I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Bayu Devries


__ADS_3

"Kau ini, cantik - cantik galak!" ucap Bayu saat berhasil mensejajarkan diri dengan Jovanka.


"Mending cantik tapi galak, masih bisa di lihat cantiknya. Dari pada jelek galak!" Jova menjulurkan lidahnya.


"Bener juga ya" Bayu sedikit tersenyum. "Kau mau ke kantin?"


"Nggak! ke bulan!" ucap Jova bercanda


"Hahaha ada ada aja kau ini" Bayu menyenggol pundak Jova dengan pundaknya. "Nanti malam kau ikut jalan - jalan ya, sekalian sama Indira. Aku yang traktir!" ucap Bayu menaikkan kedua alisnya beberapa kali.


"Sorry Bay, aku tidak bisa!" ucap Jova. Saat sampai di kantin. Mereka memesan makan dan minum lalu membawanya ke meja kantin.


"Kenapa?" tanya Bayu saat sudah duduk berdampingan dengan Jova.


"Aku harus bekerja lembur!"


"Oh!" ucap Bayu kecewa. "Kenapa kau lembur?"


"Apa Indira tidak cerita padamu tentang masalah yang baru aku dapatkan pada dosen killer itu" ucap Jova di sela - sela makannya.


"Hihi, iya! Indira sudah cerita" ekspresi Bayu terlihat berubah. "Bagaimana selama kau tinggal di apartemennya? Apa dia menyiksamu? atau membuatmu banyak melakukan pekerjaan" tanya Bayu penasaran.


"Tidak!" jawab Jova cepat. "Kau tau? dia bahkan sangat baik selama aku tinggal di rumahnya 2 hari ini. Dia benar - benar berbeda saat di kampus dan di luar kampus. Bahkan semalam dia membawa ku ke pantai" Jova bercerita dengan senyum yang mengembang dan mengingat kebahagiaannya semalam.


"Oh ya?" tanya Bayu yang kecewa melihat ekspresi bahagia Jovanka.


"He'em!" ucap Jova tersenyum mengangguk.


"Apa kau menyukainya?" Bayu bertanya to the points pada Jova.


"Hah?" Jova Menghentikan makannya. Kemudian mengerutkan keningnya menatap Bayu di sampingnya. "Bagaimana kau punya kesimpulan seperti itu?"


"Kau terlihat bahagia saat menceritakan dosen itu"


Jovanka menghentikan makannya dan menatap dalam pada Bayu. Dia tau Bayu kecewa padanya.


"Bay, kau lihat kan? semua mahasiswi disini pasti mengaguminya. Hanya saja mereka tidak ada yang berani terang - terangan mendekatinya termasuk aku. Jadi saat aku mendapatkan situasi seperti sekarang, bisa sering bertemu bahkan tinggal di apartemennya sudah pasti aku bahagia. Dan lagi aku menemukan sisi lain dari seorang dosen batu yang tidak pernah tersenyum itu. Indira dan yang lain juga pasti sama kalau mereka berada di posisiku," Jelas Jova pada Bayu.


"Yaa aku tau, dia memang tampan dan kaya. Wanita mana yang tidak terpikat padanya!" ucap Bayu membuang nafas kasar.


"Kau juga tampan dan kaya kan? Bahkan kau punya darah belanda dalam dirimu"


"Iya! hanya saja aku berbeda nasib dengannya! Tch! apa mungkin dia banyak fans karena sifat dinginnya?"


"What?" Jova mengerutkan keningnya sambil terus mengunyah.


"Sepertinya aku harus merubah sifat ku menjadi dingin. Biar cool seperti dia" Bayu baru mulai memakan makanannya dengan cepat.


Jova menatap Bayu dengan rasa yang bercampur aduk. Jova tau Bayu menyukainya. Bayu pernah mengungkapkan perasaannya saat awal - awal masuk kuliah. Hanya saja Jova tidak mencintainya. Jova menganggap Bayu sebagai sahabat terbaiknya.


"Bay! jadilah dirimu sendiri. Itu lebih natural. Lagi pula banyak yang mendekati mu, tapi kau saja yang terlalu cuek!"

__ADS_1


"Mereka yang mendekati ku tidak sebanding dengan mu," ucap Bayu.


"Hey, tapi mereka jauh lebih cantik dan terawat dari pada aku"


Bayu mengerucutkan bibirnya. Sepertinya cintanya pada Jova sedikit demi sedikit harus di hapuskan.


"Katakan padaku kalau dia menyakitimu!" ucap Bayu pada Jova serius.


Jova hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada Bayu.


Bayu Devries



# # # # # #


"Pesankan makan siang untuk ku!", Perintah seorang CEO tampan pada sekretarisnya di depan pintu ruangannya.


"Baik tuan muda" jawab Lisa. "Tuan Rakha apa anda juga perlu di pesankan makan siang?", tanya Lisa pada Rakha yang berjalan di belakang sang CEO


"Iya!" jawab Rakha singkat.


CEO dan Rakha masuk ke ruangan CEO. Mereka duduk berhadapan di meja kerja CEO Group G.


"Bagaimana penyelidikan mu tentang laki - laki itu?"


"Aku sudah menemukan alasannya tuan. Tuan tidak perlu khawatir. Saya sudah menyusun rencana agar gadis itu tau sendiri kelakuan laki - laki itu"


"Tuan muda, perusahaan Group G di Amsterdam mengalami peningkatan yang luar biasa. Kegiatan kerja sama kita bersama perusahaan - perusahaan besar di Indonesia yang mempunyai cabang di sana sangat berpengaruh pada perkembangan Group G", ucap Rakha bangga.


"Kau lanjutkan saja bisnis itu"


"Apa anda tidak ingin sesekali menyapa mereka di Amsterdam?"


"Belum saatnya kha!"


Rakha mengangguk mengerti, lalu berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu setelah terdengar ketukan pintu.


Lisa membawa pesanan bosnya. Rakha menerima dan meminta Lisa untuk pergi. Rakha membawa makanan mereka ke sofa di ruangan CEO. Sang CEO berjalan ke arah sofa. Mereka makan bersama tanpa bersuara hingga makanan habis di kunyah oleh mereka.


"Kemarin Carissa datang lagi tuan"


"Apa uangnya habis?


"Sepertinya begitu. Hari ini dia terbang ke Malaysia untuk pemotretan bersama pria yang dia bawa waktu itu"


"Apa kau punya rencana untuk mengungkap keburukannya?"


"Saat ulang tahun Group G, adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan gadis itu beserta karirnya"


"Benalu memang pantas untuk di hancurkan" Putra Gibran tersenyum tipis.

__ADS_1


"Tuan besar dan Nyonya besar akan tau dengan sendirinya, perempuan seperti apa yang mereka sodorkan untuk mendampingi putranya" Rakha tersenyum sinis. "Dengan begitu hubungan tuan muda dan tuan besar akan tetap terjalin baik"


"Kau pintar kha!"


"Lalu bagaimana dengan gadis itu tuan? apa tuan muda tidak ingin segera memberi tau siapa anda sebenarnya?"


"Belum saatnya kha. Aku akan menggenggamnya untuk saat ini" Putra Gibran tersenyum penuh arti. "Berikan semua laporan hari ini. Aku harus segera pulang"


"Baik tuan muda"


# # # # # #


Jovanka berada di ruang kerjanya. Memeriksa semua berkas yang di sodorkan oleh sekretarisnya yang sedang duduk di depannya. Dia tampak berfikir keras.


"Kenapa dia ingin menarik 50% sahamnya?"


"Saya tidak tau nona, yang jelas akhir - akhir ini gerak geriknya saat akan datang kesini sangat mencurigakan. Dia bilang sedang butuh banyak uang untuk keluarganya. Tapi saya tidak percaya," Mira menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Perusahaan ini akan semakin pailit kalau begini caranya!" ucap Jova pelan dan kecewa. "Aku harus menarik para investor agar perusahaan ini tetap berjalan"


"Saya akan selalu mendukung nona"


"Terima kasih Mira. Kau tetap setia bersama keluarga ku bahkan saat perusahaan ini hampir hancur"


"Iya, nona" Mira tersenyum tulus.


"Kau bawa berkas ini, aku mau ke rumah ku"


"Baik nona"


Jam 2 sore Jova melajukan mobilnya menuju rumahnya. Dia sudah rindu dengan ayah dan ibunya. Juga rindu berdebat dengan tristan.


"Ayah, Ibu, Jova pulang!" teriak Jova saat memasuki rumahnya yang sepi. "Kemana mereka semua?"


"Mbak Nur, kemana ayah ibu dan tristan?" tanya Jova pada ART di rumahnya.


"Mereka sedang ke acara pernikahan Mbak Tari, Nona. Mungkin sebentar lagi akan pulang"


"Mbak Tari menikah?"


"Iya, Nona"


"Kenapa aku tidak di ajak?" gumamnya pelan.




Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar teman juga Dukungannya ya.


__ADS_1


Salam Lovallena


__ADS_2