
Hari - hari berlalu begitu cepat. Hari ini Jova dan Alexander sedang berada di Rumah Sakit untuk USG di kehamilannya yang sudah berusia 8 bulan.
Jova sudah berbaring di atas tempat tidur pasien, dan Dokter Rika sudah mengoleskan gel di perut Jova yang terlihat lebih besar, karena ada dua bayi di dalamnya. Tapi tubuh Jova tak terlihat gendut sama sekali, meskipun porsi makannya benar - benar menggila.
"Selamat Tuan muda, Nona Jovanka hamil bayi kembar sepasang!" ucap Rika dengan senyum manisnya.
"Kembar sepasang?" Jova mengulang, untuk meyakinkan apa yang dia dengar tidak salah.
"Iya, Nona" jawab Rika, "satu laki - laki dan satu perempuan. Dan keduanya dalam keadaan sehat" lanjutnya.
"Alhamdulillah!" ucap Jova dengan senyum bahagianya.
Alexander tersenyum dan langsung mencium kening Jova sangat lama, hingga Jova merasa malu pada Rika.
Rika pun tersenyum malu, menyaksikan sikap hangat yang di tunjukkan seorang Alexander Gibran pada istrinya. Karena yang dia tau seorang Alexander Gibran adalah CEO dingin yang bahkan tidak pernah tersenyum pada karyawannya.
Sepulang dari Rumah Sakit, Jova merengek meminta pada suaminya untuk belanja perlengkapan baby twin mereka. Karena dia sudah tau jenis kelamin calon baby mereka.
"Baiklah!" ucap Alexander menyerah dengan rengekan Jova. "Tapi ingat! jangan lama - lama!"
"Siap, Sayang!" jawab Jova dengan senyum sumringah.
Sebenarnya Alexander tidak ingin membuat Jova kelelahan mencari perlengkapan bayi. Alexander punya cara sendiri untuk bisa mendapatkan semua yang di butuhkan bayi mereka nantinya. Hanya saja Jova kekeh ingin merasakan seperti ibu hamil pada umumnya. Yang antusias untuk belanja perlengkapan bayi.
Maya memarkirkan mobil di parkiran Mall tempat biasa mereka jalan - jalan. Jova memeluk erat lengan suaminya untuk memasuki Mall. Sontak mereka menjadi pusat perhatian. Beberapa orang sudah mengambil gambar kebersamaan mereka. Tapi tidak ada satupun yang berani mendekat. Maya mengikuti kemanapun langkah kaki mereka.
Jova menarik tangan suaminya memasuki baby shop pertama. Dengan sangat antusias Jova memilih perlengkapan bayi kembar sepasang mereka. Hampir semua di dominasi warna pink dan biru.
"Kamu lihat, Sayang! seru kan belanja perlengkapan bayi sendiri!" ucap Jova yang di angguki dan senyum Alex. "Ah! semuanya lucu! aku bingung!"
"Ambil semua saja kalau bingung!" ucap Alex dengan lembut.
"Nanti kamar mereka jadi penuh!" ucap Jova.
"Mama sudah menyiapkan kamar yang cukup luas, untuk mereka di rumah. Dan juga dua orang baby sitter untuk mereka!"
"Di rumah Papa?"
"Iya!" jawab Alex santai. "Setelah kamu melahirkan kita tinggal di rumah Papa. Di sana akan banyak yang membantu mu menjaga baby twin kita"
"Oh iya!" jawab Jova dengan senyumnya.
"Kamu mau kan tinggal di rumah Papa?" tanya Alex.
"Tentu saja aku mau!" jawab Jova yakin.
Alexander tersenyum dan mengusap puncak kepala Jova. Jova kembali sibuk memilih perlengkapan Bayi. Mereka memasuki beberapa baby shop di Mall itu. Dan Maya membawa semua belanjaan Jova, di bantu dengan dua Pengawal yang mengikuti pergerakan mereka.
Setelah merasa cukup, Jova mengajak semuanya untuk makan siang di salah satu resto sea food di sana. Jova sengaja memesan menu yang sama untuk 5 orang. Mereka duduk seolah tidak ada jarak antara bos dan bawahan.
Khusus Jova, Alexander memesankan satu menu berbeda. Karena dia yakin istrinya pasti kurang jika makan satu porsi itu. Tentu saja Jova sangat senang dengan perhatian Alex yang selalu memanjakannya, tanpa memikirkan berat badan atau apapun.
# # # # # #
Mama yang mendapat kabar dari Alex, kalau Jova hamil kembar sepasang, segera memesan tempat tidur bayi berwarna pink dan biru.
__ADS_1
Tak kalah antusias dari Jova, Mama langsung menyiapkan satu kamar yang di bagi menjadi dua warna untuk menyambut cucu pertama mereka. Satu sisi semua di dominasi warna pink, dan sisi lainnya di dominasi warna biru. Cat kamar pun tak luput dari perhatian Mama.
# # # # # #
Berita kehamilan kembar sepasang Jova, sudah beredar luas. Ayah Ibu pun tak kalah antusias dari besannya. Mereka membeli banyak baju, sepatu dan perlengkapan bayi yang semua untuk bayi kembar sepasang. Dan membawa semuanya ke rumah sang besan.
# # # # # #
Di Singapura, saat ini Fellicya duduk di samping Eyangnya. Dengan senyum sinisnya, tanpa bicara apapun Eyang sudah mengerti arti dari tatapan sang cucu perempuan satu - satunya itu.
Ya! tentu saja menagih janji sang Eyang untuk datang ke Indonesia dan memberi restu secara langsung pada Alexander dan Jova.
"Jangan menatap ku seperti itu!" ketus Eyang tanpa melihat Fellicya di sampingnya.
"Memangnya kenapa Eyang?" tanya Fellicya dengan senyum misteriusnya.
"Itu kan baru hasil USG!" jawab Eyang, "bisa saja keliru!" lanjut Eyang.
"Eyang jangan berkilah!" ucap Fellicya, "jangan bilang Eyang malu mengakui kekalahan Eyang!" lanjut Fellicya, "Tuhan merestui mereka lebih dari pada restu Eyang! terbukti! Tuhan turun tangan untuk membantu Kak Alexander dan Jova memiliki anak kembar sepasang. Yang mana sangat jarang terjadi!" ucap Fellicya membuat Eyang merasa malu dengan janjinya pada Fellicya waktu itu.
Eyang hanya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
Akan sangat memalukan kalau aku datang untuk memberi restu tanpa di minta oleh mereka! ucap Eyang dalam hati.
"Fellicya tau, apa yang Eyang pikirkan!" ucap Fellicya menghadap depan tanpa melihat Eyang. "Sebaiknya Eyang mulai membuang ego Eyang, harta bukan segalanya Eyang. Kenyataannya dunia dan pemiliknya merestui pernikahan mereka!" lanjut Fellicya yang beranjak dari duduknya dan berlalu dari taman tempat Eyang selalu menghabiskan waktu senggangnya.
Gadis itu benar - benar beruntung rupanya! batin Eyang. Baiklah! jika benar lahir bayi kembar sepasang, aku akan datang ke Indonesia untuk memberi restu pada mereka! lanjut Eyang dalam hatinya.
# # # # # #
Namun kali ini, Jova yang terlelap di dalam dekapan hangat Alexander, tiba - tiba merasakan perutnya sakit. Seketika dia terbangun dari tidurnya, di ikuti Alex yang merasakan pergerakan Jova.
"Aawh!" pekik Jova.
"Ada apa, Sayang?" tanya Alex panik.
"Perut ku sakit!" keluh Jova menahan rasa sakit.
"Bagian mana yang sakit?" Alex menyentuh perut Jova dan mengusapnya lembut.
"Eh, sudah hilang sakitnya!" ucap Jova yang seketika kehilangan raut wajah kesakitan.
"Kami yakin?" tanya Alex.
"Iya, Sayang!" jawab Jova kembali menggenggam tangan Alex yang berada di perutnya yang sudah sangat besar. "Ayo, tidur!"
"Hemm!" Alex mengangguk dan kembali memejamkan mata setelah memastikan Jova terlelap.
Baru saja Alex tertidur Jova kembali terbangun dan mengeluhkan perutnya sakit. Alex segera bangun dan kembali mengusap perut Jova. Seketika itu juga rasa sakit di perut Jova menghilang.
"Sayang, apa mungkin mereka ingin kamu mengusapnya terus menerus?" ucap Jova.
"Mungkin saja" jawab Alex yang tetap memasang sejuta senyum, walau dia sedikit pusing karena tidurnya terganggu. "Kamu tidur, biar aku menjaga mereka. Mungkin mereka ingin bermain dengan Daddy nya!" ucap Alex lembut.
"Makasih, Sayang!" ucap Jova mencium kilat bibir Alex.
__ADS_1
"Hemm.. tidurlah!" ucap Alex mengusap kepala Jova dengan sayang.
Tak butuh waktu lama Jova langsung terlelap. Alex tetap setia mengusap perut Jova, menahan rasa kantuk di matanya.
Setelah cukup lama, Alex tertidur dan tangan yang sedari tadi mengusap perut Jova terjatuh dari perut bulat Jova.
"Aauuwh!" pekik Jova lebih keras dari sebelumnya.
Seketika Alexander kembali terbangun dan terduduk.
"Sayang!" pekik Alex yang langsung mengusap perut Jova.
Sakit di perut Jova berangsur memudar seiring usapan lembut tangan Alex di perut Jova.
"Sayang.. kenapa seperti ini!" keluh Jova.
"Aku juga tidak tau, Sayang!" jawab Alex yang terus mengusap lembut perut Jova. "Apa kamu akan melahirkan?" tanya Alex.
"Tapi HPL masih kurang dua hari lagi!" jawab Jova.
"Siapa tau lebih cepat dari HPL!" ucap Alex. "Kita ke Rumah Sakit sekarang!" ucap Alex spontan, yang langsung bangun dari duduknya. keluar kamarnya, menuruni tangga dan menggedor pintu kamar Maya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Maya saat membuka pintu.
"Ke Rumah Sakit!" jawab Alex yang langsung berlalu dari depan pintu kamar Maya.
"Baik, Tuan!" jawab Maya meskipun Alex audah berjalan menjauh.
"Ayo Sayang! hati - hati!" ucap Alex membawa Jova untuk turun dari ranjangnya.
Jova berjalan pelan menuruni tangga dengan merangkul erat tubuh Alex. Satu tangan Alex mengusap perut Jova, dan satunya memegang pundak Jova. Maya sudah di depan lobby dengan mobil, juga sudah membawa semua perlengkapan untuk menyambut baby twin di hari pertama di lahir kan.
Author mohon saran untuk nama anak kembar sepasang dong!
Terima kasih untuk teman - teman yang sudah memberi saran nama. Author masih mempertimbangkan nama - nama tersebut agar pas dan cocok untuk di beri nama belakang Gibran.
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya ya..
Novel hampir di tahap akhir. Author sudah menyiapkan novel satu lagi yang mengisahkan Devander, dan masih di platform yang sama.
Semoga suka dengan novel - novel Author receh ini. Tapi 100% bukan novel jiplakan.
Terima kasih,
Salam Lovallena.
__ADS_1