I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Restu Eyang


__ADS_3

Sepasang kaki renta dengan satu batang tongkat berjalan pelan mendekati pintu utama memasuki area pesta. Dengan di ikuti seorang berpakaian pelayan di sampingnya, yang setia memegangi lengan tua itu.


Semua mata tertuju pada susunan balon berwarna biru dan pink yang melingkar sebagai sambutan di pintu masuk taman, manakala sepasang kaki renta itu memasuki area pesta ulang tahun baby twins.


"Akhirnya!" gumam Fellicya lirih, tapi Bayu yabg duduk di sampingnya, masih bisa mendengarnya.


Alexander dan Jova saling pandang untuk sesaat. Jova yang merasa trauma pernah di katai secara terang - terangan, langsung mendekat pada Alexander yang sedang menggendong baby Queenara di lengannya.


Dengan menggendong baby Qiandra di tangan kirinya, Jova memeluk memeluk lengan Alexander dengan tangan kanannya. Mencari perlindungan jika sewaktu - waktu kembali di hina, terlebih sedang banyak tamu.


Kaki renta itu berjalan mendekati baby twins dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak. Membuat jantung Jova berdetak tak menentu.


"Eyang!" sapa Jova mengangguk hormat, dengan raut wajah yang seolah siap jika harus di telan hidup - hidup.


Eyang tidak menjawab sapaan Jova, membuat Jova menatap suaminya dengan rasa takut bercampur tegang. Alexander menatap Jova dengan teduh, seolah mengisyaratkan semua akan baik - baik saja.


Eyang berdiri menghadap Jova dan Alexander yang menggendong baby twins. Suasana taman seketika hening, semua menatap ke arah mereka. Tamu yang hadir hanya keluarga dekat dan sahabat yang sudah tau permasalahan di antara dua kubu itu. Sehingga sebagian terlihat berbisik, dan sebagian lagi menatap mereka dengan penuh tanda tanya. Banyak di antara mereka yang semula duduk berganti berdiri. Termasuk Fellicya dan Bayu juga Rakha dan Indira. Tak luput Papa, Mama, Ayah juga Ibu.


Eyang menatap baby twins yang memegang mainan di tangan masing - masing dengan tatapan aneh. Sesaat kemudian mata Eyang berubah menjadi tatapan yang teduh. Jova terlihat mulai sedikit lega, setidaknya dia memiliki harapan untuk tidak di hina di hadapan keluarga besar.


Tangan Eyang terangkat perlahan menyentuh dagu baby twins bergantian. Sesaat kemudian seulas senyum terpancar di bibirnya yang sudah keriput. Jova semakin merasa tenang melihat senyum Eyang itu.


"Cicit pertama ku!" gumamnya lirih.


Seketika Jova dan Alexander saling tatap dengan senyum di bibir mereka masing - masing diikuti senyum dan rasa lega pada seluruh tamu undangan.


Fellicya memeluk lengan Bayu dan bersandar di lengan Bayu dengan senyum di bibirnya. Dia merasa puas dengan usahanya memanas - manasi Eyang selama satu tahun lebih. Bayu mengusap pelan puncak kepala Fellicya dengan satu tangan lainnya. Sesaat kemudian Fellicya berdiri menghampiri bagian yang menjadi pusat perhatian.


"Maafkan Eyang yang sempat tidak menyukaimu!" ucap Eyang mengusap kepala Jova dengan lembut.


Jova tersenyum senang di ikuti senyum seluruh tamu undangan. Yang terharu, pada akhirnya Jova mendapat restu dari Eyang Alexander yang terkenal pilih - pilih menantu.


"Eyang tidak perlu minta maaf," ucap Jova lembut, "dengan kehadiran Eyang di sini sudah membuat Jova melupakan segalanya."


"Terima kasih!" ucap Jova dengan senyum tulus. "Boleh aku mencium cicit Eyang?" tanya Eyang menatap mata Alex dan Jova bergantian.


"Tentu saja, Eyang!" jawab Jova dan Alex bersamaan.

__ADS_1


Eyang menciumi pipi baby twins bergantian. Ada perasaan hangat di hatinya. Mengingat dia juga kembar sepasang.


"Melihat mereka berdua membuat Eyang rindu pada saudara kembar Eyang!" ucap Eyang sendu.


"Semua akan kembali pada pemiliknya, Eyang!" ucap Alexander mengusap lembut lengan Eyangnya.


Eyang meminta sebuah kotak yang di pegang oleh Pelayan yang mengikuti Eyang. Eyang membuka kotak itu dan menyodorkan pada baby twins.


"Selamat ulang tahun cicit ku!" ucap Eyang mengambil gelang bayi yang bertuliskan nama masing - masing baby twins.


"Terima kasih, Eyang!" ucap Jova tulus.


"Ini Eyang sendiri yang membuat, dan tulisan ini di desain khusus oleh kolega perhiasan Eyang!" lanjut Eyang.


"Terima kasih banyak Eyang!" ucap Alexander.


Fellicya tersenyum melihat momen yang dia tunggu selama ini. Di antara semua keluarga, hanya Fellicya yang tau kalau Eyang akan datang di ulang tahun baby twins.


"Eyang! Fellicya bangga punya Eyang!" ucap Fellicya memeluk Eyang dari samping.


Setelah momen dramatis itu berakhir, semua kembali dengan kegiatan mereka. Ada yang makan, ada yang menemani anak - anak mereka bermain, ada juga yang bernyanyi karaoke, ataupun sekedar berbincang dengan anggota keluarga lainnya.


# # # # # #


Malam harinya Jova dan Alexander duduk berdua di sofa kamar tengah, dengan baby twins yang sudah terlelap di tempat tidur.


"Sayang! aku bahagia akhirnya Eyang memberikan restunya untuk kita!" ucap Jova pada Alex yang tengah asyik mengusap lembut kepala Jova yang bersandar di dadanya.


"Aku sudah yakin Eyang pasti akan datang ke sini suatu hari nanti!" ucap Alex, "dan ternyata hari ini, saat baby twins berusia satu tahun!" lanjutnya.


"Setidaknya Eyang sudah datang!" ucap Jova mendongakkan kepalanya melihat wajah suaminya yang selalu menatapnya dengan tatapan sayang.


"Iya!" jawab Alex mencium bibir Jova sekilas.


"Ayo tidur!" ucap Jova.


"Hemm!" jawab Alex mengangguk.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju tempat tidur, dengan mengapit baby twins tidur di tengah - tengah mereka.


# # # # # #


Hari - hari berlalu begitu cepat. Tak terasa hari ini adalah hari pertama Twins masuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Alex dan Jova sepakat untuk menyekolahkan mereka pertama kali di usia 3,5 tahun. Agar tidak terlalu dini mengikuti peraturan sekolah, di mana seharusnya anak - anak belum paham aturan.


Tapi bukan brarti di rumah tanpa pembelajaran sama sekali. Dengan telaten Jova di bantu baby sitter, berhasil membuat Twins di usia mereka saat ini sudah hafal huruf dan angka. Juga sudah bisa membaca dua huruf bergandeng. Mereka belajar tanpa paksaan, semua berjalan natural.


Sejak bayi Daddy Alex dan Mommy Jova membiasakan Twins berbicara menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Sehingga di usianya sekarang Twins terbiasa menggunakan dua bahasa itu sebagai bahasa keseharian mereka bersama keluarganya yang seluruhnya menguasai bahasa Indonesia - Inggris.


Daddy Alexander yang memiliki kelebihan berbahasa Italia, sesekali mengajak mereka berbincang ringan menggunakan bahasa Italia. Sehingga Twins sedikit banyak bisa bahasa Italia. Seperti berhitung angka, hari dan menghafal nama binatang menggunakan bahasa Italia.


Dan hari ini Twins berangkat ke sekolah dengan di antar Mommy Jova dan di ikuti dua baby sitter mereka, dengan Maya sebagai pengemudinya. Menggunakan mobil mewah yang di desain untuk keluarga, Maya melajukan mobil itu menuju sekolah PAUD bertaraf Internasional.


Twins begitu antusias memasuki area sekolah untuk pertama kali. Twins memainkan mainan yang di taman bermain yang aman untuk usia mereka. Baby sitter dengan sigap mengikuti kemanapun langkah lincah Twins.


Qiandra begitu suka bermain, hanya saja dia terlihat begitu dingin dengan teman lainnya. Dia tidak segan menatap tajam pada anak - anak yang mencoba mengganggu Queenara ataupun dirinya. Qiandra tumbuh menjadi anak yang pemberani dan tegas di usianya yang baru 3,5 tahun. Dia sulit di dekati terutama anak perempuan.


Queenara pun tumbuh menjadi anak yang selalu ceria. Murah senyum pada siapapun, dan suka membantu temannya yang kesulitan. Hanya saja dia tidak segan memukul pada anak - anak yang melakukan kesalahan. Tak peduli laki - laki maupun perempuan, tak ada rasa takut di hatinya.


Hari - hari mereka lalui dengan sangat sempurna. Hingga akhirnya mereka masuk di salah satu Sekolah Dasar yang juga bertaraf Internasional.




Menuju episode - episode terakhir nih.


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya ya.



Terima kasih,



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2