I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Genggaman Eratmu


__ADS_3

25 menit kemudian mereka sudah sampai di parkiran ragunan. Mobil sport mewah yang Jova kemudikan tentu tidak luput dari pandangan orang - orang di sekitar tempat Jova parkir.


Alexander dan Jova turun bersamaan. Mereka berjalan beriringan menuju loket tiket. Beberapa orang di sekitar mereka melihat kebersamaan Jova dan Alexander yang terlihat sangat serasi.


"Tampan sekali pria itu" ucap salah seorang pengunjung yang berjalan di sekitar mereka.


"Iya! mereka sangat serasi" ucap lainnya.


Dan masih banyak pendapat lain dari mulut pengunjung lainnya yang tak luput dari telinga Jova.


Kalian tidak tau saja sedingin apa pria ini dan betapa menyebalkan pria ini, batin Jovanka melirik Alexander di sampingnya yang berjalan dengan gaya cool nya.


Tapi dia terlihat sangat tampan. Aku sangat bangga kalau punya pacar seperti dia. Oh Jovanka halu mu berlebihan! batin Jova lagi.


"Kau tunggu di sini, aku saja yang antri tiket" ucap Alexander pelan.


"Ok!" jawab Jova.


Jova mengamati Alexander yang sedang mengantri tiket. Pandangannya tidak lepas dari kaki hingga rambut Alexander.


Sungguh beruntung siapapun kelak yang akan menjadi pendamping mu Alexander. Di balik sikap mu yang dingin di luar sana, kau adalah laki - laki menyenangkan meskipun kadang menyebalkan. Jika bukan aku sendiri yang sedang di sini bersamamu, aku tidak akan percaya kalau laki - laki sepertimu mau mengantri tiket. Jovanka tersenyum memperhatikan Alexander yang sedang membayar tiket.


Saat Alexander menerima tiket dan bersiap menghampiri Jova. Jova seketika membuang pandangannya, melihat orang - orang di sekitarnya di mana masih banyak yang terhipnotis oleh pesona seorang Alexander.


"Ayo!" ajak Alexander.


"Iya!"


Mereka masuk ke dalam bersama - sama, berjalan beriringan. Melihat - lihat binatang yang berbagai jenis. Jova mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya lalu memberikannya pada Alexander.


"Untuk apa?" tanya Alexander tidak mengerti.


"Foto kan aku! heheh"


"Sial! kau mengajak ku ke sini untuk jadi fotografer gratis mu?" kesal Alexander.


"Heheheh tidak! kalau bukan kau yang mengambil gambar ku siapa lagi" Jova tersenyum manis.


"Huh! cepatlah!"


Jova berpose di depan kamera ponselnya yang di pegang Alexander. Seumur - umur baru kali ini dia memfoto orang lain menggunakan ponsel di tempat umum.


"Kau ini di kebun binatang, kenapa foto sendiri?" Alexander mengembalikan ponsel Jova.


"Lalu aku harus foto dengan siapa? memangnya kau mau foto denganku?" tanya Jova sambil melihat - lihat hasil jepretan Alexander.


"Bukankah kau jauh - jauh mengajak ku ke sini untuk melihat binatang?"


"Iya!" jawab Jova tanpa melihat Alexander.


"Harusnya kau foto dengan mereka!"

__ADS_1


"What?" pekik Jova melihat Alexander yang berjalan di sampingnya.


"Kenapa?" tanya Alexander melirik Jova di sampingnya.


"Nanti aku akan foto dengan mereka!" ucap jova kesal.


Dia ini, menyebalkan iya, menggemaskan iya. Tapi aku semakin mengagumi mu setelah mengenal mu sampai hari ini, ucap Jova dalam hati.


"Alexander?"


"Hemm?"


"Ayo foto! satu kali saja!"


"Tidak!"


"Please!"


"No!"


"Ayolah! anggap saja kenang - kenangan untukku. Minggu depan aku sudah tidak tinggal bersamamu. Jadi beri aku kenang - kenangan foto bersamamu" rayu Jova memegangi lengan Alexander dengan senyum manisnya.


Ada perasaan lain yang muncul di hati Alexander saat mendengar kata - kata Jovanka. Ada sesuatu yang sulit di artikan olehnya.


"Baiklah! satu kali saja!"


"Ok!" Jova tersenyum senang.


Jova menggunakan kamera depan untuk mereka berfoto. Kecurangan tentu saja di lakukan Jova. Dari perjanjian satu foto menjadi beberapa foto. Alexander kesal sendiri menuruti kemauan Jova. Seumur - umur baru kali ini dia menuruti seseorang untuk foto bebas bersamanya.


"Haha iya iya!" Jova tertawa melihat fotonya bersama Alexander yang tampak kesal. Yang penting aku punya fotomu, batin Jova. "Sekarang ayo kita makan dulu ya! aku lapar!"


"Hemm" Jawab Alexander.


Mereka berjalan mencari stand makanan yang sesuai selera makan siang mereka hari ini. Sampai mereka berhenti di stand lesehan. Mereka memesan makanan lalu menunggunya dengan duduk lesehan di tikar yang di gelar sang penjual.


Tidak ada yang berbicara selama mereka menunggu pesanan datang. Masing - masing sibuk dengan ponselnya. Jova sibuk membuat status di WA nya. Sesaat kemudian sibuk membalas chat dari sahabatnya.


Pasti sama Mr. Tampan!. Indira


Ya dong!. Jova memberi emoticon menjulurkan lidah.


Aku juga mau!. Indira memberi emoticon menangis.


Tidak boleh!. jova memberi emoticon mendengus kesal.


Ciyee.. kayaknya ada yang mulai baper nih. Indira memberi emoticon penuh cinta.


D I A M !. Jova membalas sambil tersenyum.


Alexander melirik sekilas Jova yang senyum - senyum sendiri sambil jari - jari nya bergerak cepat di ponselnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian datanglah pesanan makan siang mereka. Alexander makan dengan santai, sedangkan Jova makan dengan sangat lahap. Jova memang apa adanya. Lapar ya bilang saja lapar, tidak perlu malu - malu.


"Kau mau kemana lagi?" tanya Alexander setelah menyelesaikan makanannya.


"Lanjutkan rute sajalah"


Alexander hanya mengangkat kedua alisnya, lalu berdiri untuk membayar makanan mereka.


"Ayo!, kau sudah selesai kan?"


"Iya, ayo!" Jova berdiri.


Mereka berjalan melihat - lihat binatang di sana. Jova berjalan dengan penuh senyum di bibirnya. Sesekali dia meminta Alexander untuk memfotonya. Alexander menurut saja meskipun sebenarnya kesal.


"Kau benar - benar mengerjai ku ya!" kesal Alexander.


"Tidak! biar terlihat romantis saja. Walau pun kau bukan kekasih ku, tapi mereka pasti mengira kita sepasang kekasih. Iya kan? haha" Jova senyum - senyum sendiri dengan ucapannya yang di tanggapi Alexander dengan menyebikkan bibirnya.


Biar saja kau kesal hari ini. Yang penting hari ini aku sangat bahagia. Aku tidak akan menyia - nyiakan sisa perjanjian kita. Ucap Jova dalam hati.


Kalau begitu aku akan memanfaatkan kata - katamu barusan Jovanka!. Ucap Alexander dalam hati.


"Kalau begitu ayo!" Alexander memasukkan jari - jari tangan kirinya ke dalam jari tangan kanan Jova. Menatap Jova dengan senyum sinis.


"Apa - apaan ini?" Jova melihat bingung dengan ulah Alexander.


"Biar romantis seperti katamu" ucap Alexander santai.


Mereka berjalan bergandengan, tentu saja mereka tidak luput dari mata orang - orang di sekitarnya. Pria tampan bergandengan dengan gadis cantik.


Apa ini? aku kemakan omonganku sendiri? kalau begini terus bisa - bisa keluar dari sini jantung ku sudah tidak ada di tempat! Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan? Menikmati genggaman erat tangannya atau aku menyia - nyiakan kesempatan? Ucap Jova dalam hati.


Kini Jova berjalan tanpa fokus. Matanya sesekali menatap tangan kanannya yang di genggam erat Alexander. Tangan kirinya sesekali mencubit pipi kirinya. Memastikan ini nyata atau hanya mimpi. Tapi dia benar - benar merasa sakit pada pipinya.


Ini nyata! tapi seperti mimpi, batin Jova. Sesekali matanya melihat Alexander yang tidak ada canggung sama sekali menggenggam tangannya. Senyum simpul menghiasi bibirnya.


Kalau setiap hari seperti ini, aku bisa - bisa jatuh cinta padamu. Pesona mu semakin membius ku. Oh Jovaaa.. sadarlah.. kau bukan levelnya. Ucap Jova dalam lamunannya.




Jangan lupa tinggalkan like ya kakak - kakak yang baik hati. hihi


Komentar juga sangat di harapkan. Untuk menambah semangat Author menulis.


Author berusaha untuk Up setiap hari.



Terima kasih,

__ADS_1



Salam Lovallena.


__ADS_2