I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Singapura 6


__ADS_3

"Kamu tidak mandi?", tanya Alexander mengusap lembut kepala Jova.


"Sebentar lagi. Kamu juga belum mandi kan?", tanya Jova tanpa melihat Alexander.


"Belum. Kamu tidak lapar?"


"Sedikit"


"Ayo mandi, aku akan pesankan makan malam. Kita makan di kamar saja"


"Hemm", Jova mengangkat kepalanya melihat wajah tampan Alexander. "Kau tidak mau mencium ku karena aku belum mandi?", tanya Jova penasaran yang membuat Alexander tergelak.


"Kau tidak mandi satu minggu pun, aku akan tetap mencium mu"


Jova tersenyum dengan jawaban Alexander. Dia mengecup sekilas bibir Alexander lalu beranjak dari pangkuan Alexander. Jova keluar dari kamar Alexander, dia masuk ke kamarnya untuk mandi.


Setelah memesan makan malam untuk mereka, Alexander segera mandi dan mengganti bajunya.


Tok Tok Tok


"Masuk saja sayang!", teriak Jova dari meja rias kamar hotelnya.


Tok Tok Tok


"Masuk sayang! tidak di kunci!", teriak Jova lagi.


Tok Tok Tok


"Siapa sih?", gumam Jova berjalan ke arah pintu.


Ceklekk


"Permisi nona, saya mengantar makan malam atas nama tuan Alexander"


"Oh, iya. Maaf tadi saya kira pacar saya"


"Iya nona", pengantar makanan mendorong troli makanan ke dalam kamar Jova. "Saya permisi nona", ucapnya dengan senyum menunduk.


"Iya, terima kasih", Jova mengangguk kecil.


Jova berjalan mendekati troli itu, membuka tutup makanannya.


"Wow, ini kan menu kesukaan ku!", seru Jova. "Darimana dia tau?"


Clekk


Alexander masuk kamar Jova tanpa mengetuk pintu.


"Sayang, dari mana kamu tau aku suka sekali makanan ini?", tanya Jova dengan senyum sumringah.


"Kebetulan mungkin"


"Hih!", kesal Jova langsung kembali ke meja rias.


Alexander tersenyum dengan tingkah Jova. Alexander mengambil piring - piring di troli makan. Memindahkannya ke atas meja. Jova terlihat masih menyisir rambutnya.


"Ayo makan, aku lapar", ucap Alexander.


"Iya"


Jova berjalan duduk di samping Alexander. Tanpa di minta, Alexander menyuapkan makanan ke mulut Jova. Jova menerima dengan masih ada sisa kesal.


"Kau marah?"


"Marah kenapa?", tanya Jova.


"Jangan bohong", Alexander tersenyum sambil meyuapkan makanan ke mulutnya.


Jova hanya menyebikkan bibirnya.


"Iya iya, aku tau ini makanan kesukaanmu?"


"Bohong!"


"Serius!"


"Dari mana kamu tau?"

__ADS_1


Alexander hanya tersenyum manis pada Jova, sambil menyuapkan nasi ke mulut Jova.


"Rahasia"


Jova tersenyum malu tapi masih menyimpan penasaran.


"Sekarang waktunya kamu kuliah!", ucap Alexander setelah selesai makan.


"Tch!", jawab Jova malas.


"Jangan beralasan, kemarin kamu sudah banyak alasan"


"Kemarin kan memang hari minggu"


"Karena ini hari senin brarti tidak ada alasan!", ucap Alexander dengan nada tegas.


Jova memanyunkan bibirnya.


Alexander memberi materi pada Jova yang duduk di samping kirinya bersila menghadap dirinya. Alexander memangku laptop dan buku di samping kanannya.


Jova memperhatikan Alexander yang tampak sangat serius memberinya materi kuliah. Entah dia benar - benar mendengarkan atau tidak dengan apa yang di jelaskan Alexander.


"Sudah paham? sda yang ingin kau tanyakan Jovanka?", tanya Alexander melihat serius Jova di sampingnya setelah selesai memberi materi.


Jova membalas tatapan Alexander dengan senyum manis. Jova merebut laptop Alexander meletakkan di atas meja. Dia berpindah ke pangkuan Alexander, melingkarkan tangannya di leher Alexander. Alexander hanya melihat gerak gerik Jova dan reflek memegangi pinggang Jova dengan satu tangannya.


"Aku tidak paham dan tidak ingin bertanya", ucap Jova dengan senyum manisnya. Tapi bagi Alexander itu adalah senyum menyebalkan.


"Jadi dari tadi aku menjelaskan panjang lebar kau tidak memperhatikan?", tanya Alexander.


"Tidak pak Alex, maafkan saya", ucap Jova dengan wajah yang di buat semelas mungkin.


"Mahasiswi kurang ajar!", Alexander menyentil pelan dahi Jova.


Tapi Jova malah tertawa tak berdosa, yang membuat Alexander gemas sendiri.


Begitulah kegiatan mereka sehari - hari selama di Singapura. Setiap pulang dari rumah sakit mereka akan jalan - jalan dan malamnya Alexander selalu memberi kuliah. Tapi tak sedikitpun Jova peduli dengan penjelasan dosennya itu. Jova hanya fokus memandangi wajah tampan Alexander. Tak jarang Alexander memberikan materi di sela - sela mereka sedang bermesraan di manapun. Itu adalah cara terbaik menurutnya.


Seperti Kamis Sore ini, Jova sedang duduk di samping Alexander, menyandarkan kepalanya di dada Alexander. Mereka sedang bersantai di sofa kamar Jova. Hari ini terakhir Jova melakukan perawatan.


Aku hanya bisa membekali mu sedikit ilmu ku Jova. Saat kau ujian akhir semester nanti aku yakin aku tidak bisa membantumu. Ucap Alexander dalam hati, mencium puncak kepala Jova lembut.


Tiing


Jova mengambil ponselnya di meja setelah mendapat pesan wa.


Jova, sabtu besok perusahaan kita mendapat undangan dari Group G. Group G berulang tahun. Ayah minta tolong, kamu saja ya yang datang. Hasan pasti ada di sana, ayah belum sanggup melihat pengkhianat. pesan dari nomor bertuliskan Ayah dengan emoticon love di belakang namanya.


Jova membaca pesan dari ayah dengan bersuara. Sehingga Alexander pun tau pesan dari ayah Jova.


"Sayang, kau mau tidak menemaniku menghadiri ulang tahun Group G?", tanya Jova melihat Alexander di sampingnya.


"Jam berapa?", tanya Alexander menatap lembut Jova.


"Biasanya mereka mengadakannya jam 8 malam"


"Maaf sayang, sepertinya aku tidak bisa", ucap Alexander mengusap lembut kepala Jova.


"Kenapa?", tanya Jova cepat. "Bukannya kamu punya villa di pantai milik Group G, pasti orang tua mu juga di undang kan?", Jova mengerutkan keningnya kecewa.


"Tentu saja sayang"


"Lalu kenapa kamu tidak mau datang bersamaku?"


Alexander menatap sendu mata Jova, dia mencium tangan kanan Jova yang bersandar di pahanya.


"Kamu datang saja bersama Indira, nanti aku akan menjemputmu dan mengantarmu ke lokasi pesta"


"Kamu yakin tidak mau menemaniku?"


"Iya sayang, nanti suruh Indira langsung datang ke lokasi saja"


"Emm okelah"


Jova langsung membalas pesan ayahnya.


Iya ayah, aku akan mengajak Indira. Jova

__ADS_1


Kenapa tidak mengajak Alexander. Ayah


Alexander tidak bisa ayah. Jova


Oh, ya sudah. Ayah


Iya ayah. Jova


Jova mendial nomor Indira.


"Halo Jova, ada apa?"


"Ndi, sabtu besok temani aku menghadiri acara ulang tahun Group G ya?"


"Yakin kamu ngajak aku?"


"Iyalah!"


"Kenapa tidak mengajak pak Alex?"


Jova melirik Alexander di sampingnya yang tersenyum karena dia juga mendengar percakapan Jova dan Indira.


"Dia sibuk", jawab Jova malas sambil melihat Alexander.


"Oh okelah, aku akan menemanimu, Sambil cuci mata haha"


"Dasar kau! oh ya kamu langsung saja ke hotel X yaa. Soalnya aku nanti di antar Alexander"


"Siap Jova"


"Thanks ndi"


"Iyaa"


Jova mengakhiri panggilannya. Dan kembali menyandarkan kepalanya di dada Alexander sambil memainkan ponselnya.


"Kamu mau pulang kapan?"


"Besok sore saja bagaimana?"


"Boleh, besok habis sarapan kita belanja dulu untuk oleh - oleh ayah dan ibu mu"


"Oke sayang!'


# # # # # #


Jova dan Alexander berjalan bergandengan memasuki pusat perbelanjaan yang ada di Marina bay sands. The Shoppes yang merupakan pusat bagi orang - orang kaya yang gila belanja. Toko - toko barang branded bertebaran di mall ini.


"Kamu mau belanja di mana? Chan*l, Guc*i, Burberr*, Prad*?"


"Aku tidak pernah belanja barang branded, jadi aku tidak tau", Jova memanyunkan bibirnya.


"Kalau begitu kita coba masuk ke Louis Vuitt*n dulu. Kamu pasti tertarik untuk belanja di sana"


"Oh ya?"


"Hemm"




Jova kayak author, gak pernah beli barang branded. hehe


Boro - boro barang branded, bisa liburan saja sudah bahagia. Apalagi pandemi gini, bisa makan enak udah alhamdulillah.



Berikan like dan komentar teman - teman ya.


Jangan lupa juga berikan dukungan teman - teman untuk novel ini.


Author berterima kasih pada teman - teman yang sudah memberi dukungan pada novel ini.



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2