh lebih di manja oleh Dad Devan dan istrinya, di banding Mommy Jova yang sesekali mengajari hidup mandiri. Dad & Mom memberikan fasilitas berlebih di apartemen. Bahkan supir pribadi. Hal itu membuat Mommy Jova sering marah - marah pada Dad Devan. Tapi Dad Devan hanya akan menjawab iya, iya dan iya jika sang Kakak ipar mengomel padanya, dan akan mengakhiri panggilan telfon dengan senyum menyebalkan ala Devan.
"Kak Qiandra!" Queenara menekan bel pintu apartemen Qiandra.
"Kak Qiandra!" teriaknya lagi karena Qiandra tak kunjung keluar.
"Kamu ini kenapa, mengganggu tidur Kakak di pagi buta begini!" ucap Qiandra malas sambil bersandar di daun pintu.
"Beri aku sandi apartemen Kakak!" ucap Queenara memaksa, "biar aku bisa langsung masuk dan menggedor pintu kamar Kakak!" lanjutnya.
"Hah! masuklah!" jawab Qiandra dengan memberi kode dengan menggerakkan sedikit kepalanya.
# # # # # #
__ADS_1
1 Tahun Kemudian
Qiandra menyelesaikan kuliahnya hanya dalam 3 tahun, dengan nilai akhir yang nyaris sempurna yakni 3,9. Dan hari ini adalah perayaan wisudanya. Semua keluarga Gibran juga keluarga Chirativat dari Singapura hadir di London. Untuk merayakan kelulusan sang penerus Group G.
Dengan bangga Alex dan Jova mengapit sang putra untuk mengambil momen langka itu, sambil mencium pipi kanan kiri Qiandra. Begitu juga sang adik yang tidak mau kalah, dia justru mengabadikan momen dengan memeluk sang Kakak erat dan mencium pipinya.
Kali ini Qiandra menerima dengan hangat perlakuan keluarganya yang menurutnya sebagai ungkapan rasa bangga mereka pada dirinya. Meskipun terlihat berlebihan baginya.
# # # # # #
Hari - hari berlalu, kini Qiandra fokus pada misinya untuk menyelesaikan S2 lebih cepat dari seharusnya. Setiap hari Qiandra hanya di sibukkan dengan belajar, berolah raga juga mengikuti beberapa kegiatan pendukung misinya.
Qiandra tumbuh menjadi pemuda tampan dan berpegang teguh pada apa yang menjadi visi dan misi dalam hidupnya, di usia yang menginjak 19 tahun.
Begitu juga dengan Queenara, dia tumbuh menjadi gadis cantik yang banyak di dekati laki - laki di kampusnya. Tapi tak ada satupun yang berhasil merebut putri tunggal Tuan Alexander itu. Dia fokus belajar dan mengikuti berbagai kegiatan di luar jam kuliahnya.
Dan di usia inilah kisah cinta Qiandra dan Queenara di mulai.
"Kak! apa boleh kalau aku menyukai seseorang?"
"Kamu jatuh cinta?"
"Hehe!" jawab Queenara tersenyum malu. "Boleh tidak?" tanya nya lagi.
Qiandra tampak berpikir, sedang Queenara tidak akan membatah apapun yang akan di putuskan sang Kakak. Karena selama di Oxford Qiandra lah yang bertanggung jawab atas dirinya.
Seperti apa pesona gadis yang mampu menaklukkan laki - laki berdedikasi seperti Qiandra?
Dan seperti apa Laki - laki yang bisa menaklukkan putri kesayangan Daddy Alexander itu?
Kisah mereka akan di bahas novel mereka, yang akan di munculkan suatu hari nanti. Tungguin ya... hehe
...~ TAMAT ~...
Jangan lupa mampir di novel Rakha dan Indira yang gabung dengan kisah Fellicya dan Bayu.
...30 Hari Mengejar Badai...
Author berterima kasih pada teman - teman yang setia membaca novel Alexander dan Jova sampai selesai.
Terima kasih juga pada teman - teman yang sudah banyak memberikan dukungan. Like, Komentar, Poin dan Koin dari teman - teman sangat berarti untuk Author receh ini.
Semoga rejeki teman - teman di lancarkan dan di jauhkan dari Covid 19. Yang sakit semoga di sembuhkan, Aamiin 🤲
__ADS_1
Salam Lovallena.