
Alexander dan Jova kembali ke ruang rawat VVIP, untuk menunggu resep vitamin yang sedang di siapkan oleh Apoteker. Jova berbaring di tempat tidur pasien, Alexander mendial nomor ponsel Mamanya.
"Hallo, Alexander!" jawaban dari sebrang.
"Ma, kirimkan Pelayan untuk tinggal di apartemenku"
"Baiklah, kamu butuh berapa?"
"Hemm.. satu saja!" jawab Alex setelah berfikir.
"Baiklah, kamu mau Lastri atau Maya?"
"Siapa Maya?" tanya Alex yang baru kali ini mendengar Mama merekomendasikan nama asing untuk di apartemennya.
"Maya adalah Pelayan baru di rumah, dia dulu bekerja di butik langganan Mama. Tapi karena Butik itu ganti pemilik, sehingga dia juga di ganti. Karena Mama tau dia sangat rajin dan pekerja keras, jadi Mama ambil saja sebagai Pelayan di sini."
"Berapa usianya?"
"23 tahun! dia juga bisa mengemudikan mobil!"
"Kalau begitu suruh keduanya datang!"
"Kamu yakin tidak terganggu dengan banyak Pelayan di apartemen mu?"
"Lastri akan jadi Pelayan, dan Maya akan jadi supir sekaligus asisten pribadi untuk istriku"
"Oke! nanti sore mereka akan di antar supir ke apartemen kamu!"
"Makasih Ma?" ucap Alexander.
"Iya, Sayang!" jawab Mama, "tapi kenapa kamu tiba - tiba mau pakai Pelayan? bukankah kamu tidak suka terlalu banyak orang di Apartemen mu?"
"Tidak apa - apa, Ma! biar istriku tidak kelelahan saja"
"Oh, ya sudah kalau begitu!"
"Bye, Ma!"
"Bye Bye!"
Alexander mengakhiri panggilannya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam celana. Lalu menghampiri Jova yang masih berbaring di tempat tidur pasien.
"Sayang! mulai sekarang kau harus perbanyak istirahat. Jangan memasak ataupun melakukan pekerjaan rumah apapun itu. Setelah dari kampus kau harus langsung istirahat dan jangan pernah mengemudikan mobil sendiri lagi. Sesuai janji ku, aku akan membantu menyelesaikan skripsi mu." Alex mengusap kepala Jova.
"Kalau Dosen baru ku tau atau curiga, kamu yang mengerjakan bagaimana?"
"Aku akan membuang Dosen yang berani mengusikmu!"
"Hahahaha!" Jova tertawa mendengar ucapan Alex yang seenaknya.
"Jangan tertawa terlalu lantang!"
"Banyak sekali aturan kamu, Sayang!"
"Demi calon anak kita!" ucap Alex mengusap lembut perut Jova. "Jangan beri tau Ayah, Ibu, Papa dan Mama. Akan kita buat kejutan di pesta ulang tahunmu nanti" ucap Alex.
"Pesta ulang tahun?" tanya Jova mengerutkan keningnya.
"Tiga minggu lagi kan ulang tahunmu, Sayang!" ucap Alex, "apa kamu lupa?"
"Ah iya!" Jova tersenyum lucu, "bagaimana kamu ingat ulang tahun ku?"
"Semua tentang mu aku harus ingat!" jawab Alex dengan senyum bahagianya.
"Apa ada pesta?"
"Tentu saja!" jawab Alex, "tapi untuk keluarga dan sahabat dekat saja. Sekaligus mengumumkan kehamilan kamu"
"Memangnya kenapa kalau kita beri tau semua orang sekarang?" tanya Jova.
__ADS_1
"Terlalu dini, Sayang!" ucap Alex mengusap puncak kepala Jova lagi. "Dia baru dua minggu!"
"Hemm" Jova mengangguk, dan menurut saja dengan apapun yang di katakan suaminya.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Alexander. Dengan cepat Alex membuka pesan dari Rakha itu.
"Kecelakaan Nona Jovanka di sengaja!" pesan dari Rakha.
"Siapa pelakunya?"
"Carissa!"
"Buang dia ke pedalaman Afrika! kemudian hancurkan paspornya!"
"Dengan senang hati, Tuan!" balas Rakha.
Alexander meremas kuat ponsel di tangannya. Jova melihat tangan Alex dan ekspresi Alexander yang terlihat sangat marah.
"Kenapa, Sayang?" tanya Jova pada Alex yang berdiri sedikit membelakanginya.
"Tidak ada apa - apa, Sayang!" jawab Alex kembali menghadap Jova, "hanya masalah bisnis!" lanjut Alexander mengusap kepala Jova.
"Yakin?"
"Iya, Sayang!" jawab Alex dengan santainya agar Jova tidak bertanya lagi.
Alexander duduk di tepi tempat tidur pasien Jova. Mengusap lembut perut rata Jova.
Maafkan Daddy, Sayang! hampir saja kamu dan Mommy mu celaka! batin Alex. Kau harus menerima pembalasan yang setimpal Carissa! beraninya kau dengan sengaja berusaha mencelakai istri dan calon anakku. Kalau kau sampai lolos, aku yakin kau tidak akan berhenti sampai di sini! Ucap Alex dalam hati, dengan mengepalkan satu tangannya yang tak terlihat oleh Jova.
Setelah vitamin yang mereka tunggu datang, Jova dan Alexander pulang ke apartemen saat hari menjelang malam. Jova meminta Alex untuk berhenti di minimarket, untuk membeli susu ibu hamil.
Di manapun keberadaan mereka, pasti tak luput dari lirikan mata orang sekitar. Ada yang mengenali siapa mereka, dan tak sedikit pula yang hanya melihat mereka karena ketampanan Alexander. Begitu juga mobil sport mewah Alexander yang tak pernah luput dari mata orang - orang di sekitar. Menyadari banyaknya gadis di minimarket itu, Jova langsung saja mendekap lengan Alex manja.
"Aku tidak tau susu ibu hamil yang enak yang mana?"
"Kalau begitu beli semua rasa saja!"
"Hemm" Jova mengangguk menurut saja apa yang di kata suaminya.
Alex mengambil semua rasa yang ada, dan membawanya ke meja kasir. Setelah melakukan pembayaran, Alex menggandeng Jova dan membukakan pintu untuk Jova.
Saat tiba di apartemen ada dua orang di depan pintu 25A yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Sayang? siapa mereka?" tanya Jova pada Alex dengan sedikit berbisik.
Tapi Alexander hanya mengangkat kedua pundaknya dengan senyum jahilnya.
"Itu Tuan Alexander dan Nona Jovanka" bisik Lastri pada Maya.
"Iya, Mbak Lastri!" jawab Maya. Mereka terlihat sangat serasi. Tuan Alexander ternyata benar - benar tampan! selama ini aku hanya bisa melihatnya di TV, walau aku sering bertemu Mama dan Papanya! batin Maya
"Selamat sore Tuan muda dan Nona muda!" sapa Lastri dengan sedikit mengangguk yang di ikuti Maya di sampingnya.
"Hemm!" jawab Alex cuek sambil membuka sandi apartemennya.
"Sore!" jawa Jova dengan senyum manisnya.
Jova dan Alex masuk bersamaan di ikuti dua orang di belakangnya.
Jova dan Alex duduk di sofa ruang tengah. Lastri dan Maya masih berdiri di samping sofa yang di duduki Alex dan Jova.
"Lastri, mulai malam ini dan seterusnya kau mengerjakan semua pekerjaan di apartemen ini. Siapkan menu makanan yang benar - benar sehat dan bersih untuk istriku!. Dan pastikan istriku tidak menyentuh pekerjaan rumah sedikitpun!" ucap Alex tegas.
"Baik, Tuan Muda!" jawab Lastri mengangguk.
"Dan kau.." Alex menunjuk perempuan di samping Lastri yang dia lupa namanya, "siapa namamu?"
__ADS_1
"Maya, Tuan" jawab Maya.
"Boleh aku lihat SIM mu?" tanya Alex.
"Sebentar, Tuan!" Maya membuka tas tangannya dan mengeluarkan dompet lalu mengambil SIM A dan SIM C yang dia punya. "Silahkan, Tuan!" ucap Maya menyodorkan SIM nya.
Alex menerima dan memastikan SIM Maya adalah asli. Setelah yakin Alex mengembalikan SIM milik Maya.
"Mulai sekarang, tugasmu adalah mengantar kemana pun istri ku pergi!" ucap Alex, "ke Kampus, ataupun ke Kantor ku! atau kemanapun yang dia mau. Dan kau harus memastikan istriku selalu dalam keadaan baik - baik saja! dan pastikan dia tidak merasa kelelahan!"
"Baik, Tuan!"
"Satu lagi, kau juga bertugas untuk mengawasi istriku agar tidak sedikitpun melakukan pekerjaan berat apapun itu! kalau perlu kau yang menyiapkan baju yang akan dia pakai, dan menyisir rambutnya!" ucap Alex tegas yang membuat Jova spontan melihatnya aneh.
"Apa?" pekik Jova, "Menyisir rambutku?" tanya Jova tak percaya dengan aturan suaminya.
"Iya!" jawab Alex yakin.
"Sayang, menyisir rambut pekerjaan mudah bukan?"
"Jangan protes!" ucap Alex melirik Jova, membuat Jova membungkam mulutnya rapat. "Kau paham kan Maya!"
"Paham, Tuan!" jawab Maya sedikit menunduk.
"Ingat! jangan biarkan istri ku naik turun tangga, kau yang mengambilkan apapun yang dia butuhkan. Intinya kau harus selalu bersamanya selama aku tidak ada!" Alex berusaha menekankan setiap kalimat perintah yang dia ucapkan.
"Baik, Tuan!"
"Kalau sampai terjadi hal - hal yang tidak aku inginkan pada istriku. Atau sekali saja aku melihat istriku melakukan pekerjaan rumah, maka kalian berdua yang akan bertanggung jawab!" ucap Alex tegas penuh penekanan dan tatapan tajam. Membuat nyali keduanya menciut.
"Baik, Tuan!" jawab mereka bersamaan.
"Kamar kalian di belakang!" ucap Alex, "kau sudah tau kan Lastri?" lanjutnya.
"Sudah, Tuan!"
"Pergilah! siapkan makan malam!" perintah Alex.
"Baik, Tuan muda, Permisi!" ucap Lastri yang di ikuti Maya.
Jova menatap kepergian Lastri dan Maya ke kamar belakang.
"Sayang, apa perlu kamu posesif seperti ini?" tanya Jova.
"Tentu saja!" jawab Alex yakin, "demi kamu dan ini" lanjut Alex mengusap lembut perut Jova dengan senyum bahagianya.
"Hemm.. terima kasih, Sayang!" ucap Jova mengusap lembut pipi Alex dengan senyum bahagia memiliki suami yang begitu peduli padanya.
"Ayo mandi!" ajak Alex
"Iya!"
Tanpa aba - aba Alex mengangkat tubuh Jova ala ala bridal saat Jova akan berdiri.
"Aakh!" pekik Jova spontan melingkarkan tangan di leher Alexander yang membawanya menaiki tangga.
Beruntung sekali Nona Jovanka, menjadi satu - satunya perempuan yang di cintai Tuan Alexander yang di idamkan banyak wanita di luaran sana. Ucap Maya yang tidak sengaja melihat keromantisan Jova dan Alex.
Jangan lupa tinggalkan Like nya ya kakak.
Terima kasih juga, untuk kakak - kakak yang berbaik hati memberi vote dan hadiahnya.
Salam Lovallena.
__ADS_1