I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Setelah Akad


__ADS_3

Jova dan Alexander berdiri di atas pelaminan. Mereka berfoto bersama dengan anggota keluarga secara bergantian. Keluarga dari Ibu dan Ayah Jova pun hadir dari Surabaya. Tentu saja keluarga Jova bangga menjadi bagian dari acara itu. Hanya terlihat senyum bahagia di antara keduanya.


Indira yang datang di acara akad pun tak mau kalah. Dia mengambil foto beberapa kali bersama Alexander dan Jova. Tak lupa pula untuk di posting di beberapa media sosialnya. Sehingga banyak teman - temannya yang merasa iri dengan Jova. bahkan iri pada Indira yang di undang di acara akad nikah.


Bayu yang melihat status wa dari Indira, hanya menatap sendu senyum bahagia Jova. Hatinya kalut, diapun sebenarnya menerima dua undangan. Undangan untuk acara akad nikah dan undangan resepsi. Tapi takut tidak sanggup mendengan kata sah yang pasti akan di dengarnya. Bahkan dia pun menghindari acara live di TV.


Acara live di TV membuat banyak orang merasa iri pada sosok Jova. Karena acara TV pun menyebutkan kalau Jova bukanlah berasal dari keluarga yang kaya raya.


Carissa yang menonton TV merasa geram, karena tak ada sedikitpun acara TV yang menyebutkan kalau Jova hamil di luar nikah. Padahal Carissa berharap paling tidak, ada acara TV yang curiga dengan di percepat nya pernikahan mereka. Namun nihil.


Setelah sesi foto selesai mereka semua makan siang bersama dengan menu yang sudah di siapkan oleh EO.


Indira melihat sekelilingnya, mencari sosok Rakha. Tapi tak kunjung menemukan. Indira terus mengelilingi ballroom.


"Ah! aku pulang sajalah!" ucapnya setelah bosan mencari Rakha.


"Om, Tante, Indira pulang dulu ya"


"Iya, Ndi" jawab Ibu


"Terima kasih sudah datang!" sahut Ayah.


"Iya Om. Indira yang justru terima kasih sudah di undang di acara sepenting ini" ucap Indira dengan senyum manisnya.


"Iya!"


"Bye, Tristan!" ucap Indira pada Tristan.


"Bye kan Indi"


Indira meninggalkan Ballroom seorang diri. Dia jengah tak menemukan Rakha di sana.


Sampai akhirnya acara siang ini benar - benar selesai. Semua tampak kelelahan. Jova dan Alexander berjalan bersama menaiki lift intuk menuju kamar pengantin mereka.


"Sayang, akhirnya kita menikah" ucap Jova memeluk lengan Alexander.


"Iya, Sayang" jawab Alex menatap lembut mata Jova.


Lift terbuka, Alex dan Jova berjalan bergandengan tangan untuk masuk ke kamar yang sudah di hias sangat mewah.


Alex menerima kartu untuk membuka pintu dari pengawal yang berjaga di depan pintu kamar pengantin itu.


"Kau boleh pergi!" ucap Alex pada pengawal itu.


"Baik, Tuan muda!"


Alex membuka pintu, dan Jova masuk dengan membulatkan matanya melihat hiasan di kamar itu.


"Aku tidak menyangka akan di hias semewah ini!" ucap Jova, "apa kau yang merencanakan Sayang?"


"Aku hanya menyampaikan keinginanku pada EO" ucap Alex santai memeluk pinggang Jova dari belakang. Jova membalikkan badannya, menatap Alexander dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Sayang, sekarang kau suami ku dan aku istrimu!"


"Aku tau!" jawab Alexander.


"Kita sudah sah! apa kau tidak ingin melakukan apa yang selama ini belum pernah kita lakukan?" tanya Jova malu - malu.


"Haha" Alexander tergelak, "apa kamu benar - benar sudah tidak sabar?"


"Bukan begitu" Jova memainkan tangannya di dada bidang Alex, bingung harus bicara apa. "Kebanyakan laki - laki akan buas di malam pertama"


"Tentu saja!" jawab Alex menahan senyum melihat Jova yang bingung. Alex tau Jova sedang salah tingkah, tapi dengan sengaja Alex menggodanya. "Bukan hanya laki - laki yang buas. Tapi wanita akan jauh lebih buas kalau sudah tau indahnya percintaan"


"Oh, Ya?" Jova mengerutkan keningnya.


"He'em"


"Lalu kenapa kamu tidak ingin!"


"Kalau aku mengambil keperawanan mu sekarang, yang ada nanti malam kamu tidak akan menikmati pesta!" jelas Alexander.


"Kenapa begitu?" tanya Jova penasaran.


"Ini akan jadi pertama untukmu, Sayang!" ucap Alex, "kau akan kesakitan saat pertama kali melakukannya"


"Iya juga ya" Jova mengalihkan pandangan nya menatap arah lain.


"Kalau aku sih mau - mau saja. Siapa yang bisa menolak kenikmatan halal" Alexander tersenyum menggoda Jova.


"Karena kita sudah halal, aku akan membantumu untuk membersihkan riasan make up dan melepas bajumu. Kita mandi bersama lalu istirahat. Pesta nanti malam akan jauh lebih melelahkan"


"Iya!"


Jova menghapus make up nya. Alexander melepas bajunya menyisakan celana boxer nya. Lalu membantu Jova melepas hiasan di rambutnya, juga melepas baju Jova. Meninggalkan pakaian dalam Jova.


Tanpa aba - aba Alexander menggendong tubuh Jova ala bridal dan membawanya ke kamar mandi. Jova reflek mengalungkan tangan di leher Alex. Alexander meletakkan Jova di bathub dengan pelan. Lalu menyalakan kran air, dan mengisinya dengan sabun dan aromatherapy. Kemudian ikut masuk ke dalam bathub, duduk di belakang Jova.


"Aku gosok punggungmu terlebih dulu!"


"Iya, Sayang!" jawab Jova.


"Boleh aku melepas pengait ini?" tanya Alexander.


"Tentu saja boleh. Semua ini sudah jadi milikmu. Kamu saja yang belum ingin memakainya!" ucap Jova memanyunkan bibirnya.


Alexander tergelak mendengar kalimat frontal Jova. Tidak menyangka kalau istri kecilnya ini juga menginginkan hubungan intim. Kebanyakan gadis yang baru menikah akan malu - malu memperlihatkan miliknya pada pasangannya. Tapi Jova justru menawarkan diri. Membuat Alex geli dan bahagia, melihat Jova yang tak malu - malu padanya. Karena pada dasarnya laki - laki akan menyukai sifat alamiah sang istri.


Tak butuh waktu lama, Alex melepas pengait br* Jova, dan melepasnya dari pundak Jova dan melemparnya ke keranjang baju kotor di dalam kamar mandi. Kini buah dada Jova terpampang nyata, hanya saja Alex tidak melihatnya karena dia berada di belakang Jova.


Alex mulai menggosok punggung Jova. Jova mera geli dan senang dengan sentuhan tangan Alex di punggungnya.


"Sayang, geli tau"

__ADS_1


"Hahaha" tawa Alex.


Semakin Jova menggeliat menahan geli, Alex akan semakin menggoda Jova. Lama - lama Jova tidak tahan lagi.


Jova membalikkan tubuhnya mengangkat bok*ngnya pindah duduk di paha Alex yang bersila. dan melingkarkan tangan di leher Alex. Meraih bibir Alex dengan bibirnya. Alexander tidak menolak, dia membalas ciuman Jova dan memeluk erat pinggang ramping Jova. Dada Jova yang polos menempel sempurna di dada polos Alex. Membuat hawa panas dengan cepat merasuki keduanya.


Ciuman yang panas dan penuh gairah di ciptakan oleh sepasang anak manusia yang baru saja di halalkan dalam ikatan suci pernikahan. Cukup lama mereka memainkan bibir dan lidah mereka. Hingga keduanya melepas bibir mereka bersama - sama.


"Ayo, Sayang! cepat selesaikan mandi mu! aku tidak mau kamu hanya menggoda ku" ucap Jova yang segera mengusapkan spons mandi ke seluruh tubuhnya.


Alex tersenyum kecil melihat tub*h pol*s Jova di dalam bathub. Jova berdiri melepas CD nya lalu berjalan ke arah shower. Alex menatap tubuh polos Jova, yang tentu saja membuat getaran aneh dalam dirinya.


Alex ikut membersihkan tubuhnya dengan spons mandi lalu mengikuti Jova ke arah shower. Dengan pandangan mata yang tak biasa Alex memandangi tub"h pol*s Jova yang basah oleh guyuran air shower. Alex menelan ludahnya dengan sangat susah melihat Jova dari kepala hingga ujung kaki.


Jova selesai membersihkan sabun yang menempel di tubuhnya, dia keluar dan melilitkan handuk ke tubuhnya. Dan melilitkan handuk kecil di kepalanya. Jova keluar mencari baju yang sudah di siapkan pelayan di almari.


Alexander berganti mengguyur tubuhnya yang sudah setengah panas melihat istrinya tanpa benang sehelai pun.


"Kalau saja tidak ada acara pesta pasti sudah ku makan!" gumam Alexander.


Jova belum memakai baju yang sudah dia siapkan di atas ranjang untuknya dan Alex. Jova masih duduk di kursi meja rias dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya. Jova mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Alex keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Alex melihat ke arah Jova, yang menurutnya sangat menggoda.


Alex berjalan ke arah Jova, merebut hair dryer di tangan Jova, membantu Jova untuk mengeringkan rambutnya.


"Terima kasih, Sayang" ucap Jova melihat Alex dari pantulan cermin di depannya.


"Hemm" jawab Alex dengan senyum manisnya menatap Jova melalui cermin.


Setelah terasa lebih kering, Alex mematikan hair dryer di tangannya. Lalu menyisir rambut Jova dengan sangat telaten.


"Sudah Sayang! sekarang pakai bajumu, ayo kita tidur siang"


"Ok, Sayang!"




Selamat membaca part ini. Semoga suka ya reader.



Jangan lupa tinggalkan Like dan dukungan lainnya.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2