I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Pantai Malam


__ADS_3

"Tuan? duduklah disini!" Jova menepuk pasir basah di sampingnya.


"Aku bukan anak kecil sepertimu!" jawab Alex cuek.


"Jadi maksud tuan saya masih kecil begitu?"


"Kau kan memang kecil!" jawab Alex mengalihkan pandangannya ke tengah laut.


Jova mengerucutkan bibirnya. Dia berdiri dan kembali bermain ombak tidak perduli dengan ucapan Alex.


Malam ini tepat peristiwa 15 tahun yang lalu. Selamat malam untuk dirimu yang kini entah ada di mana. Ucap Alex dalam hati.


Dia beralih melihat Jovanka yang asyik bermain ombak sendirian.


Kau adalah orang pertama yang aku bawa ke tempat ini selama 15 tahun ini. Siapapun dirimu, terima kasih untuk malam ini. Batin Alex.


Alex mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah itu dia memasukkan lagi ponselnya ke dalam kantong celana nya. Lalu menghampiri Jova yang masih bermain dengan deburan ombak.


Alex menyiratkan air laut ke punggung Jova yang membelakanginya. Jova menoleh lalu membalas menyiratkan air ke baju Alex berkali - kali. Alex reflek mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Jova.


"Hey! stop!" teriak Alex.


Jova menghentikan menyiratkan air ke arah Alex. Kemudian tertawa melihat Alex yang basah kuyup oleh siratan airnya.


"Haha tuan, kau sama saja seperti anak kecil sekarang, hahaha!"


Alex tersenyum melihat Jova yang tertawa, meskipun menertawai dirinya.


"Ayo! kau harus segera mengganti bajumu!" ucap Alex.


Alex berjalan ke arah tepi pantai. Jova mengikuti langkah kaki Alex. Alex memasuki pagar salah satu villa di tepi pantai. Jova tidak bertanya apapun. Dia hanya mengikuti langkah kaki Alex. Alex berjalan menuju pintu utama villa, dan membukanya. Dua orang pelayan datang begitu mendengar pintu terbuka.


"Selamat malam, tuan muda!" sapa kedua pelayan bersamaan.


"Hemm" jawab Alex dan terus berjalan.


Jova tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya pada kedua pelayan, dan terus mengikuti langkah Alex menuju tangga.


"Siapa yang bersama tuan muda? aku belum pernah melihatnya," ucap salah satu pelayan.


"Aku juga tidak tau," jawab pelayan satunya. "Ayo kita naik, kita harus segera mencuci baju tuan muda dan nona itu."


"Ayo!"


Alex berjalan menaiki tangga, Jova mensejajarkan dirinya berjalan di samping Alex.


"Tuan, siapa mereka? kenapa memanggil anda tuan muda?"


"Sama seperti mu?" jawab Alex ketus


"Sama seperti ku? maksudnya?" Jova mendongak melihat wajah Alex, mencari penjelasan.


"Pembantu di villa ini, sama sepertimu, pembantu di apartemenku!" ucap Alex menahan senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Tuan!" memukul lengan Alex. "Tuan benar - benar menganggap ku pembantu?" Jova merasa tidak terima di sebut pembantu.


"Kau sendiri yang bilang kalau kau pembantu ku!" ucap Alex tersenyum tipis.


Jova mengerucutkan bibirnya. Ingin rasanya dia menelan hidup - hidup laki - laki di sampingnya itu.


"Kau masuk ke kamar itu, pelayan sudah menyiapkan baju tidur mu. Segera mandi dan ganti bajumu dan berikan semua baju kotor mu pada mereka. Agar besok pagi bisa kau pakai lagi," Alex menunjuk pelayan di belakangnya menggunakan sedikit gerakan kepala.


"Okey" Jova berjalan masuk ke kamar yang di tunjuk Alex.


Alex masuk ke kamar yang biasa di gunakan nya saat menginap di villa itu. Dia mandi dengan air hangat, dan mengganti baju setelahnya. Lalu keluar menyuruh pelayan untuk mengambil baju kotornya di kamar mandi.


Jova melakukan hal yang sama. Hanya saja dia keluar langsung membawa bajunya yang basah karena air laut.


Jova kembali ke kamarnya, melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan jam 12 malam. Dia mencoba memejamkan matanya, namun gagal.


Dia masih mengingat kejutan yang baru saja dia dapat dari Alex. Bermain di pantai saat malam adalah impian yang bertahun - tahun dia pendam. Jova tersenyum menatap langit - langit kamar.


Jova memiringkan tubuhnya menghadap jendela. Dia turun dari tempat tidur, berjalan mendekati gorden berwarna gading, lalu membuka gorden jendela yang memperlihatkan balkon yang mengarah pada pantai. Dia mencari pintu yang tertutup gorden.


Jova membuka kunci pintu dan keluar dengan senyum karena langsung melihat pantai dimana tadi dia bermain ombak dan pasir. Suara deburan ombak semakin membuatnya bahagia malam ini.


Matanya mengarah ke sisi kanan. Terlihat Alex sedang duduk membelakanginya di kursi gantung di balkon yang sama dengannya. Hanya saja jarak mereka cukup jauh.


Jova berjalan mendekati Alex yang tidak menyadari keberadaannya. Jova berhenti saat melihat asap rokok melintas di kepala Alex.


Sejak kapan pak Alex merokok? baru kali ini aku melihatnya merokok, batin Jova.


"Hemm" jawab Alex tanpa melihat Jova.


Alex membuang asap rokoknya, melihat sekilas Jova di sisi kirinya. Lalu mematikan rokok di tangannya ke asbak di samping kursi gantung.


"Kenapa kau tidak tidur?" tanya Alex melihat Jova.


"Saya tidak bisa tidur, tuan" jawab Jova bersandar di pagar balkon. Berbalik melihat deburan ombak yang terlihat dari balkon. Beberapa menit mereka saling diam.


"Jovanka?"


"Iya tuan?" jawab Jova kembali menghadap tempat Alex duduk. Baru kali ini dia memanggil namaku. Biasanya hey hey hey!"ucap Jova dalam hati.


Alex masih diam menatap lekat Jovanka. Jova salah tingkah di tatap seperti itu.


Kesalahan apa yang aku lakukan, kenapa dia menatapku seperti itu, batin Jova.


Alex mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Kau bisa tidak? tidak memanggilku tuan?" ucap Alex.


"Tapikan selama di luar kampus, saya ini pembantu tuan selama satu minggu. Sama seperti dua pelayan tadi"


"Aku tidak pernah menyebutmu pembantu kan?"


"Iyakan sama saja tuan"

__ADS_1


Alex berdiri, dia berjalan mendekati Jova. Berdiri di samping Jova menghadap pantai. Jova reflek mengikuti Alex kembali menghadap pantai.


"Mulai sekarang, jika di luar kampus jangan panggil aku tuan ataupun pak Alex," ucap Alex tanpa melihat Jova.


"Lalu saya harus panggil apa?"


Alex melihat lekat wajah Jova di sampingnya yang juga menatapnya dengan penasaran.


"Alexander" ucap Alex kembali menghadap pantai.


"Alexander?" Jova mengingat sesuatu yang jauh dipikirannya.


"Ya!" ucap Alex membalikkan badannya menghadap Jova. "Berjanjilah untuk terus memanggilku Alexander selama kita berada di luar kampus," Alex menunjukkan jari kelingkingnya di depan wajah Jovanka.


"Apa tuan tidak akan tersinggung, kalau saya memanggil tuan dengan nama lengkap anda, Alexander?"


"Never!" ucap Alex yakin.


"Baiklah! Alexander" Jova meraih kelingking Alexander dengan kelingkingnya.


Jova tersenyum setuju dengan permintaan yang di minta Alexander. Alexander juga tersenyum kecil melihat Jova.


"Tidurlah!, ini sudah tengah malam!" Alexander melepaskan kelingkingnya.


Jova manggut - manggut tanda setuju.


"Selamat malam, Alexander" ucap Jova tersenyum kaku. Karena tidak biasa memanggil dosen batunya dengan nama lengkap saja.


"Hemmm" jawab Alex.


Jova berbalik menuju kamarnya. Meninggalkan Alexander yang menatap punggungnya.


"Jovanka?" panggil Alexander.


"Iya?" Jova membalikkan badannya menghadap Alexander.




Selamat membaca part ini yaa.


Tunggu kelanjutan ceritanya


Besok akan Up lagi.



Terima kasih,



Salam Lovallena

__ADS_1


__ADS_2